
Baru saja ia ingin sekedar bersantai menunggu iblis tersebut keluar kembali. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan hawa keberadaan seseorang tepat dibelakangnya. "Sejak kapan." Kata sosok tersebut. Tidak ada yang menjawab sampai suara lembut nan nyaman menimpali perkataan sosok tersebut. "Sejak kau melirik ku disaat aku dan temanku masuk." Kata orang dibelakang sosok tersebut.
Sekali lagi sosok tersebut dikejutkan dengan suara yang sangat familiar ditelinganya. Tanpa sadar ia menoleh dan kelepasan bicara. "Ehh Bing…" Kata sosok tersebut kelepasan bicara dan seketika menutup mulutnya rapat-rapat kembali.
"Sial ini kesalahan." Batin sosok tersebut lalu ia pun melirik sosok bertudung yang muncul secara tiba-tiba dibelakangnya. "Aku punya firasat buruk tentang hal yang akan terjadi kedepannya." Batin Sosok tersebut merasakan aura tidak enak keluar dari orang bertudung itu.
Orang bertudung itu mengeluarkan sebuah pedang dari cincin ruang dan menarik pedang dari sarung pedangnya dan menghunuskan pedangnya ke arah sosok jubah bertopeng itu. "Siapa kau? Mengapa kau mengetahui nama keluargaku. Jika ingin selamat katakan dengan jelas." Kata orang bertudung itu sembari mengeluarkan aura kultivasinya.
Sosok bertopeng itu menghela nafas pelan. "Sial ini akan rumit. Aku benar-benar lupa bahwa kekasih Feng'er yang pertama sekarang pindah ke kota Kekaisaran masuk kedalam sebuah sekte." Batin sosok bertopeng itu yang tidak lain adalah Long Tian yang kini sudah kembali ke Kekaisaran Han.
Semenjak ia pergi dirinya memutuskan untuk menyelidiki tempat dimana pertama kali ia bertemu dengan Qi Iblis yaitu Kota Cheng Du. Sewaktu ia di kota Cheng Du ia memperoleh dari informasi yang didapatkan bahwa Kota Kekaisaran lah yang ia tuju. Jadi disinilah dirinya berada di Kota Kekaisaran Han.
"Ughhkkk sial ini kesalahan sungguh." Batin Long Tian bingung dengan apa yang harus ia lakukan saat ini. Dirinya sungguh tidak menyangka akan bertemu dengan Bing Jiao saat-saat seperti ini.
"Ku ulangi sekali lagi siapa kau? dan mengapa kau mengetahui nama keluarga ku? Jangan membuat aku mengatakan untuk yang ketiga kalinya." Kata Bing Jiao maju selangkah demi selangkah ke arah Long Tian. Nada bicaranya pun menjadi lebih dingin lagi. Membuat Long Tian menjadi heran.
"Ada yang berbeda darinya, kultivasinya memang naik drastis…Tapi, di satu sisi ia seperti menjadi orang lain. Apa yang telah terjadi padanya sejak kepergian kami." Batin Long Tian merasa aneh dengan sikap Bing Jiao yang berubah drastis.
Tidak lama kemudian datang kembali orang bertudung lainnya yang tidak lain adalah teman Bing Jiao. Sontak temannya sempat bingung ketika melihat itu, namun sadar akan situasi ia menodongkan pedangnya juga ke arah Long Tian.
"Apakah ini iblis yang dikatakan oleh orang tersebut." Kata teman dari Bing Jiao bertanya kepada Bing Jiao nya. Bing Jiao tidak menunjukkan isyarat apapun dan hanya berkata datar saja. "Aku tidak tau kak." Jawab singkat Bing Jiao.
"Tapi dia mengetahui nama keluarga ku. Jadi aku tidak bisa melepaskannya begitu saja." Lanjutnya berkata lagi. Mendengar hal itu sontak temannya terkejut, padahal mereka berdua sudah menyamar dan kini orang bertopeng didepan mereka mengetahui identitas dari Bing Jiao.
"Ini semakin rumit aku harus pergi atau akan bahaya." Batin Long Tian. Tepat setelah ia membatin seperti itu, Iblis yang menyamar tadi keluar dari tempat makan tersebut. "Waktu yang pas." Batin Long Tian tersenyum dibalik topengnya.
Ia mundur satu langkah dan dengan gesit langsung Bing Jiao bergerak. "Kau sudah mengabaikan ku tiga kali tidak ada toleransi lagi." Kata Bing Jiao melesat ke arah Long Tian.
Seketika itu Long Tian terjun bebas ke arah gang yang gelap. Bing Jiao yang melihat itu menyusulnya, akan tetapi ketika ia sampai di permukaan Long Tian menghilang tanpa jejak sama sekali. "Cihhhhh Sial." Decak kesal Bing Jiao.
Temannya pun menyusul kebawah. "Dimana orang tersebut." Katanya sembari menoleh ke kanan dan kiri, tapi tidak menemukan siapa-siapa. "Ia sudah pergi." Jawab Bing Jiao singkat. "Siapa sebenarnya orang itu? Mengapa nada bicaranya seolah-olah akrab dengan ku?' Batin Bing Jiao memikirkan hal tersebut, namun semakin dipikirkan semakin bingung dirinya.
Pada akhirnya ia pun memilih untuk tidak memikirkannya lebih lanjut dan keluar dari tempat tersebut.
Kembali ke Ling Feng
Sudah berlalu empat jam lamanya di dunia jiwanya. Ling Feng benar-benar berusaha keras untuk membuat pil elemen tersebut. Jika seluruh bahannya lengkap, mungkin semuanya akan menjadi lebih mudah. Tetapi, dikarenakan kekurangan satu bahan tentunya ia harus sedikit bekerja keras untuk memurnikannya dan menyesuaikannya.
Pada saat itu juga seluruh bahan-bahan sudah diambil seluruh esensinya. "Baiklah inilah yang tersulit saat ini." Gumam Ling Feng kembali mengatur nafasnya dan berkata. "Padatkan." Titahnya seketika esensi yang mengambang di udara mulai menyatukan diri satu persatu.
Ling Feng tentu tidak diam saja ia kembali mengeluarkan apinya untuk mengatur supaya tidak terjadi kesalahan dalam memadatkan pil nya. Perlahan tapi pasti esensi dari setiap bahan pun mulai menyatu.
Akan tetapi, tentunya tidak semulus itu. Dikarenakan Tidak ada Buah Merah Delima tentunya akan sulit untuk menetralkan hawa dingin yang mendominasi dari Tumbuhan Es tersebut. "Cihhhhh sekarang ini kau hanya esensi. Jadi diam dan patuhlah." Ling Feng langsung menaikkan suhu apinya.
Perlahan tapi pasti esensi es tersebut berhasil ditekan dan mulai menyatu dengan alami. Ling Feng juga menuangkan setetes air kolam kedalam pil tersebut untuk memaksimalkan hasilnya. Lalu kemudian…
Booooommmm
Kepulan asap hitam langsung menyebar kemana-mana. Dari kepulan asap hitam sebuah tangan mencuat ke atas dengan sebuah pil berwarna biru langit dan pernak-pernik cerah tercetak didalamnya.
"Akhirnya selesai juga." Teriak Ling Feng senang keluar dari kepulan asap merangkak dengan wajah hitam legam dan rambut yang benar-benar berantakan. Ia berhasil memurnikan Pil Elemen Es dengan kemurnian seratus persen tanpa ada cacat sedikitpun.
>>>>>>> Bersambung