
Pedang hitam dan putih pun bercahaya kembali sama seperti kala itu dan tidak lama kemudian keduanya pun menyatu. Setelah beberapa saat berkonsentrasi, Ling Feng pun membuka kedua matanya kembali lalu berkata seraya mengayunkan pedangnya secara vertikal, “Teknik Pedang Yin Yang: Kekosongan.” Ujar Ling Feng seraya menghunuskan pedangnya secara vertikal.
Shringggg...! Swusssshhhhh......!!
Serigala iblis itu sempat menoleh ke arah Ling Feng yang asli, karena ia bisa merasakan dengan jelas ancaman dari nya, namun ia terlambat mengambil langkah, karena Ling Feng sudah lebih dahulu mengeluarkan serangannya dan dalam sekejap membelah serigala iblis itu menjadi dua bagian.
Crassssshhhhh...?!
>>>>>>______
Setelah berhasil membelah serigala iblis raksasa itu menjadi dua bagian, Ling Feng langsung membakar mayat serigala iblis itu tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. Selesai ia membakar habis, mayat serigala iblis, ia pun membatalkan teknik khusus tubuhnya dan langsung jatuh terduduk di tanah.
“Hahhhh... Menggunakan teknik tubuh khusus benar-benar sangat menguras Qi. Setidaknya hampir setengah dari keseluruhan Qi ku habis, hanya untuk menggunakan teknik khusus ini.” Gumam Ling Feng mengatur nafasnya sejenak, mengambil sikap lotus lalu mengeluarkan botol pil dari cincin ruangnya, ia pun menelan pil pemulihan lalu memejamkan kedua matanya, fokus untuk menyerap khasiat dari pil pemulih tersebut. Dua puluh menit pun berlalu, Qi milik Ling Feng setidaknya sudah pulih hampir delapan puluh lima persen. Oleh karena itu, ia pun memutuskan untuk menyudahi kultivasi nya lalu kembali ke Kota Suma.
Ling Feng tentu nya langsung pergi menuju Arena Sambung Pendekar, memeriksa keadaan muridnya, Hao Xiang. Tepat ketika diri nya sampai, ia melihat seekor kucing kecil sedang menghadap ke arah arena pertandingan, terlihat kucing putih itu begitu tenang duduk di sana memerhatikan dua sosok sedang bertarung sengit di sana.
Ling Feng pun mendekati kucing putih yang tidak lain adalah Ling Laohu seraya mengajukan sebuah pertanyaan kepada nya, “Bagaimana dengan situasinya saat ini Laohu? Apakah Xiang’er bisa menghadapinya?” Tanya Ling Feng kepada Ling Laohu.
“Ah tuan muda. Anda sudah datang kembali, terima kasih sudah bekerja keras. Padahal tuan muda bisa saja meminta ku untuk menghadapi serigala iblis itu tanpa harus repot-repot anda turun tangan secara langsung.” Ujar Ling Laohu.
“Aku tahu itu, kamu bisa dengan mudah mengalahkan, namun tetap saja akan lebih baik jika aku sendiri yang turun tangan secara langsung, mengingat kerusakan yang akan di alami kota ini, pasti nya akan sangat besar. Jika kalian berdua bertarung.” Kata Ling Feng membuat Ling Laohu, mau tak mau menerima alasan tersebut, pasalnya ia memang tidak padai menahan diri, apalagi jika melawan jenis serigala iblis seperti tadi. Entah sebanyak apa rumah-rumah yang akan hancur dan porak poranda akibat dari pertarungan keduanya.
“Ya jika tuan muda sudah berkata seperti itu, memang ada benarnya juga sih.” Ucap Ling Laohu terpaksa menganggukkan kepala nya setuju dengan sebuah fakta yang di lontarkan kepada nya.
“Benar, kan. Oleh karena itu, lebih baik aku saja yang turun tangan sendiri guna meminimalisir kerusakan yang ada. Jadi bagaiamana dengan situasai yang ada di sana, apakah Xiang’er kesulitan sekara... Ya sepertinya tidak, daripada kesulitan ia nampak bersenang-senang sekarang.” Kata Ling Feng seraya melirik ke arah Arena pertandingan dimana di sekeliling arena pertandingan itu sudah di pasang penghalang oleh Ling Feng, guna mencegah sesuatu yang dari dalam untuk keluar.
Terlihat seorang pemuda, yaitu Hao Xiang sedang berhadapan dengan sosok komandan iblis, Ye Jiho. Keduanya bertarung dengan sangat sengit, tanpa memedulikan Arena pertandingan itu yang sudah sangat berantakan. Terlihat ada banyak kawah tercipta di arena pertandingan itu, baik kawah kecil maupun kawah yang besar. Keduanya bertarung dengan sengit tanpa menyadari keadaan sekitar mereka yang sudah rusak parah.
Lalu terlihat sangat jelas raut wajah dari Hao Xiang yang begitu gembira, melihat dari senyum yang begitu lebar tidak luntur sama sekali dari wajahnya. Walaupun keadaan nya terbilang cukup acak-acakkan saat ini, karena jubah dan juga pakaian nya sudah beberapa bagian rusak.
“Ya mungkin sudah lama bagi nya, tidak mendapatkan lawan satu vs satu yang begitu kuat, semenjak ia sampai di Kekaisaran Wu ini. Alhasil ia jadi begitu bersemangat, bahkan tidak sering ia membiarkan komandan iblis itu agar terbiasa dengan gerakannya yang lincah, supaya pertarungan tersebut tidak cepat selesai. Awalnya Xiang’er bisa saja kalah jika tidak menggunakan api ilahi nya, namun jika ia sudah menggunakan api birunya. Maka komandan iblis itu benar-benar tidak mempunyai kesempatan sama sekali.” Ucap Ling Laohu yang sedari awal memperhatikan jalannya pertandingan Hao Xiang dengan Ye Jiho. Terlihat Ye Jiho mulai di tekan dengan gerakan Hao Xiang yang abstrak nan lincah.
“Hehhhh... Yang benar saja itu, aku jadi kasihan dengan komandan iblis nya. Secara tidak langsung ia di jadikan bahan pelampiasan oleh bocah itu.” Ucap Ling Feng tersenyum prihatin menatap ke arah Ye Jiho yang terlihat sudah tidak bisa bersantai lagi, dan menghadapi Hao Xiang dengan serius.
Swussshhh.... Swussshhh...
Booommmm... Boooommmm...
“Hahaha... Lagi! Teruskan! Jangan berhenti dulu aku masih belum puas soalnya hahaha...!” Teriak Hao Xiang yang sangat bersemangat seraya maju ke arah Ye Jiho dengan pedang api nya, namun yang menjadi masalah adalah api yang Hao Xiang kali ini bukanlah merah lagi, melainkan salah satu api ilahi, Api biru.
“Bren*sek! Bahkan jika kau mempunyai Api ilahi sekalipun, aku tidak akan kalah dan membunuh mu!” Teriak komandan iblis itu sangat marah kepada Hao Xiang, karena selalu menyembunyikan kekuatannya yang sebenar nya. Sekali lagi Ye Jiho pun maju menghunuskan pedang besar nya itu ke arah Hao Xiang.
“Membunuhku? Ayolah, saat ini tuh sedang asyik-asyiknya. Jadi, jangan mengatakan hal lelucon seperti itu.” Kata Hao Xiang ikut maju juga dengan pedang api nya.
“Teknik Darah Iblis: Lima Tebasan Kegelapan!” Teriak Ye Jiho mengayunkan lima tebasan beruntun dengan sangat cepat mengarah ke arah Hao Xiang.
“Teknik Perwujudan Pedang Api Phoenix: Api Penghakiman.” Kata Hao Xiang mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, lalu menghunuskan pedangnya secara vertikal melahap habis lima tebasan kegelapan milik Ye Jiho. Tidak berhenti di sana, tebasan vertikal masih terus melesat ke arah Ye Jiho dengan kecepatan yang luar biasa.
Shringggg.... Swussshhhh...!
Ye Jiho tidak sempat menghindar dan dirinya pun langsung mengangkat pedang besarnya menahan tebasan pedang yang berwujud api biru yang luar biasa kuat itu. Ia berusaha mati-matian menahan tebasan api tersebut, namun pedangnya tidak bisa menyerap Api ilahi yang bisa di bilang juga elemen alam yang paling murni. “Apa...! Aku tidak terima ini! Aku tidak teima! Bagaimana mungkin teknik darah iblis ku di kalahkan begitu saja di hadapan teknik berpedang bocah itu! Akhhhhh...!” Teriak marah Ye Jiho dan sudah mencapai batasnya dan...
Boooommmm...
Ye Jiho pun terkena tebasan pedang api Hao Xiang dan tidak membutuhkan waktu lama untuk api biru tersebut mulai membakar tubuhnya. Terdengar teriakan histeris dan memilukan keluar dari mulut komandan iblis itu. Ye Jiho masih belum menyerah, terlihat ia masih berusaha menahan penyebaran api biru yang hendak melahap habis tubuhnya, dengan Qi hitamnya. Sampai Hao Xiang tiba-tiba berkata kepadanya.
“Percuma saja. Bahkan jika kau menghabiskan seluruh Qi hitam mu untuk menghentikan penyebaran api biru ku, pada akhirnya api biru ku akan tetap melahap habis tubuhmu dan mengubahnya menjadi abu.” Kata Hao Xiang dengan seringai mengejeknya, Ye Jiho yang mendengar itu berusaha untuk memedulikan apa yang dikatakan oleh bocah itu dan berusaha untuk fokus melindungi tubuhnya, namun sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Hao Xiang.
Qi hitamnya tetap tidak bisa menghentikan Salah satu api ilahi, karena memang api ilahi adalah salah satu kelemahan paling nyata bagi iblis, karena memang tidak bisa di padamkan sampai target dari api ilahi tersebut berubah menjadi abu, dalam catatan hanya berlalu untuk ras iblis tingkat menengah ke bawah.
“Tidak! Tidak! Aku tidak terima dengan kematian seperti ini! Aku tidak terima!” Teriak Ye Jiho menggila, namun Hao Xiang di satu sisi berkata dengan nada acuh tak acuh.
“Terima saja kematian mu iblis busuk, anggap saja sebagai penebus dosa yang telah kau lakukan, karena telah membunuh banyak manusia.” Kata Hao Xiang dengan acuhnya.
“Tidakkkkkkk.........!!!” Teriak Ye Jiho, yang sudah menggila dikarenakan rasa membakar yang luar biasa, dan perlahan-lahan pun seluruh wujudnya di lahap habis oleh api biru Hao Xiang dan berubah menjadi abu.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.