Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Gunung di Kekaisaran Wu


“Jika Saudara Feng sudah berkata seperti itu. Maka aku akan mempercayai nya.” Ucap Wu Nuan.


“Ya begitu lebih baik. Aku senang mendengarnya.” Timpal Ling Feng tersenyum tipis lalu menyesap tehnya kembali.


>>>>>>______


Kabar tentang Kediaman Wali Kota yang rata dengan tanah mulai beredar luas. Semua orang yang medengar itu tentunya terkejut, dan merasa sangat penasaran tentang siapa orang yang berada di balik kehancuran tersebut. Bahkan tidak sedikit yang mengutuk orang yang menghancurkan kediaman Wali Kota, karena mereka berpikir orang tersebut telah membawa kehancurkan kepada Kota Teratai Hitam, karena telah membunuh pemimpin bijaksana seperti dirinya.


Akan tetapi, pikiran negatif itu tidak bertahan lama, karena keesokan harinya setelah hancurnya kediaman Wali Kota. Para Warga Kota Teratai Hitam dikejutkan dengan kabar, bahwa Wali Kota adalah dalang dari dibaliknya orang-orang yang hilang beberapa hari terakhir ini. Banyak orang yang tidak percaya dengan berita itu, karena mereka sangat yakin bahwa Wali Kota bukanlah orang seperti itu, namun setelah di suguhkan saksi, yang mana adalah orang yang hilang itu sendiri, pandangan warga kota benar-benar tidak menyangka sama sekali.


Terlebih lagi ketika mendengar sebuah fakta, bahwa Wali Kota Teratai Hitam bekerja sama dengan ras iblis, yang mana syaratnya itu adalah memberikan tumbal kepadanya dan iblis itu akan memberikan kekuatan kepada dirinya sebagai ganti dari tumbal tersebut. Membuat para warga kota, berbalik mengutuk sang wali kota sangat murka kepadanya. Bahkan sumpah serampah tidak luput dari mereka yang merasa telah di bohongi oleh topeng ramahnya itu.


Pemimpin yang mereka kenal baik hati dan dermawan, ternyata adalah seorang yang sangat keji di belakangnya. Benar-benar fakta yang membuat para warga Kota Teratai Hitam tidak habis pikir hal itu, kini mereka pun sadar, bahwa orang misterius tersebut bukanlah ingin menghancurkan kehidupan mereka, sebaliknya ia ingin menyelamatkan mereka dari ancaman Wali Kota.


Dalam hati mereka masing-masing, para warga kota sangat berterima kasih dan hormat kepada orang telah menghacurkan kediaman wali kota dan membunuhnya. “Aku tidak tahu siapa dirimu, tapi izinkan kami untuk berterima kasih kepadamu Pahlawan tanpa nama.” Batin semua orang di dalam benak hatinya.


>>>>>>______


Kembali Kepada Ling Feng


“Hachuuuuu...?!”


“Oh ayolah... Siapa sebenarnya yang sedang mengutuk diriku saat ini? Siapapun itu, bisakah kalian berhenti menyebut namaku? Hidungku benar-benar sangat gatal sekarang.” Batin Ling Feng yang mulai merasa jengkel, karena bersinnya tidak kunjung berhenti. Sejak kabar kediaman wali kota mulai tersebar, bulu kunduknya tidak berhenti-henti merinding, lalu setelah bulu kunduknya tidak merinding lagi, keesokan paginya ia tidak berhenti-hentinya bersin.


Toookkk... Toookkk... Toookkk...


“Guru apakah kamu di dalam? Aku sudah siap sekarang.” Ucap suara di balik pintu tersebut.


Ling Feng pun melangkah ke arah pintu masuk dan ketika membuka pintu kamarnya, ia mendapati seorang pemuda yang tidak lain adalah muridnya. Sebelumnya Ling Feng sudah meminta Hao Xiang untuk datang ke kamar nya, karena mereka akan segera pergi dari kota ini setelah mendapat beberapa informasi lagi dari Wu Nuan.


Setelah itu Ling Feng pun langsung keluar dari kamarnya menuju lantai pertama, ia juga tidak lupa menyerahkan kunci kepada resepsionis penginapan tersebut. Melihat Ling Feng dan mengetahui identitasnya, resepsionis itu memperlakukan nya dengan hormat dan ramah. Setelah itu, Ling Feng pun melangkah ke arah meja yang telah di isi oleh dua orang wanita. Terlihat dua wanita itu sedang berbincang-bincang santai, sampai dirinya tiba kedua Wanita itu pun langsung menyapanya dengan senyuman.


Ling Feng juga, tersenyum tipis membalas sapaan itu seraya berkata, “Maaf membuat kalian berdua menunggu. Padahal aku yang jelas-jelas meminta Saudari Wu dan Saudari Zhi ke sini.” Ucap Ling Feng.


“Jadi Saudara Feng. Ada perlu apa memanggil kami berdua kemari?” Tanya Wu Nuan setelah menuangkan teh kedalam cangkir Ling Feng dan Hao Xiang. Ling Feng pun menganggukkan kepalanya tidak berniat untuk berbasa-basi juga, ia pun mulai berbicara, “Sebenarnya aku ingin bertanya kepada kalian berdua tentang ada berapa banyak gunung yang ada di kekaisaran Wu. Lalu aku juga ingin bertanya tentang arah untuk menuju gunung-gunung tersebut. Jika Kedua Saudari tidak keberatan, bisakah kalian memberitahukannya kepadaku?” Ujar Ling Feng bertanya kepada Wu Nuan dan Zhi Yan.


Wu Nuan yang mendengar itu menganggukkan kepalanya, dan mulai menjawab pertanyaan Ling Feng. Kekaisaran Wu mempunyai tiga gunung. Dua gunung biasa, dan satu gunung terlarang. Adapun dua gunung biasa itu bernama Gunung Tai yang terletak di utara Kekaisaran Wu, di Puncak Gunung Tai berdiri sebuah sekte yang kebanyakan murid nya adalah perempuan, bukan hanya itu saja, sekte tersebut juga termasuk ke dalam salah satu satu sekte putih terbesar yaitu, Sekte Gadis Suci dari gunung utara.


Lalu Gunung Song yang berada di letak selatan Kekaisaran Wu, Gunung Song sendiri termasuk ke dalam objek persembahan dan penghormatan, karena Gunung Song mempunyai hubungan sejarah tempat berkumpulnya orang-orang penting di tokoh agama di masa lalu.


Terakhir gunung terlarang, nama gunung terlarang itu adalah Gunung Lu. Alasan mengapa gunung tersebut di panggil gunung terlarang, karena Gunung Lu senantiasa memancarkan aura kematian yang sangat pekat dan mencekam. Konon katanya, Gunung Lu sering di gunakan sebagai tempat berperang, bertempur dan semacamnya. Banyak orang yang percaya, bahwa asal muasal aura kematian yang sangat pekat itu berasal dari para prajurit zaman dulu yang mati di Gunung Lu dan rohnya tidak bisa bereinkarnasi, karena suatu penyesalan.


Bukan hanya itu saja, di sekitar kaki Gunung Lu pun ada sebuah kabut yang sangat tebal, dimana jika seseorang masuk ke dalam kabut tebal itu ia tidak akan bisa keluar lagi. Pernah ada beberapa orang yang mencoba untuk membuktikan hal tersebut, dan rumornya orang yang mencoba untuk membuktikan hal itu tidak pernah kembali sampai saat ini.


“Itulah Saudara Feng tentang gunung-gunung yang ada di Kekaisaran Wu. Hanya itu saja yang kami ketahui, dan aku minta maaf, karena hanya sedikit saja informasi yang kami ketahui.” Ucap Wu Nuan selesai menjelaskan.


“Jangan berkata seperti itu Saudari, sebaliknya aku sangat berterima kasih kepada dua saudari, karena berkat kalian aku mempunyai informasi yang cukup dan tahu apa yang harus aku lakukan. Sekali lagi aku berterima kasih.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum tulus dengan hangat, kedua wanita itu bahkan langsung terpesona ketika melihat senyuman hangat Ling Feng, yang walaupun masih mengenakan topeng saat ini.


“T-tidak perlu merasa sungkan Saudara Feng. Itu hanya informasi umum saja. Jadi, santai saja.” Timpal Wu Nuan sedikit tersentak, kedua pipinya perlahan-lahan mulai bersemu merah, merasa malu, karena terlalu lama menatap wajah Ling Feng. Zhi Yan pun langsung mengalihkan pandangannya juga, ia menyembunyikan rona merah pipinya yang kini terlihat jelas di wajahnya.


Melihat tingkah aneh keduanya, Ling Feng mengangkat sebelah alisnya, merasa bingung tentunya. Walaupun begitu ia memilih untuk diam saja, dan tidak membahas tingkah aneh keduanya itu. Hao Xiang dan Ling Laohu yang sedari tadi hanya menyimak saja sempat saling pandang, dan mempunyai pemikiran yang sama dalam pikiran mereka, namun keduanya memilih untuk diam saja, tidak ikut campur pembicaraan Ling Feng dan dua wanita tersebut.


Tidak lama kemudian, beberapa pelayan datang di saat keheningan tersebut. Wu Nuan tentunya langsung memanfaatkan itu untuk mengubah topik pembicaraan mereka, yang terlihat mendadak canggung itu.


Ling Feng pun menganggukkan kepalanya lalu, mulai memakan makanan yang telah di pesan sebelumnya.


"Kalau boleh tau Saudara Feng. Kamu menanyakan letak gunung berada, apakah itu ada hubungan nya dengan iblis kemarin?" Tanya Wu Nuan tepat mereka semua sudah selesai makan.


"Ya begitulah. Aku berniat untuk menemui langsung tuan dari iblis tersebut yaitu, Jendral iblis." Jawab Ling Feng tanpa beban membuat Wu Nuan dan Zhi Yan terkejut ketika mendengar rencana Ling Feng.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.