Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Abadi? Kau bercanda, kan


"Sepertinya kau masih memiliki beberapa trik dibalik baju mu bocah manusia." Kata iblis tersebut terkekeh sinis melihat wajah Ling Feng yang masih biasa saja tidak berubah sama sekali. Melihat itu, iblis tersebut berteriak keras sembari merentangkan tangannya berkata menantang Ling Feng, "Kalau begitu keluarkan semua trik mu bocah!! akan ku bungkam semua trik tidak berguna mu itu." Teriak Iblis tersebut menantang Ling Feng.


Ling Feng sendiri diam menatap He Yuon yang tubuhnya sudah dirasuki oleh iblis tersebut. Lebih tepatnya ia sedang mengamati situasi yang dialaminya saat ini, "Jika tidak mempan tinggal gunakan yang lainnya saja." Batin Ling Feng lalu tersenyum simpul dan itu dapat dilihat oleh Iblis tersebut. Tanpa aba-aba Ling Feng sekali lagi maju menerjang.


He Yuon kali ini bisa melihat jelas Ling Feng bergerak dan dengan cepat ikut maju menerjang juga. Melihat Iblis tersebut maju menerjang, Ling Feng kembali menghunuskan pedangnya. Iblis tersebut yang melihat Ling Feng kembali lagi berusaha menebasnya berteriak keras kepadanya sembari tertawa terbahak-bahak.


"Bocah bodoh! sudah kubilang apapun teknik yang kau keluarkan kepadaku tidak akan bisa mempan terhadap ku yang abadi ini. Sekarang matilah!!!! Hahahahaha." Teriak Iblis tersebut sembari menyiapkan serangan juga.


Ling Feng yang mendengar itu hanya berkonsentrasi tidak terganggu dengan perkataan yang dikatakan oleh Iblis tersebut. Pada saat hampir bertemu, Ling Feng menutup matanya.


"Konsentrasi, tenang, jangan pikirkan perkataannya, jangan terpaku dengan kelebihannya, cari kelemahan dirinya." Batin Ling Feng sembari menutup matanya. Iblis tersebut yang melihat Ling Feng menutup matanya, sekali lagi tertawa terbahak-bahak. Ia pikir Ling Feng sudah pasrah akan keadaan dan sudah bersiap mati. Akan tetapi, dalam dirinya yang paling dalam ia merasakan kecemasan yang sangat kuat pada saat Ling Feng menutup matanya.


"Apa ini? perasaan apa ini? kenapa aku merasa bahwa bocah itu akan bisa melukai ku? sebenarnya apa yang terjadi ini?" Batin Iblis tersebut, Namun sedetik kemudian ia membuang jauh-jauh pemikiran tersebut lalu menguatkan kembali tinjunya.


"Kep*rat!!! kau hanya bocah manusia yang tidak berguna tanpa aura!! jangan bersikap sombong seperti itu baj*ngan!!" Teriak Iblis tersebut marah. Ling Feng sendiri sudah tidak peduli dan tetap menutup matanya, ia membiarkan Instingnya yang menyerang dan tanpa sadar aliran Qi nya menjadi lebih lembut dan sangat menekan dan tanpa basa-basi langsung mengeluarkan tebasannya . Begitu juga Iblis tersebut langsung melancarkan tinju kepada Ling Feng.


Shirngggg


Baammmm


Booommmm


Tidak ada yang tau siapa yang menang dalam duel tersebut, namun dampak dari duel tersebut mengguncang seluruh kediaman He. Bukan hanya kediaman He saja, bahkan dampak itu juga terasa pada Kota Anyi.


Kediaman Walikota He


Getaran akibat dari duel Ling Feng dan He Yuon yang dirasuki iblis hampir mencakup seluruh kota Anyi. Walikota Anyi yang awalnya sedang termenung seketika terkejut merasakan getaran.


"Getaran ini…Apakah dari Kediaman He." Gumam Walikota Anyi sembari berjalan mendekati Jendela yang mengarah ke kediaman He yang masih terselimuti oleh Formasi berwarna putih susu.


"Sudah dipasang formasi pun tetap saja dampaknya masih terasa besar terhadap kota, bagaimana jika formasi itu tidak ada disana? Aku tidak percaya kota ini akan dapat bertahan." Gumam Walikota Anyi memandang kediaman He. Tidak lama kemudian seorang wanita muda masuk kedalam ruangan Walikota Anyi.


"Ayah gempa bumi apa ini? apakah ada yang sedang meneror kota Anyi?" Tanya wanita tersebut yang memanggil walikota Anyi sebutan ayah. Walikota Anyi yang mendengar itu langsung membalikkan tubuhnya lalu berkata, "Lin'er kau sudah selesai berkultivasi nya?" Ucap ramah Walikota Anyi ingin memeluk putrinya tersebut, namun langsung dicegah.


"Jangan bersikap seperti itu ayah, aku sudah bukan anak kecil lagi. Kembali ke pertanyaan ku, apa yang sedang terjadi saat ini? apakah kota Anyi sedang di teror?" Ucap wanita tersebut sembari menahan walikota Anyi yang ingin memeluknya.


"Ayah jangan bertingkah aneh seperti itu lagi, katakan dengan serius apa yang terjadi saat ini. Aku tadi sempat merasakan getaran yang sangat kuat. Apakah ayah tau tentang hal itu?" Ucap Putri walikota tersebut mendengus kesal.


Walikota sendiri hanya menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal. Tidak merasa bersalah sedikitpun telah bertingkah seperti itu, namun sekali lagi ia ditatap sinis oleh Putrinya.


"Baik-baik, Ayah akan menjawabnya, akan tetapi hilangkan dulu tatapan mata sinis mu dulu. Putri ayah sudah besar sampai-sampai berani menatap ayahnya seperti itu." Walikota akhirnya mengalah. Putrinya sendiri hanya diam saja tidak berniat menimpali perkataan ayahnya, namun tatapan sinis tersebut sudah hilang dan menjadi biasa.


"Itu bukan bencana alam ataupun ada yang meneror Kota Anyi. Ini hanya dampak saja." Ucap Walikota sembari memandang kediaman He. Putrinya yang mendengar itu, mengangkat sebelah alisnya tidak mengerti maksud dari perkataan Ayahnya. Walaupun tidak mengerti dengan perkataan ayahnya, wanita itu mengikuti arah pandangan mata Ayahnya lalu melihat sebuah kubah berwarna putih susu berada di Kota, lebih tepatnya kediaman He.


"Formasi?" Gumam wanita tersebut memandang kubah putih tersebut.


Kembali ke Ling Feng


"Aku tau kau memang tidak mempan terhadap teknik berpedang ku. Bukan hanya teknik berpedang saja, bahkan tubuh mu itu sangat keras sampai kedua pedang milikku tidak bisa menebasnya. Aku mengakui bahwa kau memang sulit dikalahkan dengan keuntungan itu, tetapi-" Ling Feng tidak melanjutkan ucapannya.


Iblis tersebut sendiri membelalakkan kedua matanya tidak percaya sama sekali tentang apa yang terjadi saat ini. Lalu tidak lama kemudian ia jatuh berlutut sembari membelalakkan matanya lengan kanannya mencengkeram erat dadanya.


"K-kau bocah bren*sek, b-bagaimana kau bisa melukai ku yang abadi ini Kep*rat!!!" Kata Iblis tersebut menggertakkan giginya berteriak marah lalu membalikkan badannya menatap punggung Ling Feng.


"Aku tau kau kuat, akan tetapi bukan berarti kau tidak dapat terluka ataupun terbunuh iblis sia*an. Abadi? Jangan bercanda dengan ku." Ucap Ling Feng sinis sembari membalikkan badannya menatap Iblis yang terluka akibat dari tebasan pedang miliknya.


Iblis tersebut menatap marah balik membalas tatapan Ling Feng yang merendahkannya.


"Bagaimana bisa!? bagaimana bisa ia melukai ku !? Padahal itu hanya tebasan pedang biasa, tapi apa yang terjadi padaku !?" Batin Iblis tersebut menggertakkan giginya. Tidak lama kemudian ia menyadari sesuatu.


"Tunggu…Tebasan pedang biasa? Jangan bilang bocah manusia ini? bocah manusia yang tanpa aura ini mempunyai itu?" Batin Iblis tersebut menatap Ling Feng berbeda kali ini. Ling Feng yang melihat perubahan tatapan dari Iblis tersebut, langsung berkata.


"Dilihat dari perubahan tatapan mu itu, sepertinya kau sudah menyadari apa yang terjadi pada tubuh mu saat ini." Kata Ling Feng dengan nada sinis.


"K-kau b-bocah lemah seperti mu…bagaimana bisa bocah lemah tanpa aura seperti mu bisa memiliki itu !!!!" Teriak marah tidak terima Iblis tersebut.


>>>>> Bersambung