
“Baiklah... Teruslah serap Qi milikku... Aku ingin tau berapa banyak Qi milikku yang bisa kau tampung.” Ucap Ling Feng yang merujuk kepada sesuatu yang gelap di dalam tubuh wali kota Cheng Du saat ini.
Gumpalan gelap yang di dalam tubuh wali kota masih terus menyerap Qi yang Ling Feng alirkan ke dalam tubuh sang wali kota. Hal itu terus berlanjut sampai satu jam lamanya, dan gumpalan hitam yang berada di tubuh wali kota pun sudah mencapai batasnya.
"Dia keluar." Ucap Ling Feng ketika merasakan pergerakan gumpalan hitam yang begitu agresif, dan dengan cepat naik yang awalnya berada di sekitar perut dan dada, tiba-tiba melesat cepat ke arah mulut wali kota.
"Ren Hu... Parasit itu hendak keluar. Jangan di lepaskan." Ucap Ling Feng yang bertepatan dengan gumpalan hitam yang keluar dari tubuh wali kota melalui mulut.
Ren Hu yang mendengar perkataan Ling Feng, langsung mengambil sikap kuda-kuda berpedangnya dan menarik pedangnya membelah parasit tersebut menjadi bagian-bagian paling terkecilnya(Musnah berkeping-keping).
Shringgggggg
Gumpalan hitam itu pun mendesir ketika Ren Hu membelahnya menjadi dua. Lalu, selang beberapa detik kemudian berubah menjadi asap hitam dan langsung hilang di bawa angin. Setelah itu, tubuh wali kota yang tidak sadarkan diri itu, langsung dibaringkan kembali oleh Pang Lang. Ling Feng yang melihat Ren Hu telah berhasil memusnahkan gumpalan hitam yang merupakan parasit tersebut, menghela nafas panjang merasa lega.
Ling Feng melirik telapak tangan nya lalu mengepal eratnya. “Hampir empat puluh persen dari seratus persen Qi milik ku yang di serapnya. Tidak kusangka bakal ada jenis makhluk parasit seperti itu.” Batin Ling Feng seraya mengepalkan telapak tangannya erat. Pada saat Ling Feng sedang tenggelam dalam pikirannya, suara yang memanggil namanya menyadarkan dirinya.
“Tuan muda apakah Anda baik-baik saja?” Suara yang memanggilnya dirinya dengan nada yang jelas-jelas tersirat rasa khawatir.
“Ah iya... Aku baik-baik saja Ren Hu. Kau tidak perlu khawatir sampai seperti itu.” Ucap Ling Feng seraya menatap wajah sosok yang mengkhawatirkan dirinya. Ling Feng juga menunjukkan senyum yang biasa ia tampilkan supaya membuat Ren Hu tidak kembali khawatir dengan dirinya.
“Jika Anda berkata seperti itu... Maka syukurlah.” Ucap Ren Hu menghela nafas lega mengubah raut wajah khawatirnya menjadi merasa lega. Tidak lama kemudian terdengar suara yang menarik perhatian ketiga orang tersebut. “Wali kota!” Seru sosok pria sepuh berlari cepat ke arah Ling Feng dan yang lainnya. Sosok pria tersesbut tidak sendiri, ia datang dengan pria lainnya yang menggunakan zirah perang, dimana zirah tersebut telah rusak di beberapa bagian sisi tubuhnya.
“Tuan muda Feng... Sebenarnya apa yang telah terjadi di sini? Ketika aku masuk ke dalam pekarangan kediaman, banyak prajurit yang sengaja di tinggalkan untuk menjaga mansion tergeletak tidak bersimbah darah? Lalu bagaimana bisa kondisi wali kota menjadi seperti ini? Apa yang telah terjadi di sini tuan muda? Tolong jelaskan kepada ku?” Ucap sang ajudan mengajukan pertanyaan beruntun tanpa jeda sedikit pun.
“Kakak... Tenanglah dulu. Jika kau bertanya sepanik itu, Tuan Muda Feng bingung cara menanggapi nya. Lihatlah, bukan hanya wali kota saja yang terlihat tidak baik-baik saja, kondisi Tuan Muda Feng pun hampir sama seperti wali kota.” Ujar jendral kota yang juga merupakan sebagai adik dari sang ajudan menegur kakaknya.
Ketika mendengar teguran dari adiknya, sang ajudan pun tersadar akan sikap dirinya yang telah keterlaluan. “M-maafkan aku Tuan Muda Feng. Aku terlalu panik tadi.” Ucap sang ajudan yang langsung merasa sangat bersalah dan menundukkan kepalanya dalam-dalam.
“Santai saja, aku mengerti kau sangat mengkhawatirkan majikan mu. Jadi tidak perlu merasa bersalah seperti itu.” Ucap Ling Feng yang tidak mempermasalahkannya. “Selain daripada itu, bawa saja wali kota mu ke ruanganya untuk beristirahat. Tenang saja, nyawa nya saat ini sudah tidak dalam bahaya lagi. Saat ini ia hanya tidak sadarkan diri saja, selang beberapa jam mungkin dirinya akan bangun. Pada saat itulah kalian bertanya kepada wali kota, mengenai detail yang terjadi di sini.” Katanya lagi seraya tersenyum menenangkan.
Mendengar hal itu, sang ajudan pun kembali menundukan kepalanya sama seperti sebelumnya sangat dalam. Akan tetapi, kali ini merasa sangat berterima kasih kepada Ling Feng yang telah menyelamatkan nyawa dari sang wali kota.
Setelah berkata seperti itu, sang ajudan pun membawa tubuh wali kota ke ruangan nya untuk beristirahat. Jendral kota pun juga bergerak untuk mengumpulkan para jasad yang berada di sekitar kediaman mansion. Baik itu prajurit, maupun para pelayan. Jendral kota juga meminta Ling Feng dan yang lainnya untuk beristirahat di sini terlebih dahulu seraya menunggu Wali Kota Cheng Du kembali sadar. Ling Feng juga tidak menolak niat baik dari sang jendral dan menerima tawarannya untuk beristirahat terlebih dahulu.
Ketika sampai di ruangannya, Ling Feng tanpa basa-basi langsung beranjak ke tempat tidur di ruangan tersebut, lalu mengambil sikap lotus dan dalam beberapa menit kemudian, ia tenggelam dalam kultivasinya.
Pada malam itu, dimana seharusnya Tragedi malam darah terjadi di Kota Cheng Du, berhasil dipadamkan dengan cara yang efektif, dimana hanya sedikit memakan korban di pihak kota Cheng Du dan memusnahkan sepenuhnya pihak lawan serta merta petinggi-petinggi dari pihak musuh yaitu, para ras iblis.
Sementara Itu Di Suatu Tempat Yang Jauh
Terlihat sebuah ruangan yang begitu gelap tanpa ada penerangan sedikit pun kecuali, sinar bulan malam yang menembus masuk lewat jendela ruangan gelap tersebut. Terlihat ada satu sosok yang begitu tenang duduk dengan melipat kedua tangannya diletakan di atas meja. Selang beberapa puluh menit kemudian, cahaya yang begitu terang tiba-tiba muncul dan diiringi dengan sosok yang muncul di balik cahaya terang bederang tersebut.
“Aku telah kembali~...” Ucap sosok yang begitu bersemangat muncul setelah cahaya terang itu telah menghilang sepenuhnya seraya memasang pose yang menurutnya terlihat menarik. Akan tetapi, respon dari sosok yang sedang duduk itu begitu tidak sesuai dengan ekspektasi nya. “Kau terlambat selama beberapa menit Li Tan. Apa yang kau lakukan sampai-sampai kau terlambat seperti itu.” Ucap sosok yang duduk dengan nada begitu tenang, namun cukup menusuk di telinga sosok yang dipanggil Li Tan tersebut.
“Ara~ Ara~, Ayolah Cai Shen... Li Tan, kan hanya telat beberapa menit saja, jadi santai saja tidak perlu di permasalahkan sampai seperti itu ya~.” Ucap Li Tan menggunakan nada terkesan menggoda. “Terlebih lagi, Aku juga telah mendapatkan benda nya, jadi sayang saja rasanya, langsung pergi begitu saja. Jadi aku sedikit memutuskan untuk sedikit bermain-main.” Lanjutnya seraya mengeluarkan kotak kecil lalu di letakkannya di atas meja di hadapan sosok yang bernama Cai Shen tersebut.
“Selama kau bisa menyelesaikan misinya dengan benar, selebihnya aku tidak akan banyak berkomentar. Hanya saja coba unuk tepat waktu untuk menyelesaikan nya lain kali.” Ucap Cai Shen.
“Hei, hei, bukankah itu sama saja untuk menyuruhku tidak bermain-main terlebih dahulu.” Ucap Li Tan dengan nada bicara tidak puas dan cemberut terlihat jelas di wajah sosok yang merupakan iblis tersebut.
Cai Shen tidak menggubrisnya dan berkata, “Sekarang pergilah dari ruangan ku.” Ucap Cai Shen dengan nada yang sangat tenang, namun dengan maksud yang cukup menusuk. Li Tan memasang raut wajah cemberut nya semakin dalam, “Hmphhh.” Rajuk Li Tan lalu melangkah keluar dari ruangan Cai Shen.
Cai Shen kembali memandang langit-langit yang hanya ada bulan bersinar terang di sana tanpa ada kerlap-kerlip yang menemani nya sama sekali. “Bulan yang indah...” Gumam Cai Shen lalu melirik kotak kecil yang di bawa oleh Li Tan dan membukanya. “Dengan ini... Hanya tinggal mengumpulkan beberapa benda lagi.” Ucap Cai Shen menatap serius benda yang di dalam kotak kayu tersebut lalu menutupnya kembali menyimpannya ke cincin penyimpanan nya.
“Baiklah... Haruskah aku melanjutkan rencana selanjutnya?” Gumam Cai Shen lalu meletakan kedua tangannya di bawah dagu, seraya tersenyum penuh arti.
Keesokan Harinya
“Fyuhhhh... Tidak kusangka akan membutuhkan waktu semalaman untuk memulihkan setengahnya.” Ucap Ling Feng menghembuskan nafas kasar dari mulutnya, menyudahi kultivasinya, karena sudah pagi hari.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.