Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Canda Tawa Dalam Ruangan


Ruangan VIP Rumah makan Bulan Matahari


"Adik kedua tuang araknya ke gelas itu, kita sudah mau mulai." Kata Long Tian. "Iya, iya aku tau itu." Kata To Mu menuangkan arak ke gelasnya. Setelah semua dirasa telah selesai Long Tian menyapu pandangannya. Ling Feng, Hao Xiang, Pang Lang, Ling Laohu, dan To Mu. memasang ekspresi yang berbeda-beda, namun dalam hati mereka menanamkan hal yang sama.


"Saudara sehidup semati." Kata Long Tian sembari mengangkat tinggi-tinggi gelas yang berisikan arak itu. Semua orang disana pun mengikuti apa yang Long Tian katakan. "Saudara sehidup semati." Serempak mereka berkata hal yang sama.


Pada malam itu, di ruangan itu, dan pada waktu itu, mereka semua pun telah menjadi saudara se sumpah selamanya. "Hao'er apa-apaan dengan gaya mu itu." Kata Ling Laohu sembari menahan tawanya. Hao Xiang yang mendengar itu bertingkah layaknya orang mabuk. "Bukankah sudah terlihat jelas bahwa aku ini sedang mabuk." Kata Hao Xiang.


Semua orang yang berada disana langsung tersedak ketika Hao Xiang berkata seperti itu. Hao Xiang yang melihat reaksi itu berkata kembali. "Ada apa ini, semuanya tersedak dalam waktu bersamaan payah sekali." Kata Hao Xiang lalu meneguk minumannya, layaknya minuman keras.


"Hahahahaha…Sungguh aku sudah tidak bisa menahan untuk tidak tertawa. Aku benar-benar tidak bisa…Hahahahaha." Kata Ling Laohu sembari tertawa terbahak-bahak.


Ling Laohu yang mendengar itu tidak bisa lagi untuk menahan tawa. Pada saat itu tawa Ling Laohu dan Long Tian pecah bersamaan. Hao Xiang yang melihat Ling Laohu dan Long Tian tertawa lantas memberikan ekspresi bingung diwajahnya.


Lalu Pang Lang pun berkata kepada Hao Xiang lebih tepatnya ia membisikkan ditelinga Hao Xiang. "Hao'er minuman yang kau minum itu bukanlah minuman keras, itu hanyalah jus buah anggur biasa." Bisik Pang Lang. Seketika raut wajah Hao Xiang berubah dan tidak berselang lama mukanya memerah.


Ling Laohu dan Long Tian yang melihat itu sekali lagi tertawa terbahak-bahak, bahkan Long Tian sampai terguling saat itu saking lucu menurutnya. Hao Xiang lantas menatap Ling Feng dengan mata panda yang berair. Ling Feng yang di tatap seperti itu hanya memasang ekspresi pura-pura polos saja.


"Kenapa kau menatapku seperti itu murid ku." Kata Ling Feng menggunakan bahasa formal. "Kakak curang…Padahal kakak yang bilang bahwa aku boleh ikut juga. Lalu kenapa aku malah dikasih jus bukannya arak juga." Keluh Hao Xiang. Ling Feng yang mendengar itu tersenyum lalu meneguk habis araknya lalu menghela nafas pelan.


"Kau memang boleh ikut, tapi bukan berarti kau bisa ikut minum arak juga seperti yang lainnya. Untuk seusia mu jus buah adalah hal yang baik untuk pertumbuhan." Kata Ling Feng tanpa beban. Hao Xiang yang mendengar itu semakin mengerucutkan bibirnya.


"Lihat, lihat itu adik ketiga. Dia bertingkah polos seperti itu, wajah tengilnya sungguh hilang digantikan dengan wajah anak-anaknya." Kata Long Tian tertawa terbahak-bahak setelah melihat ekspresi Hao Xiang yang menurutnya sangat lucu saat ini.


"Sungguh kakak pertama, aku benar-benar tidak tahan untuk tidak tertawa setelah melihat itu. Wajah sok mabuk nya benar-benar sangat lucu tadi hahahaha." Kata Ling Laohu tertawa juga.


Ling Feng dan To Mu hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum saja melihat hal itu. "Oh ya Feng'er tentang orang yang tadi, sepertinya tidak akan melepaskan mu dengan mudah." Kata To Mu mulai membuka topik pembicaraan.


"Melihat dari raut wajahnya saja tadi aku sudah mengetahui itu paman. Jika membunuh bisa dilakukan hanya melalui sorot mata, mungkin saat itu aku sudah beberapa kali karena tatapan tajamnya." Kata Ling Feng terkekeh mengingat wajah Guan Long yang urat-uratnya pun terlihat jelas kala itu.


"Ya aku tidak akan mencarinya duluan, namun jika ia duluan yang mencari ku. Maka saat itu akan kulayani sampai-sampai ia trauma akan hal itu." Kata Ling Feng sembari terkekeh.


"Feng'er jangan mengatakan hal seperti itu sembari tertawa, kesannya menjadi lebih menakutkan tau." Kata Long Tian bergidik ngeri. "Menurut ku apa yang dikatakan tuan muda tidak terlalu berlebihan kakak pertama. Sifat manusia memang seperti itu, sesekali memang harus di buat kapok agar tidak mengulangi hal yang sama kembali." Kata Pang Lang.


"Ya daripada Membuat kapok, dibunuh adalah pilihan yang terbaik menurut ku." Kata Ling Laohu serius sembari memainkan arak di gelasnya. "Mungkin ia akan kapok saat ini, tapi tidak tau dikemudian hari ia akan bagaimana. Aku lebih suka membunuhnya daripada membiarkannya terus hidup." Kata Ling Laohu.


Terdiam semua yang mendengar hal itu. "Perubahan ekspresi mu cepat sekali adik ketiga…Padahal baru beberapa detik yang lalu kau tertawa terbahak-bahak. Namun sekarang kau sudah ganti lagi menjadi berwajah serius. Aku sebagai kakak mu benar-benar bangga akan hal itu." Kata Long Tian.


"Ya kita lihat saja bagaimana tuan muda angkuh itu bereaksi. Oh ya kalau tidak salah nama orang itu Adalah Long, kan…" Kata Ling Laohu mengalihkan pembicaraan. Long Tian yang mendengar itu merasakan firasat buruk akan datang sebentar lagi.


"Cihhhhh, orang-orang yang mempunyai nama Long sepertinya memang hanya sampah seperti itu." Hao Xiang langsung mengawali. Mungkin ia merasa sangat kesal mengenai dirinya yang ditertawakan oleh Long Tian.


"Benar, benar, aku dulu juga punya kenalan dengan nama Long orangnya benar-benar sangat arogan kala itu." Ling Feng pun ikutan memanasi. "Oh ayolah Feng'er…kau pun ikut-ikutan juga." Keluh Long Tian. Ling Feng yang mendengar keluhan Long Tian hanya menanggapinya terkekeh saja.


"Orang-orang yang mempunyai kata Long didalamnya memang benar-benar Baji*an arogan. Faktanya memang seperti itu." Kata To Mu tanpa beban. "Hei, Kakak mu ini bermarga Long yang baik hati dan tidak sombong." Kata Long tidak mau mengalah. "Ah gara-gara bajin*an angkuh itu nama Long menjadi ternodai. Akan kutuntut agar ia mau berganti nama." Katanya lagi kesal. Seluruh orang yang berada disana pun tertawa melihat reaksi Long Tian yang kesal seperti itu. Bahkan To Mu pun puas melihatnya.


Begitulah suasana ruangan tersebut yang sangat ramai akan canda tawanya untuk saat ini, namun sayang semua itu tidaklah abadi. Karena, hari esok mungkin akan terjadi sesuatu yang menarik nantinya.


>>>>>>> Bersambung