
“Kedatangan ku kemari sederhana saja, kali ini aku akan menjadi malaikat pencabut nyawa yang bertugas untuk mencabut nyawa semua orang yang ada di sini tanpa terkecuali.” Ucap Ling Feng dengan santainya, namun membuat suasana di sana mendadak hening.
“Eh, apa? Malaikat pencabut nyawa?”
>>>>>>______
“B-barusan apa yang ia bilang? M-malaikat pencabut nyawa?!” Batin semua orang yang ada di sana sontak bergidik ngeri ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Feng dengan santainya. Firasat buruk yang mereka kira hanyalah sebuah perasaan sekilas saja, kini menjadi nyata ketika mendengar Ling Feng berkata seperti itu.
“Ya aku juga tidak ingin menjelaskannya, karena menurutku terlalu merepotkan untuk melakukan nya.” Ucap Ling Feng lagi yang membuat semua orang langsung memasang ekspresi sangat jelek karena Ling Feng yang enggan untuk menjelaskan tentang apa yang ia katakan.
“K-kegilaan macam apa lagi ini?!” Umpat semua orang yang ada di sana tepat di dalam benak hati mereka. Mereka refleks melangkah ke belakang ketika melihat Ling Feng yang berjalan ke arah mereka.
“T-tidak ada pilihan lain lagi. Kami harus pergi dari sini sekarang juga. Jika tidak, kewarasan kami yang akan hilang.” Batin semua orang yang ada di sana bersiap-siap untuk pergi dari tempat latihan saat itu juga. Mereka semua langsung melesat cepat berpencar ke seluruh arah mata angin berusaha kabur dari tempat pelatihan.
Akan tetapi tentunya tidak semudah itu, karena Ling Feng sudah menduga hal tersebut. Alhasil dirinya pun mengangkat satu tangannya lalu membentuk segel. Seraya tersenyum lebar dirinya berkata, “Formasi penghalang kunci.” Ucap Ling Feng pelan dan pada saat itulah sebuah formasi dengan cepat tercipta mengurung apapun yang ada di dalamnya.
Swusssshhhh...?! Swusssshhhh...?!
Semua murid tetap tidak menyerah, mereka semua berusaha untuk menghancurkan formasi penghalang tersebut. Akan tetapi sayang, bahkan dengan serangan kekuatan penuh sekalipun, itu bahkan tidak bisa membuat formasi penghalang sedikitpun tergores. Sampai mereka pun mendengar sebuah perkataan yang membuat tubuh semua murid yang ada di sana bergidik ngeri.
“Menyerah dan terima nasib saja. Masing-masing dari kalian hanya perlu mati satu kali saja kok. Tidak kurang~, tidak lebih~.” Ucap Ling Feng dengan santainya membuat semua orang yang ada di sana bergidik ngeri lalu refleks menoleh ke arah Ling Feng.
Pada saat itulah mereka melihat tatapan serta aura membunuh Ling Feng yang begitu besar, bahkan tidak sedikit dari mereka yang merasakan ketakutan ketika melihat Ling Feng yang saat ini jauh lebih mengerikan ketimbang yang sebelumnya. Aura membunuh yang terpancar dari tubuhnya seakan-akan dirinya serius akan membunuh mereka.
“Baiklah senior-senior aku datang!” Ucap Ling Feng seraya sedikit berteriak lalu menerjang ke arah murid-murid sekte yang memandang ke arahnya dengan rasa ketakutan yang luar biasa.
“Akh tidak! Jangan kemari! Jangan kemari! Akhhhhhhhh...!” Teriakan semua murid sekte sebelum di hajar habis-habisan oleh Ling Feng malam itu juga.
>>>>>>______
Satu Jam Kemudian di Tempat Pelatihan
“Fyuhhhhh... Benar-benar sangat menyenangkan. Rasanya tidak buruk juga ya melakukan ini.” Ucap Ling Feng seraya menyarungkan kembali pedangnya tersenyum puas. Ia lantas menoleh ke arah semua murid yang telah terbaring dengan pandangan mata yang kosong menatap ke arah langit-langit. Bahkan tidak sedikit yang tubuhnya masih bergetar saat ini, karena apa yang Ling Feng lakukan benar-benar seperti yang di katakan sebelum nya.
Ya, walaupun ia tidak benar-benar membunuh seperti yang ia katakan sebelumnya. Pemuda itu refleks tersenyum lalu berkata cukup lantang dimana suaranya dapat di dengar oleh semua murid-murid yang ada di sana.
Semua orang yang ada di sana benar-benar kehabisan kata-kata ketika Ling Feng berkata seperti itu. Hanya ada satu kalimat yang ada di dalam benak hati mereka untuk mendeskripsikan apa yang telah Ling Feng lakukan kepada mereka.
“Baji*gan kecil yang benar-benar gila!” Umpat semua orang yang ada di sana tanpa ragu sedikit pun mengatakan nya dengan lantang. Ling Feng yang mendengar itu kembali tertawa puas. Semua murid yang ada di sana pun perlahan mendapatkan kembali kesadaran nya. Pikiran mereka pun sudah kembali tenang, walaupun tenaga mereka saat ini benar-benar sudah terkuras habis untuk menghadapi Ling Feng sebelumnya.
“Baiklah aku akan bertanya sekali lagi, bagaimana rasanya dekat dengan kematian senior-senior?” Tanya Ling Feng sekali lagi, dan kali ini dengan raut wajah serius.
“T-tentu saja menakutkan. Kami semua benar-benar berpikir, bahwa kau tidak bercanda dan berniat ingin membunuh kami semua saudara.” Ucap salah satu murid yang ada di sana di anggukki oleh yang lainnya tanda setuju dengan ucapan yang ia katakan.
“Memang benar kematian itu sangatlah menakutkan. Akan tetapi, ada satu fakta baik dari orang yang dekat dengan kematian. Semakin dekat seseorang dengan kematian, semakin besar juga kesempatan orang tersebut untuk melampaui batasan dirinya.” Ucap Ling Feng dengan tegas yang membuat semua murid yang ada di sana tertegun ketika mendengarnya.
Ling Feng tersenyum tipis lalu dirinya pun berkata kembali, “Mungkin kalian semua telah melakukannya tanpa sadar, tapi semua yang ada di sana telah benar-benar melampaui batasan diri masing-masing ketika berhadapan dengan ku tadi.” Jelas Ling Feng lagi membuat semua murid yang ada di sana saling pandang.
“Tidak percaya? Kalau begitu aku akan menunjukkan nya kepada kalian.” Ucap Ling Feng lagi lalu dirinya pun menyapu pandangan matanya lalu memilih murid secara acak dan pilihannya jatuh ke salah satu murid yang berada di tengah-tengah.
“Kemarilah.” Ucap Ling Feng memanggil murid tersebut. Seorang murid yang dipanggil oleh Ling Feng awalnya terkejut, namun dirinya tetap maju ke depan menuruti perkataan Ling Feng.
“Keluarkan Qi pedangmu.” Ucap Ling Feng sesaat murid tersebut sampai di depannya. Mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Feng, sontak murid tersebut pun terkejut ketika mendengar nya, pasalnya ia masih belum bisa melakukan seperti yang dikatakan oleh Ling Feng.
“T-tapi saudara... Aku...” Ucapannya terhenti ketika melihat tatapan Ling Feng yang seakan-akan berkata tidak menerima penolakan. Semua murid yang ada di sana pun juga berpikiran hal yang sama, pasalnya mereka juga menyadari bahwa murid tersebut masih belum bisa menggunakan Qi pedangnya, walaupun dirinya sudah memahami nya secara teori.
Walaupun begitu Ling Feng masih tetap diam seraya menatap acuh tak acuh ke arahnya membuat murid tersebut pun mau tidak mau melakukan apa yang di katakan oleh Ling Feng. Seraya memejamkan kedua matanya ia pun melakukan apa yang di pinta oleh Ling Feng yaitu mengeluarkan Qi Pedangnya.
Hening beberapa saat. Murid yang di pinta oleh Ling Feng untuk mengeluarkan Qi pedang masih tidak berani membuka kedua matanya, akan tetapi suasana heningnya membuat dirinya benar-benar sangat penasaran untuk melihatnya. Ia pun perlahan membuka matanya lalu melihat reaksi semua orang yang ada di sana menatap kosong ke arahnya, tidak lebih tepatnya ke arah pedang yang ia genggam.
Pemuda itu pun ikut juga mengikuti pandangan semua orang yang ada di sana, dan pada saat itulah dirinya di buat tidak percaya dengan apa yang dilihat oleh kedua matanya saat ini. Pasalnya aura yang terpancar dari pedangnya kali ini bukanlah sensasi ketika ia memasukkan Qi ke pedangnya seperti biasanya.
Aura yang terpancar dari pedangnya kali ini lebih tajam dan lebih intens ketimbang Qi biasanya yang ia alirkan kepada pedangnya. Tentu saja dirinya menyadari itu, karena ia sudah sangat hafal dengan teori tersebut, yang menandakan bahwa aura yang terpancar dari pedangnya saat ini adalah Qi Pedang.
“Bagaimana? Aku tidak berbohong bukan.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum lebar.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.