
Pada akhirnya, Qing Xian pergi bersama Ling Feng, walaupun Ling Feng telah membujuknya, namun Qing Xian dengan keukeuh tidak ingin kembali dan ingin bersamanya, Ling Feng pun hanya bisa menghela nafas pendek tidak kuasa menolaknya.
>>>>>>______
Sementara itu, di sisi ruangan jamuan, terlihat begitu ramai, tidak sedikit tokoh-tokoh penting dari pihak kekaisaran Shu yang hadir di sana untuk mencari keuntungan. Mulai dari mendekati beberapa jenius-jenius, sampai ke para tetua, dengan membangun sebuah relasi diantaranya. Bing Jiao sendiri sebenarnya tidak ingin hadir, namun setelah di bujuk oleh Ling Feng dan dipaksa ikut oleh Han Ying, membuat dirinya pasrah dan mengikuti perjamuan tersebut.
Ya walaupun pada akhirnya ia pun memutuskan untuk kembali lebih dahulu, karena terlalu banyak yang mendekatinya. Hal itu membuatnya merasa tidak nyaman, dan memutuskan untuk kembali setelah beberapa saat setelah raja kekaisaran Shu selesai berpidato. Bing Jiao langsung meninggalkan ruangan jamuan dan kini telah sampai di jalanan kota.
Bing Jiao yang berjalan sendirian tentunya menarik perhatian banyak pasang mata di sana, semuanya terpesona dengan kencantikan Bing Jiao. Cadar di wajahnya tidak bisa menahan aura kecantikan yang terpancar darinya. Bahkan tidak sedikit beberapa orang sampai linglung, saking terpesona nya dengan kecantikan Bing Jiao.
Bing Jiao sendiri mengacuhkan hal itu, dan melangkah tanpa kesulitan, karena semua orang yang berada di sana refleks memberikan Bing Jiao jalan. Alhasil ia bisa melangkah dengan mudah tanpa kesulitan sama sekali. Sampai dirinya berhenti melangkah, karena melihat sosok wanita yang terlihat familiar dalam pandangannya. Wanita tersebut terlihat kebingungan dan menoleh ke kanan dan kirinya seperti sedang mencari seseorang. Raut wajah cemasnya terlihat sangat jelas, walaupun tertupi oleh cadar merah terangnya.
“Wanita itu, kalau tidak salah, kan yang biasanya bersama dengan Qing Xian? Kenapa dia di sini sendirian saja dan terlihat kebingungan seperti itu? Terlebih lagi kenapa ia berada di sini tidak berada di jamuan?” Batin Bing Jiao. Jika di pikir-pikir kembali, Bing Jiao juga tidak melihat Qing Xian di perjamuan tadi. Wanita itu tidak lain adalah Lin Kecil yang sedang kebingungan mencari keberadaan dari Qing Xian yang menghilang tiba-tiba, sesaat setelah pertandingan selesai.
Bing Jiao tidak mendekati nya, karena Lin kecil keburu melangkah pergi dari sana untuk mencari Qing Xian ke tempat lain. Pada saat melihat Lin kecil yang kebingungan, tiba-tiba kilas sosok Ling Feng muncul di dalam pikiran nya. “Jangan bilang...” Batinnya lalu melangkah cepat untuk kembali ke penginapan nya.
>>>>>>______
Kembali Kepada Ling Feng
Ling Feng membawa Qing Xian ke sebuah tempat yang jauh dari Kekaisaran Shu. Tempat tersebut adalah pedalaman hutan, namun mempunyai pemandangan yang sangat indah. Terlihat sebuah danau yang sangat indah dan air terjun yang menyejukan dipandang, serta beberapa batu yang terbentuk alami membuat danau dan air terjun itu menjadi pemandangan yang memanjakan mata.
“I-ini dimana?” Tanya Qing Xian yang terkejut sekaligus kagum dengan pemandangan air terjun tersebut. Waktu saat ini masih siang hari, titik di mana sedang terik-teriknya matahari, namun di tempat tersebut udaranya sangat sejuk dan nyaman.
“Ini di pedalaman hutan sebelum sampai di Kekaisaran Shu. Aku menemukan tempat ini pada saat sedang menjelajahi hutan ini.” Jelas Ling Feng dengan singkat. Qing Xian yang mendengar itu mengangguk kan kepalanya kembali mengalihkan pandangannya ke arah air terjun yang terlihat sangat indah tersebut.
“Indah sekali... Jadi, untuk apa kamu membawaku kemari? Aku rasa tidak hanya sekedar untuk menunjukkan pemandangan indah ini, kan.” Kata Qing Xian yang di sambut senyum penuh arti oleh Ling Feng. Memang alasan lain Ling Feng membawa Qing Xian kemari adalah untuk membantunya menjadi lebih kuat, dengan sebuah metode.
“Pertama ikut aku masuk ke dalam goa terlebih dahulu.” Ucap Ling Feng lalu melangkah menyusuri danau pergi ke arah air terjun.
“Aku akan melakukan sebuah teknik jarum akupunktur kepadamu, akan tetapi kamu harus membuka bajumu, supaya aku bisa melakukan teknik ini kepadamu.” Ucap Ling Feng yang terdengar ambigu dan membuat Qing Xian terkejut ketika mendengarnya dan refleks mengangkat dua tangannya menyilangkannya tepat di bagian dadanya. Rona merah pun terlihat jelas muncul di bagian pipinya, Qing Xian malu bukan main ketika mendengar nya. Kedua pupil matanya sangat jelas terlihat bergetar saat ini.
Melihat Qing Xian yang memerah wajahnya, membuat Ling Feng bingung bertanya-tanya, sampai dirinya sadar akan apa yang ia ucapkan nya tadi. “Ah tenang saja... Aku hanya meminta mu untuk membuka baju tepat di bagian punggung tubuhmu saja, aku tidak bermaksud untuk meminta mu untuk membuka seluruh baju mu tanpa sehelai benang pun.” Ucap Ling Feng mengklarifikasi perkataan nya, seraya terkekeh pelan melihat wajah Qing Xian yang saat ini terlihat sangat lucu.
Qing Xian yang mendengar itu pun semakin malu, karena telah salah sangka, di tambah Ling Feng yang menertawakannya, membuatnya malu sekaligus bercampur kesal. Ling Feng yang melihat reaksi Qing Xian pun kembali berkata, “Tenang saja sayangku, aku akan bersikap lembut nanti nya.” Bisik Ling Feng dengan nada menggoda.
“Sayang, sayang, sayang matamu. Hmmmphhh.” Ujar Qing Xian yang kesal, melangkahkan kakinya dengan menghentak-hentakkan kakinya masuk ke dalam gua. Melihat respon itu, membuat Ling Feng terkekeh pelan seraya menggeleng-geleng kan kepalanya. Lalu masuk juga ke dalam gua.
Ling Feng sontak membuka portal yang menuju ke dunia jiwanya, tidak lama kemudian keluar tiga ekor serigala dari portal tersebut. Ling Feng pun tersenyum seraya mengelus-elus ketiga serigala tersebut. “Baiklah aku ingin kalian bertiga menjaga area sekitar sini. Jangan biarkan siapapun masuk tidak terkecuali.” Ucap Ling Feng memberikan perintah kepada ketiga serigala itu yang langsung diangguki oleh ketiganya.
Awwwuuuu
Lolong ketiga serigala itu serempak lalu keluar dari gua untuk melaksanakan perintah Ling Feng. “Baiklah kita mulai saja sekarang.” Kata Ling Feng yang diangguki oleh Qing Xian. “Berbaliklah.” Kata Qing Xian. Ling Feng menganggukinya membelakangi Qing Xian. Tidak membutuhkan waktu yang lama, Qing Xian telah melepaskan armornya dan membuka pakaian belakangnya. Ling Feng mengambil sikap lotus duduk dihadapan punggung Qing Xian.
“Aku akan memulainya. Ingat jangan melawannya dan biarkan saja apa yang mengalir ke dalamnya.” Kata Ling Feng yang diangguki oleh Qing Xian. Ling Feng mengeluarkan jarum akupunktur dari cincin ruangnya, dan menaruh tepat di sisinya. Ling Feng menarik nafasnya perlahan lalu menghembuskannya kembali, dan langsung bergerak meletakkan jarum-jarum tersebut dengan lihai dibeberapa titik bagian punggung Qing Xian.
Metode akupunktur ini mempunyai beberapa manfaat, diantaranya adalah untuk memperbesar dantian dan membersihkan kotoran yang berada di dalam tubuh Qing Xian. Cara metode ini tidak hanya sekedar meletakkan jarum-jarum di titik tertentu saja, Ling Feng juga harus mengalirkan Qi nya melalui jarum-jarum tersebut ke dalam tubuh Qing Xian. Sedikit saja kesalahan, bisa sangat berbahaya kepada Ling Feng.
Tidak hanya sampai di sana, Ling Feng juga memantapkan pondasi tubuh Qing Xian dengan sebuah teknik rahasia yang telah ia pelajari beberapa tahun terakhir ini, dan seperti yang dikatakan oleh Ling Feng tadi, Qing Xian merasakan energi yang sangat murni dalam jumlah besar mengalir ke dalam tubuhnya melalui jarum-jarum yang di letakan oleh Ling Feng di punggungnya.
Walaupun sedikit terasa sakit, namun Qing Xian bisa menahan rasa sakit tersebut, dan tetap menjaga fokusnya agar tidak kehilangan kesadaran. Ia bisa merasakan dantiannya yang mulai terasa lebih besar, dan pondasi tubuhnya menjadi lebih kokoh ketimbang sebelumnya dan semua itu berkat energi murni yang mengalir ke dalam tubuhnya saat ini.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.