Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Gudang Harta


Ling Feng menganggukkan kepalanya. Long Tian yang melihat itu tidak menyangka bahwa Ling Feng akan menerima panggilan tuan muda. Biasanya ia bersikeras untuk tidak dipanggil tersebut. Ya mau bagaimana pun perubahan ini merupakan suatu hal yang baik baginya.


Ling Feng yang sekarang lebih hidup dibandingkan dengan Ling Feng yang dahulu. "Baiklah siapa namamu paman." Ucap Ling Feng. Pang Lang yang dipanggil tersebut sedikit terkejut ketika tuan muda barunya akan langsung memulai panggilan akrab seperti itu.


"P-panggil aku dengan nama saja tuan muda. Aku tidak bisa menerima panggilan sedekat itu." Ucap Pang Lang merasa tidak enak dipanggil seperti itu oleh Ling Feng. Ling Feng yang mendengar itu menghela nafas lalu bertanya kembali.


"Baiklah jadi siapa namamu?" Tanya Ling Feng. "Hamba ini bernama Pang Lang tuan muda." Jawab Pang Lang dengan tegas. Ling Feng yang mendengar itu menganggukkan kepalanya, lalu berkata kembali. "Baiklah paman Lang dan juga tidak perlu seserius itu, aku bukanlah orang yang gila hormat. Serta aku tidak akan mengurus apapun tentang pendapat pribadi mu kepada ku, hanya saja jika kau mempunyai keinginan berkhianat. Tentu aku tidak akan membiarkanmu." Ucap Ling Feng dengan senyuman tercetak diwajahnya sembari membantu Pang Lang untuk bangkit.


Pang Lang yang melihat senyuman itu sulit untuk menolak apa yang dikatakan Ling Feng, karena daripada dikata sulit lebih tepatnya ia tidak bisa melawan jika ingin aman. Sebelumnya ia mengatakan hal ambigu itu dengan senyuman itu.


Oleh karena itu, Pang Lang lebih baik cari aman dengan membiarkan saja apa yang tuan barunya ini inginkan untuk menghindari masalah yang tidak diinginkan nantinya. Long Tian yang melihat tingkah Pang Lang cukup terkesan, "Ehhhhh dia orang yang peka, ia mengetahui apa yang harus dilakukan sesuai dengan kondisi dan tempatnya saat ini. Tidak buruk." Batin Long Tian.


"Baiklah sudah cukup formalitasnya." Ucap Ling Feng ia menoleh kepada Long Tian dan berkata, "Paman apakah seluruh murid sekte sudah kau bunuh semuanya?" Tanya Ling Feng. Long Tian menganggukan kepalanya lalu berkata, "Tenang saja sudah ku sapu bersih semua yang ada disini. Kau tidak perlu khawatir sekte ini akan bangkit kembali." Ucap Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu menganggukkan kepalanya.


"Baguslah kalau begitu, sekarang apa kah kau sudah menemukan ruangan itu paman?" Tanya Ling Feng lagi. Long Tian yang paham maksud dengan ruangan itu menjawabnya, "Aku belum menemukannya, setelah aku menghabisi para tetua dan murid-muridnya sekte bayangan yang tersisa. Aku langsung kemari tidak berpikir untuk langsung pergi kemana pun." Jawab Long Tian.


Pang Lang yang tidak mengerti sama sekali dengan arah pembicaraan kedua orang ini menjadi bingung tentang apa yang dimaksud ruangan itu, namun rasa penasaran itu langsung terjawab ketika Ling Feng dan Long Tian mengalihkan pandangannya ke dirinya.


"Paman Lang kau tetua sekte ini pasti tau kan letak dimana ruangan itu, kan?" Tanya Ling Feng. Pang Lang yang mendengar ruang itu masih tidak mengerti tentang maksud dari itu.


"Haihhh kau ini, kau menyebut dirimu seorang aliran hitam, tapi kau tidak mengetahui ruang itu, sungguh menyedihkan." Ucap Long Tian menghela nafas menggeleng-gelengkan Kepalanya lalu berkata kembali, "Jika kau menyerang seseorang dan berhasil membunuhnya apa kau akan pergi begitu saja." Ucap Long Tian.


Pang Lang yang mendengar itu akhirnya paham dengan ruangan yang dimaksud dengan kedua orang ini. Ling Feng dan Long Tian tersenyum dan mendekati kedua orang ini lalu berkata, "Jadi bisakah kau tunjukkan jalannya." Ucap Ling Feng dan Long Tian hampir berbarengan.


"M-mari ikuti saya." Ucap Pang Lang sedikit terkejut mengetahui bahwa kultivator tinggi seperti mereka masih saja mengurusi soal yang namanya harta benda. Pang Lang menuntun Ling Feng dan Long Tian menuju ruang harta.


"Ini adalah gedung harta milik sekte, namun mekanisme untuk masuk kedalam hanya tetua Agung dan kepala sekte saja yang mengetahuinya para tetua yang lainnya tidak mengetahui cara untuk masuk tidak terkecuali hamba ini." Ucap Pang Lang. Long Tian yang melihat pintu besar terpampang didepan matanya sudah menyeringai lebar.


"Mekanisme untuk membuka pintu ini menggunakan sebuah formasi, jika bukan orang tertentu yang mempunyai tanda pengenal khusus maka tidak ada yang bisa masuk." Jelas Long Tian setelah meraba-raba pintu besar gudang harta. Ling Feng yang mendengar itu hanya tersenyum menganggukkan kepalanya.


"Lalu apakah paman bisa untuk membuka mekanisme itu tanpa harus persyaratan yang kau maksud." Ucap Ling Feng. Long Tian yang sedang meraba-raba pintu tersenyum simpul dan berkata, "Jangan bercanda Feng'er kau kira siapa paman mu ini." Ucap Long Tian menyombongkan diri.


"Tukang mabuk, maniak pertarungan, tergila-gila oleh harta, dan…" Ucapan Ling Feng terhenti. "Cukup Feng'er kau tidak perlu menyebutkan semuanya lagi. Aku paham, aku paham." Ucap Long Tian sedikit jengkel dan merasa malu.


Ling Feng sendiri hanya terkekeh melihat tingkah Long Tian yang seperti itu. Pang Lang tidak terlalu paham akan situasinya, namun melihat dari percakapan mereka, pastinya sudah sering saling bersama satu sama lain.


"Cihhhhh, dasar tuan yang menjengkelkan." Gerutu Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu langsung berkata, "Paman tadi menggerutu apa, Feng'er tidak dengar." Ucap Ling Feng. "T-tidak aku tidak menggerutu apa-apa." Sangkal Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya, dan Long Tian mengabaikan hal itu.


Long Tian kembali fokus dengan pintu menuju gudang harta. Ia mulai memejamkan matanya mengalirkan energi jiwa untuk merangsang formasi tersebut. Formasi tersebut pun langsung merespon energi yang Long Tian alirkan.


Membuka pintu tersebut tidak perlu waktu lama, karena pintu ini tidak ada mekanisme jebakan yang membuat jadi lebih mudah. Lalu inilah akhirnya pintu tersebut pun berhasil terbuka hanya dalam beberapa menit saja. Pang Lang yang melihat itu tidak bisa untuk tidak terkejut, "Aku tau bahwa orang ini kuat, namun aku tidak menyangka bahwa dia sekuat ini." Batin Pang Lang memandang takjub Long Tian.


Long Tian tanpa ba-bi-bu langsung masuk menuju gudang harta sesaat pintu gerbang itu terbuka. Ling Feng dan Pang Lang mengekori dari belakang. Setelah masuk kedalam gedung harta itu, Ling Feng tersenyum ketika melihat sekelilingnya, bahkan Pang Lang yang tetua sekte bayangan saja takjub.


"Hehhhhh, sekte bayangan ternyata kaya juga." Kata-kata yang keluar dari mulut Ling Feng, dan Long Tian entah sudah pergi kemana orang tersebut sesaat tadi.


>>>>> Bersambung