
Para warga desa itu juga sangat mengandalkan penghasilan mereka dari sungai sebagai mata pencaharian mereka. Bahkan hampir keseluruhan warga desa berprofesi sebagai nelayan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, tapi semua aktivitas itu harus terhenti, sejak munculnya seekor beast air yang ukurannya sangat besar luar biasa.
“Beast air berukuran raksasa, kah.” Gumam Ling Feng yang semakin penasaran dengan ceritanya.
>>>>>>______
“Kenapa kau tidak membayar beberapa ahli tingkat tinggi untuk melakukan hal itu?” Tanya Hao Xiang.
“Aku sudah melakukan hal itu dan hasilnya nihil tuan, para kultivator yang ku bayar semuanya terbunuh oleh beast raksasa itu. Terlebih lagi, beast raksasa ini juga mempunyai kecerdasan, pernah kala itu aku membayar seorang ahli tingkat tinggi, namun dirinya sama sekali tidak menunjukkan wujudnya. Beast itu seakan-akan sadar, bahwa lawannya jauh lebih kuat dari dirinya.” Kata pemimpin desa seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Bagaimana dengan wujudnya? Apakah ada yang tahu tentang itu?” Tanya Ling Feng.
Pemimpin desa menghela nafas panjang seraya menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, “Tidak ada yang pernah melihat wujud dari beast raksasa itu, setiap ia menyerang perahu-perahu kami, ia menyerangnya dari bawah air tanpa menampakkan wujudnya sama sekali, akan tetapi melihat bayangan yang terpantul dari air, kami dapat memastikan bahwa monster itu mempunyai wujud yang besar.” Jelas pemimpin desa.
Pemimpin desa juga berkata, banyak para warganya yang melapor, mengaku mendengar suara keras berasal dari sungai ketika malah hari. Lalu tidak lama kemudian, rumor bahwa itu adalah seekor beast raksasa pun tersebar di desa. Ling Feng yang mendengar itu pun terdiam, mendengar cerita dari pemimpin desa, memang tidak salah lagi bahwa itu adalah seekor beast raksasa, namun yang menjadi masalah ia mempunyai kecerdasan, dan beast terlahir dengan intuisi yang tajam, jadi tidak mudah untuk menipunya.
“Aku mohon tuan-tuan tolong bantu desa kami, jika terus begini, maka desa kami akan kehilangan satu-satunya mata pencaharian kami.” Ujar pemimpin desa sekali lagi. Ia bahkan tidak ragu-ragu untuk bersujud tepat di hadapan Ling Feng, saking putus asanya ia menghadapi situasi desanya itu.
Bukan hanya pemimpin desa saja, bahkan beberapa anak buah pemimpin desa yang kebetulan berada di sana juga melakukan hal yang sama, bersujud tepat di hadapan Ling Feng.
“Haihhhh... Kau ini seorang pemimpin, jadi bersikaplah layaknya seorang pemimpin. Aku tahu kau sangat putus asa dalam menghadapi situasi desa mu, namun bukan berarti kau harus merendah sampai seperti itu juga.” Kata Ling Feng mengangkat salah satu jarinya dan pemimpin desa dan anak buahnya, yang awalnya bersujud langsung bangkit dari posisinya itu.
“Tenang saja. Walaupun saat ini aku masih belum mendapatkan sebuah cara, tapi aku akan tetap membantu desa ini.” Kata Ling Feng menerima permintaan pemimpin desa. Mendengar hal itu, pemimpin desa tidak bisa untuk tidak merasa terharu, bahkan tanpa ia sadari air matanya sudah mengalir dan hendak kembali bersujud, namun hal itu langsung di tahan oleh Hao Xiang.
“Jangan melakukan hal itu lagi, guru ku tidak suka. Jika kau memang sungguh ingin berterima kasih, bersikaplah seperti biasanya.” Kata Hao Xiang.
“A-aku mengerti. Maaf atas ketidaksopanan ku tuan-tuan. Jujur saja aku tidak tahu harus berkata apa-apa lagi untuk berterima kasih kepada kalian berdua.” Kata pemimpin desa.
“Jangan terlalu cepat berterima kasih kepadaku, aku masih belum melakukan apapun.” Timpal Ling Feng.
>>>>>>______
Setelah selesai berbincang-bincang dengan pemimpin desa, Ling Feng dan Hao Xiang pun memutuskan untuk langsung pergi ke pinggiran sungai melihat langsung situasi nya. Awalnya pemimpin desa menawarkan keduanya untuk istirahat terlebih dahulu, namun Ling Feng menolak nya ia hanya meminta pemimpin desa untuk menemani nya ke pinggiran sungai.
Setelah Ling Feng sampai di pinggiran sungai, dirinya memang dapat merasakan sebuah sebuah energi yang sangat besar berada di dasar sungai. Jika memang benar apa yang dikatakan oleh pemimpin kota, ia tidak bisa begitu saja bergerak tanpa rencana, pasalnya jika beast itu menyadari ancaman, pastinya ia akan langsung kabur ke dasar sungai, dan itu akan menjadi sangat sulit untuk memancingnya kembali. Rencananya benar-benar harus sangat mantang.
Setelah beberapa saat berpikir, Ling Feng pun sudah menyusun sebuah rencana nya. Ling Feng pun memberitahukan rencananya itu kepada pemimpin desa, mendengar rencana Ling Feng, ia sedikit terkejut, karena rencananya itu sama sekali tidak melibatkan satu pun warga desa nya.
“A-anu tuan... Mengenai rencana itu, apakah kamu benar-benar serius?” Tanya pemimpin desa memastikan.
“Ya aku serius dengan rencana itu, apakah ada yang masalah dengan rencana ku?” Ling Feng balik bertanya.
“T-tidak tuan. M-maafkan aku, karena bertanya yang tidak-tidak.” Kata pemimpin desa.
“Ya apapun itulah, untuk sekarang aku minta tolong kepada mu untuk menyiapkan sebuah kapal. Sisanya biar aku yang urus.” Kata Ling Feng yang langsung di anggukki pemimpin desa, lalu memerintahkan salah satu anak buahnya untuk mempersiapkan apa yang Ling Feng pinta kepada nya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, sebuah kapal kecil yang ia pesan telah siap di pinggir sungai. Tanpa basa-basi Ling Feng langsung naik ke atas kapal kecil itu dan mendayung nya perlahan-lahan ke tengah sungai. Apa yang Ling Feng lakukan tentunya menarik banyak perhatian, dan banyak yang berharap bahwa Ling Feng berhasil mengatasi beast raksasa itu kali ini.
Setelah mendayung cukup lama, Ling Feng pun sampai di tengah-tengah sungai. Sembari menjaga kapalnya supaya tidak hanyut oleh arus, Ling Feng juga sesekali melakukan gerakan mendayung yang menarik perhatian. Selang beberapa saat, Ling Feng merasakan beast raksasa yang awalnya berada di dasar sungai, tiba-tiba melakukan pergerakan.
“Dia datang.” Batin Ling Feng dan langsung memberikan isyarat kepada Hao Xiang yang berada di pinggir sungai, melihat isyarat yang di berikan oleh Ling Feng, Hao Xiang tanpa pikir panjang langsung terbang cukup tinggi di langit.
Semakin lama, pergerakan beast raksasa itu semakin cepat, dan akibat dari pergerakan itu, arus sungai pun tiba-tiba menjadi sangat deras. Selang beberapa saat kemudian, sebuah pusaran air dengan ukuran yang besar tercipta di dekat perahu Ling Feng.
Ling Feng yang melihat pusaran air itu tentunya tidak mendekati nya, ia menjaga kapalnya untuk tetap stabil tidak terbawa arus pusaran air tersebut. Hao Xiang yang berada di langit-langit, akhirnya bisa melihat dengan jelas bayang-bayang dari beast raksasa itu, “Oh jadi kau berada di sana beast jelek.” Katanya seraya langsung mengumpulkan Qi, memasang kuda-kudanya.
“Teknik Api Phoenix: Tinju Api Pemecah Gunung.” Kata Hao Xiang melancarkan serangan kepada bayang-bayang beast raksasa yang berada di dalam air itu.
Swushhhh... Boooommmm...!
Groaaarrrr......!!
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.