
Cai Shen tidak menggubrisnya dan berkata, “Sekarang pergilah dari ruangan ku.” Ucap Cai Shen dengan nada yang sangat tenang, namun dengan maksud yang cukup menusuk. Li Tan memasang raut wajah cemberut nya semakin dalam, “Hmphhh.” Rajuk Li Tan lalu melangkah keluar dari ruangan Cai Shen.
Cai Shen kembali memandang langit-langit yang hanya ada bulan bersinar terang di sana tanpa ada kerlap-kerlip yang menemani nya sama sekali. “Bulan yang indah...” Gumam Cai Shen lalu melirik kotak kecil yang di bawa oleh Li Tan dan membukanya. “Dengan ini... Hanya tinggal mengumpulkan beberapa benda lagi.” Ucap Cai Shen menatap serius benda yang di dalam kotak kayu tersebut lalu menutupnya kembali menyimpannya ke cincin penyimpanan nya.
“Baiklah... Haruskah aku melanjutkan rencana selanjutnya?” Gumam Cai Shen lalu meletakan kedua tangannya di bawah dagu, seraya tersenyum penuh arti.
Keesokan Harinya
“Fyuhhhh... Tidak kusangka akan membutuhkan waktu semalaman untuk memulihkan setengahnya.” Ucap Ling Feng menghembuskan nafas kasar dari mulutnya, menyudahi kultivasinya, karena sudah pagi hari.
Ling Feng langsung beranjak dari tempat tidur dan pergi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai Ling Feng langsung keluar dari ruangan nya dengan jubah abu-abu pucat menutupi tubuhnya. “Salam tuan muda. Apakah anda telah benar-benar pulih?” Pertanyaan yang langsung mucul ketika Ling Feng keluar dari ruangan nya. Ling Feng melirik ke arah sumber suara, mendapati Ren Hu yang telah berdiri di sana.
“Ya masih belum sepenuhnya. Jika dikirakan, delapan puluh persen Qi milikku yang telah di serap telah kembali pulih.” Ucap Ling Feng bersamaan dengan senyum tipis tercetak di wajahnya. “Jadi, ketimbang membicarakan diriku, kenapa kau sendiri tidak beristirahat Ren Hu? Padahal aku sudah jelas-jelas meminta mu untuk beristirahat malam tadi. Kenapa kau malah berjaga di sini?” Ucap Ling Feng mengalihkan topik pembicaraan.
“Bukan hanya berlaku kepada Ren Hu saja, tapi itu juga berlaku untuk mu juga Paman Lang. Percuma saja menyembunyikan kehadiran mu di sana." Ucap Ling Feng seraya mengalihkan pandangannya ke arah belokan yang tidak jauh dari ruangannya. Tepat setelah berkata seperti itu, orang yang disebut namanya pun menunjukkan dirinya. Dirinya tidak berkata apa-apa, karena memang tidak mempunyai apapun untuk di jelaskan. Ling Feng yang melihat itu hanya menghela nafas panjang melihat kedua orang tersebut sampai Ren Hu pun angkat bicara.
“Maafkan saya, karena telah melanggar perintah Anda. Saya hanya tidak bisa beristirahat saja tadi malam, oleh karena itu daripada tidak bisa beristirahat lebih baik menghabiskan waktu untuk berjaga di sini sampai Anda pulih.” Ucap Ren Hu. “Aku berkata seperti itu, tidak mempunyai maksud apapun untuk memarahi atau semacamnya. Hanya saja, bukan aku saja yang kelelahan, karena menghadapi iblis-iblis itu. Oleh karena itu, aku meminta kalian untuk beristirahat, guna menghadapi kemungkinan terburuk jika terjadi sesuatu.” Jelas Ling Feng panjang lebar.
“K-kami mengerti tuan muda. Maafkan kami yang telah bersikap keras kepala. Tanpa memahami apa yang Anda katakan.” Ucap Pang Lang dan Ren Hu secara bersamaan.
“Selama kalian berdua mengerti, itu sudah cukup.” Ucap Ling Feng seraya terkekeh ringan lalu tersenyum tipis, menandakan bahwa ia tidak mempermasalahkan hal tersebut lagi.
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang diiringi suara yang memanggil Pang Lang. “Ah Anda berada di sini rupanya, aku tadi datang keruangan Anda untuk menitipkan pesan kepada Tuan Muda Feng.” Ucap sosok yang merupakan jendral kota. Pang Lang menoleh ke arahnya dan berkata, “Daripada kau mengatakan itu kepada ku, lebih baik kau mengatakan langsung kepada tuan muda.” Ucap Pang Lang membuat jendral kota memunculkan kepalanya saja
Ling Feng menganggukkan kepalanya dan berkata, “Baiklah aku akan menemui nya. Tolong antarkan aku ke ruangan wali kota.” Ucap Ling Feng. “Mari ikuti saya.” Ucap jendral kota lalu melangkah lebih dahulu untuk memandu Ling Feng dan yang lainnya menuju ke ruangan wali kota.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, mereka pun sampai di ruangan yang pintu nya berbeda dengan pintu ruangan yang lainnya. Jendral kota yang berada didepan langsung mengetuk pelan pintu tersebut dan berkata, “Salam wali kota. Aku sudah datang dengan Tuan Muda Feng dan pengikutnya.” Ucap Jendral kota setelah mengetuk pintu.
Dari dalam ruangan pun terdengar seruan yang meminta mereka untuk masuk ke dalam. “Masuklah.” Seru samar-samar dari dalam ruangan. Jendral kota pun langsung membuka kedua pintu ruangan tersebut secara bersamaan mempersilahkan Ling Feng dan yang lainnya untuk masuk lebih dahulu. “Salam Wali Kota Bing... Bagaimana dengan keadaan mu saat ini?” Tanya Ling Feng yang pertama kali membuka suara.
“Salam kembali juga Tuan Muda Feng... Aku terhidar kematian saat ini, itu semua berkat Anda yang telah melakukan banyak hal kepada ku. Sebelumnya aku ingin meminta maaf, karena tidak bisa datang langsung ke ruangan mu untuk berterima kasih secara langsung, karena jelas-jelas Anda bukan hanya menyelamatkan nyawa saya saja, tetapi Anda juga telah menyelematkan seluruh nyawa warga Kota Cheng Du. Oleh karena itu, biarkan aku dengan tulus mengatakan ini. Terima kasih banyak Tuan Muda Ling Feng, karena telah menyelamatkan nyawa ku dan seluruh warga Kota Cheng Du. Jika ada sesuatu yang Anda inginkan, saya selaku wali kota ini, akan berusaha untuk memenuhi permintaan Anda.” Ucap Wali Kota Bing dengan sangat tulus mengatakannya dan menundukkan kepalanya, walaupun saat ini ia sedang berbaring menyadar pada sisi tempat tidurnya.
Bukan hanya Wali Kota Bing saja, jendral kota dan ajudan nya pun melakukan hal yang sama dengan Wali Kota Bing dengan nenundukkan kepalanya kepada Ling Feng. Ruang tersebut sontak menjadi hening, ketika Wali Kota beserta pengikutnya serentak menundukkan kepalanya kepada Ling Feng. “Kalau Anda berkata begitu, aku punya satu permintaan.” Ucap Ling Feng yang langsung membuat Wali Kota Bing refleks mendongakkan kepalanya diikuti dengan para pengikunya.
“Berhenti bersikap formal kepada ku, dan perlakukan aku seperti biasanya saja. Jujur saja aku tidak merasa nyaman dengan orang yang lebih tua dari k u berbicara sangat formal dengan ku.” Ucap Ling Feng menyampaikan permintaan yang sangat tidak terduga bagi Wali Kota Bing dan kedua pengikutnya. Sementara itu, Pang Lang dan Ren Hu hanya tersenyum memaklumi menanggapi ucapan dari Ling Feng.
“Apakah hanya itu saja?” Wali Kota Bing balik bertanya memastikan kembali bahwa indera pendengaran nya tidak salah mendengar. “Yap hanya itu saja.” Ucap Ling Feng menegaskan kembali permintaannya. “Anda bersungguh-sungguh tidak meminta hal yang lain?” Tanya Wali Kota Bing sekali lagi. “Aku bersungguh-sungguh Wali Kota Bing.” Ucap Ling Feng kali ini dengan nada serius tidak bisa di bantah.
“J-jika permintaan an... Maksud ku, mu begitu, maka aku akan mengiyakannya.” Ucap Wali Kota Bing mengiyakan apa yang di minta oleh Ling Feng. “Syukurlah jika begitu.” Ucap Ling Feng tanpa beban. “Baiklah kali ini aku ingin menanyakan sesuatu kepada mu Wali Kota Bing.” Ling Feng kembali membuka suara, dan kali ini gaya bicaranya terdengar sangat serius di dengar.
“Tanyakan saja Tuan Muda Feng. Aku akan akan menjawab sebisa mungkin pertanyaan yang kau ajukan itu.” Ucap Wali Kota Bing yang bersedia. “Baiklah kalau begitu...” Ling Feng menganggukan kepalanya dan mulai menanyakan hal apa yang terjadi, sampai-sampai dirinya mengalami luka yang sangat parah seperti itu. Bukan hanya itu saja, Ling Feng juga menanyakan sesuatu yang mengganjal pikirannya sampai saat ini kepada Wali Kota Bing.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.