
Beast Harimau itu membelalakkan matanya, kemudian dunia dalam pandangan nya pun menjadi terbalik. Tanpa disadari dan ia sangka, kepala nya sudah terpisah dengan tubuhnya.
"Terima kasih kawan. Aku cukup puas dengan hiburannya." Kata Ling Feng memasukkan kembali kedua pedang nya ke cincin ruangnya. Tanpa basa-basi ia langsung mengambil Kristal Beast Harimau tersebut.
"Baiklah semuanya telah selesai ku kumpulkan, sebaiknya aku kembali sekarang…Sebelum orang tua gila itu berkata-kata yang aneh lagi." Gumam Ling Feng hendak langsung pergi kembali.
Flashback On
"Hal itu Memang ada hubungannya dengan jalan keluar yang aku bicarakan." Kata Tua Tao lalu ia berkata kembali. "Formasi yang kumaksud adalah sebuah mata formasi atau inti daripada Penghalang yang mengelilingi kita. Formasi tersebut berfungsi sebagai media jalan keluar daripadanya yang mengaktifkan nya." Katanya lagi.
"Tapi setelah aku selidiki kembali, formasi tersebut sudah termakan oleh waktu yang membuat formasi itu jadi tidak berfungsi dengan baik." Kata Tua Tao menejelaskan.
"Kalau begitu…Untuk apa aku harus mengumpulkan kristal-kristal beast itu guru?" Tanya Ling Feng tiba-tiba memotong dan langsung di hadiahi pukulan di kepala nya.
"Makanya dengarkan dulu sampai selesai bocah tengil. Aku belum selesai menjelaskan." Kata Tua Tao dengan nada kesal. Ling Feng mengelus-elus bagian kepala yang sudah mengembang, karena pukulan Tua Tao.
Rusak bukan berarti tidak bisa di perbaiki. Walaupun formasi itu sudah termakan waktu, formasi itu masih bisa digunakan kembali. Tetapi, ada keadaan khusus yang diperlukan untuk mengaktifkan formasi tersebut." Kata Tua Tao. Mendengar hal itu Ling Feng lalu berkata.
"Jadi yang guru maksud persyaratan yang diperlukan adalah dengan kristal-kristal beast penguasa itu." Simpul Ling Feng. Tua Tao hanya diam saja yang menandakan kesimpulan Ling Feng memang benar.
Flashback Off
Akan tetapi, baru saja ia ingin pergi. Aura misterius tiba-tiba keluar dari gua beast Harimau itu. "Heummm…Aura ini sedikit tidak biasa." Gumam Ling Feng berhenti melangkah dan menoleh ke arah gua tersebut. Pada saat ia merasakan aura tersebut.
"Entah mengapa aura ini mengingatkan ku dengan seseorang…Tapi siapa ya?" Gumam Ling Feng. Merasa tidak ingat dengan siapa itu Ling Feng memutuskan untuk masuk terlebih dahulu kedalam gua tersebut memeriksanya.
Setelah masuk kedalam tidak terlihat apapun yang istimewa selain benda berkilau-kilau menumpuk membentuk sebuah gunung disana. "Aura itu mulai terasa samar." Gumam Ling Feng masuk lebih dalam ke gua.
Setelah mencapai bagian terdalam aura yang samar ia rasakan mulai terasa kembali dan cukup jelas di rasakan. Ling Feng mempercepat langkahnya. "Hehhhhh…Jadi kau yang memanggilku ya." Gumam Ling Feng.
Sebuah gulungan kayu melayang tepat di hadapannya. Ling Feng mendekati gulungan tersebut dan samar-samar ia teringat dengan perkataan seseorang. "Ah aku ingat…Apakah benda ini yang di cari oleh manusia setengah beast itu ya." Kata Ling Feng teringat kembali dengan permintaan penguasa wilayah hutan sebelum dirinya turun ke Jurang Keabadian.
Pada saat ingin di sentuh, tiba-tiba gulungan tersebut langsung berdengung kencang disertai dengan berkelap cahaya yang sangat terang yang membuat seketika terhalang pandangannya.
Kejadian itu berlangsung beberapa detik kemudian dan setelah itu kembali seperti semula. "Ehhhhh…Gulungan itu menghilang kemana?" Ling Feng menoleh ke kanan dan kiri tidak mendapati apapun. Auranya saja bahkan hilang dalam sekejap.
Pada saat ia melirik ke arah pergelangan salah satu tangannya, sebuah gelang berwarna hijau cerah melingkar disana. "Ehhhhh gelang ini…Jangan bilang ia merubah bentuk nya menjadi ini." Gumam Ling Feng mengangkat sebelah tangannya memperhatikannya lagi.
Karena tidak merasakan apapun lagi, Ling Feng hanya menghela nafas kasar lalu pergi kembali ke arah mulut gua. Tentunya tidak melupakan bukit-bukit yang berkilauan cerah di sana. "Penyimpanan ku terisi kembali." Gumam Ling Feng terkekeh kecil.
Beberapa saat kemudian, ia pun selesai mengumpulkan dan setelah itu langsung kembali ke gubuk tempat gurunya berada. Setengah jam kemudian ia pun telah sampai di gubuk. Terlihat sesosok orang yang sedang menyesap teh dengan cukup menghayati.
"Kau lama sekali, padahal hanya beberapa ekor beast lemah saja." Kata Tua Tao memasang wajah santai menyesap teh nya. "Berisik orang tua…Lagipula ini hanya beberapa jam saja." Timpal Ling Feng dengan wajah jengkel. Ling Feng lalu mengeluarkan empat buah kristal beast.
Tua Tao menyesap teh nya sekali lagi. Baru setelah itu ia bangkit sembari berkata, "Ikuti aku." Kata Tua Tao pergi masuk kembali ke arah hutan dengan Ling Feng yang mengekori dibelakangnya.
Hanya butuh beberapa menit saja untuk menuju tempat yang di tuju. Tua Tao berhenti disebuah reruntuhan batu-batu. Ia lantas menoleh ke arah kanan lalu melangkah beberapa ke sana. Baru kemudian ia sedikit jongkok menyingkirkan tanaman-tanaman disana.
Terlihat samar-samar sebuah pola dengan sebuah tulisan kuno tercetak disana. "Feng'er pergi ke sana lalu lakukan seperti yang ku lakukan." Kata Tua Tao menunjuk ke sebelah nya.
Ling Feng menganggukan kepalanya lalu mulai melakukan hal yang sama dengan Tua Tao. Setelah di bersihkan keduanya langsung terbang perlahan ke atas. Terlihat jelas sebuah ukiran formasi raksasa mulai tampak sekarang.
"Aku tidak menyangka bahwa ada sebuah formasi raksasa di sini. Padahal kukira tempat ini hanya reruntuhan biasa saja." Gumam Ling Feng mendelik kebawah sana. Tua Tao menutup matanya nya sejenak.
Aura sangat kuat pun memancar keluar dari tubuh Tua Tao. Kristal-kristal beast yang tergeletak di tanah mulai terbang mengapung di sisinya. Kemudian ia membentuk segel tangan Membuat Kristal-kristal Beast yang mengapung mulai menyebar ke arah mata angin.
"Formasi Element: Empat arah mata angin." Gumam Tua Tao yang seketika membuat kristal-kristal beast memancarkan aura kuat menjulang tinggi.
>>>>>> Bersambung