Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Meninggalkan Desa


...Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ...


...>>>>>_____<<<<<...


Keesokan harinya


"Baiklah kita pergi sekarang" ucap Ling Feng diangguki oleh Hao Xiang dan Long Tian yang masih menguap, karena masih merasa ngantuk. Ling Feng tidak buru-buru pergi, ia ingin menikmati suasana menjelang pagi sampai tiba di gerbang desa. Hao Xiang yang melihat suasana desa yang sangat sunyi merasa heran. Biasanya beberapa warga sudah ada yang melakukan aktivitas. Namun kali ini tidak ada sama sekali. Hao Xiang yang melihat itu merasa heran.


Ling Feng sendiri tidak peduli akan hal itu, namun ia sudah menebak bahwa kesunyian ini ada kaitannya dengan kepala desa. Benar saja apa yang dipikirkan oleh Ling Feng. Terlihat di gerbang desa sudah banyak warga desa yang berkumpul sembari bersorak-sorak saat kedatangan Ling Feng. Long Tian yang masih mengantuk terkejut mendengar sorak sorai para warga.


"Inilah salah satu alasanku tidak ingin kepergian diketahui oleh orang lain." ucap Ling Feng sembari menghela nafas panjang. Ling Feng tetap berjalan mendekati orang yang ia kenali yaitu, kepala desa.


"Kepala desa sepertinya ini perbuatan mu." ucap Ling Feng. Kepala desa yang mendengar itu hanya mengedikan bahunya. Ling Feng yang melihat itu hanya menghela nafas panjang.


"Tidak perlu seperti itu Pendekar muda. Anda telah berjasa menolong desa kami dari serangan kelompok sekte bayangan. Jika anda tidak datang menghampiri desa kami entah apa yang terjadi pada desa kami kedepannya. Oleh karena itu, saya sebagai kepala desa mewakil warga desa ini mengucapkan terima kasih banyak telah menolong saya dan warga desa ini." ucap Kepala desa tersebut sembari sedikit membungkukkan tubuhnya diikuti warga desa yang lainnya.


"Baiklah, baiklah tidak perlu melakukan hal seperti itu. Aku juga belum sepenuhnya menempati janji ku untuk membantu kalian sampai di kota Cheng Du." ucap Ling Feng menegakkan kembali tubuh kepala desa.


Ling Feng memejamkan matanya dan tiba-tiba aura langit dan bumi berkumpul disekitar Ling Feng. Para warga desa yang melihat itu takjub bahwa Ling Feng bisa mengumpulkan aura yang begitu padat disekitarnya. Hao Xiang yang melihat itu merasa takjub dengan kekuatan Ling Feng tersebut. Bahkan matanya sudah berbinar-binar melihat teknik Ling Feng. Long Tian sendiri tidak terlalu terkejut namun ia penasaran dengan hal apa yang dilakukan oleh Ling Feng setelahnya.


Sampai tiba-tiba semua pandang mata terkejut melihat tindakan Ling Feng. Setelah mengumpulkan aura langit dan bumi yang sangat kuat, tubuh Ling Feng tiba-tiba sedikit bercahaya. Hal selanjutnya membuat semua pandangan mata terkejut melihatnya. Tubuh Ling Feng tiba-tiba terbagi menjadi ada dua Ling Feng. Hal itu membuat semua pandang mata terkejut melihatnya. Kepala desa yang melihat itu tidak bisa berkata-kata melihat teknik Ling Feng yang bisa membuat kagum semua orang.


Ling Feng kembali membuka kedua matanya lalu terkejut melihat semua padangan mata kearahnya, namun langsung tidak mempedulikan lagi dan berkata. "Bayangan ku yang akan mengantarkan kepergian kalian hingga sampai di kota Cheng Du. Jika kalian tidak percaya dengan kekuatan bayangan ku kalian boleh mencobanya." ucap Ling Feng sembari mendekati bayangan yang ia buat lalu meletakkan jari telunjuk di kening bayangannya. Kening bayangannya langsung bersinar dan menjadi bayangan dan masuk kedalam bayangan kepala desa.


"Baiklah sudah selesai, aku sudah melakukan persiapan yang diperlukan kalian. Aku akan langsung pergi." ucap Ling Feng. Kepala desa yang mendengar itu sekali lagi membungkukkan badannya berterima kasih kepada Ling Feng.


"Terima kasih Pendekar muda yang telah banyak membantu rakyat jelata seperti kami." ucap Kepala desa berterima kasih diikuti oleh para warga desa yang lainnya. Ling Feng yang mendengar itu menghela nafas panjang menganggukkan kepalanya.


"Tidak perlu sungkan kepala desa. Sudah kubilang anggap saja balas budiku." ucap Ling Feng lalu melirik Hao Xiang dan Long Tian menganggukan kepalanya mengisyaratkan untuk pergi sekarang.


"Baiklah urusanku di desa ini sudah selesai. Kami pergi dari sini. Jika ada waktu aku akan mampir lagi." ucap Ling Feng langsung memegang pundak Hao Xiang dan Long Tian dan menghilang dari pandangan mata semua warga desa.


"Sungguh pemuda yang kuat." ucap kepala desa diangguki oleh para warganya. "Bukan hanya kuat, dia juga sangat menghormati orang yang menghormatinya. Dirinya akan kejam hanya kepada musuh-musuhnya saja." bukan kepala desa yang berkata seperti itu melainkan Hao Lang yang berbicara seperti itu. Kepala desa yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya. Para warga satu persatu akhirnya bubar dan melanjutkan aktivitas mereka mempersiapkan kepindahan mereka dari desa menuju kota Cheng Du.


"Kau tidak menyampaikan salam perpisahan kepada anakmu tadi ?" ucap kepala desa. Hao Lang yang mendengar itu hanya tersenyum menjawab dengan tanpa beban.


Kembali ke Ling Feng


Ling Feng kembali muncul di kedalaman hutan yang sangat lebat. Bahkan saking lebatnya hutan tersebut cahaya matahari akan sulit menembusnya.


"Hao'er sudah berada di ranah apa sekarang dirimu ?" tanya Ling Feng. Hao Xiang yang mendengar itu spontan menjawab.


"Ranah Jendral Emas bintang 9." jawab Hao Xiang. Ling Feng yang mendengar itu menganggukkan kepalanya lalu membuka portal menuju dunia jiwa miliknya.


"Berlatihlah terlebih dahulu sampai menembus ranah Guru. Setelah menembus aku akan mengeluarkan mu." ucap Ling Feng. Hao Xiang yang mendengar itu langsung masuk kedalam portal tersebut.


"Paman Mu atur waktu dunia jiwa jadi satu banding sepuluh." ucap Ling Feng kepada To Mu. To Mu yang mendengar itu menganggukkan kepalanya.


"Baiklah Feng'er." ucap To Mu dan portal langsung menghilang kembali. Sekarang tinggal Ling Feng dan Long Tian yang masih menguap. Melihat itu Ling Feng langsung memukul kepala Long Tian.


Banggggg


"Naga tua bangun sekarang !" kata Ling Feng sembari memukul kepala Long Tian kesal. Long Tian yang dipukul kepalanya langsung mengaduh kesakitan.


"Aduhhhhhhhhhh, Feng'er kenapa kau memukul kepalaku." ucap Long Tian mengusap-usap bagian kepala yang dipukul Ling Feng. Ling Feng yang mendengar itu mendengus kesal.


"Bukankah paman bilang arak rendahan dari benua biru tidak akan bisa membuat mu mabuk." cibir Ling Feng menirukan gaya Long Tian yang pernah berkata seperti itu.


"Ayolah tidak perlu seperti itukan Feng'er." ucap Long Tian yang mengusap-usap bagian kepalanya yang dipukul oleh Ling Feng. Ling Feng yang mendengar itu hanya berdecak kesal.


"Cihhhh, naga tua Plin-plan." decak Ling Feng langsung bergerak melesat meninggalkan Long Tian dibelakang.


>>>>> Bersambung


( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara serasku. )


( Blizzardauthor)