
“Apa ini? Siapa yang sedang membicarakan ku?” Batin Ling Feng bingung, namun itu hanya beberapa saat sampai dirinya tidak memikirkan itu lebih jauh lagi. Hao Xiang dan Ling Laohu bertanya serempak mengapa dirinya yang tiba-tiba bersin, namun Ling Feng menggelengkan kepala nya, bahwa dirinya tidak apa-apa.
>>>>>>______
Sementara Itu di Suatu Tempat
“Periksa seluruh kota-kota yang berada di Kekaisaran Wu, tanpa terkecuali. Jika ada melakukan hal yang sama dengan Wali Kota Teratai Hitam, tidak perlu toleransi lagi dan hukum mati di tempat!” Ucap tegas seorang pria yang duduk di singgasana ruangan tersebut memerintahkan semua orang di hadapan nya.
“Dimengerti Kaisar!” Ucap serempak semua orang yang ada di sana langsung bangkit memberi hormat kepada pria yang duduk di singgasana itu. Pria yang duduk di singgasana itu pun menganggukkan kepala nya memerintahkan semua orang di hadapannya untuk pergi dari sana, segera melaksanakan perintah nya.
Penampilan pria tersebut masihlah terlihat muda, walaupun umur aslinya tidak semuda itu. Pria tersebut tidak lain adalah Kaisar sekaligus juga ayah dari Wu Nuan, Wu Quan. Tepat setelah mendapatkan kabar dari putrinya dan dikonfirmasi benar oleh Jendral Tu, Wu Quan yang sedang mengurus beberapa dokumen pun langsung meminta para petinggi untuk datang ke ruang rapat, mengadakan rapat darurat membicarakan perihal yang terjadi di Kota Teratai Hitam.
Terlihat jelas, bahwa Wu Quan marah besar, ketika mengetahui kebenaran itu dari putrinya. Terlebih lagi nyawa putri satu-satunya hampir terancam, karena ikut terseret ke dalam insiden tersebut. Orang tua mana yang tidak marah mengetahui fakta nyawa anaknya dalam bahaya. Oleh karena itu, Wu Quan tanpa banyak bicara langsung memerintahkan para petinggi istana untuk bergerak memeriksa seluruh kota di Kekaisaran Wu tanpa terkecuali, mencegah hal tersebut terjadi kembali.
“Sayang bagaimana menurut mu?” Tanya Wu Quan menoleh ke sisinya, meminta pendapat kepada wanita cantik yang tidak lain adalah istrinya. “Aku rasa orang yang telah melakukan hal ini, adalah orang yang sama dengan insiden kota kecil di pinggiran sungai dan juga ledakan misterius di kota suma. Lalu dirinya pasti masih berada di sekitar Kota Teratai Hitam.” Timpal istrinya itu dengan suara lembut seraya tersenyum tipis.
“Hehhhh begitu, kah... Sepertinya akan ada banyak hal yang menarik terjadi di Kekaisaran Wu.” Ucap Wu Quan terkekeh pelan dan istri nya itu pun ikut tersenyum ketika mendengar suami nya berkata seperti itu.
>>>>>>______
Jauh di pedalaman hutan
“Jadi kristal kehidupan dari Ye Liho telah hancur?” Tanya sosok mengerikan yang duduk dengan sangat angkuh, mengulang perkataan dari seorang pria yang sedang berlutut di hadapan nya.
“Benar Tuan.” Jawab pria tersebut.
“Ckkkk... Tidak kakaknya, tidak adiknya. Keduanya benar-benar sampah. Melaksanakan tugas mudah seperti mengumpulkan anak-anak dan para wanita muda saja tidak mampu. Cihhhh aku hanya membuang-buang waktu ku percuma kepada mereka.” Kata sosok mengerikan itu. Ia merasa sangat kesal, karena mengetahui fakta itu.
“Ya biarlah, sampah tetaplah sampah. Lalu bagaimana dengan yang mengurus artefak? Apa sudah ada kabar terbaru?” Tanya sosok mengerikan itu tidak ingin membahas lagi tentang hal tersebut mengalihkan topik pembicaraan.
“Sebelumnya mohon maaf Tuan Jendral. Perkembangan untuk membuka formasi ilusi masih sedikit membutuhkan waktu.” Jawab pria tersebut dengan sedikit gugup.
“Sekali lagi saya mohon maaf Jendral. Tolong beri kami sedikit waktu lagi saja.” Ucap pria tersebut seraya bersujud memohon kepada sosok mengerikan tersebut. Sosok mengerikan yang di panggil jendral itu diam sejenak, namun masih menatap tajam ke arah pria tersebut. Sampai beberapa saat kemudian, aura tekanan pun mulai memudar kembali seperti semula.
“Lusa. Aku ingin formasi ilusi itu sudah selesai lusa nanti. Jika masih belum kau tahu sendiri akibatnya.” Ucap Sosok yang di panggil jendral itu dengan menekankan kalimat terakhir nya. “Saya mengerti Tuan Jendral. Terima kasih atas keleluasaan Anda.” Ucap pria tersebut memuji sosok jendral itu.
“Pergilah sekarang dan urus secepatnya!” Ujar sosok mengerikan itu mengusir pria tersebut. Dirinya pun menganggukkan kepalanya lalu pergi dari sana setelah memujinya sekali lagi. “Ckkk dasar bawahan tidak berguna. Mengurus formasi itu saja menghabiskan banyak waktu.” Umpat sosok mengerikan itu setelah kepergian bawahannya itu.
Sosok mengerikan itu tidak lain adalah atasan dari Ye Jiho dan Ye Liho. Jendral kemarahan, Sa Dan. Dirinya saat ini sedang berada di dalam gua dengan penerangan yang minim akan penerangan, Sa Dan adalah salah satu dari tujuh jendral yang di pilih oleh raja iblis.
Sa Dan terkenal dengan sifatnya yang ganas dan suka menghancukan apapun, ia bahkan tidak segan-segan membunuh anak buahnya sendiri jika itu untuk kepentingan dirinya sendiri. Ia mempunyai wujud yang tidak berbeda jauh dengan jendral iblis yang lainnya, perawakan tubuhnya seperti manusia, namun ia mempunyai dua tanduk di dahinya berwarna merah cerah, terlebih lagi ia mempunyai ekor yang mana ujung dari ekor tersebut selalu mengeluarkan api.
Sa Dan juga terkenal dengan kekuatan elemen apinya. Jenis apinya berwarna hitam, namun berbeda dengan api hitam milik Ling Feng. Elemen Api Sa Dan adalah Elemen Api yang terkontaminasi oleh Energi iblisnya, sehingga mengubah perwujudan alami dari api itu sendiri, dan mengubah menjadi api berwarna hitam, Sa Dan menyebut Api Hitamnya itu adalah Api Iblis. Api Iblis itu sendiri mempunyai sifat yang sama dengan dirinya yaitu, mempunyai kekuatan destruktif yang kuat dan luar biasa ganasnya.
“Ya walaupun aku membenci untuk menunggu, tapi dengan adanya kalian, semuanya itu berlalu begitu saja kekekeke.” Ucap Sa Dan seraya menoleh ke belakang dengan senyum lebarnya dan air liur senantiasa menetes dari ujung mulutnya. Ia menoleh ke arah jeruji besi yang berada di belakang singgasana yang ia buat itu, dimana di balik jeruji besi itu ada banyak wanita muda dan mempunyai penampilan terbilang cantik dengan semuanya tidak ada yang mengenakan sehelai pakaian pun.
“Baiklah mari kita bersenang-senang sayang-sayangku kekeke.” Ucap Sa Dan lalu mulai melepas pakaiannya dan berjalan santai ke arah jeruji besi itu.
>>>>>>______
Kembali Kepada Ling Feng
Waktu pun berlalu begitu saja, Tugas sang mentari pun di gantikan oleh sang rembulan untuk menghiasi malam hari. Walaupun sudah menjelang malam hari, aktivitas di Kota Teratai Hitam masih terpantau ramai, dan Ling Feng terlihat menikmati malam itu seraya menyesap teh dari balkon kamarnya.
Tokkk... Tokkk... Tokkk...
“Saudara Feng apakah kamu mempunyai waktu. Ada sesuatu yang ingin kubicarakan.” Suara di balik pintu kamar Ling Feng setelah beberapa saat pintu kamarnya diketuk.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku