
"K-kau bagaimana bisa." Ucap Gui Ying terkejut dengan Ling Feng yang sedetik kemudian sudah berada di sampingnya. Gui Ying pun langsung melangkah mengambil jarak dari tempat ia berpijak. Setelah ia mengambil jarak, dirinya pun kembali terkejut dengan Ling Feng yang sudah menghilang dari sana.
Refleks ia pun mengalihkan pandangannya ke tempat ia menyerang Ling Feng. Lagi-lagi ia terkejut dengan sang empu tersebut disana tidak bergeming sedikitpun. "Apa-apaan ini?! aku Gui Ying komandan iblis yang ahli dalam teknik beladiri kecepatan kalah unggul dari seorang bocah manusia." Batin Gui Ying terkejut.
"Tidak! Itu tidak mungkin! Aku tidak mungkin kalah dalam hal kecepatan apalagi lawan ku hanyalah seorang bocah manusia. Aku tidak mengakui nya." Batin Gui Ying menolak keras. Ia menggertakkan giginya kembali menghilang dari semua pandangan mata.
Ling Feng yang melihat bahwa Gui Ying mulai tidak tenang hanya memasang senyum simpul di wajahnya yang mana itu bisa di lihat oleh Gui Ying. "Kep*rat manusia! Aku tidak akan kalah dalam hal kecepatan. Lihat saja akan kubunuh kau dalam sekejap bocah!" Teriak Gui Ying yang masih menghilang menampakkan diri di sekitar Ling Feng.
"Iya, iya, berusahalah tidak menyenangkan jika rasanya melawan musuh yang tidak dalam kekuatan penuh nya." Kata Ling Feng di sela-sela menahan Gui Ying yang menyerang nya dari segala arah.
Anak buah Gui Ying yang menyaksikan itu benar-benar tidak menyangka akan hal tersebut. "Hahahaha manusia itu cari mati. Komandan sudah menggunakan kecepatan tertingginya pasti dia tidak akan bertahan lama lagi dan mati." Kata salah satu anak buah Gui Ying.
"Apakah benar seperti itu, Aku lihat-lihat Pemuda manusia itu terlihat tidak tertekan sama sekali. Bahkan ia dapat menangkis serangan komandan dengan mudah. Aku ragu komandan yang di tekan saat ini." Timpal yang lainnya.
"Kau benar. Walaupun terlihat komandan lebih banyak melancarkan serangan kepada pemuda itu, tapi dilihat dari pemuda yang mudah menahan serangan dan juga kecepatan yang ia gunakan untuk muncul di dekat komandan tadi seperti bukan hanya gertakan semata. Aku takut bocah manusia itu lebih cepat dari komandan." Timpal lainnya lagi.
Gui Ying menggertakkan giginya kesal bercampur dengan marah. "Kenapa?" Batinnya dalam hati. Tinju yang ia lancarkan dengan kekuatan penuh dapat ditahan dengan mudah oleh Ling Feng.
Tappppppp
Bughhkkkkkk
Bughhkkkkkk
"Kenapa…?" Batinnya lagi kembali menghilang dan meningkatkan kecepatannya. Bahkan kali ini ia terlihat ada dua saking cepat pergerakan tubuhnya saat ini, namun walaupun sudah mencapai titik kecepatan penuhnya Ling Feng masih dengan jelas mengikuti gerakan nya yang sangat acak itu.
Tappppppp
Bughhkkkkkk
Bughhkkkkkk
"Kenapa, Kenapa, kenapa…! Aku sama sekali mengenai tubuh dari bocah Manusia itu! Kenapa?!" Batin Gui Ying teriak dalam hatinya. Ia mengumpulkan seluruh kekuatan penuh nya dalam satu tinju dan mengarahkan nya kepada Ling Feng.
"Terima ini bocah sia*an!" Teriak Gui Ying melancarkan tinju dengan penuh energi hitam.
Bammmmmm
Gui Ying mengambil nafas sejenak. Kepulan asap yang sangat tebal langsung memenuhi pandangan matanya. "Sial! Aku benar-benar mengerahkan seluruh kemampuan ku hanya untuk bocah manusia ini?! Kukira karena ia masih muda, pengalaman bertempur nya masih awam dan hanya mengandalkan ranah tinggi nya saja, tapi ia benar-benar mampu bertahan dari semua serangan ku." Gumamnya sembari mengatur pernafasan nya yang kacau.
"Benar sekali. Sekuat apapun pertahanan bocah manusia itu, tetap saja ia tidak akan bisa menahan sepenuhnya serangan kecepatan tingkat tinggi itu." Timpal yang lainnya setelah melihat pertarungan Gui Ying dan Ling Feng yang intens itu.
"Ehhhhh benarkah itu? Haihhhh yang benar saja, masa iya itu adalah kecepatan tingkat tinggi milik komandan kalian? Ckkkk benar-benar mengecewakan." Ucap Ling Feng yang berada di belakang kerumunan anak buah Gui Ying.
Deggghhh…Deggghhh
"S-sejak kapan bocah manusia ini berada di belakang kami?!" Batin Seluruh anak buah Gui Ying yang terkejut dengan Ling Feng yang ternyata sudah berpindah di belakang mereka. Bahkan Gui Ying yang paling terkejut akan hal itu.
"Sepertinya aku terlalu berharap tinggi dari mu ya." Ucap Ling Feng lagi kini berjalan selangkah demi selangkah mendekati Gui Ying. Gui Ying secara insting mundur beberapa langkah. "Apa ini?! Aku mundur beberapa langkah? dan lagi yang membuat ku refleks melakukan hal itu adalah bocah manusia?!" Batin Gui Ying.
"Hohhhhh insting mu seperti nya berkata lain dengan pikiran mu saat ini ya." Kata Ling Feng terkekeh pelan. "Ya apapun itu tetap saja aku tidak akan berterima kasih kepada mu, karena kau sama sekali tidak menghibur ku." Ucap Ling Feng lalu menjentikkan jarinya.
"Ehhhhh…Apa yang terjadi pada tubuh ku? kenapa semuanya menjadi gelap?" Gumam Gui Ying dan kehilangan kesadarannya saat itu juga.
Booooommmm
Booooommmm
Booooommmm
…
"Ehhhhh apakah ini surga? tapi, ini tidak terlihat seperti sedang berada di surga." Gumam wanita tersebut yang perlahan mulai mendapatkan kesadaran nya kembali. "Tunggu…Luka-luka ku?" Gumam nya lagi terkejut, karena luka dalam yang ia alami sembuh. Bahkan ia tidak merasakan racun yang berada di dalam tubuh nya.
"Yoo nona kau sudah sadar rupanya." Ucap sosok pria yang tiba-tiba muncul di sampingnya membuat nya terkejut dan refleks melayangkan pukulan ke arah wajah pria tersebut tentunya mengandung Qi juga di dalamnya, tetapi…
Tappppppp
"Bagaimana bisa kau melakukan hal kejam seperti itu kepada penyelamat mu nona." Ucap sosok pria tersebut menahan tamparan wanita tersebut dengan memegang lengannya.
Wanita tersebut langsung menjaga jarak dari pria tersebut memasang sikap waspada, namun sedetik kemudian langsung jatuh kembali, karena hilang keseimbangan. "Tenang saja nona. Lebih baik kau pulihkan kondisi tubuh mu terlebih dahulu. Walaupun luka-lukanya sudah sembuh dan racunnya telah di keluarkan." Kata pria tersebut bangkit pergi dari sana.
Wanita tersebut hanya diam saja lalu mengalihkan pandangannya terkejut ketika melihat pemandangan didepan matanya. "A-apa yang telah terjadi di sini?!" Batin wanita tersebut terkejut membelalakkan matanya melihat pemandangan mengerikan didepan matanya saat ini.
\=> Bersambung