
"Kakak ingin kemana memangnya" Kata salah satu dari wanita tersebut yang tidak lain adalah Bing Jiao.
"Kakak akan pergi Ke Kaisaran Wei, Kakak mempunyai urusan di kekaisaran itu" Kata Ling Feng mengatakan apa adanya.
Bing Jiao yang mendengar itu seketika terdiam dan tidak menyangka bahwa Ling Feng akan langsung pergi setelah insiden penyerangan kota.
"Apakah kakak akan langsung pergi" Kata Bing Jiao menundukkan kepalanya sembari memainkan jarinya.
"Ya, lebih cepat lebih baik. Kakak mempunyai urusan yang harus di selesaikan secepatnya" Kata Ling Feng dengan tegas tidak bisa di gugat.
Bing Jiao yang mendengar itu hanya semakin menundukkan kepalanya sembari memainkan kedua jarinya. Entah kenapa ia sangat sedih, padahal Ling Feng Keluarga saja bukan Tetapi, entah kenapa dirinya merasa sedih ketika mengetahui kabar itu.
"Apakah aku boleh ikut kakak ?" Kata Bing Jiao yang membuat Ling Feng dan Qin Mei terkejut mendengarnya. Walaupun dirinya tau kemungkinan kecil pasti akan di tolak oleh Ling Feng namun dirinya masih berharap untuk Ling Feng mengiyakan permintaan nya.
Long Tian hanya terdiam tidak berbicara karena, pembicaraan kali ini menuntut nya untuk diam. Lebih tepatnya Ling Feng yang menyuruhnya untuk diam dan tidak berkata apa-apa.
Qin Mei terkejut karena pernyataan Bing Jiao, Karena pernyataan itu mengingatkannya tentang jawaban yang diberikan Bing Jiao pasca selesai insiden.
Flashback On
"Selain itu Adik Jiao, Apakah kau akan masuk sekte yang sama dengan ku ?" Kata Qin Mei.
"Aku tidak tahu kak" Kata Bing Jiao menghela nafas Membuat Bing Xian, Kedua Tetua, dan Qin Menjadi bingung.
yang paling bingung diantara semua orang adalah Bing Xian karena, pasalnya ia sudah mengetahui bahwa anaknya itu sangat ingin masuk ke dalam sekte yang sama dengan Qin Mei sejak kecil. Setelah mendengar bahwa anaknya ragu memasuki sekte ia tentu merasa sangat aneh.
"Jiao'er kenapa kau menjadi ragu seperti ini. Bukankah kau ingin belajar di sekte yang sama dengan Qin Mei ? ayah sudah membantu mu untuk mewujudkan hal itu tetapi, kenapa kau menjadi ragu sekarang. Hal apa yang menggangu mu sehingga menjadi ragu seperti ini" Kata Bing Xian bingung dengan sikap anaknya.
"Jiao'er apakah ini masih dirimu yang dingin dan kaku" Kata Qin Mei heran dengan sikap adik kecilnya yang sekarang banyak berubah. Sedangkan Bing Jiao yang dikritik seperti itu mengkerucutkan bibirnya merasa kesal.
"Sudah jelas ini aku Bing Jiao yang cantik kakak" Katanya dengan nada yang kesal.
"Lalu kenapa jawaban mu menjadi ragu seperti itu, bukannya aku dengar dari ayah mu bahwa kau ini selalu ingin masuk sekte yang sama denganku" Kata Qin Mei heran Membuat Bing Jiao terdiam tidak bisa mengatakan apa-apa.
"Jadi apa alasan menjadi ragu saat ini, bukankah kau ingin menjadi kuat ? kemana tekad mu itu ? Dunia tempat kita berada adalah yang kuat memangsa yang lemah. Apakah kau ingin orang-orang yang kau sayang pergi meninggalkan mu" Kata Qin Mei tegas Membuat Bing Jiao terdiam. Tetua Han yang melihat itu menghela nafas lalu berkata.
"Sudahlah Mei'er, kau tidak perlu berkata seperti itu. Kita dengarkan dulu alasan kenapa Bing Jiao bersikap seperti itu" Kata Tetua Han menengahinya. Lalu mengalihkan pandangannya ke Bing Jiao.
"Jadi Jiao'er kenapa kau menjadi ragu saat ini bisa kau jelaskan kepada kami" Kata Tetua Han.
Bing Jiao masih saja menundukkan kepalanya dan tidak berani berkata apapun sampai akhirnya ia mengatakan.
"Maaf ayah, maaf kedua tetua sekte, maaf kakak Qin. Aku tidak bisa menjawabnya untuk saat ini tunggu aku menjernihkan pikiran dan memikirkan hal ini lebih matang lagi" Kata Bing Jiao memberi hormat dengan wajah yang masih menunduk. Tetua Han yang mendengar itu menghela nafas panjang dan hanya bisa mengiyakan.
"Kalau begitu aku izin pamit undur diri dulu" Kata Bing Jiao
Sementara Qin Mei yang merasa aneh dengan tingkah, sikap Bing Jiao sempat curiga dan mulai menerka-nerka.
"Apakah ini ada kaitannya dengan Ling Feng" Batin Qin Mei menatap punggung Bing Jiao.
Flashback Off
"Lalu jika hal itu berbahaya. kenapa kakak malah mendatangi bahaya itu sendiri." timpal Bing Jiao Membuat Ling Feng menghela nafas. Sampai Long Tian buka suara untuk membuat Bing Jiao terdiam.
"Jiao'er dengarkan aku,setelah semua urusan ku selesai aku akan langsung menemui mu dan Walaupun pertemuan kita dibilang singkat akan tetapi, Bing Jiao yang aku kenal bukalah orang yang ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Jadilah kuat buktikan bahwa kau mempunyai tekad itu, orang ku tidak boleh ada yang lemah" Kata Ling Feng memotivasi Bing Jiao.
Bing Jiao yang mendengar itu terdiam dan mulai mengoreksi diri sendiri.
"Apakah aku memang orang yang seperti ini ? apakah aku selalu ragu-ragu jika mengambil keputusan" Batin Bing Jiao lalu kemudian sedikit mendongak kepalanya menatap Ling Feng.
"Tidak, aku harus membuktikan bahwa aku layak untuk berjalan di sampingnya. Aku tidak akan selalu dibelakangnya aku hanya ingin saling melindungi bukan dilindungi" Batin Bing Jiao bertekad.
Ling Feng yang melihat Bing Jiao kembali bersemangat dengan tekad yang membara tersenyum melihatnya. Dirinya tidak menggunakan penutup wajah nya yang membuat senyuman itu bisa di lihat oleh Qin Mei. Bahkan Qin Mei sempat tersihir melihat senyuman indah Ling Feng.
"Tidak ku sangka, orang yang telah banyak membunuh bisa tersenyum setulus itu. apakah ini benar Ling Feng yang melakukan pembantaian pasca insiden penyerangan itu ? dan lagi wajahnya entah kenapa terlihat tampan baru pertama kali aku melihat senyuman seindah itu" Batin Qin Mei tersihir melihat senyuman Ling Feng.
Ling Feng yang merasa dipandangi langsung mengalihkan pandangannya kearah Qin Mei yang sedang menatapnya tanpa berkedip.
"Nona Qin apakah ada masalah dengan wajah ku ?" Kata Ling Feng membuat Bing Jiao mengalihkan pandangannya menatap Qin Mei dan Qin Mei langsung salah Tingkah dan berkata.
"Ehh, I-Itu A-Anu...Tidak apa-apa aku hanya salah fokus saja" Kata nya gugup lalu menundukkan kepalanya merasa malu.
Ling Feng yang mendengar itu hanya mengangkat bahunya tidak mempermasalahkannya. Tetapi, tidak dengan Bing Jiao. Insting perempuannya mengatakan ada hal yang tidak biasa dengan saudari perempuannya itu.
"Berapa lama kakak akan pergi mengembara ?" Tanya Bing Jiao dan dibalas dengan Ling Feng mengangkat bahunya.
"Entahlah, bisa jadi lebih cepat. Bisa jadi lebih baik" Kata Ling Feng.
"Akan tetapi, sebelum kakak pergi, kakak harus ikut menghadiri pesta yang digelar oleh ayah terlebih dahulu" Pinta Bing Jiao.
Ling Feng yang mendengar itu menghela nafas enggan untuk datang dan berkata.
"Kakak tidak bisa ikut kau sendiri tau kan ka-" Ucapan Ling Feng terhenti melihat Bing Jiao dengan tatapan melasnya dan membuat Ling Feng hanya menghela nafas menganggukkan kepalanya mengiyakan.
Bing Jiao yang melihat isyarat bahwa Ling Feng akan datang menjadi ikut senang.
"Acaranya nanti malam, jangan sampai lupa ya kak" Kata Bing Jiao bangkit dan ingin pergi.
"Iya Iya Nanti kakak akan datang" Kata Ling Feng dan dibalas senyuman oleh Bing Jiao.
"Aku kembali dulu untuk membantu persiapan acara malam nanti" Kata Bing Jiao berlalu pergi sembari melambaikan tangannya ke Ling Feng.
"Ya sedikit bersantai tidak ada salahnya juga" batin Ling Feng, dan Long Tian yang mendengar batinan itu hanya tersenyum.
>>>>> Bersambung
( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit dan komennya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara serasku )
( Blizzardauthor)