
Pedalaman Hutan Pinggiran Kota Cheng Du
Ctangggg
Ctangggg
“Kugkhhh... Minggir sia*an! Jangan menghalangi jalan ku!” Teriak sosok iblis terlihat sangat marah kepada sosok berjubah hitam. Iblis tersebut mengayunkan pedang besarnya mengeluarkan tebasan aura yang sangat cepat mengarah kepada sosok berjubah hitam tersebut.
Sosok berjubah hitam itu menganyunkan pedangnya juga, dimana ia juga mengeluarkan tebasan aura sama seperti yang dikeluarkan oleh iblis tersebut.
Booommm
“Ckkk... Orang ini kuat. Ia bahkan juga bisa mengeluarkan tebasan aura sama seperti diriku. Tidak kusangka ia akan bergerak, selang beberapa waktu setelah kami menjalankan rencana nya.” Batin iblis tersebut yang merupakan ketua divisi sekaligus juga kakak pertama dari iblis Lu Bersaudara yaitu, Lu Xong.
“Kau sia*an! Kubilang minggir dan jangan menghalangi jalan ku kepa*at! Aku tidak punya waktu untuk meladeni omong kosong mu itu.” Lu Xong kembali berteriak kencang kepada sosok berjubah hitam yang beradu pedang dengannya. Sosok berjubah hitam itu pun berkata, “Kau tidak di izinkan kemana-kemana, aku punya banyak pertanyaan kepada mu soalnya. Jadi kau harus tetap di sini.” Ucap sosok berjubah hitam itu tanpa beban.
“Kau... Bajin*an manusia tengik!” Teriak Lu Xong seraya melompat tinggi dan mengayunkan pedangnya melancarkan tebasan pedang aura kembali.
Flashback On Beberapa Jam Yang Lalu
Sudah beberapa jam sejak mereka menjalankan rencana, namun masih belum ada konfirmasi dari Lu Sii maupun Lu Soon yang terjun langsung ke lapangan. “Ini aneh... Sepertinya ada sesuatu yang tidak berjalan sesuai dengan rencana.” Batin Lu Xong. Instingnya merasakan ada yang salah telah terjadi tanpa sepengetahuan dirinya saat ini.
“Kakak Xong... Sepertinya ada sesuatu yang janggal terjadi di sini.” Ucap Lu Seen yang ternyata juga merasakan kejanggalan sama seperti Lu Xong. Terdengar dari nada bicaranya, jelas-jelas ia mencemaskan sesuatu saat ini. “Kakak, sepertiya kita harus menyusul yang lainnnya. Aku ingin memastikan sendiri perasaan cemas ku ini.” Ucap Lu Seen lagi. Lu Xong mengangguk kan kepalanya. “Baiklah. Ayo kita juga masuk ke dalam lingkaran formasi.” Ucap Lu Xong mengiyakan saran Lu Seen.
Tepat keduanya ingin melangkahkan kakinya ke formasi teleportasi. Secara tiba-tiba mereka merasakan aura kuat mendekati keduanya.
Lu Seen langsung melirik Lu Xong dan berkata sangat kencang, “Kakak Xong cepat menghindar dari sana!” Teriak Lu Seen yang mana ia langsung menghindar ke samping supaya tidak terkena dampak serangan tersebut. Lu Xong yang diperingati tepat waktu oleh Lu Seen, tentunya berhasil menghindari tipis serangan mendadak tersebut.
“Siapa kau! Cepat tunjukan wujud mu sekarang juga!” Teriak Lu Xong seraya menyapu pandangan matanya dari pohon ke pohon, namun tidak merasakan hawa keberadaan siapapun di sana. Sampai kemudian terdengar suara langkah beserta suara semak-semak saling bergesekan membuat keduanya langsung menarik senjatanya masing-masing dan melancarkan serangan ke arah sumber suara tersebut.
Tebasan kedua iblis tersebut melesat cepat ke arah semak-semak. Hening tidak ada respon balik dari tebasan yang di lancarkan oleh Lu Xong dan Lu Seen. “Cepat periksa ke sana.” Ucap Lu Xong memerintahkan beberapa iblis untuk memeriksa ke semak-semak tersebut. Sekitar lima iblis melangkah mendekati semak-semak tersebut untuk memeriksanya, namun setelah beberapa menit mereka menunggu, hasilnya tidak ada apa-apa di semak-semak tersebut. Tepat kelima iblis itu hendak kembali ke barisan, sesuatu yang sangat cepat bergerak sekilas, menebas kelima iblis itu dan membelahnya menjadi beberapa bagian dalam sekejap.
Lu Xong langsung di buat terkejut ketika melihat itu, dan kembali melancarkan tebasan pedang beruntun ke arah semak-semak tersebut. Tidak seperti yang tadi, kini terdengar suara beturan keras yang nyaring.
Ctaangggg
Ctaangggg
“Kakak, Ini...” Gumam pelan Lu Seen di sisi Lu Xong. “Cihhh... Siapapun kau yang ada di sana keluarlah. Percuma saja bersembunyi di sana.” Seru lantang Lu Xong ke arah semak-semak. Awalnya tidak ada jawaban, sampai beberapa menit kemudian suara langkah kembali terdengar. Kali ini wujudnya dapat terlihat dengan jelas, dimana sosok berjubah hitam muncul, dengan pedang yang keseluruhannya berwarna hitam ia genggam di lengan kiri.
“Penampilan itu... Kakak, ia adalah orang yang di bicarakan oleh Lu Soon. Sosok berjubah hitam yang mempunyai aura misterius.” Ucap Lu Seen yang langsung menyadari dari cara berpenampilan sosok tersebut beserta aura tubuh yang tidak dapat diprediksi dari sosok berjubah hitam tersebut.
“Tapi, bagaimana bisa ia mengetahui tempat persembunyian kita di sini?” Kata Lu Seen bingung. “Kau masih bertanya seperti itu adik. Sudah jelas bahwa rencana yang kita susun telah terbongkar, tidak ada kabar dari Lu Soon dan Lu Sii adalah buktinya.” Ucap Lu Xong menyimpulkan semuanya dengan cermat. “Kemungkinan besar, kedatangan dirinya kemari adalah untuk mencegah kita menyusul saudara kita yang lainnya.” Ucap Lu Xong kembali. Tepat setelah Lu Xong berkata seperti itu, terdengar suara dari belakang ada satu sosok iblis yang memanggil-memanggilnya. “Tuan Lu Seen! Tuan Lu Xong! Ada kabar buruk!” Teriak iblis tersebut memanggil nama keduanya. Nampak jelas wajah gelisah tersebut menunjukkan ada sesuatu yang buruk. “Ada apa?” Tanya singkat Lu Seen tepat sosok iblis tersebut menghadap kepada dirinya dan Lu Xong.
“Kristal kehidupan tuan Lu Sii menunjukkan tanda-tanda meredup.” Ucap iblis tersebut dengan wajah gelisah mengatakannya. “Apa?!” Satu kata yang keluar refleks keluar dari Lu Xong dan Lu Seen. “Kau sia*an! Jangan bercanda dengan ku!” Seru Lu Seen seraya memegangi kedua bahu iblis yang melapor tersebut.
“S-saya mengatakan yang sesungguhnya tuan. Ini kristal kehidupan milik beliau jika tidak percaya.” Ucap iblis tersebut bergetar ketakutan mengeluarkan satu kristal yang cahayanya mulai meredup seiring berjalannya waktu. Melihat itu, pandangan Lu Seen nampak menjadi kosong. Lalu dirinya pun langsung refleks bergerak cepat masuk ke dalam formasi teleportasi tanpa berbicara lebih banyak lagi.
Melihat Lu Seen yang langsung pergi begitu saja tanpa berkata apapun, Lu Xong awalnya ingin mengikuti dirinya, namun sebuah tebasan pedang mengarah kepadanya.
Boommm
Sontak Lu Xong mengambil langkah mundur untuk menghindari tebasan pedang tersebut. Ia melirik tajam seraya menggertakkan giginya. “Siapapun kau, aku akan mengurusmu nanti. Tidak sekarang.” Ucap Lu Xong yang terlihat sedang menahan amarah.
Sosok berjubah hitam itu pun buka suara ketika mendengar perkataan Lu Xong seraya membuka tudung kepala yang menutupi setengah wajahnya, “Kau tidak bisa pergi dari sini. Aku punya banyak pertanyaan yang harus kau jawab saat ini.” Ucap sosok berjubah hitam itu yang tidak lain adalah seorang pemuda yaitu, Ling Feng.
“Apa?!” Ujar Lu Xong seraya mengangkat sebelah alisnya. “Kubilang kau tidak bisa pergi dari sini, karena aku punya banyak pertanyaan kepada mu. Tuli, kah tidak bisa mendengar jelas perkataan ku, padahal kau mempunyai telinga sepanjang itu.” Ucap Ling Feng tanpa beban dengan wajah yang biasa.
>>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.