Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Pertandingan Han Ying


Bing Jiao pun menadahkan kepalanya ke langit-langit, “Kakak aku pasti akan memenangkan turnamen ini.” Batin Bing Jiao. Pada saat itulah tatapannya bertemu dengan Qing Xian yang berada diseberang arena, yang mana Qing Xian juga sedang menatapnya, dan tanpa di sadari, keduanya sama-sama tersenyum.


“Aku pasti akan mengalahkan mu.” Batin Bing Jiao dan Qing Xian bersamaan.


>>>>>>_____


Pertandingan pun berlanjut, kali ini giliran Han Ying yang maju ke depan untuk bertanding. “Baiklah semua aku berangkat dulu ya.” Ucap Han Ying dengan senyum lebar di wajahnya melangkah dengan semangat naik ke atas arena.


Tetua Han dan Han Shen hanya bisa tersenyum masam melihat tingkahnya yang masih bisa tenang begitu saja padahal lawannya saat ini berada dua empat tingkat lebih tinggi darinya.


“Paman apakah Ying’er akan baik-baik saja? Mau dilihat bagaimana pun, ranah kultivasi nya kalah telak dari lawannya saat ini.” Ucap Han Shen khawatir dengan adiknya bungsunya itu.


“Kau tidak perlu khawatir Shen’er, Ying’er pasti akan baik-baik saja. Walaupun tidak menutup kemungkinan dirinya akan terluka nantinya, namun hal itu tidak sampai mengancam nyawanya. Jadi kau tidak perlu dan tenang saja. Lalu percayalah kepada Ying’er.” Ucap Tetua Han seraya melihat punggung gadis kecil yang merupakan keponakan nya itu. “Entah karena alasan apa, aku mempunyai firasat bahwa Ying’er akan memberikan perlawanan yang sulit untuk lawannya.” Katanya lagi.


Bing Jiao pun menganggukkan kepalanya dan ikut bersuara, “Itu benar pangeran kedua. Anda tidak perlu khawatir, Aku sangat yakin, saudari telah merencanakan sesuatu dan tidak berniat untuk kalah dengan mudah, bukankah Anda yang paling sangat mengenal sifat Saudari Ying.” Kata Bing Jiao.


Pertandingan ke lima adalah pertarungan Han Ying melawan perwakilan dari kekaisaran Wei. Adapun Perwakilan dari kekaisaran Wei itu adalah seorang pemuda yang sudah berada di ranah Bumi bintang empat, beda empat tingkat dari Han Ying yang berada di ranah Kaisar bintang sembilan. Identitas pemuda itu sama dengan Ju Yao yang juga seorang murid dari sekte lembah neraka. Mau dilihat dari sudut pandang manapun, perwakilan dari kekaisaran Wei sudah pasti menang dengan mudah, walaupun Han Ying tetap tidak peduli dan memasang wajah sangat bersemangat. Semua penonton sudah sangat yakin bahwa Han Ying akan kalah, dan menganggap bahwa Han Ying hanya buang-buang waktu saja.


“Pertandingan ke lima dimulai!” Teriak wasit tersebut seraya melompat keluar arena. Han Ying masih dalam kuda-kuda bersiap untuk menyerang, namun melihat lawannya yang sepeertinya sedang meremehkan nya, membuatnya mengajukan pertanyaan kepada Yue Guan. “Kenapa kau tidak mengambil sikap bersiap-siap?” Tanya Han Ying dengan tenang, membuat Han Shen dan Tetua Han terkejut bukan main, jika itu Han Ying yang dulu, pasti akan langsung berteriak marah, karena jelas-jelas lawan nya saat ini sedang meremehkan nya.


“Aku tidak berniat untuk mengambil keuntungan dari perbedaan ranah yang terpaut jauh. Oleh karena itu, saya akan memberikan saudari kesempatan untuk melancarkan tiga serangan pertama kepadaku. Aku tidak akan bergerak sedikit pun dari sini, jika semisal aku bergerak sedikit saja, maka aku akan mengaku kalah dalam pertandingan ini.” Kata Yue Guan.


Tentu bagi siapa saja yang mendengar itu berpikir bahwa Yue Guan sangat sombong sampai berkata seperti itu, namun dirinya tidak memedulikan tentang hal itu, dan tetap mengatakan nya dengan tegas. Memang ada perbedaan yang sangat besar antara setiap ranah, hal itupun berlaku bagi ranah Kaisar dan Bumi. Ada kesenjangan besar diantara keduanya. Jadi menurut nya, tidak adil jika dirinya yang sudah berada di ranah bumi bintang empat, melawan seorang yang berada di ranah kaisar bintang sembilan.


Namun hal yang tidak terduga keluar dari mulut Han Ying, “Aku berterima kasih kepada saudara telah mengkhawatirkan ku, akan tetapi akan kauperingatkan sebelumnya.” Ucap Han Ying menggantung perkataannya, seraya sedikit menunduk membuat Yue Guan tidak bisa melihat sorot mata yang ditunjukan Han Ying.


“Aku tidak akan segan-segan untuk mengerahkan seluruh yang ku punya.” Ucap Han Ying langsung mengeluarkan sorot mata yang tajam seraya meledakan Qi di dalam tubuhnya, membuat Yue Guan sedikit tersentak ketika melihat sorot mata yang ditunjukan Han Ying. Medengar perkataan Han Ying, entah mengapa instingnya mengatakan bahwa hal yang berbahaya akan terjadi sebentar lagi.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.