Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Masalah Lagi?


“Aku ingin mengikuti pelelangan hari ini, bisakah kamu siapkan tempat untukku dan teman-temanku?” Ucap Ling Feng kepada manager tersebut. Tanpa pikir panjang manager itu langsung menundukkan kepalanya dan berkata lagi, “Tentu tuan muda. Aku akan menyiapkannya segera secara khusus untuk Anda dan teman-teman Anda, tuan muda.” Ucap manager tersebut lalu memerintahkan beberapa pelayan di sana untuk menyiapkannya segera.


>>>>>>_______


Tepat setelah berkata seperti itu, Ling Feng dan yang lainnya pun di antar oleh manager langsung, namun baru saja mereka jalan beberapa langkah masuk menuju ruangan yang ditujukan khusus untuk Ling Feng dan lainnya. Secara tiba-tiba suara teriakan terdengar membuat Ling Feng dan yang lainnya menghentikan langkah mereka.


“Hei, bukankah tempat ini salah memprioritaskan tamunya?! Seharusnya kamu melayani ku terlebih dahulu daripada mereka!” Teriaknya pemuda tersebut cukup keras seraya menunjuk ke arah Ling Feng dan yang lainnya. Pemuda itu berpakaian sangat mewah terlihat seperti seorang bangsawan. Dirinya juga tidak sendiri, ada dua orang pria yang seumuran dengannya di belakangnya.


“Aku tidak mengerti maksud Anda apa tuan.” Ucap manager tersebut mencoba bercakap ramah dengan pemuda tersebut. Pemuda itu pun langsung berkata dengan nada yang angkuh, “Maksud ku adalah seharusnya kamu melayani aku dan teman-temanku dahulu. Aku adalah seorang bangsawan, dan mereka yang kamu antar hanyalah sekelompok orang biasa saja.


Bukankah paviliun ini salah memprioritaskan tamunya. Ini juga, aku punya plakat khusus di tanganku. Seharusnya kamu memprioritaskan terlebih dahulu dan bukan dia!” Ucap pemuda tersebut dengan sombong memberitahukan statusnya yang seorang bangsawan.


Ling Feng sendiri masih bersikap tenang, ia sendiri sadar apa alasan sebenarnya kenapa bangsawan muda tersebut berani melakukan hal itu. Pasalnya ketika berbicara lantang dengan manager, kedua matanya senantiasa melirik terus ke arah tiga wanita yang berada di belakang Ling Feng. Alih-alih Ling Feng yang merasa tenang, sang manager sudah mulai panik dan keringat dingin mengalir deras di dahinya.


Tepat sang manager hendak mengatakan sesuatu, hal itu langsung di cegah oleh Ling Feng yang mengangkat sebelah tangannya. Ling Feng lantas melirik ke belakang dimana terlihat Han Ying sudah menunjukkan ekspresi yang kesal, “Apa yang akan kamu lakukan Saudari Ying. Kamu juga tentu sadar bukan, bahwa apa yang diincar pemuda ini bukanlah diriku, melainkan kalian bertiga.” Ucap Ling Feng yang dapat di dengar jelas oleh ketiga wanita itu.


“Lakukan saja sesukamu Saudara Feng. Biar aku yang akan bertanggung jawab mengenai hal apa yang terjadi setelahnya. Sampah sepertinya harus dimusnahkan, supaya tidak menular ke yang lainnya.” Ucap Han Ying seraya menghela nafas kasar.


“Oh jangan salah paham dulu, tanpa kamu beritahu sekalipun, nasib ketiganya pasti akan buruk. Mereka telah berniat buruk kepada hal yang seharusnya mereka tidak sentuh. Jadi sekalipun kamu mencegahku, aku akan tetap melakukan tidak peduli siapapun yang menghalangiku.” Ujar Ling Feng yang diakhiri dengan sebuah senyuman tipis. Lalu melangkah santai ke arah bangsawan muda tersebut.


Han Ying sendiri tidak terlalu memahami apa maksud yang dikatakan oleh Ling Feng, namun berbanding terbalik dengan Bing Jiao dan Qing Xian yang mengerti maksud dari perkataan Ling Feng. Keduanya hanya bisa merasa hangat di dalam benak hati mereka dan pipi mereka, ketika mendengar pernyataan Ling Feng yang terang-terangan tersebut.


Ling Feng berdiri tepat di hadapan bangsawan muda tersebut, menatapnya dengan pandangan acuh tak acuh seraya berkata, “Enyahlah, jangan membuat suasana hatiku buruk.” Ucap Ling Feng mengatakan hal tersebut sembari tersenyum tipis. Tentu saja bangsawan muda tersebut langsung tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh Ling Feng, karena jelas Ling Feng terang-terangan menghina dirinya.


“Bajin*an kecil! Berani-beraninya orang biasa seperti mu berkata seperti itu kepada diriku yang seorang bangsawan ini!” Teriak bangsawan muda tersebut yang langsung naik darah dan melancarkan serangan kepada Ling Feng. “Inilah akibatnya, karena kau telah lancang kepadaku!” Teriak bangsawan muda itu sekali lagi.


Swussshhh...!!


Ling Feng sendiri hanya menatapnya acuh tak acuh, lalu dengan santainya ia mengangkat satu tangannya dan tanpa perlu usaha sama sekali, ia menangkup seluruh kepalan tinju bangsawan muda tersebut. Tentunya itu membuat semua orang yang pastinya sudah berkerumun ramai di sekitar Ling Feng terkejut takjub melihat Ling Feng yang berhasil menahan serangan bangsawan muda tersebut dengan mudah.


Tentu saja bangsawan muda itu yang paling terkejut diantara semua orang yang ada di sana. Beberapa detik kemudian ia pun sadar kembali, dan bersiap menarik kembali pergelangan tangannya yang di gunakan untuk menyerang Ling Feng, namun tidak berhasil karena Ling Feng menahannya.


Bangsawan muda yang hendak kembali berkata kasar kepada Ling Feng, di buat terkejut, karena secara tiba-tiba Ling Feng mencengkeram kepalan tinjunya sangat kuat, bahkan saking kuatnya suara retakan terdengar jelas dan dapat didengar oleh semua orang, dimana itu berasal dari tulang-tulang yang remuk akibat dari cengkeraman tangan Ling Feng.


“Akhhhh......!! Jari-jariku! Sakit! Sakit!” Teriak bangsawan muda tersebut meronta-rota, merasakan nyeri yang amat sangat dari jarinya yang baru saja diremukan oleh Ling Feng. Ling Feng tidak berhenti di sana saja, ia meletakkan kakinya di atas paha bangsawan muda, dan dalam sekali hentakan. Ia langsung menekannya ke bawah membuatnya langsung bertekuk lutut di hadapan Ling Feng.


Bughhhkkk...!! Kraakkkk...?!


Bahkan ketika Ling Feng menekan pahanya, suara retakan kembali terdengar berasal dari tulang kering kakinya yang beradu dengan lantai tempat dirinya berdiri. Bangsawan muda itu tentunya langsung berteriak kembali, membuat semua orang yang ada di sana merasakan linu yang amat sangat mengingat seberapa sakitnya, sampai-sampai dirinya berteriak menyedihkan seperti itu.


Bangsawan muda itu menggertakkan giginya kuat-kuat, rasa sakit, marah, malu, dan benci bercampur aduk menjadi satu. Ia pun menoleh cepat ke belakangnya dimana teman-temannya memandang ke arahnya dengan pandangan tidak percaya, ia pun sekali lagi menggertakkan giginya dan berteriak lantang, “Kenapa kalian hanya diam saja dasar orang-orang udik! Cepat bantu aku dasar teman tidak berguna!” Teriak bangsawan muda tersebut yang geram.


Teman-temannya pun tersentak kaget ketika mendengar teriakan marah dari bangsawan muda tersebut. Mereka pun tanpa berkata apa-apa lagi langsung mengelilingi Ling Feng, dan tepat ketika mereka maju menyerang ke arah Ling Feng sosok yang begitu cepat melesat ke arah dua teman bangsawan muda tersebut.


Shringggg...! Shringggg...!


“Berani menyentuh saudaraku, maka tidak ampun bagi kalian berdua.” Ucap sosok tersebut yang entah sejak kapan sudah mengeluarkan pedangnya, dan tepat ia kembali menyarungkan pedangnya, pad saat itu juga kedua tangan dari orang yang hendak menyerang Ling Feng putus saat itu juga.


Crasssshhh...?! Crasssshhh...?!


Kedua teman dari bangsawan muda itu pun langsung tergeletak mengenaskan seraya memegangi tangan mereka yang baru saja di potong oleh sosok yang tidak lain adalah Yang Sun. Bangsawan muda itu tercengang melihat dua temannya langsung terkapar dengan keadaan yang sama menyedihkannya dengan dirinya.


“K-kau... Aku adalah bangsawan dari ibu kota kekaisaran. Jika kau melakukan sesuatu yang buruk kepadaku, keluargaku pastinya tidak akan tinggal diam saja.” Ucap bangsawan muda tersebut yang sudah bergetar ketakutan, namun masih tidak mau mengalah dan kini mengancam Ling Feng.


Ling Feng yang mendengar itu menatapnya jauh lebih dingin dan kali ini disertai niat membunuh, bahkan orang-orang yang ada di sana mulai bergidik ngeri, dengan aura mencekam yang terpancar dari Ling Feng. Ling Feng lantas mensejajarkan tingginya dengan bangsawan muda tersebut seraya berkata, “Silahkan saja. Bahkan jika itu termasuk dengan leluhur-leluhur keluarga mu aku tidak takut. Aku rasa Kaisar Han tidak masalah, jika kehilangan satu keluarga bangsawan sampah di ibu kotanya.” Ucap Ling Feng dengan nada acuh tak acuh dan niat membunuh yang luar biasa.


“Kau telah mengusik hal yang seharusnya tidak kau usik. Jadi, terimalah konsekuensinya dasar bangsawan bodoh.” Ucap Ling Feng sekali lagi, dan dirinya pun langsung menendang tepat di antara ************ bangsawan muda itu cukup keras sampai-sampai bangsawan muda itu terpental melesat terbang keluar dari tempat tersebut, dan baru berhenti setelah menabrak suatu bangunan.


Swusssshhhh....! Booooommmm...?!


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.