
“Terima saja kematian mu iblis busuk, anggap saja sebagai penebus dosa yang telah kau lakukan, karena telah membunuh banyak manusia.” Kata Hao Xiang dengan acuhnya.
“Tidakkkkkkk.........!!!” Teriak Ye Jiho, yang sudah menggila dikarenakan rasa membakar yang luar biasa, dan perlahan-lahan pun seluruh wujudnya di lahap habis oleh api biru Hao Xiang dan berubah menjadi abu.
>>>>>>______
Orang-orang yang berada di Sambung Pendekar pun sudah bisa kembali bergerak normal, awalnya mereka sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa ketika Hao Xiang dan Ye Jiho bertarung, karena tekanan intimidasi aura yang sangat dahsyat dari kedua sosok yang sedang bertarung sengit.
Ling Feng pun membentuk segel tangan, membatalkan formasi penghalang yang mengelilingi arena pertandingan, lalu mendekat ke arah Hao Xiang. Terlihat Hao Xiang langsung menoleh ke arah nya seraya memasang postur tubuh bangga, berkacak pinggang dan berkata, “Fufufu... Lihatlah guru, murid mu ini telah bekerja keras. Sesuai dengan apa yang aku katakan tadi, aku berhasil membunuhnya.” Kata Hao Xiang dengan bangga.
“Ya guru lihat kamu memang sudah bekerja keras, tapi apakah kamu lupa Xiang’er, apa yang guru katakan kepadamu sebelum nya tentang menghadapi iblis?” Ucap Ling Feng diiringi dengan senyuman, membuat Hao Xiang yang mendengar itu pun mengangkat sebelah alisnya tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Ling Feng, pasalnya ia sudah berhasil membunuh iblis itu tanpa menyisakan wujud nya. Jadi ia pikir sudah melakukan sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Ling Feng.
“Guru bilang kepadamu untuk tidak lengah bukan, bahkan sampai akhir pertarungan sekalipun jangan pernah lengah.” Kata Ling Feng menegur Hao Xiang dan secara tiba-tiba menggerakkan tangan nya sangat cepat kedepan pemuda itu, membuat Hao Xiang yang tidak siap, refleks menutup kedua mata nya.
Tidak merasakan apapun, Hao Xiang pun perlahan-lahan membuka salah satu mata nya lalu diikuti dengan mata yang lain nya. Sampai pada saat itu ia pun mendengar suara teriakan berasal dari punggung nya.
“Akhhh manusia Ban*sat! Lepaskan jiwaku sekarang juga! Lepaskan!” Teriakan dari sebuah jiwa transparan yang keluar dari tempat Hao Xiang membakar tubuh Ye Jiho. Melihat jiwa transparan itu, Hao Xiang langsung sadar, bahwa jiwa itu adalah jiwa dari Ye Jiho, yang ternyata berhasil lolos dari api birunya. Lebih tepatnya Hao Xiang penasaran bagaimana jiwa Ye Jiho berhasil selamat dari api biru nya.
“Sepertinnya ia mempunyai sesuatu semacam artefak yang dapat menyimpan memorinya atau lebih tepatnya menyimpan jiwanya secara otomatis, dimana jika tubuh fisiknya hancur, maka artefak itu akan secara otomatis aktif menyelamatkan jiwa dari iblis ini.” Kata Ling Feng menyampaikan asumsinya, tentang bagaimana jiwa Ye Jiho bisa selamat. Mendengar hal itu, Hao Xiang pun merasa sangat bersalah, karena tidak berhasil menepati perkataan nya, karena ia hampir saja membiarkan sebuah jiwa iblis kabur.
“M-maafkan Xiang’er guru. Xiang’er lengah di akhir tadi. Xiang’er benar-benar tidak menyangka bahwa iblis itu akan mempunyai artefak unik semacam itu, mengingat dirinya yang hanya iblis tingkat menengah, membuat Xiang’er secara tidak langsung meremehkan nya, menurunkan kewaspadaan terhadap nya. Sekali lagi Xiang'er minta maaf.” Ucap Hao Xiang meminta maaf kepada Ling Feng dengan raut wajah merasa sangat bersalah.
“Baguslah kalau kamu mengerti, guru berkata seperti ini, karena para ras iblis itu sangat licik. Jadi, walaupun pertarungan mu telah berakhir dan kamu keluar sebagai pemenang, jangan lengah sampai saat-saat terakhir.” Kata Ling Feng tersenyum lembut seraya menepuk-nepuk puncak kepala Hao Xiang.
“Baiklah sekarang kita beralih kepada jiwa transparan ini.” Kata Ling Feng menggerakkan jari nya, membuat jiwa Ye Jiho yang hendak melarikan diri, langsung tertarik ke arah telapak tangan Ling Feng tanpa bisa melawan sekalipun.
Ling Laohu yang mendengar lontaran kata kasar dari jiwa Ye Jiho, secara tiba-tiba berkata, “Tuan muda berikan saja kepadaku, jiwa iblis ini sepertinya harus di beri sedikit pelajaran supaya sadar apa yang ia hadapi saat ini.” Kata Ling Laohu yang merasa jengkel Ling Feng di hina, memberikan sebuah saran kepada nya.
“Sudahlah, sudahlah, tidak perlu semarah itu Laohu, kita punya beberapa pertanyaan penting kepadanya, mengingat dirinya adalah seorang komand... Ah maksudku, jiwa dari komandan iblis, mungkin kita akan memperoleh beberapa informasi penting darinya.” Ujar Ling Feng terlihat sebuah senyuman tercetak di wajahnya, berbeda dengan senyuman lembut yang tadi, Ling Laohu dan Hao Xiang menyadari, bahwa senyuman itu adalah senyuman berbahaya. Jadi keduanya pun memutuskan untuk tidak bicara apapun dan membiarkan Ling Feng yang mengurus semuanya.
“Y-ya jika tuan muda sudah berkata seperti itu, Laohu akan mengikuti nya.” Kata Ling Laohu lalu kembali mengambil posisi nyaman di atas kepala Ling Feng.
Jiwa dari Ye Jiho yang dapat mendengar percakapan itu pun berkata, “Hahhhh... Jadi alasan kau menangkap jiwa ku adalah untuk mencari informasi mengenai atasan ku ya. Kekekeke tapi sayang, bahkan jika kau menyiksaku sampai mati sekalipun, aku tetap tidak akan buka mulut tentang atasanku. Jadi menyerah saja manusia.” Kata Jiwa Ye Jiho dengan nada meremehkan.
Ling Feng yang mendengar itu pun bertepuk tangan kecil seraya terkekeh pelan ia berkata, “Seperti yang di harapkan dari komandan iblis, kesetiaan mu memang patut di puji.” Ucap Ling Feng seraya bertepuk tangan pelan, seraya terkekeh membuat jiwa Ye Jiho yang mendengarnya pun mendadak jengkel, karena ia merasa dirinya yang di remehkan saat ini.
“Kenapa kau tertawa manusia ban*sat! Sudah kubilang aku tidak akan pernah membuka mulut ku berbicara tentang siapa atasan ku. Lebih baik kau musnahkan saja jiwaku sekalian.” Kata jiwa Ye Jiho tidak senang dengan apa yang di ucapkan oleh Ling Feng, yang menurut nya Ling Feng sedang menghina kesetiaan dirinya.
“Ehhhh... Padahal aku tidak bermaksud berkata seperti itu loh, aku jelas-jelas memuji dirimu di sini.” Kata Ling Feng dengan gestur tidak merasa bersalah mengedikan kedua bahunya.
“Tapi, kau bilang apa tadi? Oh iya, Lebih baik kau musnahkan saja jiwaku, kah... Benar-benar sangat totalitas sekali.” Ujar Ling Feng lagi-lagi tertawa kecil membuat jiwa Ye Jiho marah, karena sangat jelas Ling Feng sedang menghina diri nya.
“Ban*sat! Apa yang kau tertawakan hahhhh....?! Tahu apa ras rendahan seperti mu membicarakan tentang totalitas ku!” Teriak marah Ye Jiho tidak terima kesetiaan nya di ejek oleh Ling Feng.
“Iya maaf, maaf, tapi jujur saja aku tidak bisa menahan tawa di sini. Kita lihat saja, apakah kau masih mampu berkata angkuh seperti itu kepadaku.” Kata Ling Feng dengan seringai misterius tercetak di wajahnya. Hao Xiang dan Ling Laohu yang melihat seringai itu hanya bisa prihatin dengan nasib jiwa iblis itu, karena saat ini ia sudah salah memilih lawan.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.