Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Long Tian dan Para Tetua (2)


"Sepertinya ini akan sedikit merepotkan." Gumam Ling Feng memandang Tubuh Dun Cao yang sekitarnya telah diselimuti oleh aura gelap.


...>>>>>_____<<<<<...


Sementara itu di Tempat Long Tian


Bruuukk


Booommmm


"Ughhkkk sial, monster dia hanyalah seorang Monster." Batin Dun Huang dan tumbang saat itu juga.


Tempat bertarung Long Tian hancur parah. Bahkan lebih hancur daripada dengan Ling Feng. Bangunan hancur dimana-mana, halaman sekte yang tersisa hanya tanah saja, termasuk Dun Huang yang sudah terluka parah..


"Kau bercanda, bukan?! Bagaimana ada monster sekuat ini dipihak kekaisaran?!" Batin Dun Huang. Ia sudah tidak bisa bergerak lagi, ia sudah babak belur setelah bertukar serangan dengannya, bahkan pertarungan mereka tidak sampai setengah hari, namun daerah sekitar mereka sudah rata dengan tanah. "Hahahaha, kupuji untuk sensasi pertarungannya." Kata-kata yang pertama kali Keluar setelah pertarungan sengit.


"K-kau Uhukkk…Uhukkk. Bagaimana bisa pihak kekaisaran ada seorang monster seperti mu Uhukkk…Uhukkk." Ucap Dun Huang terengah-engah sembari terbatuk-batuk. Dun Huang kalah telak dari Long Tian seluruh anggota tubuhnya remuk akibat kena bogem mentah dari Long Tian. Bahkan dengan keadaannya saat ini, berbicara beberapa kata memerlukan usaha yang besar.


"Kekaisaran? Apa itu kekaisaran? kami bukan dari pihak kekaisaran. Kami hanyalah seorang pengembara yang ingin membalas dendam. Ya walaupun aku tidak ikut kedalam itu, akan tetapi selama ada pertarungan besar seperti ini, sebagai seorang pengawal aku harus menjaga tuan ku." Ucap Long Tian dengan merasa bangga.


Mendengar hal itu, Dun Huang terkejut. "K-kalian bukan berasal dari Kekaisaran ini? lalu darimana Asal Kalian?" Tanya Dun Huang terengah-engah. Long Tian yang mendengar itu menyapu pandangannya ke seluruh mata angin.


"Kalau tidak salah ini adalah arah ke timur, bukan? Lah peduli setan tentang hal tersebut." Gumamnya tidak peduli karena tidak tau mengenai arah mata angin. "Intinya aku bukan orang kekaisaran ini dan hanya datang kemari untuk melakukan sesuatu." Jelas Long Tian tanpa beban. Dun Huang yang mendengar itu tidak dapat percaya bahwa ada seorang sekuat ini di kekaisaran lain.


"Dan kedatangan kami kemari hanya khusus untuk meratakan sekte sesat yang telah merugikan banyak orang seperti ini." Lanjutnya tepat didepan wajah Dun Huang. Dun Huang yang mendengar itu mengeraskan rahangnya ketika Long Tian berkata seperti itu, tetapi sedikit kemudian wajah mengerasnya hilang digantikan dengan senyuman mengejek.


Long Tian yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya ikut tersenyum juga. Dun Huang yang mendengar itu hanya tersenyum saja dan berkata tanpa beban. "Mau bertaruh tidak? Aku berani bilang ketua sekte mu sedang terpojok saat ini." Ucap Long Tian tanpa beban. Dun Huang yang mendengar itu terkejut bukan main.


Bagaimana tidak, jika orang yang melawan ketua sekte adalah dia. Mungkin masih bisa dipercaya dan yakin, mengenal sekuat apa orang ini. Namun baru saja ia mengatakan bahwa pemuda yang sedang melawan ketua sekte bisa membuatnya terpojok.


Awalnya ia berpikir hanya candaan dari seorang yang berekspektasi tinggi, namun beberapa detik kemudian menyatakan kebenarannya. Sebuah aura gelap memancar kuat menyebar luas ke seluruh sekte bayangan itu. Dun Huang yang merasakan itu tidak bisa untuk tidak percaya. Long Tian yang merasakan itu menyeringai lebar.


"B-bagaimana bisa pemuda itu bisa mendesak kakak sampai menggunakan itu?! Padahal kakak sudah berada diranah bumi dan itu masih kalah?! Sekuat apa sebenarnya pemuda yang dilawan kakak ini." Batin Dun Huang lalu ia mengalihkan pandangannya ke Long Tian dengan rahang mengeras. Long Tian sendiri menanggapi itu dengan senyuman dan berkata lagi. "Sepertinya ketua sekte mu benar-benar terpojok oleh seorang bocah, tetua. Alhasil aku yang menang taruhannya." Ucap Long Tian dengan senyuman lebar.


Dun Huang yang mendengar itu hanya tertawa dengan keras, "Hahahaha, tidak kusangka kau masih membicarakan taruhan sampai detik ini. Ternyata kau memang orang bodoh." Ucap Dun Huang bangkit kembali. Long Tian hanya memperhatikannya saja dari samping tidak berniat untuk menjaga jarak atau apapun.


"Ughhkkk kau mempunyai bau yang sama busuknya dengan aura yang dipancarkan oleh ketua sekte mu." Ucap Long Tian sembari berpura-pura menutup Indra penciumannya.


"Kekeke kau terlalu sombong bocah sekarang lihatlah bagaimana aku akan membunuhmu." Dun Huang bangkit seraya aura hitam merembes keluar dari tubuhnya. "Tetua Agung bukankah kau seharusnya mengajak kami juga." Kata tetua yang lainnya. Long Tian yang melihat itu tersenyum lebar kembali.


"Bagus, bagus, ayo kita mulai ronde keduanya jika hanya seperti itu dan kalah ini tidak akan menarik." Ucap Long Tian dengan senyuman lebar, lebih tepatnya dipanggil seringai yang lebar.


"Kekeke seorang manusia biasa melawan kami. Jika itu yang tadi maka aku tidak bisa mengalahkan mu, tapi dengan adanya energi gelap ini aku tidak akan kalah kali ini." Ucap Tetua Kedua seraya bangkit. Tubuhnya berbeda dengan tubuh manusianya, tubuhnya kali ini bahkan tidak bisa disebut tubuh manusia lagi.


"Ughhkkk melihat bentuk tubuh kalian, sungguh membuat ku tidak tahan ingin mual." Ucap Long Tian sembari memasang ekspresi jijik melihat perubahan tubuh para tetua sekte bayangan.


"Kekeke apa pedulimu, yang pasti kau akan mati hari ini." Ucap Tetua ketiga dengan aura membunuh yang didominasi aura gelap.


>>>>> Bersambung