
“Mana mungkin aku sama saja kucing jadi-jadian! Memangnya hanya kau saja yang mengalami peningkatan!” Timpal Hao Xiang dan maju menyerang lagi tidak mau kalah. Jual beli serangan antara keduanya pun begitu intens, jika saja tidak ada penghalang di sana, mungkin saja mereka sudah membuat daerah sekitar porak poranda, hanya dalam beberapa menit saja.
>>>>>>______
Keduanya begitu asyik, baik itu Hao Xiang maupun Ling Laohu tidak ada yang menahan dirinya sama sekali. Tapi, itu tidak berselang lama, karena secara tiba-tiba Ling Laohu merasakan beberapa hawa kehadiran yang sedang menuju ke arah kelompok Zhi Yan.
“Tahan dulu bocah maniak.” Ujar Ling Laohu secara tiba-tiba membuat Hao Xiang yang hendak menghunuskan pedangnya, secara tiba-tiba mengambang di udara.
“Hei mana bisa begitu. Aku yakin akan mendapatkan poin telak darimu tadi?!” Ujar Hao Xiang tidak terima dengan Ling Laohu secara tiba-tiba menghentikan momentumnya.
“Sudahlah ada yang lebih penting dari poin telak mu itu. Sebarkan aura mu sekarang juga untuk memeriksa daerah sekitar.” Ucap Ling Laohu membuat Hao Xiang mengerutkan keningnya, tidak mengerti dengan alasan Ling Laohu secara tiba-tiba meminta dirinya melakukan hal itu.
Akan tetapi, dirinya tetap melakukan sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Ling Laohu. Ia pun memejamkan kedua matanya, mulai menyebarkan auranya untuk memeriksa daerah sekitar. Pada saat itulah Hao Xiang merasakan beberapa hawa kehadiran sedang mendekat ke arah mereka.
“Jumlah mereka setidaknya ada selusin. Dua diantara mereka sudah berada di ranah langit bintang dua. Untuk sepuluh orang sisanya berada di ranah bumi bintang sembilan.” Ujar Hao Xiang membuka kedua matanya kembali setelah selesai memeriksa keadaan sekitar. Setelah berkata seperti itu, Hao Xiang masih merasa janggal, pasalnya ia bingung bagaimana bisa selusin orang tersebut bisa lolos dari kesadaran dirinya.
“Sepertinya salah satu di antara mereka ada yang memiliki sebuah artefak untuk menyembunyikan hawa keberadaan. Wajar saja kamu tidak bisa merasakan kehadiran mereka.” Kata Ling Laohu tiba-tiba. Alasan mengapa Ling Laohu bisa merasakan keberadaan mereka adalah, karena selusin orang itu terus-terus mengeluarkan semangat bertarung yang tinggi. Walaupun mereka mampu menyembunyikan hawa keberadaan mereka, namun itu tidak menutupi semangat juang mereka yang membara. Terlebih lagi Ling Laohu mempunyai insting yang sensitif, jadi wajar saja baginya bisa merakan hal itu.
Mendengarkan penjelasan itu, Hao Xiang menganggukkan kepalanya mengerti, ia pun melirik ke arah tenda Zhi Yan, dimana terlihat pria sepuh itu sedang duduk dengan tenang memejamkan matanya seraya di temani beberapa penjaga yang bergiliran waktu. Pria sepuh itu setidaknya sudah berada di ranah Langit bintang tiga, namun jika dihadapkan dengan situasi penyergapan, tentu saja ia pasti akan kerepotan. Terlebih lagi akan ada keributan, dan itu pastinya akan membuat gurunya terganggu.
“Aku akan berbicara dengan orang tua itu.” Ujar Hao Xiang setelah berpikir beberapa saat, dan memutuskan untuk berbicara dengannya. Ling Laohu yang mendengar itu pun menganggukkan kepalanya, membatalkan formasi penghalang. Dirinya pun kembali ke wujud kucing kecilnya dan duduk di puncak kepala Hao Xiang.
Taaappp...
Tanpa di sadari oleh para penjaga, Hao Xiang sudah muncul di hadapan pria sepuh itu. Terlihat jelas, bahwa orang tua itu masih memejamkan kedua matanya dengan tenang, keadaan nya membuat Hao Xiang bertanya-tanya, apakah pria sepuh itu sadar, setengah sadar atau memang sedang tidur.
“Kenapa? Apa kamu butuh sesuatu dari ku?” Tanya pria sepuh itu membuka sebelah matanya menatap ke arah Hao Xiang. Tentunya pria sepuh itu tidak senang dengan cara Hao Xiang yang memanggilnya ‘pria tua’, karena menurutnya tidak sopan berkata seperti itu kepadanya.
Hao Xiang menyadari nada bicara tidak senang pria tua itu, namun dirinya acuh tak acuh dengannya mengabaikan nada bicara tidak senang pria sepuh itu. Tanpa merasa sungkan sedikit pun, Hao Xiang pun kembali berkata dengan serius, “Ada beberapa orang yang sedang menuju kemari. Saat ini, mereka sedang mengawasi dari kejauhan dan menunggu momentum untuk menyergap rombongan ini.” Ucap Hao Xiang dengan wajah seriusnya.
Pria sepuh itu mengangkat sebelah alisnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Hao Xiang, ia pun mulai menyebarkan kesadarannya untuk memeriksa daerah sekitar, namun ia tidak mendapati sedikitpun hawa keberadaan orang-orang yang di bicarakan oleh Hao Xiang.
Pria sepuh itu pun melirik ke arah Hao Xiang, menatap tajam ke arahnya seraya berkata kepadanya dengan wajah serius. “Kamu serius dengan apa yang kamu katakan itu, kan?” Ucap Pria sepuh itu menatap tajam ke arah Hao Xiang seraya memberikan aura tekanan kepada nya.
“Untuk apa aku berbohong kepadamu. Alasan aku bisa mengetahui mereka, karena kucing kecil ku memiliki insting yang tajam, terlebih lagi mereka sepertinya menggunakan semacam artefak untuk menyembunyikan hawa keberadaan, jadi wajar saja kita tidak dapat merasakan hawa keberadaan nya.” Ucap Hao Xiang dengan tenang, masih mengabaikan tekanan aura yang ditujukan kepada nya.
“Kau benar-benar tidak membohongi diriku, kan?” Ucap Pria sepuh itu sekali lagi.
Hao Xiang yang sudah mulai jengkel pun berkata kepadanya, seraya dengan nada tidak senang. “Aku sudah mengatakannya kepada mu orang tua. Entah kau ingin percaya atau tidak itu menjadi hak mu, namun jika sampai nona muda mu dalam bahaya, jangan salahkan aku, karena sudah memberitahumu. Juga, singkirkan tekanan mu itu, jangan berbuat lebih dari ini.” Kata Hao Xiang yang sudah jengkel dengan apa yang dilakukan oleh Pria sepuh itu.
Pria sepuh itu pun merenungi apa yang dikatakan oleh Hao Xiang, dirinya pun menarik kembali tekanan yang ditujukan kepada Hao Xiang, lalu berdiri.
“Aku minta maaf, karena sudah bersikap tidak sopan.” Ucap pria sepuh itu.
“Haihhhh... Baguslah jika kau memang mengerti situasinya, aku punya sebuah cara untuk menghadapi orang-orang yang sedang bersembunyi ini, apakah kau ingin mendengarkan nya, atau tidak?” Tanya Hao Xiang seraya melirik ke arah pria sepuh itu.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.