Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Memburu


Sementara Long Tian


"Hehhhhh ingin kabur dariku jangan mimpi kalian." Long Tian terkekeh melihat tiga orang mata-mata yang awalnya sudah berkumpul kembali berpencar lagi, menyadari Long Tian dibelakang mereka.


"Baiklah kau yang pertama." Ucap Long Tian bergerak cepat mengejar mata-mata yang paling dekat dari dua mata-mata lainnya.


Dalam dua detik saja Long Tian sudah muncul dihadapan membuat mata-mata tersebut mengambil jarak. Melihat kecepatan Long Tian yang tidak masuk akal itu, mata-mata itu langsung mengambil jarak dan bersikap waspada.


"Baiklah singkat saja. Beritahu informasi yang aku butuhkan dalam waktu tiga detik atau mati." Kata Long Tian. Mata-mata tersebut yang mendengar hal itu mengeluarkan semacam belati dibalik lengannya menunggu momentum menyerang balik Long Tian, namun sayang ia berhadapan dengan orang yang salah.


Baru saja mata-mata itu mengedipkan matanya, Long Tian yang awalnya berada dihadapannya kini sudah berada disampingnya sembari membisikkan beberapa kata ditelinganya.


"Ingin menyerang ku secara diam-diam, sebagai mata-mata kau melupakan satu hal penting yang seharusnya tidak dilakukan oleh mata-mata, yaitu kau ahli dalam mencari informasi bukan membunuh." Bisik Long Tian ditelinga mata-mata tersebut. Pas setelah Long Tian membisikkan itu, kepala mata-mata tersebut langsung terpisah dari tubuhnya diikuti darah yang keluar bagaikan sumber air.


"Baru satu, sebaiknya aku bergerak lagi sebelum Feng'er membunuh mata-mata yang tersisa." Long Tian langsung bergerak mengejar dua mata-mata yang lainnya.


Kembali ke Ling Feng


"Haihhhhh sudahlah lebih baik mencari yang tersisa sebelum diburu habis oleh naga tua sialan itu." Ling Feng langsung bergerak cepat mengejar mata-mata yang terdekat dengannya.


"Teknik Halilintar Langit gerakan pertama: Langkah Kilat." Ling Feng langsung bergerak secepat kilat mengejar dua orang mata-mata yang awalnya berpencar kini bersama kembali. Tidak sampai dua detik Ling Feng langsung muncul dihadapan kedua mata-mata itu. Melihat kecepatan Ling Feng yang diluar akal manusia tidak bisa membuat mereka untuk tidak terkejut, awalnya mereka tidak percaya kalau Ling Feng akan secepat itu dan pastinya membutuhkan sedikit membutuhkan waktu untuk menggunakan teknik kecepatan yang sama.


"Tunjukkan arah kota atau mati." Ling Feng tidak ingin basa-basi dan langsung pada intinya. Tentu saja kedua mata-mata lebih memilih diam tidak menjawab tidak berkata apa-apa. Melihat itu Ling Feng menghela nafas panjang sembari berkata dengan sorot mata dingin.


"Sepertinya sekelompok kalian ini tidak paham bahasa manusia sampai-sampai pertanyaan ku saja tidak kalian jawab." Kata Ling Feng dengan sorot mata dingin membuat kedua mata-mata itu melangkah kebelakang. Melihat reaksi tersebut, Ling Feng tersenyum sinis dengan sorot mata sedingin es lalu berkata kembali.


"Ya awalnya ingin bertemu dengan pemimpin kalian, tetapi seperti nya itu hal yang mustahil. Jadi sepertinya aku harus menggunakan caraku untuk membuka mulut kalian agar berbicara." Kata Ling Feng dengan sorot mata sedingin es.


Ling Feng satu kali melangkah kedepan sembari mengucapkan Tekniknya, "Teknik Halilintar Langit gerakan pertama: Langkah Kilat." Ucap Ling Feng dalam sekali Langkah langsung berpindah dihadapan kedua orang mata-mata yang tidak siap untuk bereaksi.


Kedua mata-mata tersebut sama-sama membantin dalam hati mereka.


"Sangat cepat, apakah yang kami lawan ini adalah benar-benar manusia." Batin Kedua mata-mata tersebut dalam hatinya. Ling Feng sendiri hanya menyeringai lebar dan langsung menebas salah satu dari mata-mata tersebut dan membiarkan yang satunya lagi hidup.


"Baiklah aku akan bertanya sekali lagi. Tunjukkan kemana arah menuju kota terdekat atau kau akan menyesalinya." Ucap Ling Feng dengan raut wajah dingin acuh tak acuh. Walaupun sudah diancam seperti itu mata-mata tersebut masih tidak bergeming tidak menjawab. Melihat tidak ada respon Ling Feng kembali menyeringai lalu membisikkan sesuatu


"Hehhhhh masih tidak menjawab juga." Ucap Ling Feng menyeringai lebar langsung menebas salah satu lengan mata-mata tersebut. Merasakan lengannya kanannya hilang, mata-mata tersebut langsung menggertakkan gigi geraham menahan rasa sakit yang luar biasa.


"Hehhhhh sepertinya kalian memang dilatih dengan baik, akan tetapi kita lihat apakah kau masih bisa memegang prinsip mu itu." Ucap Ling Feng sembari terkekeh sinis. Sementara mata-mata tersebut hanya menggertak giginya menahan rasa sakit dari lengan kanannya yang ditebas secara langsung.


Tanpa ragu sedikitpun Ling Feng menebas kembali lengan sebelah mata-mata tersebut, namun kali ini ia tidak menebasnya langsung. Ling Feng memotong jari-jari lengan kiri mata-mata itu secara perlahan-lahan. Tidak bisa berbuat apa-apa, mata-mata itu hanya bisa menggertakkan giginya gerahamnya kuat-kuat sampai darah keluar sakit kuatnya mata-mata tersebut menggertakkan giginya.


"Bagaimana? sakit bukan? Tenang saja waktu kita masih panjang tidak perlu buru-buru seperti itu." Seringai Ling Feng yang bisa dilihat oleh mata-mata tersebut. Mendengar hal itu mata-mata tersebut masih diam saja bertahan dengan pendiriannya. Melihat hal itu Ling Feng menyeringai lebar dan kembali menyiksa mata-mata tersebut sampai pada batasnya.


"Mata-mata sekte bayangan memang tidak diragukan lagi. Kesetiaan yang sangat dalam kepada sektenya, bahkan kematian sekalipun tidak membuat mereka gentar." Ucap Ling Feng telah selesai menyiksa sedikit kagum dengan kesetiaan mata-mata tersebut.


Pada akhirnya Ling Feng menyiksa mata-mata tersebut sampai-sampai mata-mata itu mati kehabisan darah akibat disiksa oleh Ling Feng. Setelah selesai menyiksa, Ling Feng kembali bergerak menuju tempat Long Tian berada.


"Harus cepat sebelum naga tua itu membunuhnya." Ling Feng melesat Menggunakan langkah kilatnya.


Kembali Ke Long Tian


"Kali ini sudah keempat dan beruntung sekali bertemu dengan pemimpinnya disini." Long Tian terkekeh setelah membunuh mata-mata tersebut dan tidak lama bertemu dengan pemimpin kelompok mata-mata tersebut.


Pemimpin kelompok mata-mata itu hanya bisa mengumpat dalam hatinya karena tidak beruntung bisa bertemu Long Tian saat dirinya ingin bersembunyi.


"Baiklah sebagai pemimpin kelompok seharusnya jika membunuh mu aku dapat poin ganda." Gumam Long Tian berpikir sebentar lalu tersenyum memutuskan.


"Baiklah aku beri kesempatan tiga detik memberitahu informasi yang aku butuhkan atau mati saat ini juga." Ucap Long Tian dengan senyum lebar tercetak diwajahnya.


>>>>> Bersambung


( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. Author do'akan semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )


( Blizzardauthor)