Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Informasi Sekitar


"K-Kau kalau berani jangan melawanku. Kami adalah salah satu kelompok dari Geng Naga Hitam. Kalau kau melakukan sesuatu kepadaku, geng naga hitam tidak akan melepaskan mu." ucap orang tersebut yang mencoba menggertak Long Tian. Ling Feng sendiri tidak peduli, ia hanya fokus terhadap makanannya saja. Menurutnya makanannya itu lebih penting daripada mengurusi sekelompok bajingan ini yang hanya menguras-nguras tenaganya saja.


Long Tian yang mendengar itu terdiam sementara. Orang tersebut yang melihat Long Tian terdiam, menduga bahwa Long Tian tidak berani dan gentar ketika mendengar nama geng naga hitam lantas langsung tertawa.


"Hahahahaha, kau takutkan !! cepat tarik kembali niat membunuh mu dan pantahkan seluruh anggota tubuh mu. Maka aku tidak akan menganggap hal ini terjadi." kata orang tersebut mulai berani berteriak kepada Long Tian yang mengira bahwa Long Tian takut dengan nama besar gengnya.


1 detik


10 detik


30 detik


1 menit


Berlalunya satu menit bagaikan satu jam bagi mereka, karena aura membunuh yang dikeluarkan oleh Long Tian seperti bisa membunuh mereka kapan saja setiap detiknya. Orang tersebut yang masih merasakan aura membunuh menekannya, berpikir ada yang ganjal.


"Oiii bocah cantik !! cepat tarik kembali Aura Membunuh atau geng naga hitam akan kemari memburumu !!!" teriak marah orang tersebut kepada Long Tian. Sementara sang empu yang diteriaki, tidak peduli sama sekali dan hanya meneguk arak langsung dari kendinya.


Glugggk


Glugggk


Glugggk


Kedai tersebut hening seketika, saat Long Tian meneguk arak langsung dari kendinya. Long Tian memalingkan wajahnya menatap orang yang berteriak kepadanya dan berkata.


"Awalnya aku hanya ingin memberitahu mu tidak semua orang bisa kau ancam dengan ancaman sampah mu itu. Namun, aku tarik kembali pemikiran itu." kata Long Tian memandang dingin orang tersebut. Orang geng hitam tersebut yang dipandang seperti itu oleh Long Tian bergetar jiwa dan raganya.


"Kau tau alasan kenapa kebanyakan orang lebih cepat mati ?" ucap Long Tian pelan pelan namun terdengar jelas ditelinga semua orang yang ada di kedai. Orang yang mengancam Long Tian sudah tidak berani berkata-kata lagi, dirinya ketika melihat Long Tian muncul siluet naga yang sedang menatapnya marah.


"A-Aku mohon lepaskan aku." orang tersebut memohon kepada Long Tian tidak berani lagi bersikap arogan. Long Tian yang mendengar itu hanya mengibas pelan Menggunakan lengan sebelahnya. Tetapi, dampak dari sebuah kibasan lengan tersebutlah yang tidak biasa.


"Terlambat kenapa tidak dari tadi saja, segala menggunakan acara ancam-mengancam segala." ucap Long Tian membuat hangus sekelompok orang naga hitam itu tidak bersisa sama sekali. Ling Feng yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah Long Tian yang seperti itu.


Setelah kejadian itu tidak ada yang berani berkata sedikitpun. Bahkan jika ada koin yang jatuh, suara itu akan terdengar jelas di keheningan kedai tersebut. Mereka yang melihat kejadian di kedai tersebut tidak pernah menyangka, bahwa dua pemuda tanpa aura ini adalah seorang master tersembunyi yang sedang melakukan perjalanan. Akhirnya para pelanggan yang lainnya memilih mengabaikan keberadaan Ling Feng dan Long Tian untuk melindungi nyawa mereka.


"Feng'er paman nambah satu kendi arak lagi ya." kata Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu dengan tegas menggelengkan kepalanya.


"Tidak sekarang paman" ucap Ling Feng sembari melambaikan tangannya ke pelayan yang melayaninya tadi. Terlihat pelayan tersebut sedikit takut dengan Long Tian ketika kejadian yang dengan mudahnya membakar sekelompok orang geng naga hitam tersebut.


"Semuanya jadi berapa ?" tanya Ling Feng kepada pelayan tersebut. Mendengar itu pelayan wanita itu berkata sedikit gugup.


""S-Semuanya jadi Empat koin emas tuan muda." ucap pelayan tersebut. Mendengar itu Ling Feng menganggukkan kepalanya langsung mengeluarkan lima koin emas dari Cincin ruang. Mendapatkan lima koin emas, pelayan tersebut ingin mengembalikan satu koin emasnya, namun Ling Feng langsung melambaikan tangannya.


"Anggap saja tip dari kami" ucap Ling Feng. Mendengar itu pelayan wanita itu tidak berani membantah menundukkan kepalanya lalu berkata memberanikan diri.


"Terlihat dari pakaiannya tuan muda sekalian ini berasal dari mana ? dan ingin kemana ?" tanya pelayan tersebut. Ling Feng yang mendengar itu tersenyum simpul, sementara Long Tian tidak peduli lebih memilih menikmati tegukan terakhir araknya.


"Tidak perlu sesopan itu, kami berdua pengembara yang ingin pergi ke Kekaisaran Wei." ucap Ling Feng. Pelayan tersebut yang mendengar itu terdiam sebentar memikirkan sesuatu.


"Sepertinya perjalanan tuan muda yang ingin pergi Kekaisaran Wei akan tertunda sementara ini." ucap pelayan tersebut. Mendengar itu Ling Feng mengangkat sebelah alisnya tertarik dengan informasi yang dikatakan oleh pelayan wanita tersebut.


"Hehhhhh, Sepertinya ada sesuatu yang menarik. Coba ceritakan kepadaku alasan nona berkata bahwa perjalanan ku akan tertunda." kata Ling Feng tersenyum simpul mempersilahkan pelayan tersebut untuk duduk. Pelayan tersebut setelah dipersilahkan duduk menundukan kepalanya terlebih dahulu baru kemudian duduk dan memberikan informasi terbaru yang terjadi didesa perbatasan.


"Alasan saya berkata perjalanan tuan muda akan tertunda, itu karena beberapa minggu ini para kapal yang ingin menyebrangi sungai perbatasan selalu diganggu oleh kawanan beast tipe air tuan muda." kata pelayan tersebut. Ling Feng yang mendengar itu tidak memotong lalu meminta untuk pelayan tersebut untuk melanjutkan ceritanya.


"Dari cerita yang telah beredar di desa perbatasan, beast air ini mirip seperti kadal tingginya hampir sama dengan manusia dewasa. Lalu tingkatannya pun tidak terlalu tinggi, hanya saja mereka unggul, dimana mereka bisa mengeluarkan kekuatan penuh mereka jika itu disekelilingnya adalah air. Sudah banyak kultivator tinggi yang mencoba membantu menghabisi beast tersebut. Namun, mereka tidak bisa bertarung efektif jika itu berada diatas air. Semenjak itu tidak ada kapal yang berani lagi untuk menyebrangi sungai perbatasan, karena takut akan diserang sekelompok beast air itu." Jelas pelayan tersebut. Ling Feng yang mendengar itu mengangguk kepalanya.


"Terima kasih atas informasinya nona, ini sangat berharga." ucap Ling Feng bangkit. Pelayan tersebut langsung ikut bangkit juga dan berkata.


"Tidak perlu sungkan tuan muda, anggap saja aku sudah dibayar olehmu." ucap Pelayan tersebut. Ling Feng yang mendengar itu menganggukan kepalanya lalu mengalihkan pandangannya ke Long Tian.


"Paman ayo kita pergi sekarang." ucap Ling Feng menarik bagian belakang jubah Long Tian. Long Tian yang diperlukan seperti itu ingin menolak, namun Ling Feng langsung berkata yang membuat ia tidak bisa menolaknya.


"Setelah kita sampai diseberang aku akan membelikan kau arak." kata Ling Feng yang membuat Long Tian dengan suka rela tidak memberontak lagi. Melihat Long Tian tidak memberontak lagi Ling Feng hanya menggelengkan kepalanya.


"Soal arak saja kau sangat penurut paman." gumam Ling Feng hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Long Tian yang semakin aneh.


>>>>> Bersambung