Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Kekacauan di Kota Cheng du ( 6 )


Tetua Han langsung melesat mengejar Merah. Qin Mei yang sedari awal telah selesai menghabisi para kultivator hitam, melihat pertarungan antara Ling San dan Merah menjadi takjub. Awalnya dirinya ingin membantu Ling San akan tetapi, ia sadar bahwa itu akan membuat Tetua Ling San menjadi tidak fokus. Akhirnya Qin Mei memutuskan mengamati dan akan membantu jika memang benar-benar sudah sangat mendesak.


"Tetua Ling Sepertinya kau mengalami luka yang cukup dalam" Kata Qin Mei sembari mengeluarkan pil dari cincin ruangnya lalu diberikan kepada Ling San.


"Lebih baik Tetua menyerap pil pemulihan dulu untuk mengurangi luka dalam tetua" Kata Qin Mei menyodorkan ke tetua Ling.


"Terima kasih Qin Mei, lebih baik kau menjauh dari sini dan membantu prajurit melawan para kultivator hitam ditempat yang lainnya" Kata Ling San yang diangguki oleh Qin Mei.


"Baiklah Tetua, aku mohon pamit" kata Qin Mei langsung melesat pergi kearah barat dari tempat Ling San berada.


"Luka dalam ku cukup parah membutuhkan waktu untuk menyembuhkan nya" Ling San menghela nafas.


"Dengan tingkat Kultivasi Tetua Han, aku rasa tidak perlu ada yang dikhawatirkan belum lagi ia mempunyai kartu truf nantinya" Kata Ling San langsung mengkonsumsi dan menyerap khasiat pil tersebut.


...>>>>>_____<<<<<...


"Cihhh, aku tidak menyangka masih ada yang bisa menetralisir racun yang di buat hijau tua" Merah mengumpat merasa kesal karena, dirinya tidak menyangka bahwa Tetua yang satunya lagi bisa menetralkan racun ya.


Ketika sedang mengumpat dirinya merasakan keberadaan musuhnya mendekat ke arahnya. "Setelah memberi serangan kejutan langsung maju menerjang tanpa memberi jeda sedikit pun, tidak buruk untuk seukuran Mahaguru Bintang 9" Kata merah yang melesat juga kearah Ling San dan....


Boommmmm


Sekali lagi ledakan besar membuat kota Cheng du kembali bergetar.


Sementara itu ditempat lain


"Kenapa kau menyerang kotaku" Kata seorang pria sepuh yang tidak lain adalah Walikota Bing.


"Aku tidak mempunyai kewajiban untuk menjawab pertanyaan itu kan ?" Kata orang berjubah Hitam dengan warna kupluk hitam yang tidak lain adalah pemimpin dari para kultivator hitam yang menyerang kota.


"Ohhhhh, jika kau berkata seperti itu akan ku buat kau mau menjawab pertanyaan ku" Kata Walikota Bing yang langsung melesat menyerang Hitam.


"Jika kau mempunyai kemampuan lakukanlah dan buktikan" Kata Hitam masih tetap berdiri santai menghadapi serangan langsung Walikota Bing.


Flashback On


Boommmm


Walikota Bing dan Bing Jiao yang mendengar ledakan dahsyat itu, tanpa basa-basi langsung bergegas pergi kearah sana. Namun ketika ingin pergi ke sana, ayah dan anak itu dihadang oleh Seorang Kultivator hitam yang menggunakan pakaian yang berbeda dari yang lainnya.


"Kita bertemu kembali Walikota Bing" Kata Orang misterius yang menggunakan pakaian serba hitam bahkan sampai topeng wajahnya pun hitam. Walikota Bing mengkerutkan keningnya ketika mendengar perkataan dari orang misterius tersebut.


"Siapa kau ? Kenapa kau berkata seakan-akan kita pernah bertemu" Kata Walikota Bing. Hitam yang mendengar itu hanya menghela nafas panjang menggelengkan kepalanya.


"Seperti kau sudah melupakan ku...ya itu tidak penting lagi saat ini" Kata Hitam lalu mengalihkan pandangannya ke arah Bing Jiao. "Kau sudah tumbuh dewasa ya, padahal kalau aku tidak salah ingat waktu itu kau masih sangat kecil" lanjut nya Membuat Bing Jiao yang mendengar itu menjadi heran.


"Aku tidak pernah mempunyai kenalan kultivator hitam" Bing Jiao mengatakan dengan tegas.


"Kalian, ayah dan anak sama saja terlalu naif, maaf saja kau harus mati disini Walikota Bing" kata Hitam menekankan dua kata terakhir dengan suara yang terdengar familiar oleh Walikota Bing.


"Ayahhh !!!!" Teriak Bing Jiao yang ingin membantu sang ayah namun ditahan.


"Jangan mendekat Jiao'er !!! kau bukan lawannya, ini akan menjadi pertarungan ayah. Lebih baik kau duluan menuju ke arah sumber ledakan tersebut dan bantu para prajurit kota" Kata Walikota Bing dengan nada Serius Membuat Bing Jiao terdiam sesaat setelah mendengar perkataan ayahnya.


Bing Jiao terdiam mengepalkan tangannya sangat kuat tetapi, tetap melesat pergi meninggalkan ayahnya yang bertarung dengan orang misterius tersebut.


"Sudah berapa lama aku tidak melihat sisi serius dirimu Walikota Bing....Tidak, Adik Bing" Kata Hitam tidak lagi menyamarkan suaranya.


"Tidak ku sangka bahwa itu dirimu Kakak Ji" Kata Walikota Bing.


Flashback Off


Walikota Bing langsung mengeluarkan pedang berwarna putihnya dari cincin ruang nya.


"Teknik Pedang Es Gerakan pertama : Tebasan Salju" Walikota Bing mengeluarkan teknik pedang yang sama dengan Bing Jiao. Walaupun sama akan tetapi, daya rusaknya sangat berbeda dari Bing Jiao.


"Serangan seperti itu tidak akan mempan terhadapku" kata Hitam yang tidak lain Bing Ji kakak dari Bing Xian. Ia menepis serangan Bing Xian hanya dengan lambaian tangan. Bing Xian yang melihat itu tidak terlalu terkejut karena, sudah yakin kakaknya yang sekarang lebih kuat dari yang dahulu.


"Kenapa kau menjadi kultivator hitam" Kata Bing Xian dengan nada dingin dan serius.


"Sederhana, aku ingin menjadi kuat dan mengalahkan mu lalu menjadi walikota Cheng du" Kata Bing Ji Santai.


"Hanya karena itu....Hanya karena itu kau memasuki jalan hitam" Bing Xian tidak percaya melihat kakaknya yang sekarang. Bing Ji hanya tersenyum, senyuman tersebut mengandung nada hinaan.


"kau terlalu naif, hati mu terlalu lembut, kau tidak layak menjadi pemimpin kota ini" Kata Bing Ji dengan nada menghina sembari mengeluarkan aura kultivasinya.


"Ranah Mahaguru Bintang 9, setengah langkah menuju ranah kaisar aku tidak menyangka Kultivasi mu meningkatkan pesat kak" Kata Bing Xian dengan nada yang lebih dingin. "Sudah berapa banyak orang yang sudah kau bunuh untuk mencapai tingkat Kultivasi setinggi itu." Tambahnya.


"Entahlah aku juga tidak mengetahui sudah berapa banyak manusia yang kubunuh, mungkin hampir mendekati sepuluh ribu manusia" Kata Bing Ji mengatakan hal tersebut dengan tanpa beban.


"Kau sudah mempermalukan keluarga Bing kakak, tidak ku sangka orang yang ku kenal malah menjadi seperti iblis berdarah dingin" Kata Bing Xian menggenggam pedang nya erat.


"Cih, aku tidak peduli dengan keluarga sampah itu, keluarga yang hanya mempedulikan bibit unggul dan mengabaikan yang lain, sungguh keluarga yang menjijikkan" Kata Bing Ji Mengejek.


Bing Xian yang mendengar itu hanya diam. Memang benar, keluarga Bing adalah salah satu keluarga dari sekian keluarga bangsawan yang hanya memuji yang kuat mengabaikan yang lemah, tidak terkecuali Keluarga Bing.


"Keluarga sampah seperti itu aku tidak membutuhkannya sama sekali" Kata Bing Ji.


"Kau sudah tidak tertolong kak, aku sebagai adikmu akan mengadili mu saat ini juga" Bing Xian memasang kuda-kuda berpedangnya dan langsung melesat menerjang Bing Ji.


"Buktikan jika memang kau mampu melakukannya" Kata Bing Ji tidak mau kalah dan......


>>>>> Bersambung


( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit dan komennya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara serasku )


( Blizzardauthor)