Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Memasuki Pencerahan


“Kalau begitu kami berdua tidak akan sungkan lagi.” Ujar Bing Jiao dan Qing Xian secara bersamaan kembali maju menyerang Ling Feng bersemangat.


>>>>>>______


Dua Jam Kemudian


“Kami menyerah!” Ujar Bing Jiao dan Qing Xian bersamaan dan langsung mendudukkan tubuh mereka, karena sudah tidak kuat lagi untuk berdiri sebab Qi dan tenaga mereka benar-benar sudah terkuras habis tanpa tersisa.


Sebaliknya, pemuda di depan mereka nampak biasa-biasa saja. Tidak sedikit pun merasakan tanda-tanda, bahwa dirinya merasa lelah. Nafasnya masih teratur dan bahkan dirinya masih sempat menertawai kedua gadis tersebut.


Keduanya hanya bisa memaling wajah masing-masing, sebab merasa kesal ketika melihat wajah Ling Feng yang tengah tertawa puas di hadapan mereka. Awalnya Bing Jiao dan Qing Xian berpikir mempunyai kesempatan, karena Ling Feng menahan diri. Akan tetapi keduanya naif.


Walaupun awalnya Bing Jiao dan Qing Xian terlihat berhasil menekan Ling Feng, mengingat dirinya hanya menyerang mereka dengan serangan ayunan pedang ke bawah saja. Faktanya, Bing Jiao dan Qing Xianlah yang di buat kerepotan dengan gerakan Ling Feng, mengingat gerakan dan cara ia menghindari serangan keduanya benar-benar sangat lincah.


Terlebih lagi walaupun hanya mengayunkan pedang ke bawah saja, tebasan aura yang keluar dari ayunan pedangnya kuatnya bukan main. Bahkan saking kuatnya tebasan vertikal Ling Feng, sudah tidak terhitung berapa kali mereka di buat terpental jauh karena tebasan Ling Feng. Walaupun mereka hanya perlu sedikit menggores pakaian Ling Feng, pada akhirnya mereka tetap kalah, karena kehabisan Qi dan juga tenaga melawan pemuda itu.


“Tidak perlu merasa kesal seperti itu, lagipula masih terlalu cepat bagi kalian berdua untuk bisa menggores pakaianku.” Ucap Ling Feng seraya terkekeh pelan, ketika melihat wajah kesal dari kedua wanitanya itu.


“Kak sebenarnya kamu berada di ranah apa sekarang?” Tanya Bing Jiao secara menatap penasaran kepada Ling Feng.


“Ranah Saint bintang lima.” Ucap Ling Feng tanpa sungkan memberitahukan ranah kultivasinya. Bing Jiao dan Qing Xian yang mendengar itu pun sedikit tersentak.


“Jadi sejauh itu, kah...” Batin keduanya ketika mendengar ranah Ling Feng yang sebenarnya. Kultivasi Bing Jiao sudah berada di ranah Langit bintang sembilan dan Qing Xian sendiri sudah berada di ranah langit bintang delapan. Terdapat sedikit kesenjangan antara keduanya, akan tetapi ketika menginjak ranah saint bahkan jika itu hanya berbeda satu bintang saja terdapat kesenjangan besar bak langit dan bumi.


Itulah yang membedakan ranah Saint dengan ranah di bawah saint. Jadi sekalipun hanya berbeda satu bintang saja, kekuatan tempurnya berbeda jauh kecuali ia mempunyai faktor lainnya untuk meningkatkan kekuatannya seperti mempunyai kekuatan jiwa yang melimpah atau tubuh khusus dan semacamnya.


Keduanya memang kesal mengetahui fakta itu, akan tetapi mereka tidak terlihat iri sedikit pun dengan Ling Feng. Sebaliknya mereka semakin termotivasi untuk menjadi lebih kuat dan bisa sampai di ranah yang sama dengan Ling Feng.


“Istirahat dan pulihkan Qi kalian. Setelah itu kita akan lanjut berlatih lagi.” Ucap Ling Feng seraya memberikan dua buah pil pemulih kepada Bing Jiao dan Qing Xian. Kedua gadis itu nampak senang ketika mendengar Ling Feng akan melatih keduanya. Tanpa pikir panjang, keduanya pun mulai menelan pil pemulih tersebut dan memulihkan Qi dan tenaga mereka yang sudah terkuras habis.


>>>>>>______


Setelah Kedua Gadis Tersebut Pulih


“Ayunan pedangmu kurang kuat. Jika hanya mengandalkan kecepatan, itu hanya akan memberikan luka kecil saja Xian’er.” Kata Ling Feng memberikan saran kepada Qing Xian.


“Masih kurang kuat. Juga jangan selalu memberikan serangan beruntun. Semakin banyak kamu memberikan serangan beruntun, semakin jelas juga celah yang terlihat pada seranganmu.” Jelas Ling Feng seraya menahan serangan pedang Qing Xian lalu menghempaskan wanita tersebut.


Qing Xian terpental beberapa langkah ke belakang dengan nafas yang memburu, konsentrasi nya benar-benar sudah berada di puncak ia benar-benar mengabaikan sekitarnya dan hanya fokus kepada Ling Feng saja. Sekali lagi dirinya pun maju menyerang ke arah Ling Feng.


Ling Feng tersenyum tipis ketika melihat kondisi Qing Xian yang saat ini terbilang sudah mulai memasuki kondisi pencerahan. Qing Xian maju dengan cepat berhenti sekilas untuk memantapkan kuda-kuda berpedang nya lalu mengayunkan pedang nya secara horizontal. Ling Feng yang melihat ayunan pedang tersebut memperhatikan nya dengan jeli lalu dengan menggunakan punggung pedangnya mengenai tangan Qing Xian, sehingga arah serangan nya pun berubah drastis.


“Ini harus sedikit lebih tinggi. Maka dengan itu kamu bisa memaksimalkan tenaga yang terkumpul di kepalan tanganmu.” Kata Ling Feng seraya mundur selangkah dan ayunan pedang Qing Xian pun hanya mengenai angin kosong saja.


Ling Feng refleks menoleh ke arah belakang dimana sudah ada Bing Jiao sudah berada di hadapannya dan bersiap untuk menghunuskan pedangnya secara vertikal.


“Terlalu rendah Xian’er. Jika seperti itu, tubuh bagian bawahmu akan kehilangan gravitasi nya dan kamu jatuh terluka.” Ucap Ling Feng seraya menahan serangan pedang Bing Jiao seraya memberikan sebuah petunjuk kepadanya. Bing Jiao pun juga masuk ke dalam kondisi yang sama dengan Qing Xian.


“Seperti yang di harapkan dari kekasih-kekasih ku. Keduanya benar-benar bisa memasuki pencerahan dalam kondisi seperti ini.” Batin Ling Feng seraya menahan, menghindar, dan memberikan saran kepada Bing Jiao dan Qing Xian yang sedang dalam tahap pencerahan.


“Masih salah. Ulang lagi.” Ucap Ling Feng kepada Bing Jiao.


“Masih kurang tinggi sedikit lagi.” Kata Ling Feng kepada Qing Xian.


“Sudah lebih baik. Terus lanjutkan seperti itu.” Kata Ling Feng seraya menghindari serangan pedang Bing Jiao.


“Masih salah. Ulangi kembali.” Ucap Ling Feng menahan serangan Qing Xian. Latihan kedua yang sedang dalam tahap pencerahan pun terus berlanjut, dan seiring berjalannya waktu gerakan keduanya menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Tidak terasa tiga jam pun berlalu, dan Ling Feng telah selesai melatih keduanya. Sudah satu jam berlalu semenjak Bing Jiao dan Qing Xian sedang dalam sikap lotus.


Setelah hampir dua jam berlatih pedang dengan Ling Feng, keduanya mendadak berhenti bergerak dan secara tiba-tiba langsung mengambil sikap lotus. Ling Feng yang melihat itu tersenyum puas lalu memilih untuk menunggu keduanya.


Tidak berselang lama kemudian aura yang sangat padat pun terpancar dari tubuh kedua wanita tersebut. Beberapa saat kemudian keduanya pun membuka mata secara bersamaan dan langsung tersenyum manis ketika melihat sosok Ling Feng yang tengah tersenyum juga kepada mereka.


“Selamat karena sudah naik tingkat.” Ucap Ling Feng kepada Bing Jiao dan Qing Xian.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.