
Kembali ke Ling Feng
"Sepertinya ada beberapa orang yang penasaran datang kemari." Kata Ling Feng merasakan beberapa kehadiran datang mendekat ia dan Long Tian. Long Tian yang mendengar itu menimpalinya.
"Ya wajar saja orang-orang kuat kota ini pada datang, mungkin mereka kira ini adalah serangan." Timpal Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu membenarkan apa yang dikatakan Long Tian lalu berkata.
"Mereka datang" Ucap Ling Feng. Lalu beberapa detik kemudian pria sepuh muncul terlebih dahulu, ia muncul tidak jauh dari tempat Ling Feng dan Long Tian berada. Ling Feng dan Long Tian acuh tak acuh dengan kehadiran orang tua tersebut. Lalu tidak lama kemudian datang lagi dua orang dibelakangnya yang tidak lain adalah Walikota Anyi dan Jendralnya bersama an dengan kedatangan Keluarga Ning.
Ayah Ning Xian selaku sebagai kepala keluarga langsung memberi salam kepada walikota Anyi dan Pria sepuh tersebut.
"Ning Song memberi salam kepada walikota, Jendral besar, dan ketua paviliun obat." Ucap Ning Song ayah dari Ning Xian memberi salam kepada walikota, Jendralnya, serta kepada pria sepuh yang ternyata adalah ketua dari paviliun obat. Ning Xian dan mata-mata dibelakangnya ikut memberi salam juga kepada mereka.
Walikota Anyi, jendralnya dan ketua paviliun obat yang mendengar itu menganggukkan kepalanya lalu berkata, "Sepertinya Keluarga Ning datang kemari dengan tujuan yang sama dengan kami." Ucap walikota Anyi sembari tersenyum, Ning Song yang mendengar itu terkekeh tidak bisa menyangkal memang itu tujuannya datang kemari.
"Aku datang kemari hanya penasaran saja dengan orang yang membuat kehebohan di kota Anyi yang tenang ini." Balas Ning Song. Walikota yang mendengar itu hanya membalasnya dengan senyuman lalu mengalihkan pandangannya ke Long Tian dan Ling Feng.
"Jadi kedua orang ini yang telah membuat keributan di Kota ku? Tidak kusangka mereka masih sangat muda. Bahkan dilihat dari perawakannya, salah satu dari mereka masih seumuran dengan putriku. Apa tujuan mereka melakukan hal yang menarik perhatian seperti ini?" Batin Walikota Anyi memandang serius Ling Feng dan Long Tian.
Semua orang disana melihat arah pandangan Ling Feng dan Long Tian yang menuju ke Kediaman He. Lalu saat mereka semua memandang kediaman He, mereka melihat sesuatu yang aneh dari sana. Seluruh penghuni kediaman tersebut yang hendak ingin keluar dari kediaman, entah mengapa seakan-akan ada sebuah pelindung yang menghalangi mereka keluar dari kediaman tersebut.
Ling Feng dan Long Tian sendiri masih diam saja menatap lurus kediaman He yang telah sepenuhnya dipenuhi oleh Formasi, namun formasi itu masih belum terlihat jelas oleh mata telanjang dan juga tidak memahami apa itu formasi. Alhasil sekelompok orang yang penasaran tersebut tidak bisa melihatnya. Hanya Long Tian, Ling Feng dan pria sepuh itu saja yang bisa melihat formasi tersebut.
Walikota Anyi yang penasaran pun langsung melesat muncul didepan Ling Feng dan Long Tian.
"Salam pendekar muda, saya Walikota di kota ini. Kalau boleh tau apa yang ingin pendekar muda lakukan di kota ku ini." Ucap Walikota Anyi ramah. Alasannya jika memang berniat menyerang kota miliknya, kedua pemuda ini tidak akan muncul ditempat terbuka seperti ini.
Mendengar itu Ling Feng menjawab santai. "Hanya sekedar menagih hutang kepada keluarga He." Ucap Ling Feng santai Long Tian sendiri masih menatap lurus ke kediaman He. Walikota Anyi yang mendengar itu heran tidak mengerti dengan hutang apa yang sampai-sampai membuat formasi menarik perhatian seperti itu.
"Sudah dimulai Feng'er" Ucap Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu langsung mengalihkan pandangannya ke kediaman He. Walikota dan semua orang yang disana ikut juga mengalihkan pandangannya ke kediaman He.
Kediaman keluarga He
"Ada yang mengetahui tentang fenomena cahaya muncul diatas kediaman keluarga He?" Ucap Kepala Keluarga He. Seluruh tetua yang berada disana diam semua tidak ada yang bisa menjawabnya, sementara tetua yang pernah punya masalah dengan Ling Feng merasa cemas entah apa itu. Namun tetua tersebut mengabaikan itu dan tidak memikirkannya lagi.
Lalu tiba-tiba ruangan pertemuan diketuk dari luar dengan sangat keras dan tidak lama kemudian menerobos masuk kedalam. Salah satu tetua disana langsung memarahi penjaga yang menerobos masuk tersebut.
"Berani sekali penjaga sampah seperti mu menerobos masuk kedalam ruangan pertemuan ini. Apa kau tidak lihat kami para tetua dan kepala keluarga sedang rapat genting." Ucap salah satu tetua langsung memarahi penjaga yang menerobos.
Penjaga tersebut langsung bersujud kepada Kepala Keluarga He sembari berkata dengan tergesa-gesa.
"Sebelumnya hamba Mohon maaf sebesar-besarnya kepala keluarga dan para tetua sekalian. Hamba ingin memberitahu bahwa ada laporan yang sangat penting." Ucap prajurit tersebut sembari bersujud didepan Kepala Keluarga. Kepala keluarga He yang mendengar itu langsung berkata, "Katakan apa laporan penting itu" Kata kepala keluarga He yang penasaran. Mendengar hal itu penjaga tersebut menganggukkan kepalanya lalu mulai menyampaikan laporannya.
"Para penjaga tidak bisa keluar dari kediaman, bahkan sudah mencoba lewat manapun masih tidak bisa. Seperti ada sebuah pelindung yang menghalangi untuk keluar dari kediaman ini Kepala Keluarga." Ucap penjaga tersebut. Kepala Keluarga He yang mendengar itu menjadi heran dengan perkataan penjaga tersebut. Ia sekarang pusing memikirkan hal aneh yang tiba-tiba datang menimpa keluarga He nya.
Baru saja pusing dengan laporan penjaga tersebut. Tidak lama kemudian datang lagi seorang penjaga dengan raut wajah cemas bercampur rasa takut masuk kedalam ruangan pertemuan tersebut melaporkan tentang kejadian aneh lainnya.
"Kepala keluarga ada hal aneh yang tiba-tiba muncul di langit." Ucap penjaga tersebut dengan tergesa-gesa bercampur rasa takut terlihat dari raut wajahnya.
"Oh dewa kali ini apalagi yang datang menimpa keluarga He ku ini." Batin Kepala Keluarga He bangkit dari tempat duduknya keluar dari ruangan pertemuan diikuti oleh Tetua-tetua dibelakangnya. Lalu saat keluar dari ruangan pertemuan, Kepala Keluarga memandang terkejut langit-langit kediaman He sudah berubah menjadi warna ungu gelap.
Tetua yang pernah menyinggung Ling Feng beberapa saat tadi. entah kenapa melihat langit yang berubah menjadi ungu, perasaan cemas dan takut semakin membesar menyelimutinya. Lalu tidak lama kemudian terdengar teriakan sangat keras disalah satu tempat kediaman disana.
"Akhhhhh!!! tolong cepat lari tuan muda mengamuk!!!" Teriakkan tersebut terdengar sangat jelas ditelinga semua orang. Terutama kepala keluarga He yang mendengar itu langsung melesat ke sumber teriakan tersebut. Kepala keluarga He dalam hatinya merasakan cemas yang sangat besar setelah mendengar teriakkan tersebut.
"Apa yang sebenarnya terjadi disini." Batin Kepala Keluarga He melesat menuju sumber. Ia merasa sangat cemas dan tidak tenang sama sekali semenjak munculnya kejadian-kejadian aneh ini.
>>>>> Bersambung