Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Akhir Dari Pertarungan Persaudaraan


Sudah berjam-jam mereka bertarung. Bahkan waktu yang awalnya pagi hari kini hampir sudah menjelang sore hari saking tidak terasanya. Walaupun sudah berjam-jam, kedua orang tersebut masih tidak kendur bertukar tinju mereka.


"Benar-benar pertarungan yang menakjubkan." Kata Pang Lang sembari mengepalkan tangannya. Hao Xiang juga ia merasakan dirinya mendidih sekarang setelah melihat pertarungan Long Tian dan To Mu yang membangkitkan jiwa pertarungannya. Walaupun awalnya ia takut, namun entah mengapa setelah melihat pertarungan itu ia malah semakin semangat untuk menjadi kuat.


Qing Xian hanya diam saja, namun dalam hatinya ia tidak akan melupakan momen tentang pertarungan yang berbeda level ini. "Jadi ini level pertarungan dengan ranah tertinggi…Benar-benar pertarungan yang membangkitkan jiwa pencinta para petarung." Batin Qing Xian takjub.


Walaupun ia tidak mengetahui apa-apa tentang yang dimaksud dengan para penggila petarung, namun setelah melihat pertarungan Long Tian dan To Mu. Ia akhirnya paham mengapa tidak sedikit orang yang menggila di pertarungan.


Tinju pukulan masih terus-menerus mereka keluarkan bahkan keduanya sudah tidak peduli lagi akan taktik ataupun semacamnya. Long Tian dan To Mu benar-benar hanya menggunakan Insting untuk pertarungan tersebut. Membuat keduanya semakin menikmati pertarungan.


"Apakah kau tau apa yang paling di sukai oleh penggila pertarungan seperti Paman Tian." Kata Ling Feng kepada Qing Xian. Qing Xian yang mendengar itu terdiam tidak mengetahui jawabannya. "Kebanyakan orang dimana jika sudah masuk dalam sebuah pertarungan hanya menginginkan hasil akhir yang memuaskan. Paman Tian tidak seperti itu, ia lebih menikmati prosesnya daripada Hasilnya. Baginya hasil hanyalah sebuah nilai bonus yang didapatkan." Kata Ling Feng tersenyum melihat kedua orang yang sedang bertarung dengan semangat itu.


"Bagi Paman Tian proses adalah hal berharga yang ia peroleh dari pertarungan. Karena dengan proses itulah membuat paman Tian suka akan sebuah pertarungan." Kata Ling Feng mengakhirinya. Qing Xian yang mendengar itu termenung akan maksud dari perkataan Ling Feng. Walaupun terdengar sederhana ada maksud tersirat didalamnya.


"Sepertinya akan segera berakhir." Kata Ling Feng. Semua yang menonton mendengar hal itu dan benar saja, walaupun Long Tian dan To Mu tidak ada yang sama sekali kendur dalam memberikan serangan, namun mereka hanya bisa mengerahkan setengah dari seratus persen kekuatan penuh mereka. Alhasil saat ini mereka sudah mencapai batas masing-masing.


Long Tian dan To Mu sama-sama menjaga jarak untuk mengambil nafas sebentar. Mereka berdua benar-benar sudah mencapai batasnya. "Orang aneh sepertinya kau sudah mencapai batasnya ya…" Kata Long Tian berniat memprovokasi.


"Cihhhhh, aku tidak ingin mendengar perkataan seperti itu dari seseorang yang akan mati kehabisan nafas saat ini." Kata To Mu balas lebih sarkas. Long Tian yang mendengar mengerutkan keningnya kesal dengan perkataan To Mu yang lebih tajam darinya.


"Ahahahaha begitu ya…Oleh karena itu mari kita selesaikan dengan satu serangan lagi saat ini." Kata Long Tian memasang kuda-kuda. To Mu yang mendengar itu hanya diam, namun ia juga melakukan hal yang sama dengan Long Tian. Hao Xiang, Qing Xian, Pang Lang terdiam tidak ada yang bersuara namun dalam hati mereka saat ini sedang menebak-nebak siapa yang akan menang nantinya.


Ling Feng tersenyum lantas ia bangkit dan berkata, "Ini akan menjadi serangan akhir kalian. Siapapun yang akan kalah nantinya harus menerima hasilnya nanti." Kata Ling Feng sembari tersenyum.


Long Tian dan To Mu sama tersenyum dan berkata serempak. "Dimengerti Tuan muda." Kata Long Tian dan To Mu bersamaan. Keduanya sama-sama mengumpulkan kekuatan terakhir mereka. Hening, Sangat Hening kala itu bahkan jika ada suara setetes air saja suaranya akan terdengar sangat jelas.


Hao Xiang, Qing Xian, dan Pang Lang meneguk Saliva nya kasar. Benar-benar tidak mengetahui siapa yang akan berdiri pada akhirnya.


Long Tian dan To Mu maju menerjang bersamaan sembari berteriak. "Terima ini To Mu." Teriak Long Tian. "Makan ini Long Tian." Teriak To Mu juga. Keduanya sama-sama melesatkan tinju mereka dan keduanya kembali beradu tinju dari serangan terakhir mereka dan…


Booooommmm


Ledakan yang sangat besar luar biasa. Bahkan perisai yang telah mereka buat masing-masing untuk mengurangi dampak dari adu tinju tersebut masih tidak bisa menahannya dan bahkan bisa langsung hancur saat itu juga jika tidak di bantu oleh Ling Feng.


Ling Feng langsung menggunakan kekuatan elemennya untuk melindungi Qing Xian, Hao Xiang, dan Pang Lang dari dampak benturan Tinju Long Tian dan To Mu. "Ughhkkk kekuatan yang sangat luar biasa." Kata Hao Xiang sembari berusaha melihat namun, tidak bisa karena angin yang sangat kencang menghalangi pemandangannya.


Pang Lang pun tidak jauh berbeda. Ia lantas tidak sengaja melihat formasi yang mengelilingi mereka dan itu benar-benar sudah mulai banyak retakan akibat tidak kuat menahan dampak dari benturan Long Tian dan To Mu.


Ling Feng mengabaikan sekitarnya. Ia hanya fokus menatap kedepan, lebih tepatnya ia fokus terhadap serangan terakhir dari Long Tian dan To Mu. Tidak lama kemudian angin kencang yang menghempaskan sekitar, akhirnya berhenti juga.


Tidak ada yang tau siapa yang menang karena masih terhalang oleh kepulan asap yang sangat tebal disana. Semua orang disana kecuali Ling Feng benar-benar penasaran tentang siapa yang menang saat ini. Sampai Ling Feng mengibaskan tangannya dan kepulan asap yang mengelilingi pun hilang seketika.


Terlihat sosok seorang yang masih berdiri sampai akhir dan satunya lagi sudah tumbang tergeletak di tanah saat ini tidak bisa bangkit. Orang yang berdiri sampai akhir itu terdiam lalu mengalihkan pandangannya tersenyum kepada Ling Feng. Babak belur, keduanya benar-benar babak belur. Walaupun seperti itu sebuah senyuman tercetak jelas di kedua wajah mereka saat ini.


Terdiam beberapa saat ketika Hao Xiang dan Pang Lang melihat siapa yang masih berdiri sampai akhir. "Oii adik keempat begitukah tata Krama mu kepada Kakan pertama mu ini." Kata sosok tersebut sembari tersenyum. "Tuan Tian, ahhh tidak maksudku kakak pertama memangnya apa yang harus kulakukan saat ini." Tanya Pang Lang yang tidak mengerti.


"Kau masih bertanya seperti itu…Kemari bantu kakak kedua mu untuk bangkit." Kata Sosok yang tumbang itu yang tidak lain adalah To Mu. Dan Long Tian yang masih berdiri di sana.


Pemenang dari Gelar Kakak Pertama yang telah menghabiskan waktu pertarungan berjam-jam lamanya akhirnya jatuh kepada Long Tian yang masih bisa berdiri sampai akhir.


>>>>>> Bersambung