
Pemimpin kelompok tersebut yang mendengar itu langsung berkata memerintahkan anak buah kelompoknya, "Bunuh pemuda itu sekarang juga!" Perintah pimpinan kelompok tersebut. Mendengar perintah dari ketua kelompoknya seluruh anggota kelompok langsung bergerak mengelilingi Ling Feng. Ling Feng sendiri hanya memandang sekilas dari semua orang yang ingin mengepungnya itu.
"Masing-masing sudah diranah Mahaguru Bintang 1 dan paling tinggi ranah Mahaguru Bintang 7 pimpinan kelompok ini. Keluarga He sepertinya bukanlah Keluarga biasa." Batin Ling Feng memandang sekilas semua orang yang ingin membunuhnya.
"Persetan dengan semua itu, toh serumit apapun itu tinggal bunuh saja." Batin Ling Feng tidak mau ambil pusing memikirkan hal yang rumit.
Sebelumnya di Keluarga He
"Salam Kepala Keluarga" Ucap Tetua dari keluarga He tersebut memberi salam kepada pemimpin keluarga He.
"Bagaimana Tetua apakah kau sudah menemukan orang yang membuat anak ku menjadi seperti itu? lalu bukankah ini adalah pemuda yang kau bawa tadi? siapa yang berani melakukan hal ini kepada keluarga He?" Tanya beruntun pria sepuh yang tidak lain adalah Kepala Keluarga He. Tetua yang diutus tersebut menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Aku belum menemukannya Kepala Keluarga akan tetapi hamba, bertemu dengan orang yang diduga adalah teman dari orang yang membuat cacat tuan muda." Tetua Keluarga He menceritakan tentang kejadian tadi.
"Lalu orang ini juga yang membunuh pemuda dari keluarga kita didepan banyak orang saat itu." Kata Tetua tersebut kembali. Kepala Keluarga He yang mendengar itu seketika meledakkan aura kultivasinya ketika mendengar berita tersebut. Seluruh tetua yang hadir disana seketika merasakan sesak akibat aura yang dikeluarkan disertai aura membunuh sangat kuat keluar dari Kepala Keluarga mereka.
"Kep*rat!! Sudah berani membuat anak ku cacat sekarang berani-beraninya ia melakukannya ini terhadap keluarga He. Kedua orang ini harus mati saat ini juga." Kepala Keluarga He naik darah saking marahnya kepada Ling Feng dan Long Tian. Kepala Keluarga He langsung menoleh kepada salah satu tetua yang ada disana dan berkata dengan nada yang tidak bisa dibantah sama Sekali.
"Perintahkan kelompok malam darah untuk membunuh kedua pemuda ini sekarang juga!" Perintah Kepala Keluarga He kepada salah satu tetua yang berada disana. Mendengar hal itu salah satu tetua disana langsung bergegas pergi dari ruangan untuk melaksanakan perintah Kepala Keluarga He mereka.
"Tidak akan kubiarkan hidup orang yang berani memperlakukan Keluarga He seperti ini." Gumam Kepala Keluarga He duduk kembali di kursi pemimpin keluarga lalu mengalihkan pandangannya kepada tetua yang ia perintahkan tadi.
"Tetua tolong urus mayat pemuda Keluarga kita, kematiannya tidak akan sia-sia." Pinta Kepala Keluarga He kepada tetua tersebut. Mendengar perintah dari Kepala Keluarga He, tetua tersebut menganggukkan kepalanya lalu izin pamit dari ruangan.
Kembali ke Ling Feng
Kelompok yang ingin membunuhnya itu berjumlah enam orang ditambah dengan pemimpinnya menjadi tujuh orang. Tidak ada yang bergerak sama sekali baik Ling Feng maupun kelompok malam darah Keluarga He ini. Sampai Ling Feng memulai pergerakan terlebih dahulu dan dengan sigap enam orang tersebut langsung bergerak juga.
Tingggg
Tingggg
Tingggg
Tingggg
Tingggg
Tingggg
Suara Yin Black Sword berbenturan menangkis enam senjata pisau terbang kelompok malam darah. Pemimpin kelompok tersebut yang melihat Ling Feng dapat menahan keenam pisau terbang tersebut terkejut melihatnya.
Bagaimana tidak, seluruh anggota kelompoknya melempar pisau terbang itu tepat dimana seseorang akan sulit menangkisnya, tetapi Ling Feng yang sedang memapah anak kecil dalam gendongannya dengan mudah menahan enam pisau terbang tersebut tanpa meleset sedikit pun.
Bahkan anggota kelompok yang menyerangnya juga terkejut melihat Ling Feng dengan mudahnya menahan serangan mereka. Melihat reaksi dari kelompok yang ingin membunuhnya itu Ling Feng terkekeh meremehkan sembari berkata, "Terkejut? Ini semua masih awal aku harus kembali sebelum anak ini bangun. Oleh karena itu, jangan terkejut kalau aku membunuh kalian dengan cepat." Kata Ling Feng sembari terkekeh meremehkan.
Pemimpin kelompok yang mendengar itu merasa tidak senang dengan perkataan Ling Feng, lantas ikut bergerak menyerang Ling Feng.
"Serang! jangan beri jeda sedikitpun kita harus membunuhnya sekarang juga." Perintah Pemimpin tersebut kepada anggotanya. Seluruh anggota tersebut langsung bergerak kembali menyerang Ling Feng berserta dengan pemimpin mereka. Ling Feng sendiri hanya diam saja membiarkan kelompok tersebut menyerangnya.
"Teknik Halilintar Langit: Langkah Kilat." Dalam sekali Langkah Ling Feng langsung berpindah tempat dan tiga orang yang menyerang Ling Feng itu hanya melewati angin saja. Ling Feng muncul dibelakang salah satu anggota yang memperhatikan dari belakang menuggu momentum. Sebelum orang tersebut sadar Ling Feng langsung mengayunkan pedangnya.
"Mati"
Shringgggggg
Crassssshhh
Dalam sekali ayunan pedang Ling Feng berhasil membunuh anggota kelompok tersebut dengan mudah. Pemimpin kelompok yang melihat itu tidak bisa melihat ayunan Ling Feng sama sekali saking cepatnya. Awalnya ia mengira Ling Feng hanyalah pemuda yang lemah tanpa aura sesuai informasi yang didapatkan. Tetapi, Melihat langsung cara Ling Feng bertarung dan dengan mudahnya membunuh orang, pemimpin kelompok itu membuang jauh-jauh pemikiran tersebut.
Pemuda yang mereka hadapi bukanlah pemuda lemah tanpa aura, melainkan seorang master muda yang sengaja menekan kultivasinya.
"Jangan terkejut seperti itu, aku baru saja mulai." Bisik Ling Feng yang membuat Pemimpin kelompok tersebut refleks mudur kebelakang dan berhasil menghindari tebasan Ling Feng.
Shringgggggg
"Kau bilang ini pemuda lemah? bahkan aku yakin jika Kepala Keluarga He yang melawannya belum tentu ia akan menang." Batin pemimpin kelompok tersebut yang berhasil selamat dari tebasan Ling Feng.
"Hehhhhh kau berhasil menghindarinya, tetapi sayang tidak dengan anak buah mu." Kata Ling Feng dengan pedang berlumuran darah sembari menyeringai lebar.
Pemimpin kelompok tersebut yang mendengar itu penasaran, ia lalu mengalihkan pandangannya ke anggotanya dan terkejut melihat kelompoknya terdiam tidak bergerak sama sekali, lalu beberapa detik kemudian satu persatu kepalanya terpisah dari tubuhnya.
"Dalam satu serangan semuanya mati. Keluarga He telah menyinggung seorang monster." Batin Pemimpin tersebut menatap ngeri Ling Feng yang memasang seringai lebar diwajahnya. Bergetar seluruh jiwa raganya ketika melihat Ling Feng masih bisa tersenyum ketika membantai orang.
"Sudah kubilang, kan. Aku akan membunuh kalian dengan cepat lalu berkunjung ke Keluarga He untuk meminta kompensasi tentang hal ini. Oleh karena itu…" Ling Feng menggantung perkataannya melangkah kedepan dan…
Shringgggggg
"Matilah dengan cepat" Lanjut Ling Feng dalam sekali langkah menggunakan kecepatan penuhnya dan langsung menebas kepala Pemimpin kelompok tersebut dalam sekali tebas.
Setelah membantai habis sekelompok itu, Ling Feng langsung mengeluarkan elemen apinya membersihkan mayat dan jejak pertempurannya sebelum diketahui oleh orang lain. Baru setelah itu ia kembali ke penginapan.
Didepan penginapan terlihat seorang wanita yang sedang berjalan bolak balik dengan raut wajah cemas akan sesuatu, namun terlihat lega setelah melihat Ling Feng kembali dengan anak kecil dalam pangkuannya.
"Mohon maaf tuan muda, sepertinya anak ku merepotkan mu dalam perjalanan tadi." Ucap wanita tersebut yang tidak lain adalah Ibu Jia kecil. Ling Feng yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya berkata, "Tidak, Jia'er tidak merepotkan ku sama sekali." Kata Ling Feng memberikan Jia kecil kepada Ibunya lalu berlalu lalang kembali ke kamarnya.
Namun sebelum masuk ke kamarnya ia mampir sesaat ke kamar Long Tian.
Tok…Tok…Tok
"Paman apakah kau didalam" Ling Feng mengetuk-ngetuk pintu kamar Long Tian. Lalu terdengar suara dari dalam mengijinkan masuk.
"Masuk saja Feng'er tidak dikunci pintunya." Ucap Long Tian dari dalam. Ling Feng yang mendengar itu langsung masuk kedalam dan seketika sedikit terkejut melihat pemandangan kamar Long Tian yang ramai akan mayat yang sama dengan kelompok yang menyerang Ling Feng.
>>>>> Bersambung