Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Pentingnya Pondasi


"Bagaimana kau bisa datang kemari?!" Bukan Qing Shuang yang bertanya melainkan sosok tanpa wujud itu menampakan bayangan hitamnya. To Mu yang mendengar itu mengalihkan pandangannya ke sosok hitam tersebut sembari berkata remeh, "Kenapa harus tidak bisa. Memangnya kau siapa melarang ku datang kemari? Hanya iblis tingkat rendah saja berani melarang ku datang kemari." Balas To Mu mengangkat sebelah alisnya.


Sontak bayangan itu terdiam tidak berkata lagi. Lebih tepatnya ia mungkin sedang terkejut, karena ada yang menyadari identitas dirinya. Melihat Sosok itu terdiam, To Mu mengalihkan pandangannya ke Qing Xian yang sedang memangku Qing Lao. Qing Lao terlihat sangat kesakitan terlihat dari raut wajah yang ia tampilkan.


"Paman apa yang sebenarnya terjadi dengan kakak Lao?" Tanya Qing Xian khawatir. To Mu pun menjawabnya. "Dia terkena Qi iblis." Jawab To Mu singkat jelas. "Qi iblis?" Ulang Qing Xian tidak mengerti. "Cukup panjang untuk dijelaskan. Untuk sekarang urus kedua musuh yang ada didepan mu ini terlebih dahulu." Kata To Mu.


Qing Shuang menatap serius To Mu yang kedatangannya tidak ia duga sama sekali. "Kau bilang tidak ada seorang pun yang akan bisa memasuki formasi yang telah kau siapkan." Kata Qing Shuang kepada iblis tak berwujud itu.


"Jika itu ranah dibawah Saint memang tidak ada yang bisa memasukinya." Kata Iblis tersebut. Mendengar pernyataan itu Qing Shuang terkejut. "Jadi kau ingin bilang bahwa orang ini…" Kata Qing Shuang menggantung.


"Benar. Orang ini setingkat saint. Pantas saja waktu kemarin aku merasa seperti ada yang sedang mengawasi ku dari kejauhan, jika disimpulkan orang yang mengawasi ku adalah orang ini." Tutur Iblis tak berwujud itu dengan nada serius.


"Lalu sekarang harus bagaimana?" Tanya Qing Shuang kesal rencana yang ia susun terancam gagal saat ini hanya dengan kedatangan satu orang saja. "Hanya ada satu cara untuk bisa mengalahkan nya. Jika tidak dilakukan sudah dapat dipastikan kita berdua akan benar-benar dibuat hilang oleh orang itu." Kata Iblis tak berwujud itu.


"Katakan." Kata Qing Shuang. "Berikan Raga mu jika kau ingin kita selamat dari situasi ini. Orang ini bukanlah orang kuat biasa." Kata Iblis tersebut berkata dengan nada serius. Mendengar hal itu Qing Shuang berpikir sejenak sampai beberapa menit kemudian To Mu pun berkata.


"Masih lama tidak kalian diskusinya?" Tanya To Mu sembari memasang wajah bosan menunggu. Sontak Qing Shuang menggertakkan giginya lalu berkata. "Baiklah aku set-" Perkataannya terhenti ketika To Mu berada didepannya ketika ia menoleh kesamping.


"Terlalu lama. Waktu ku sekarang tidaklah banyak." Kata To Mu tepat di wajah Qing Shuang. Sontak Qing Shuang langsung mengambil jarak dari sana. Ketika ia menoleh kembali terlihat Iblis tak berwujud sudah dalam cengkeraman To Mu.


To Mu pun berkata dengan lantang. "Baiklah Nona Xian aku serahkan kepadamu yang disini ya." Kata To Mu lalu menghilang dari sana. Melihat itu Qing Shuang ingin mengejarnya, namun ketika ia ingin melompat keluar tiba-tiba nalurinya membuat tubuh bergerak kesamping.


Ia melihat kedua tangannya lalu menatap orang yang membuat nalurinya berkata untuk menghindar. "Kau pikir semudah itu untuk pergi dari sini." Kata orang yang membuat Qing Shuang bergerak mengikuti naluri. "Qing Xian apa yang sebenarnya ingin kau lakukan tadi?!" Kata Qing Shuang menggertakkan giginya menatap tajam Qing Xian yang memasang kuda-kuda berpedang.


...>>>>>______<<<<<...


"Apa yang ingin kau lakukan tadi Qing Xian." Kata Qing Shuang menatap tajam Qing Xian sembari menggertakkan giginya. Mendengar pertanyaan itu Qing Xian memilih untuk tidak menjawabnya, ia memilih fokus terhadap apa yang akan dilakukannya nanti.


Flashback On


"Beri aku istirahat…Kali ini…Aku…benar-benar sangat lelah." Kata seorang Qing Xian dengan nafas yang sangat memburu saking lelahnya. "Ayolah kau bilang ingin menjadi kuat…Baru seribu ayunan pedang saja kau sudah selelah ini." Kata seorang pemuda yang tidak lain adalah Ling Feng.


"Aku memang berkata ingin menjadi kuat, tapi jika terus menerus seperti ini apa yang akan aku dapat memangnya? Feng Gege hanya mengajarkan gerakan dasar berulang kali bahkan sampai ribuan kali. Apakah memang perlu seperti itu?" Tanya Qing Xian kepada Ling Feng.


"Jika kuda-kuda berpedang mu saja lemah, bagaimana kau bisa berlatih teknik berpedang tingkat tinggi nantinya?" Kata Ling Feng tersenyum. Mendengar hal itu Qing Xian pun tercerahkan dan mulai mengerti dengan latihan yang ia lakukan saat ini.


"Baiklah sudah istirahatnya kita lanjut dengan dua ribu ayunan pedang lagi." Kata Ling Feng dengan senyuman membuat Qing Xian terdiam serasa ingin mati saja.


Flashback Off


Qing Xian pun membuka kedua matanya. Kondisinya saat ini benar-benar sangat lah tenang. "Aku harus tenang. Walaupun aku hanya berlatih semalaman, namun hasil yang kuraih kala itu bukanlah omong kosong belaka." Batinnya.


Qing Lao yang melihat Qing Xian sedang melakukan kuda-kuda tertegun melihatnya. "Kuda-kuda yang sangat alami. Sejak kapan Xian'er menjadi sekuat ini dalam ilmu berpedang? Lalu aura ini…Aku pernah merasakan aura ini. Aura yang hanya dimiliki dari seorang ahli pedang yang sesungguhnya." Batin Qing Lao tertegun melihat Qing Xian saat ini.


Qing Shuang yang melihat itu tidak diam saja, ia langsung berlari cepat menuju Qing Xian untuk menghilangkan momentum tersebut. "Jika dibiarkan maka akan sangat berbahaya…Bocah ini harus dibunuh saat ini juga." Batin Qing Shuang berlari cepat.


Qing Lao yang menyadari Qing Shuang mendekat, lantas mengangkat sebelah tangannya dengan susah payah. "Bajin*an itu ingin menyerang Qing Xian tidak akan kubiarkan begitu saja." Batin Qing Lao bersusah payah mengangkat salah satu tangannya lalu mengarahkan kepada Qing Shuang yang melesat cepat ke arah Qing Xian.


Qing Xian masih menutup matanya tenggelam dalam konsentrasi penuhnya. "Aku hanya bisa menggunakan ini satu kali saja. Jika aku gagal semuanya akan berakhir." Batin Qing Xian semakin tenggelam dalam fokusnya.


Dengan Qi yang tersisa dalam tubuhnya, Qing Lao melancarkan sebuah energi Qi kearah Qing Shuang yang membunuh Qing Xian. "Terima ini Kep*rat pengkhianat!" Teriak Qing Lao melancarkan tembakan energi Qi kepada Qing Shuang.


Yang membuat Qing Shuang sedikit goyah, namun sayang hal itu masih belumlah cukup untuk menghentikan langkahnya untuk membunuh Qing Xian. "Mati kau bocah!" Teriak Qing Shuang.


Shirngggg


Sesuatu yang sangat tidak terduga telah terjadi. Tebasan yang dilancarkan oleh Qing Shuang hanya mengenai angin lalu saja, sontak Qing Shuang membelalakkan matanya terkejut. "Berisik pengkhianat. Yang akan mati itu bukan aku tapi kau!" Kata Qing Xian sarkas. "Teknik Halilintar Langit: Tebasan Kilat Petir."


Shringgggggg


Ctarrrrrrrzzzz


>>>>>>> Bersambung