Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Sosok Yang Tidak Terduga


Lu Xong membelalakkan kedua matanya terkejut, karena tidak merasakan perasaan menyakitkan dari tubuhnya. Ia lalu melirik ke arah Ling Feng yang menyeringai kepadanya. “Bukankah sudah kubilang kau tidak akan ku biarkan pergi dari sini sampai kau menjawab seluruh pertanyaan ku.” Ucap Ling Feng menyeringai, membuat bulu kunduk Lu Xong berdiri merinding, ketika melihat seringai pemuda tersebut.


“Katakan semua yang kau ketahui dan jelaskan, mengenai artefak yang kau cari di kota Cheng Du, dan mengapa jendral iblis sangat membutuhkan artefak tersebut.” Tanya Ling Feng langsung pada intinya. Membuat Lu Xong terkejut bukan main, ketika Ling Feng mengetahui informasi yang seharusnya, hanya diketahui oleh dirinya dan para saudaranya saja. “K-kau bagaimana kau bisa mengetahui tentang informasi tersebut?!” Lu Xong balik bertanya kepada Ling Feng dan hasilnya Ling Feng langsung membanting keras tubuh Lu Xong ke tanah.


Booommmm


Kraaakkkkk


“Saat ini, kau sedang tidak dalam posisi bisa mengajukan pertanyaan. Kau hanya punya pilihan untuk menjawab pertanyaan ku saja.” Ucap Ling Feng acuh tak acuh kepada Lu Xong yang langsung muntah darah kembali, karena organ dalamnya, terutama bagian tulangnya benar-benar akan hancur sepenuhnya ketika Ling Feng membantingnya sekali lagi.


“Kekeke... Bunuh saja aku kalau begitu. Lebih baik aku mati, daripada harus menjawab pertanyaan yang kau ajukan.” Ucap Lu Xong yang malah menantang Ling Feng.


“Ya... Aku sudah menduga bahwa ksu akan berkata seperti itu. Akan tetapi, biasanya itu bertahan hanya sampai mereka di siksa habis-habisan.” Ucap Ling Feng kembali menyeringai.


Deggghhh... Deggghhh...


Melihat seringai tercetak di wajah Ling Feng, bulu kunduk Lu Xong kembali merinding. “A-apa maksud mu?” Lu Xong bertanya dengan gugup. Ling Feng tidak menjawabnya dan hanya menutup kedua matanya sementara, selang beberapa detik kemudian ia sontak membuka kedua matanya menatap tajam Lu Xong yang membuat iblis tersebut seketika terkejut dan tiba-tiba pandangannya menjadi kosong.


Beberapa menit hanya ada keheningan sejenak. Sampai setelah itu, tubuh Lu Xong tiba-tiba berteriak pilu bahkan seperti kerasukan. “AKHHHH...! APA INI! APA INI! HENTIKAN SEKARANG JUGA! TOLONG HENTIKAN SEKARANG JUGA!” Teriak Lu Xong seraya berguling-guling tidak memperdulikan tubuhnya yang terluka parah. Ia hanya berteriak hsiteris layaknya orang yang telah kehilangan akalnya.


“Coba saja kau tahan... Bahkan untuk sekelas Magical Beast Tingkat Langit saja tidak bisa menahannya.” Ucap Ling Feng tanpa beban terkekeh mengejek. “AKU AKAN BICARA! AKU AKAN BICARA! AKU AKAN BICARA, OLEH KARENA ITU TOLONG! TOLONG LEPASKAN AKU!” Teriak Lu Xong yang sudah tidak dapat menahan rasa sakitnya lagi di bagian kepalanya.


“Ckkkk... Bukankah terlalu cepat untuk menyerah sekarang? Setidaknya jadilah sedikit keras kepala sebentar. Dasar membosankan.” Keluh Ling Feng seraya menghembuskan nafasnya kasar. “Rada menyesal aku menggunakan trik ini terlalu cepat, akan tetapi ya sudahlah. Sudah terlanjur seperti ini.” Lanjutnya kembali berkata menarik kembali trik yang Ling Feng tancapkan kepadanya.


“Kali ini dengarkan aku. Aku akan bertanya sekali lagi, jadi jawablah dengan benar. Jangan coba-coba untuk mencoba berbohong, kalau tidak mau mendapatkan hal yang mengerikan dari yang tadi.” Ucap Ling Feng mengubah nada bicara menjadi serius. Lu Xong yang seluruh tubuhnya bergetar menganggukkan kepalanya dengan cepat.


“Katakan semua yang kau ketahui mengenai artefak yang kau cari di kota Cheng Du ini? Dan mengapa jendral iblis atau apalah itu sangat membutuhkan artefak tersebut?” Ling Feng kembali mengajukan pertanyaan yang sama.


“B-baiklah aku akan menjawab pertanyaan mu.” Ucap Lu Xong dengan nada bergetar. Ia mengambil sedikit nafas lebih panjang dan kembali berkata, “S-sebenarnya artefak itu adalah...” Ucap Lu Xong belum selesai, karena tiba-tiba terdengar suara yang memotong perkataannya.


“Sangat menyedihkan... Mengurus seorang pemuda manusia saja, tidak mampu.” Suara yang tiba-tiba muncul membuat Ling Feng sedikit terkejut dan langsung melompat cukup jauh dari Lu Xong.


Shringgggg


Crasssshhh


Sosok tersebut mempunyai bentuk tubuh manusia, namun aura yang di pancarkan darinya sama persis dengan Lu Xong. Selain daripada itu, kekuatan nya pun tidak bisa di remehkan, karena kehadiran dirinya tidak dapat dirasakan oleh Ling Feng. Sebuah senyuman tercetak di wajah sosok tersebut, ia lalu melirik ke arah Lu Xong dan berkata, “Ya aku sudah menduga bahwa tugas untuk menaklukan kota Cheng Du itu, terlalu berat bagimu dan saudara-saudara mu. Tepat seperti yang dikatakan oleh Cai Shen. Untung saja aku mengikuti sarannya untuk memeriksanya secara langsung. Jika tidak, aku pasti sudah tidak mempunyai wajah untuk menemui jendral iblis yang lainnya.” Ucap sosok tersebut berkata panjang lebar.


Terlihat Lu Xong terkejut dengan kehadiran sosok tersebut, lebih tepatnya ia benar-benar tidak menyangka bahwa sosok tersebut akan datang langsung kepadanya. “Ya walaupun kau gagal, tetapi aku tetap berterima kasih kok. Berkat dirimu yang menahan para manusia ini, aku jadi tidak terlalu sulit untuk mengambil benda artefak ini.” Katanya lagi seraya mengeluarkan sebuah kotak kecil dari cincin ruangnya.


“Oleh karena itu, kau sudah tidak diperlukan lagi.” Nada bicara sosok tersebut mendadak berubah menjadi terdengat lebih menyeramkan. Ia menjentikan jarinya, dan seketika tubuh Lu Xong yang awalnya sudah terbelah menjadi dua, tiba-tiba mendadak meledak.


Booooommmm


Ling Feng yang melihat kotak kecil tersebut menatapnya serius, jujur saja dirinya sangat penasaran dengan isi yang berada di dalam kotak tersebut, mereka bahkan sampai rela mengeluarkan pasukan yang begitu banyak hanya untuk mendapatkan benda tersebut. Sosok tersebut lalu teringat dan kembali mengalihkan pandangan nya kepada Ling Feng. “Ara~ Aku lupa masih ada pemuda manusia di sini. Jika dilihat-lihat wajah mu tampan juga ya, aku jadi ingin memakan mu.” Ucap sosok tersebut seraya sedikit menjulurkan lidahnya seraya tersenyum.


Ling Feng yang melihat senyuman itu merasa sedikit merinding, sosok tersebut menyadari bahwa Ling Feng merasa merinding ketika mendengar ucapannya. Dirinya pun berkata, “Xixixi... Kau ini sangat lucu ya. Aku jadi tidak sabar untuk melahap dirimu sekarang juga, akan tetapi sayang aku tidak bisa untuk saat ini. Jadi, bersabarlah untuk pertemuan kita yang berikutnya ya... Jangan sampai mati loh sampai kita bertemu lagi.” Ucap sosok tersebut lalu melangkah santai pergi dari sana, akan tetapi langkah kakinya dihentikan oleh ucapan Ling Feng.


“Tunggu dulu... Rasa penasaran ku masih belum puas. Selama rasa penasaran ku belum puas, kau tidak bisa meninggalkan tempat ini. Jika kusimpulkan dengan benar, kau ini adalah salah satu jendral iblis, jadi langsung saja. Artefak apa itu? Kenapa kalian sampai repot-repot hendak menaklukkan kota ini, hanya untuk sekedar mendapatkan sebuah kotak kecil itu?” Ucap Ling Feng membuat langkah kaki sosok tersebut terhenti.


“Xixixi... Pemuda zaman sekarang tidak sabaran ya. Terlebih lagi tidak bisa berkata dengan jujur. Seharusnya kau bilang saja, karena tidak ingin berpisah dari ku, tidak perlu repot-repot menggunakan alasan seperti itu tau.” Ucap sosok tersebut dengan nada menggoda.


“Jawablah... Aku tidak sedang bermain-bermain saat ini.” Ucap Ling Feng lagi dan kali ini ia menodongkan pedangnya ke arah sosok yang tidak lain adalah jendral iblis. “Ara~, Ara~, bukankah perkataan dan sikap mu itu terlalu kasar untuk seukuran perempuan~.” Ucap sosok tersebut kembali menggunakan nada menggoda.


Ling Feng tanpa pikir panjang langsung melancarkan tebasan pedang kepada sosok jendral iblis tersebut.


Shrinngggg


Kepulan asap pun tercipta dari tebasan pedang yang ia lancarkan. Ling Feng menatap serius sosok samar-samar di balik kepulan asap tersebut dan masih berdiri dengan tenang, lebih tepatnya sosok jendral iblis tersebut berhasil menghidari tebasan Ling Feng. “Huhhhh... Kau ini tipe pemuda yang kasar ya, akan tetapi aku menyukai itu. Oleh karena itu, bersabarlah dan siapkan dirimu ketika pertemuan kita kembali datang.” Ucap sosok jendral iblis tersebut tubuhnya perlahan bersinar.


“Memangnya kau berpikir bisa lolos begitu saja dari ku?” Ucap Ling Feng memasang kuda-kuda teknik pedang gandanya. Sosok jendral iblis itu pun tersenyum tipis lalu dirinya berkata.


“Oh ya aku lupa... Sebaiknya kau segera kembali ke kota, jika tidak orang tua yang kalian sebut wali kota itu, akan mati dalam waktu dekat ini.” Ucap Sosok jendral iblis tersebut seraya melambai-lambaikan tangannya pelan lalu menghilang. Ling Feng yang mendengar itu tentunya sedikit tidak menduganya dan berdecak dan pergi dari sana kembali ke kota.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.