
"Sampai saat itu tiba bersenang-senang lah Walikota Bing Hahahahaha" Tawa keras orang misterius.
Kembali ke turnamen
Kota Cheng du adalah salah satu kota besar yang ada di kekaisaran Han. Kota ini adalah kota terbesar kedua setelah Kota Chang an yang menjadi ibukota Kekaisaran Han. Kota Cheng du Berada di bagian Timur Kekaisaran Han. Jarak dari Ibu kota sendiri menuju kota Cheng Du kurang dari 1000 KM, Jika menggunakan jalur darat bisa menghabiskan waktu 10 hari perjalanan dan jika menggunakan jalur udara hanya membutuhkan waktu 5 hari perjalanan.
Kota Cheng du terkenal akan basis militer nya yang tangguh. Bahkan basis militer kota Cheng du sudah terkenal ke seluruh Benua Biru. Walikota Cheng du bernama Bing Xian. Bing Xian terkenal sebagai walikota yang bijaksana dan tidak membedakan status sosial manusia. Bahkan dirinya tidak segan untuk menghukum bangsawan yang menggunakan kekuasaannya berbuat semena-mena. Selain Bijaksana, Walikota Bing juga mempunyai pencapaian Kultivasi yang tinggi membuat dirinya makin dihormati oleh para masyarakat kota Cheng du.
"Sudah Cukup !, Pemenangnya Peserta nomor 7" Kata Tetua Ling sekaligus menjadi akhir pertandingan hari ini.
"Untuk pertandingan babak kedua selanjutnya kita akan lanjutkan besok. Kepada para peserta yang berhasil lolos diharapkan untuk menjaga kondisi masing-masing tubuh" Kata Walikota Bing menutup turnamen kota hari ini. Para penonton pun langsung kembali ke rumah masing-masing melanjutkan aktivitasnya masing-masing.
"Terima kasih atas kerja kerasnya tetua Ling yang sudah mau untuk menjadi wasit dalam turnamen ini" Kata walikota Bing dan dibalas senyuman oleh pria sepuh tersebut.
"Tidak perlu sungkan Walikota Bing" Kata Tetua Ling.
"Kalau begitu mari kita kemansion ku supaya para tetua untuk makan terlebih dahulu lalu bisa beristirahat" Kata walikota Bing mengajak kedua tetua kemudian melirik Qin Mei.
"Nona Qin Juga kalau tidak keberatan bisa ikut ke mansion ku untuk sekedar bertamu. Mungkin Jiao'er akan senang setelah melihat dirimu datang bertamu juga" Kata walikota Bing.
"Kalau begitu kami harus merepoti walikota Bing" Jawab serempak kedua tetua dan Qin Mei.
"Tidak perlu sungkan Seperti itu, seharusnya aku yang salah tidak langsung menjamu para tamu" Walikota Bing tersenyum.
"Tidak perlu bersikap seperti itu walikota. Kami sama sekali tidak mempermasalahkan nya" Tetua Han dan mendapatkan anggukan kepala dari tetua Ling dan Qin Mei.
"Kalau begitu mari ikut saya" Kata walikota Bing berjalan menuntun didepan diikuti kedua pria sepuh tersebut dan Qin Mei.
"Bagaimana kondisi kakek dan ayah mu Mei'er ?" Tanya Tetua Han kepada Qin Mei.
"Kakek baik-baik saja Tetua Han, dirinya sedang dalam pelatihan tertutup. Sedangkan ayah sangat sibuk mengurusi pusat Paviliun Qiancheng, alhasil dirinya tidak bisa menghadiri turnamen ini dan mengutus diriku sebagai pengganti nya" Jelas Qin Mei membuat Tetua Han menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Seperti biasa ayah mu selalu saja sibuk ya, padahal sudah lama kami tidak bertemu dan mengobrol bersama. Aku jadi ingat masa-masa dengan dirinya" Kata Tetua Han yang membuat Tetua Ling yang kali ini menggelengkan kepalanya.
"Kenapa kau menggelengkan kepalamu Tetua Ling" Tetua Han mengkerut kan keningnya merasa tetua Ling mempunyai pemikiran aneh tentang nya.
"Hal yang kau ingat mungkin masa-masa kau sedang mengintip para gadis yang sedang mandi, membuat pusing guru kalian, dan masih banyak lagi hal yang buruk kau lakukan pada saat-" Spontan Tetua Ling yang membuat Tetua Han membekap mulutnya.
"Sudah cukup Tetua Ling, Kau mengatakan terlalu banyak di depan anak saudaraku" Ucap Tetua Han yang merasa sangat malu karena, itu adalah masa-masa kenakalannya.
Qin Mei yang mendengar hal itu tersenyum mulai berfikir untuk menjahili sang ayah nanti ketika sudah pulang.
"Lihat saja ayah, akan ku buat ayah menderita nanti, Hihihihihi" batin Qin Mei tersenyum sangat lebar.
......>>>>>_____<<<<<......
"Selamat datang kembali nak Ling Feng" Sapa nenek pemilik penginapan dengan senyuman.
"Iya nek, Ohhhh Paman....kau sudah selesai menyerap pil yang kuberikan ternyata, kukira kau akan selesai esok hari" Kata Ling Feng mendekati Long Tian yang sedang minum arak dan duduk didepan nya.
"Ohhh, Kau sudah kembali Feng'er. Cih, jangan meremehkan ku dan juga Terima kasih telah membuat kan pil untuk menyembuhkan luka dalam ku" Kata Long Tian dengan senyum lebarnya.
"Tidak perlu sungkan paman, Jadi bagaimana apakah sudah pulih sepenuhnya ?" Kata Ling Feng penasaran lalu Long Tian tersenyum menganggukkan kepala nya.
"Aku sudah pulih sepenuhnya, luka ku juga sudah sembuh sepenuhnya dan lagi, berkat pil mu tubuh ku menjadi kebal terhadap racun" Kata Long Tian tersenyum senang membuat Ling Feng juga ikut merasa lega mendengarnya.
"Ohhhooooo, Sepertinya kau sudah mempunyai firasat akan terjadi hal yang menarik nanti" Kata Long Tian dengan semangat 45 ketika mendengarnya.
"Awalnya aku hanya biasa saja setelah merasakan kultivator hitam tadi tetapi, ketika aku menyebarkan persepsi jiwa ku. Aku merasakan banyak kultivator aliran hitam di sekitar kota tadi" Kata Ling Feng dengan santainya.
Kring Kring Kring
Ling Feng dan Long Tian mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk dan terlihat seorang wanita yang tersenyum ke mereka lebih tepatnya ke Ling Feng.
"Bagaimana pertandingan ku kakak, aku sangat hebat bukan" Kata perempuan tersebut yang tidak lain adalah Bing Jiao membusungkan dadanya.
"Ya lumayan hebat tetapi, masih hebatan kakak" Kata Ling Feng membuat Long Tian mengkerutkan keningnya.
"Tentu saja itu mah dibandingkan jenius kau lebih pantas disebut monster" Batin Long Tian.
"Aku anggap itu pujian paman" Balas Ling Feng menjawab batinan Long Tian.
Bing Jiao yang mendengar itu hanya mendengus lalu pandangan mata nya menuju Long Tian.
"Kakak, Paman ini yang dibicarakan kakak waktu itu ya" Kata Bing Jiao yang diangguki oleh Ling Feng.
"Namanya paman Long Tian" Kata Ling Feng.
"Salam kenal Paman Tian namaku Bing Jiao. Paman bisa memanggil ku Jiao'er" Kata Bing Jiao memperkenalkan diri.
"Hoooo, salam kenal juga Jiao'er. Jadi apakah kalian sudah pacaran" Long Tian menaik turun kan alisnya membuat Bing Jiao langsung keluar kepulan asap di kepalanya dan Ling Feng tersedak minuman nya.
"Jangan, Uhukkkk mengatakan hal yang, Uhukkkk aneh paman" Kata Ling Feng yang tersedak minuman nya membuat Long Tian tertawa bahagia.
"Hahahahahaha, kalian sangat lucu" Long Tian tertawa bahagia membuat Ling Feng kesal bukan main.
"Jadi Jiao'er ada perlu apa" Kata Ling Feng mengabaikan tawa Long Tian.
"Ahhh, I-Itu....Anuu, Tadinya aku ingin melakukan sesuatu hal dengan kakak tetap-" Perkataan Bing Jiao dipotong duluan oleh Long Tian.
"Kalian masih muda sudah ingin melakukan hal itu, dasar anak muda terlalu terburu-buru" Kata Long Tian yang membuat Ling Feng kesal ½ mati dan Bing Jiao semakin malu. Saking malunya, wajahnya sudah Semerah tomat dan kepulan asap di atas kepala nya semakin terlihat jelas.
Tanpa bilang apapun Bing Jiao langsung berlari keluar saking malunya karena, sudah memikirkan hal-hal yang aneh. ia berlari entah kemana.
"Cihh, kau sudah puas tertawanya paman" Kata Ling Feng yang kesal membuat Long Tian semakin tertawa terbahak-bahak.
"Hahahahahaha, aduh aduh perutku sakit. Sudahlah abaikan saja Paman hanya bercanda Feng'er" Kata Long Tian yang kadang-kadang masih tertawa karena, menurut nya sangat lucu membuat Ling Feng semakin kesal.
"Jadi bagaimana rencananya" Lanjut Long Tian menjadi serius kali ini.
"Rencana ?, kita bantai habis saja mereka" Kata Ling Feng tersenyum membuat Long Tian semakin bersemangat.
>>>>> Bersambung
( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit dan komennya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara serasku )
( Blizzardauthor)