
“Kalau begitu, kalian harus mendapatkan penghargaan kekeke.” Sebuah suara berat tiba-tiba terdengar membuat degup jantung ketiga wanita itu berhenti sejenak dan beberapa saat kemudian ledakan pun terdengar dari arah bongkahan es.
Swosssshhh...!! Boooommm...?!
>>>>>>______
Bongkahan es tersebut hancur seketika dan terlihat api hitam mengelilingi tubuh Sa Dan. Aura yang terpancar dari jendral iblis tersebut jauh lebih kuat dari yang sebelumnya membuat semua orang yang ada di sana termasuk ketiga wanita yang berhadapan langsung dengan sumbernya di buat bertekuk lutut hanya karena auranya saja.
“Kekekeke... Tidak kusangka kau sampai memaksa diriku memakai kekuatan penuhku. Tidak hanya cantik, kau benar-benar sangat kuat. Sebagai penghormatanku, aku akan membunuhmu.” Ucap Sa Dan seraya melangkah santai ke arah tiga wanita yang dibuat bertekuk lutut olehnya.
Bing Jiao tidak menjawabnya. Walaupun tubuhnya sudah ditekan oleh aura dahsyat Sa Dan, dirinya masih tetap berusaha keras dan berhasil mendongakkan kepalanya menatap tajam ke arah jendral iblis tersebut. Melihat tatapan Bing Jiao yang masih tidak menyerah, Sa Dan sekali lagi tertawa kencang.
“Hahahaha... Bahkan dalam keadaan terpojok seperti ini, kau masih melayangkan tatapan itu?! Pria yang memiliki mu pasti sangat beruntung kekekeke.” Ujar Sa Dan. Mendengar apa yang dikatakan oleh Sa Dan, sosok Ling Feng pun terbayang dalam benak hati Bing Jiao. Sosok pria yang telah banyak berkorban untuknya dan sangat tulus kepadanya. Tanpa sadar wanita itu sudah tersenyum sangat manis.
Sa Dan terus melangkah dan tepat sampai di depan Bing Jiao, tanpa pikir panjang jendral iblis itu langsung mencengkeram leher Bing Jiao dan mengangkat nya. Sekali lagi Bing Jiao batuk darah, karena cengkeraman Sa Dan. Perlahan-lahan kesadaran nya pun mulai hilang.
“Saudari Jiao! Kughhhhkkkk...?!” Ucap Qing Xian dan Cai Lan bersamaan yang memaksa hendak bangkit, namun Sa Dan sekali lagi mengeluarkan tekanannya, membuat kedua wanita itu kembali tersungkur seraya mengeluarkan banyak darah dari mulutnya. “Kekekeke.... Bersabarlah, kalian berdua akan ku urus nanti setelah wanita es ini.” Ucap Sa Dan seraya tersenyum lebar penuh kemenangan.
“Sepertinya hanya sampai sini saja ya. Maafkan aku kakak, sepertinya aku hanya bisa bertahan sampai sini saja.” Batin Bing Jiao tersenyum manis di balik cadarnya, ia sudah mulai memejamkan matanya kehilangan kesadarannya, karena kehabisan nafas. Sa Dan lalu menoleh kembali ke arah Bing Jiao dan melemparnya pelan seraya berkata, “Matilah kau!” Teriak Sa Dan seraya mengambil ancang-ancang menyerang jantung Bing Jiao.
“Tidak saudari!” Teriak Qing Xian dan Cai Lan yang terlihat keduanya sudah mulai meneteskan air mata masing-masing melihat Bing Jiao yang hendak di bunuh tepat di depan mata mereka.
“Berani-beraninya kau hendak membunuh wanita ku, dasar ras rendahan!” Suara pelan yang tiba-tiba muncul, namun terdengar jelas oleh semua orang yang ada di Sekte Gadis Suci. Sa Dan yang mendengar suara pelan itu tentunya membelalakkan kedua matanya terkejut bukan main.
Taaaapppp...?!
“Apa?!” Ucap Sa Dan yang terkejut karena pukulannya yang telah di selimuti oleh Qi Hitam bisa dengan mudah tangkap oleh sosok pria tampan dengan rambut panjangnya tergerai begitu saja serta mengenakan pakaian putih di balut jubah hitam. Tidak hanya itu saja, pria itu pun juga menangkup pinggang Bing Jiao dengan satu tangannya lagi.
Semua orang yang ada di sana terkejut melihat kedatangan pria tersebut, karena mereka tidak mengetahui bagaimana pria itu bisa sampai di sini sedangkan di seluruh bagian Sekte Gadis Suci sudah terpasang formasi penghalang yang sangat kuat. Sa Dan pun juga berpikiran yang sama dengan semua orang yang ada di sana. Semuanya heran dengan kehadiran pria tampan tersebut, kecuali dua wanita yang terlihat sangat bahagia ketika melihat kehadiran pria tersebut.
“Siapa pria ini? Bagaimana ia bisa melewati penghalangnya?!” Batin Sa Dan terkejut sekaligus marah ketika melihat pria tampan tersebut. Bing Jiao yang sudah memejamkan matanya pasrah, sontak membuka kedua matanya perlahan karena merasakan aroma yang familiar oleh indera penciumannya.
“Kakak Feng...?” Ucap Bing Jiao sangat lirih, namun dapat didengar oleh pria tampan tersebut yang adalah Ling Feng. Ling Feng tersenyum manis kepada Bing Jiao dan langsung mencium dahinya seraya berkata, “Maaf kakak terlambat. Sisanya serahkan saja kepada ku.” Ucap Ling Feng dengan lembut setelah mencium dahi Bing Jiao.
Tidak hanya itu saja, Ling Feng juga mengalirkan Qi serta kekuatan jiwanya kepada Bing Jiao membuat wanita itu merasa sangat nyaman dan nyeri yang ia rasakan pun juga ikut berkurang. Mendengar suara yang familiar, Bing Jiao tidak bisa untuk tidak menangis bahagia.
Bagaimana tidak, dirinya benar-benar sudah berpikir akan mati kala itu dan bayangan kematian sekilas telah ia lihat, namun hal yang tidak terduga pria yang ia cintai benar-benar datang menyelamatkannya. “Emmm... Jiao’er mengerti.” Ucap Bing Jiao lalu memeluk Ling Feng dan membenamkan kepalanya di dada bidang Ling Feng.
“Kepa*at! Berani-beraninya ras rendahan seperti mu mengabaikan ku!” Teriak Sa Dan yang sangat marah mengeluarkan aura yang sangat luar biasa dan terasa sangat mencekam membuat siapa saja merasakan kengerian.
“Kubunuh kau dasar ras rend-“ Ucapan Sa Dan yang mendadak terhenti diikuti dengan tubuhnya yang juga kaku. Raut wajahnya berubah drastis dari yang awalnya terlihat mengerikan, kini menunjukkan ekspresi terkejut.
“K-kuat sekali?! P-pria ini...” Batin Sa Dan menatap Ling Feng dengan raut wajah terkejut tentunya. Ling Feng sendiri sudah mulai menoleh ke arahnya. Terlihat Ling Feng menatap sang jendral iblis dengan tatapan sangat dingin membuat sang jendral pun merasa bulu kunduknya berdiri ketika di tatap seperti itu oleh Ling Feng.
“Tidak hanya telah melukai wanita-wanitaku, kau bahkan berani berniat untuk membunuhnya dan menggauli kedua wanita ku. Kematian terlalu murah untuk mu. Akan ku beritahu apa akibat, dari menyinggung sang kaisar ini.” Ucap Ling Feng dengan nada bicara pelan, namun penuh penekanan di setiap kata yang di ucapkannya. Walaupun mengatakan nya dengan nada pelan, namun mereka semua menyadari bahwa pria tersebut sangat marah saat ini.
“Pers*tan dengan omong kosongmu itu! Dasar makhluk rend-” Teriak Sa Dan sangat marah tetap memaksakan melancarkan serangan, walaupun insting nya sudah berteriak kepadanya untuk menjauh dari pria tersebut. Alhasil terbuktilah, belum sampai serangan sang jendral iblis, Ling Feng sudah terlebih dahulu melancarkan dua serangan sekaligus dalam sekedipan mata.
Buggghhhkkkk...!! Buggghhhkkkk...!!
Sa Dan di buat terlempar sangat jauh oleh pukulan yang Ling Feng lancarkan. Tidak berhenti di sana, Ling Feng yang tidak puas langsung mendekati Sa Dan dan melancarkan serangan tianda henti kepada sang jendral iblis. Semua orang yang ada di sana, baik itu kelompok sekte gadis suci ataupun ras iblis tidak bisa merasa merinding melihat Jendral Iblis menjadi bulan-bulanan pria tersebut.
Ling Feng dengan gerakan cepatnya, merespon beberapa detik lebih cepat daripada Sa Dan, membuat sang jendral iblis tidak bisa berkutik sama sekali. Bahkan untuk sekedar bertahan pun dirinya tidak bisa, karena Ling Feng langsung melancarkan serangan lanjutan sebelum ia hendak bertahan.
“Ini untuk Jiao’er.” Ucap Ling Feng seraya melesat cepat melacarkan tebasan pedang dan langsung memotong lengan Sa Dan dalam sekali ayunan pedangnya.
Shringggg...!! Craaassshhh...?!
“Ini untuk Xian’er.” Ucap Ling Feng kembali melesat dan memotong lengan Sa Dan yang lainnya.
Shringggg...!! Craaassshhh...?!
“Ini untuk Lan’er.” Ucap Ling Feng lagi dan kali ini ia memotong kedua kaki Sa Dan. Hal itu ia lakukan berulang kali membuat semua orang menatapnya dengan ngeri dan merasa linu, karena Ling Feng benar-benar tidak melepaskan nya sama sekali.
Sampai tidak terasa dua jam pun berlalu, entah sudah berapa kali Ling Feng memotong seluruh anggota tubuh sang Jendral Iblis, sampai-sampai Sa Dan terlihat sangat ketakutan sekarang. Dirinya pun juga menyadari satu fakta lainnya, bahwa ia pernah menghadapi pria ini sebelumnya. Sa Dan terlihat sudah kehabisan akal menghadapi Ling Feng yang jauh lebih kuat dari yang sebelumnya. Dirinya yang putus asa pun berteriak kencang.
“Akhhhh...! Bajin*an tidak berguna! Aku akan membunuhmu saat ini juga!” Teriak Sa Dan yang putus asa. Tubuhnya mulai membengkak, aura Qi Hitamnya mulai terfokus pada satu titik. Semua orang yang ada di sana menyadari, bahwa Sa Dan hendak meledakkan dirinya.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.