
“Dimana pestanya?! Tunggu apa lagi mari ki-“ Ucapan Long Tian terhenti ketika mulutnya langsung tangkup oleh telapak tangan Ling Feng. Melihat pemuda tersebut tidak lain adalah Ling Feng, Long Tian menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal seraya berkata dengan mulut tertutup.
“Ehw Fewng’ewr... Kamwu swudah selweswai mwenywerap selwurwuh krwistwal intwi beawst-beawst itwu?” Ujar Long Tian. (“Eh Feng’er... Kamu sudah selesai menyerap seluruh kristal inti beast-beast itu?”).
Mendengar hal itu Ling Feng refleks menggelengkan kepalanya lantas berkata, “Tinggal sedikit lagi, mungkin tiga sampai dua puluh persen lagi yang masih belum aku murnikan.” Jawab Ling Feng seraya menarik tangannya dari mulut Long Tian.
“Begitu, kah... Lalu sudah berapa kali naik tingkat?” Tanya Long Tian.
“Aku sudah naik tiga tingkat dan kini sudah setengah langkah menuju Ranah Kosmik.” Jawab Ling Feng tanpa beban lalu duduk di sebelah Long Tian. Awalnya Long Tian sedikit heran, pasalnya ia sangat yakin bahwa Ling Feng pastinya bisa menembus ranah kosmik, namun entah mengapa tidak sesuai dengan ekspektasi nya.
Menyadari raut wajah heran Long Tian, Ling Feng tersenyum tipis. Ling Feng menyadari alasan mengapa Long Tian memasang raut wajah seperti itu, dan dirinya pun mulai menjelaskan mengapa ia tidak langsung menembus ranah kosmik. “Ya kamu memang benar nak tidak perlu terburu-buru.” Ujar Long Tian seraya menganggukkan kepala nya.
“Jadi paman... Nampaknya kamu sudah bersenang-senang selama aku tengah melakukan pelatihan tertutup. Aku yakin Paman Tian ku yang sangat ahli dalam mencari informasi ini pastinya sudah mendapatkan sesuatu informasi yang penting bukan.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum semakin lebar membuat naga kecil tersebut tersentak kaget lalu refleks memalingkan wajahnya.
Sosok naga kecil itu menelan salivanya kasar disertai keringat dingin yang sudah mulai bermunculan di dahinya.
“N-niatnya sih seperti itu, tapi aku senantiasa untuk menjaga mu di sini. Jadi mau tidak mau penyelidikan ku tentang pulau ini pun juga ikut tertunda, karena mungkin saja bakal ada beast yang datang mendekat dan mengganggu pelatihan tertutupmu.” Ucap Long Tian beralasan, walaupun di dahi nya sudah mulai muncul keringat dingin.
“Bukankah ada Paman Mu juga yang ikut menjaga ku. Terlebih lagi para beast juga tidak akan datang ke gua, karena penghalang yang paman buat kuat bahkan dapat dikatakan terlalu kuat. Bahkan jika itu beast yang mempunyai tingkat saint sekalipun akan berpikir dua kali jika berniat menghancurkan nya.” Ucap Ling Feng membuat Long Tian terdiam membisu tidak bisa membalas perkataan nya sama sekali.
“Omong-omong kemana perginya Paman Mu sekarang?” Tanya Ling Feng, karena tidak merasakan hawa keberadaan dirinya di sekitar mereka. “Ah dirinya aku minta untuk pergi ke suatu tempat. Aku menemukan sebuah tempat dan karena suatu hal aku tidak sempat untuk memeriksanya.” Jawab Long Tian dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Ling Feng.
“Tidak perlu beralasan paman, bilang saja bahwa paman hanya terlalu malas untuk memeriksanya, kan?” Ucap Ling Feng seraya memandang tajam ke arah Long Tian, dimana terlihat Long Tian telah mengalihkan pandangannya ke samping seraya menyembunyikan keringat dingin di wajahnya. Melihat tingkah dirinya itu, Ling Feng menghela nafas panjang tidak habis pikir dengan tingkah pamannya yang ada-ada saja.
“Sudahlah nak tidak perlu mengkhawatirkan yang telah berlalu. Yang lalu biarkanlah saja berlalu.” Ucap Long Tian seraya memasang wajah tanpa dosanya, membuat Ling Feng yang melihat itu hanya bisa menghela nafas pendek seraya memutar kedua bola matanya malas.
“Oh ya nak. Aku menemukan sebuah harta karun yang luar biasa di pulau ini.” Ujar Long Tian membuat Ling Feng refleks semakin mengerutkan keningnya lalu berkata, “Harta karun? Luar biasa?” Ujar Ling Feng mengulang perkataan naga kecil tersebut. Ia merasa sangat heran disertai rasa curiga tentunya. Jika itu memang sebuah harta karun seperti yang di katakan oleh Long Tian, lantas mengapa naga kecil rakus tersebut tidak mengambil nya.
Walaupun begitu, Long Tian tetap memasang raut wajah yang sama dan berkata, “Kamu pasti sangat lelah dan jenuh, karena sudah memulihkan kondisi tubuh mu dalam jangka waktu yang tidak sedikit kan. Aku jamin kamu akan puas dan merasa lebih baik ketika melihatnya langsung.” Ucap Long Tian dengan percaya dirinya membuat Ling Feng mau tidak mau penasaran.
Long Tian dan Ling Feng pun turun kembali, Sesampainya ia di sana Ling Feng tidak bisa menatap takjub dengan pemandangan yang ada di depannya. Ia tidak menyangka, bahwa di pulau tersebut ada sebuah pemandian yang terbentuk secara alami. Terlebih lagi tempatnya berada di tengah-tengah hutan yang membuatnya tidak habis pikir bagaimana bisa ada pemandian di tengah-tengah hutan, terlebih lagi itu adalah pemandian air panas.
“Bagaimana nak? Benar-benar sebuah harta karun bukan.” Ujar Long Tian dengan bangganya. Ling Feng yang mendengar itu tidak bisa berkata apa-apa selain setuju dengan apa yang dikatakan olehnya. “Tunggu apalagi nak. Kamu juga baru selesai melakukan pelatihan tertutup. Pemandian air panas adalah tempat yang sangat cocok untuk bersantai bukan.” Ujar Long Tian yang sudah masuk ke dalam pemandian alami tersebut.
Melihat itu, Ling Feng pun ikut masuk ke dalam pemandian air panas tersebut. Walaupun dirinya merasa aneh tentang bagaimana bisa sebuah pemandian air panas berada di tengah hutan, namun dirinya tidak berpikir lebih lanjut lagi. Ia melepaskan seluruh pakaian nya dan langsung masuk ke dalam air panas tersebut.
“Bagaimana nak? Walaupun aku sudah yakin hanya dengan melihat raut wajah puas mu itu.” Ujar Long Tian seraya terkekeh pelan, melihat Ling Feng yang sudah sangat rileks dan sangat santai dan menyandarkan tubuhnya di salah satu batu di pemandian tersebut.
“Ya begitulah paman. Kadang-kadang kita memang harus bersantai seperti ini.” Ucap Ling Feng yang sudah rileks, benar-benar merasa sangat nyaman. Ling Feng yang sudah merasa sangat nyaman itu, tidak sadar bahwa di sisi lain pemandian air panas tersebut ada sosok wanita yang tengah berendam juga, hanya saja raut wajah wanita tersebut tidak terlihat baik-baik saja, dan terlihat sangat tersiksa dengan nafasnya pun sudah terdengar berat.
>>>>>>______
“Nak, apakah kamu sudah pernah melakukan itu dengan dua kekasih mu?” Tanya Long Tian membuat Ling Feng yang mendengar itu tentunya refleks terkejut.
“Hahhhhh?! Aku tidak mengerti apa yang sedang paman bicarakan saat ini?” Ujar Ling Feng dengan wajah tersentak kaget bercampur kesal. Long Tian sendiri tidak menggubris wajah kesal Ling Feng lalu kembali berkata, “Oh ayolah nak. Aku tahu kamu mengerti apa yang aku katakan. Tidak perlu pura-pura tidak mengerti.” Ucap Long Tian lagi dengan nada bicara menggoda. Membuat Ling Feng yang mendengar itu menjadi kesal.
“Cihhhh... Urus saja urusan mu sendiri paman.” Ucap Ling Feng dengan raut wajah kesal. Long Tian yang melihat itu tertawa terpikal-pikal membuat sang empu yang di tertawakan semakin merasa kesal dan refleks langsung beranjak dari sana dan masuk lebih dalam ke pemandian air panas.
Long Tian yang melihat itu sudah menyeringai lebar, seraya tersenyum sangat lebar Long Tian berkata, “Hehehe... Tidak perlu berterima kasih kepadaku nak. Aku dengan senang hati membantu merasakan nikmatnya melakukan itu.” Ucap Long Tian pelan lalu keluar dari pemandian air panas. Sebelum pergi, Long Tian membentuk segel tangan yang sangat rumit, bahkan tidak hanya sekali ia melakukan nya sampai empat kali.
“Baiklah sudah selesai. Nikmati waktu bersenang-senang mu nak, hehehehe...” Ujar Long Tian lalu menghilang dalam sekejap entah pergi ke mana.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.