
Pelayan tersebut yang mendengar suara Ling Feng entah kenapa menjadi terdiam setelah mendengar suara Ling Feng. Seakan-akan pelayan tersebut terhipnotis oleh suara Ling Feng.
Merasa tidak mendapatkan jawaban Ling Feng mengalihkan pandangannya ke pelayan tersebut memandang aneh pelayan tersebut yang diam saja sembari memandangnya. Ling Feng menghela nafas sebentar lalu melambai-lambaikan tangannya.
"Nona apakah kau mendengar apa yang ku pesan ?" ucap Ling Feng kembali. Melihat Ling Feng yang menatapnya pelayan wanita tersebut langsung salah tingkah dan gelagapan.
"Ohhhhh m-maaf tuan muda bisa ulang pesanannya kembali." ucap Pelayan wanita tersebut canggung. Ling Feng menghela nafas, sementara Long Tian sedikit terkekeh.
"Aku pesan dua porsi makanan terbaik kedai ini dan dua kendi arak." ucap Ling Feng mengulangi pesanannya. Pelayan wanita tersebut langsung mencatat pesanan Ling Feng dan segera buru-buru pergi dari sana saking canggung nya.
"Jangan tertawa paman" ucap Ling Feng kesal kepada Long Tian. Long Tian yang mendengar itu menggoda Ling Feng kembali.
"Jangan pernah lupa Feng'er jika ada kebaikan pasti akan disertai keburukan. Wajah tampan mu itu juga berlaku." ucap Long Tian sembari terkekeh. Ling Feng yang mendengar itu berdecak kesal tidak meladeni Long Tian dan memilih untuk menikmati suasana desa.
Terlihat sebuah pemandangan yang ramai dibalik jendela kedai makan tersebut. Ling Feng merenung tentang apa yang mengganjalnya selama ini.
"Paman apakah keadilan itu nyata adanya paman ?" ucap Ling Feng tiba-tiba. Long Tian yang mendengar itu terdiam sebentar lalu tersenyum kemudian.
"Entahlah Feng'er aku sendiri tidak tau definisi apa itu keadilan" ucap Long Tian tersenyum sembari mengikuti Ling Feng yang memandang keluar jendela. Lalu mengalihkan pandangannya ke Ling Feng dan berkata kembali.
"Namun, jika kau ingin mengetahui apa itu keadilan, jadilah kuat. Dunia kita adalah dunia rimba. Kuat akan dihormati yang lemah hanya bisa menghormati." ucap Long Tian memandang Ling Feng serius. Ling Feng yang mendengar itu merenung lalu berkata kembali.
"Berarti Menjadi kuat otomatis mendapatkan keadilan itu sendiri." ucap Ling Feng. Long Tian yang mendengar itu tersenyum mengedikan bahunya.
"Kau bisa bilang begitu" ucap Long Tian, lalu berkata kembali. "Orang yang kuat adalah orang yang memegang keadilan itu sendiri setidaknya itu yang ku pahami tentang keadilan dunia yang kita tempati." ucap Long Tian mengalihkan pandangannya merasakan hembusan angin yang menerpa wajahnya.
"Kuat adalah keadilan itu sendiri kah.." ulang Ling Feng mengatakan hal tersebut. Long Tian yang mendengar itu hanya tersenyum simpul tidak menggangu Ling Feng yang sedang memahami eksistensi dunia ini. Sampai suara pelayan membuyarkan lamunan mereka berdua.
"Maaf tuan ini pesanan nya." ucap pelayan tersebut dengan senyum ramah tercetak diwajahnya. Ling Feng yang mendengar itu memasang ekspresi biasa saja dan hanya menganggukkan kepalanya. Long Tian sendiri sudah berbinar-binar matanya pasca melihat araknya sudah datang.
"Silahkan dinikmati hidangannya tuan muda." ucap Pelayan tersebut menundukkan kepalanya sembari pamit undur diri. Ling Feng yang sedang merenungkan sesuatu akhirnya memutuskan untuk memakan makanan yang ia pesan. Sementara Long Tian sendiri sudah seperti orang yang tidak diberi makan sama sekali.
Cara makan Long Tian, membuat banyak pasang mata memandangnya dan mulai berbisik-bisik kembali, namun kali ini topiknya adalah Long Tian bukan Ling Feng.
"Paman, tidak bisakah memakan itu pelan-pelan saja. Cara memakan mu itu terlalu menarik perhatian." ucap Ling Feng sembari memakan makanannya.
"Abaikan saja para orang tidak berguna itu Feng'er, mereka hanya berani membicarakan dibelakang kita tanpa berani bicara didepan kita." ucap Long Tian dengan lantang. Ling Feng yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya.
Benar saja, setelah Long Tian berkata seperti itu banyak yang berdiri dan mendekati meja Ling Feng dan Long Tian. Sekelompok orang tersebut adalah orang yang sedari awal sudah menargetkan Ling Feng dan Long Tian. Ling Feng tidak mempedulikannya dan hanya fokus terhadap Makanannya, yang meladeni sekelompok orang itu adalah Long Tian.
"Ada perlu apa sekelompok sampah ini datang mengganggu waktu makan ku." ucap spontan Long Tian acuh tak acuh. Sekelompok orang tersebut yang mendengar hal itu langsung naik pitam dan salah satu dari mereka menggebrak meja yang ditempati Long Tian dan Ling Feng.
"Oiii, pemuda cantik. Apa yang kau bilang tadi ?" kata salah satu dari kelompok tersebut bertanya kepada Long Tian. Long Tian yang mendengar itu sudah tidak memiliki nafsu makan kembali mengalihkan pandangannya, menatap sinis salah satu dari kelompok tersebut.
"Sekelompok orang tuli, apakah pendengaran kalian sudah buta kah tidak mendengar apa yang kukatakan." ucap Long Tian tidak mau kalah dengan seringai mengejek. Hal itu lantas membuat murka sekelompok orang tersebut, namun salah satu dari mereka ada yang mengangkat tangannya memberikan isyarat.
"Ouii bocah cantik, jaga ucapan mu jika masih ingin hidup." ucap orang tersebut membuat Ling Feng yang sedang menyantap makanannya tersedak ketika orang tersebut memanggil Long Tian "bocah cantik".
"Mungkin jika kalian tau umur sebenarnya dari orang yang kalian panggil bocah itu, pasti akan terkejut." batin Ling Feng terkekeh mendengar orang tersebut memanggil Long Tian bocah cantik.
"Kalau aku menolak menjaga ucapan ku bagaimana ? Memangnya kau mampu untuk mengambil nyawaku ?" Long Tian balik menantang mengalihkan pandangannya kembali ke meja makan, mengambil cawan dan meminum arak yang telah Ling Feng pesan tadi. Pimpinan kelompok tidak menyangka bahwa Long Tian balik menantang. Merasa direndahkan langsung mengeluarkan aura kultivasinya untuk menekan Long Tian.
"Kau yang meminta ini bocah !!!" teriak orang tersebut sembari mengeluarkan aura kultivasinya yang sudah mencapai ranah Guru bintang Sembilan untuk menekan Long Tian. Long Tian yang merasakan ada tekanan yang berusaha menekannya tidak mempedulikannya sama sekali dan hanya melanjutkan meneguk araknya.
Orang tersebut yang melihat Long Tian baik-baik saja setelah diberikan tekanan, membelalakkan matanya kaget.
"T-Tidak mungkin. Padahal tidak mempunyai aura sama sekali dalam tubuhnya, tetapi bisa bergerak leluasa seperti itu dalam tekanan. Sungguh tidak mungkin." batin orang tersebut memandang Long Tian yang menikmati arak tidak merasa tertekan sama sekali.
"Apakah kau sudah selesai berusaha ? kalau sudah, singkirkan aura sampah mu ini sebelum aku sendiri yang menyingkirkannya." ucap Long Tian tiba-tiba sembari menengguk araknya. Orang tersebut yang mendengar itu mundur satu langkah kebelakang menolak percaya bahwa Long Tian lebih kuat darinya. Long Tian yang masih merasakan ada tekanan menaikan sebelah alisnya berkata.
"Kau masih enggan menarik aura sampah mu itu, maka jangan salahkan aku bertindak kejam." ucap Long Tian sembari menengguk araknya dan....
Booooommmm
Aura membunuh yang sangat kuat meledak menyebar keseluruh penjuru kedai tersebut membuat semua orang bergetar hebat jiwa dan mentalnya.
"Kau yang memintanya kawan jangan salahkan aku yang sedikit kasar ini." ucap Long Tian tercetak seringai lebar diwajahnya. Seringai lebar disertai aura membunuh yang sangat pekat sudah cukup membuat mental semua orang yang disana jatuh saat itu juga.
>>>>> Bersambung
( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )
( Blizzardauthor)