Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Ruang Bawah Tanah


Ling Feng tidak menghiraukan anak kecil tersebut ia langsung bertanya kepada perempuan yang bersujud kepadanya itu.


"Bangunlah ada yang ingin ku tanyakan kepada mu." Ucap Ling Feng kepada wanita ibu dari anak kecil yang berbicara terus menerus saat ini.


Mendengar perkataan Ling Feng, wanita tersebut mengikuti perintahnya. Dirinya langsung bangkit dan berdiri dengan seluruh tubuhnya bergetar.


Anak kecil tersebut yang melihat ibunya bergetar seluruh tubuhnya, langsung berlari memeluk kaki ibunya sembari berkata, "Ibu jangan turuti orang jahat tampan itu. Ibu pergi saja dari sini biar aku yang menghadapinya." Ucap anak kecil tersebut, sembari menggerakkan-gerakan lengan kecilnya mengisyaratkan untuk ibunya pergi dari sini.


Ling Feng mendengar apa yang dikatakan oleh anak kecil tersebut, tersedat mendengarnya. Ia tidak berpikir bahwa ada anak kecil yang akan berbicara seperti itu tentangnya.


"Orang jahat tampan? baru pertama kali aku mendengar hal seperti ini." Batin Ling Feng terkekeh geli mendengarnya. Ibu anak kecil tersebut hanya tersenyum saja, namun dalam senyuman itu mengandung tatapan kesedihan menatap sendu anaknya.


Melihat tatapan sendu sang ibu kepada anaknya, Ling Feng menghela nafas lalu berkata, "Tenang saja aku datang kesini hanya untuk mengetahui tempat apa ini dan tidak akan melakukan apapun selain bertanya." Ucap Ling Feng membuat ibu dan anak tersebut mengalihkan pandangannya menatap Ling Feng.


Ling Feng yang ditatap seperti itu merasa tidak nyaman dengan kedua tatapan yang diberikan oleh kedua ibu dan anak tersebut. Tidak lama kemudian anak kecil tersebut berkata dengan lantang, namun Terdengar lucu di telinga Ling Feng.


"Kau pembohong!! kemarin orang-orang jahat Keluarga ini juga berkata demikian ketika ingin membawa ibu ku, tetapi setelah kembali, ibu ku datang dengan luka-luka dibagian seluruh tubuhnya." Kata tegas anak kecil tersebut. Ling Feng yang mendengar itu sempat takjub dengan pemikiran anak kecil didepannya ini.


"Heh, tidak kusangka anak kecil bisa berpikir seperti itu, sepertinya memang bibit bagus ini." Batin Ling Feng tersenyum senang. Ling Feng lantas mendekati pasangan anak dan ibu tersebut, anak kecil itu langsung pasang badan didepan ibunya tanpa keraguan sedikitpun.


Setelah itu, Ling Feng langsung mensejajarkan tingginya dan anak kecil tersebut. Lalu menatap serius anak kecil tersebut. ditatap oleh Ling Feng seperti itu, anak kecil itu membalas tatapan tajam yang dilontarkan Ling Feng kepadanya tanpa merasa takut sedikitpun. Melihat itu Ling Feng tersenyum kali ini, bahkan senyumannya dapat dilihat oleh anak tersebut lalu membuatnya heran. Sang ibu Melihat anaknya yang berbuat seperti itu menjadi sangat takut, bagaimana tidak. Pemuda yang didepannya adalah orang kuat yang membunuh orang Keluarga He tanpa pandang bulu.


Saat sang ibu ingin menyingkirkan anaknya yang berdiri didepannya, tindakan itu terpotong oleh perkataan Ling Feng. "Bocah kecil, kau mempunyai sesuatu yang menarik perhatian ku. Apakah kau mau ikut dengan ku?" Ucap Ling Feng, wanita tersebut yang mendengar itu sontak terkejut bahwa pemuda itu akan berkata seperti itu. Sementara anak kecil yang ditawari oleh Ling Feng seperti itu, dengan tegas berkata.


"Kau orang jahat, aku tidak akan mengikuti mu. Apalagi kau ingin menyakiti ibu ku." Ucap tegas anak kecil tersebut. Ling Feng yang mendengar itu menghela nafas panjang lalu berkata lagi.


"Sudah kubilang bocah, aku hanya ingin bertanya kepada ibu mu. Lagipula aku membunuh apa yang harus dibunuh, Keluarga He ini pantas mendapatkannya, aku mendengar isu-isu kota ini bahwa Keluarga sampah ini sering menindas yang lemah. Oleh karena itu, selain datang mengambil kompensasi, meratakan Keluarga ini juga tidak ada salahnya." Ucap Ling Feng panjang lebar.


Namun, anak kecil didepannya ini dikarenakan terlalu peka dengan keadaan, ia tidak mudah percaya dengan apa yang dikatakan Ling Feng. Ling Feng yang melihat itu hanya mengabaikan saja lalu mengalihkan pandangannya menatap ibu dari anak kecil tersebut lalu bertanya.


Ditanya seperti itu, dengan cepat wanita tersebut menceritakan tentang ruangan ini.


"Tempat ini adalah tempat pribadi yang sering dimasuki oleh Kepala Keluarga. Dibawah tempat ini ada semacam penjara bawah tanah, yang dimana tahanannya kebanyakan adalah anak-anak kecil dan perempuan muda." Jelas singkat cerita wanita tersebut. Ling Feng yang mendengar itu sejenak termenung lalu bertanya kembali, "Apakah kau tau jalan menuju ke sana?" Tanya Ling Feng.


Mendengar pertanyaan yang diajukan Ling Feng, wanita tersebut menganggukkan kepalanya sembari berkata, "Hamba tau jalannya tuan." Kata wanita tersebut, Ling Feng yang mendengar itu menganggukkan kepalanya lalu berkata.


"Pimpin jalannya, lalu jangan panggil aku tuan. Aku masih terlalu muda untuk dipanggil tuan." Ucap Ling Feng. Wanita tersebut tidak memikirkan apapun hanya mengiyakan perkataan Ling Feng saja lalu memimpin jalan menuju ruangan bawah tanah. Mendengar percakapan antara Ling Feng dan ibunya, anak kecil tersebut tidak mengerti dan hanya diam saja mengekori dibelakang mengikuti ibunya.


Pada saat sampai ditengah ruangan, wanita tersebut langsung menyapu pandangannya lalu melihat sebuah lukisan kanji Cina disana. Ia langsung mendekati lukisan tersebut, lalu menyingkirkan tulisan tersebut dan terlihat sebuah patung macan kecil terbuat dari giok. Tanpa basa-basi ia langsung sedikit mendorong patung macan tersebut dan tiba-tiba ruangan tersebut bergetar dan ditengah-tengah ruangan muncul sebuah jalan setapak masuk kedalam tanah.


"Tuan muda ini jalan menuju ruangan bawah tanah tersebut." Ucap Wanita tersebut. Ling Feng yang mendengar itu menganggukkan kepalanya lalu berjalan mendahului, diikuti oleh wanita tersebut dengan anaknya dibelakang Ling Feng.


"Hei, orang jahat tampan sebenarnya apa yang ingin kau lakukan disini." Ucap tiba-tiba anak kecil tersebut. Wanita tersebut mendengar perkataan anaknya langsung membungkam mulut anaknya. Ling Feng yang mendengar itu bahkan sampai berhenti berjalan lalu menoleh kebelakang.


Wanita tersebut dengan cepat meminta pengampunan terhadap anaknya.


"M-maafkan perkataan anak ku tuan muda, Hamba harap tuan muda jangan mengambil hati perkataan anak saya. Jika tuan muda tidak senang, tuan muda bisa mengambil nyawa saya asalkan jangan anak saya." Ucap wanita tersebut membungkukkan tubuhnya kepada Ling Feng. Sekali lagi Ling Feng menghela nafas panjang dan tidak menggubris perkataan kedua anak dan ibu tersebut jika kembali berkata


"Sudahlah tidak perlu bersikap sampai seperti itu, dan kau bocah, jika ingin berkata aku tampan tidak perlu menyertakan kata jahat didalamnya." Kata Ling Feng kembali melanjutkan langkahnya. Setelah Ling Feng berkata seperti itu, wanita tersebut langsung memarahi anaknya, karena telah berkata seperti itu. Alhasil saat ini anak kecil tersebut hanya diam saja tidak berkata apa-apa lagi.


Setelah hampir berjalan menyusuri lorong tersebut selama hampir sepuluh menit lamanya, akhirnya Ling Feng sampai di ruangan bawah tanah tersebut. Pertama kali ia sampai, sorot matanya langsung berubah saat melihat ini.


"Aura busuk lagi, dan aura busuk ini sedikit terasa familiar." Kata Ling Feng sembari mengingat-ngingat kembali. Lalu tidak lama kemudian sebuah pikiran terlintas dalam pikirannya.


"Jangan bilang…" Gumam Ling Feng balik badan dan…


>>>>> Bersambung