Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Rencana Penyergapan


“Aku minta maaf, karena sudah bersikap tidak sopan.” Ucap pria sepuh itu.


“Haihhhh... Baguslah jika kau memang mengerti situasinya, aku punya sebuah cara untuk menghadapi orang-orang yang sedang bersembunyi ini, apakah kau ingin mendengarkannya, atau tidak?” Tanya Hao Xiang seraya melirik ke arah pria sepuh itu.


>>>>>>______


Nama pria sepuh itu adalah Zhi Fu, mendengar Hao Xiang sudah memikirkan sebuah rencana untuk menghadapi orang-orang yang sedang mengawasi mereka. Tanpa pikir panjang, Zhi Fu pun menganggukkan kepala nya.


Melihat Zhi Fu menganggukkan kepalanya, ia pun membisikan sesuatu kepada nya. Zhi Fu menyimaknya dengan seksama, rencana yang di sampaikan oleh Hao Xiang, ketika mendengar rencana awal dari Hao Xiang, Zhi Fu sempat merasa ragu. Akan tetapi, setelah masuk bagian tengah dan akhir rencana, Zhi Fu mulai memahami apa yang Hao Xiang sampaikan, dan menurut nya memang sebuah rencana yang tidak buruk untuk di lakukan.


“Baiklah nak. Aku akan mengikuti rencana mu itu. Aku akan menggunakan sebuah sinyal untuk memberitahu para penjaga, supaya orang-orang itu tidak curiga. Lalu setelah mereka siap, aku akan langsung memberikan sebuah sinyal kepada mu.” Ucap Zhi Fu yang setuju dengan rencana Hao Xiang.


“Baguslah. Sebisa mungkin, untuk tidak membuat pergerakan yang mencurigakan, supaya mereka tetap fokus mengawasi perkemahan ini. Sebelum mereka menyergap, aku akan menyergap mereka terlebih dahulu.” Kata Hao Xiang berdiri kembali hendak melaksanakan rencananya.


“Tunggu nak.” Panggil Zhi Fu membuat Hao Xiang berhenti melangkah menoleh ke arahnya dengan wajah bingung.


“Ada apa?” Tanya Hao Xiang yang penasaran kenapa Zhi Fu memanggilnya.


“Aku minta maaf sekali lagi, karena sudah ciruga kepadamu dan terima kasih sudah memberitahu ku.” Ucap Zhi Fu sedikit menundukkan kepalanya, berterima kasih dan menghormati Hao Xiang, yang tetap mau membantunya, walaupun jelas-jelas ia sempat merasa tersinggung tadi.


“Tidak perlu meminta maaf, aku melakukan ini bukan untuk mu ataupun nona muda mu. Aku melakukan ini, karena tidak ingin meditasi guruku terganggu, karena keributan yang akan terjadi nantinya. Terlebih lagi, guru pastik akan memarahi, jika aku hanya diam saja, di saat ada orang yang sedang dalam masalah.” Ujar Hao Xiang kembali melangkah lalu bersiap-siap untuk melanjutkan rencana mereka.


Zhi Fu yang mendengar itu tidak marah, sebaliknya ia menghormati Hao Xiang. Bahkan ia lebih takjub dengan sosok guru dari Hao Xiang, karena jika bukan karena dirinya yang mendidik Hao Xiang, remaja pria itu mungkin tidak akan pernah mau ikut andil dalam menghadapi orang-orang yang mengintai kelompok mereka.


Zhi Fu juga mulai memberitahu para penjaga melalui isyarat, dengan cara memberikan sebuah kode pada para penjaga, para penjaga yang mendengar kode dari Zhi Fu pun mulai memahami situasi, dan waspada, namun ketika melihat wajah dari Zhi Fu, mereka pun mulai mengerti dan bersikap tenang kembali seperti biasa. Jika itu penjaga biasa, mungkin mereka akan langsung panik, ketika di hadapkan situasi seperti itu, namun melihat sikap para penjaga itu yang mudah menjaga ketenangan nya, dapat dipastikan mereka adalah penjaga yang sudah di latih dengan baik.


Hao Xiang yang melihat itu, tersenyum tipis melihatnya, “Ya setidaknya, mereka tidak sepenuhnya tidak berguna.” Gumam Hao Xiang, lalu melihat Zhi Fu memberikan isyarat kepadanya, isyarat yang di berikan kepada Hao Xiang itu merupakan sebuah tanda, bahwa para penjaga mereka sudah siap dengan situasi yang akan di hadapinya.


Hao Xiang menganggukkan kepalanya, lalu menghilang dari sana menuju ke arah tempat orang-orang yang sedang mengawasi perkemahan itu, mengikuti arahan dari Ling Laohu tentunya, karena dirinyalah yang mengetahui tempat orang-orang yang mengawasi mereka.


>>>>>>______


Suatu Tempat Cukup Jauh dari Perkemahan


Terlihat sekitar dua belas orang berpakaian serba hitam sedang mengawasi Perkemahan dari jarak yang cukup jauh, dari dua belas orang tersebut ada seorang sedang memegang sebuah benda berupa sebuah batu segel. Terlihat batu segel itu mengeluarkan semacam aura misterius dan unik.


“Bagaimana tuan? Apakah kita akan bergerak sekarang?” Tanya anak buahnya kepada orang yang membawa segel batu, yang tidak lain adalah pemimpin dari sebelas orang berpakaian serba hitam itu.


“Tunggu sebentar lagi. Kita harus benar-benar menyerang, di saat pria tua itu lengah. Saat ini ia masih sedikit waspada, jadi kita tunggu sebentar lagi dan langsung menyergapnya dengan racun supaya mereka melemah. Juga awasi dua orang laki-laki yang ikut dalam rombongan mereka, jangan sampai lengah.” Ujar pimpinan mereka dengan wajah serius, namun membuat anak buahnya yang mendengar hal itu bingung.


“Tung... Apa?! Bagaimana bisa jadi satu orang? Aku yakin, bahwa ada dua orang pria yang ikut dengan rombongan mereka. Kenapa bisa jadi satu orang?!” Ucap marah pemimpin itu seraya meraih kerah dari anak buah nya.


“T-tapi tuan. Aku sangat yakin, bahwa hanya ada satu orang saja di sana. Aku tidak berbohong kepada Anda tuan.” Ujar anak buah nya itu gemetar, ketika melihat wajah garang dari pemimpin nya. Orang yang dipanggil tuan itu pun menatap lurus ke arah mata anak buah nya, dan ia yakin bahwa apa yang dikatakan nya adalah sebuah kejujuran.


Pada saat itulah ia sadar, bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Ia pun membelalakkan kedua matanya terkejut. “Sial... Kita telah di jebak!” Teriak pria tersebut yang baru sadar, bahwa ada sebuah kejanggalan, karena Zhi Fu dan para penjaga nya adalah sebuah umpan untuk mengalihkan perhatian ia dan anak buahnya.


“Terlambat kawan, jika mungkin kau sadar satu detik lebih cepat, mungkin nyawamu masih akan selamat.” Sebuah suara yang tiba-tiba muncul di belakang pemimpin dari kelompok itu, membuatnya terkejut bukan main dan belum sempat ia memberikan serangan, sosok yang tidak lain adalah pemuda yang ia maksud sudah berada di belakang nya.


“Teknik Perwujudan Api Phoenix: Lima Tebasan Api.” Ucap pemuda yang tidak lain adalah Hao Xiang langsung melancarkan serangan berupa tebasan kepada pemimpin dari kelompok itu.


“Sial! Cepat buat pelindung!” Perintah pemimpin dari para pengintai itu. Anak buahnya pun langsung dengan sigap membuat pelindung besar, dengan menggunakan Qi mereka masing-masing.


Swusssshhhh... Swusssshhhh... Swusssshhhh...


Boooommmm...!


Tebasan Api Hao Xiang berhasil di tahan oleh pelindung orang-orang tersebut, namun tidak sepenuhnya berhasil di tahan, karena ada satu dua orang yang terpental beberapa langkah ke belakang.


“Sia*an! Bagaimana kau bisa mengetahui keberadaan kami?! Padahal jelas-jelas aku sudah menyamarkan hawa keberadaan ku dan anak buah ku, tapi bagaimana bisa kau mengetahuinya?!” Teriak pemimpin dari kelompok tersebut kepada Hao Xiang.


“Orang yang sudah mau mati, tidak perlu tahu.” Ujar Hao Xiang dengan dingin.


“Sial! Cepat bunuh bocah itu!” Teriak pemimpin itu memerintahkan anak buahnya. Sebelas anak buahnya pun langsung bergerak ke arah Hao Xiang, alih-alih merasa panik, Hao Xiang menyeringai lalu terkekeh pelan, membuat pemimpin kelompok pengintai itu bingung sekaligus marah.


“Hehhhh... Apa kalian yakin fokus kepadaku? Bukankah kalian harusnya berhati-hati saat ini, karena keberadaan kalian sudah tidak disembunyikan lagi.” Ucap Hao Xiang seraya mengangkat sebuah batu segel, yang ia rebut dari pemimpin kelompok pengintai entah sejak kapan.


“Apa?! Sejak kapan kau mendapatkan itu bocah ban*sat!” Teriak marah sang pemimpin.


Pada saat itulah sebuah teriakan tiba-tiba, mengejutkan pemimpin pengintai dan para anak buahnya.


“Cepat habisi mereka semua!” Teriak pria tua yang tidak lain adalah Zhi Fu beserta para penjaga yang lainnya mulai berdatangan dan mulai menyerang pemimpin pengintai beserta anak buah nya.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.