Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Zhi Yan


Mengingat apa yang di lakukan oleh Ling Feng akan menarik perhatian. Jadi, setelah selesai menghilangkan kawah besar dan menaruh sekarung kecil yang berisikan penuh akan koin emas, mereka bertiga pun langsung pergi dari kota suma pagi hari itu juga, kembali melanjutkan perjalanan nya menuju kota selanjut nya.


>>>>>>______


Hari pun berlalu seperti biasanya, Ling Feng dan yang lainnya kembali melanjutkan perjalanan menuju kota selanjutnya untuk mencari informasi lagi tentang para iblis. Ling Feng dan Hao Xiang sudah terbang sekiranya hampir tiga hari lebih, namun selama tiga hari yang ia temukan hanyalah hutan belantara saja.


Dirinya bahkan sempat berpikir salah arah, karena tidak kunjung menemukan kota sampai saat ini. Sampai ketika ia melewati hutan dan sampai di padang rumput yang luas, tidak sengaja ia melihat ada beberapa orang dan sebuah kereta kuda di bawahnya. Melihat hal itu, Ling Feng pun memutuskan untuk turun dan melangkah ke arah kereta kuda tersebut, membuat rombongan tersebut langsung waspada dengan kehadirannya yang tiba-tiba muncul.


Melihat para orang-orang tersebut menjadi waspada dengannya, Ling Feng pun mengerti alasan para orang-orang tersebut menjadi waspada dengannya, ia pun lantas mengutarakan niatnya dan berkata, “Maaf sebelumnya tuan-tuan. Aku hanya ingin menanyakan arah saja.” Ujar Ling Feng kepada orang-orang yang waspada dengan kehadiran nya itu.


Awalnya hening tidak ada yang merespon perkataan Ling Feng, sampai kemudian salah seorang pria dari mereka maju kedepan lalu bertanya balik kepada Ling Feng. “Menanyakan arah? Arah apa yang kau maksud?” Tanya balik pria tersebut kepada Ling Feng.


“Arah menuju kota terdekat itu kemana ya? Aku sudah terbang tiga hari lamanya, tapi sepertinya aku tersesat saat ini.” Kata Ling Feng seraya menggaruk-garuk bagian belakang kepala nya memasang wajah tidak enak.


Ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Feng, sontak orang-orang tersebut saling pandang merasa aneh dengan sikap Ling Feng. Tentu semua orang yang ada di sana merasa aneh, pasalnya bagaimana mungkin mereka percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan oleh Ling Feng, terlebih lagi penampilan nya terkesan sangat mencurigakan dan mereka juga tidak merasakan aura yang terpancar dari Ling Feng seolah-olah dirinya seperti manusia biasa. Mengetahui fakta seorang tanpa aura berada di area terpencil seperti ini, tentu saja membuat siapapun curiga pasti nya, sebaliknya mereka bahkan lebih waspada dengan Ling Feng saat ini.


Ling Feng yang tidak mendapatkan respon apapun dari sekelompok orang-orang tersebut, tentunya merasa heran. Padahal ia hanya menanyakan sebuah arah menuju kota terdekat saja, tapi kenapa tidak ada satu pun orang yang mau menjawab pertanyaan sederhananya itu.


“Guru, guru. Aku merasakan tatapan waspada dari orang-orang ini, mereka sepertinya masih curiga dengan kita saat ini.” Bisik Hao Xiang kepada Ling Feng.


“Waspada? Apakah diriku semenakutkan itu, sampai-sampai harus di waspadai seperti itu.” Batin Ling Feng lalu mulai menatap satu persatu wajah dari rombongan itu, dan benar seperti yang dikatakan oleh Hao Xiang, mereka waspada dengan Ling Feng, bahkan satu tangan mereka sudah berada di bagian gagang pedang masing-masing.


Lalu secara tiba-tiba, pria sepuh keluar dari dalam kereta kuda itu. Tepat pria sepuh itu keluar, semua orang yang ada di sana langsung menyingkirkan diri, memberikan jalan kepadanya seraya memberikan hormat kepada nya. Pria sepuh dengan wajah acuh tak acuh itu berjalan ke arah Ling Feng lalu berkata kepadanya.


Pria sepuh itu mengajak Ling Feng dan yang lainnya untuk ikut saja dalam rombongan mereka, karena memang kebetulan rombongan mereka juga hendak menuju ke kota terdekat juga. Ling Feng awalnya tidak merasa aneh, namun ketika tiba-tiba pria sepuh itu mengajak Ling Feng dan Hao Xiang untuk masuk ke dalam kereta, tentunya itu membuat dirinya bingung, karena menurutnya untuk apa mengajak orang asing masuk ke dalam kereta mereka.


Akan tetapi, Ling Feng tidak menolak tawaran itu, mengingat dirinya tidak tahu arah menuju kota terdekat, ia pun menganggukkan kepalanya menerima tawaran yang di ajukan oleh pria sepuh itu. Orang-orang yang waspada dengan Ling Feng, sontak memberikan jalan kepadanya dan Hao Xiang, untuk masuk ke dalam kereta kuda.


“Tuan muda.” Ling Laohu tiba-tiba mengirimkan transmisi suara kepada Ling Feng.


“Tenang saja, jika memang ada sesuatu yang tidak beres. Aku akan menghabisi mereka semua.” Balas Ling Feng dengan tegas. Rata-rata orang yang berada di sana ranahnya sudah berada di tingkat bumi dan ada beberapa orang yang berada di ranah langit termasuk pria sepuh yang mengajak Ling Feng tadi. Jadi menurut Ling Feng tidak sulit baginya menghabisi mereka kalaupun saat ini adalah sebuah jebakan.


Wanita tersebut bisa di bilang cantik, dengan gaun hijau muda dan rambut hitam panjang menjuntai lurus, walaupun saat ini sedang menggunakan cadar, namun itu tidak menutupi aura kecantikan nya. Membuat pria manapun pastinya akan tergila-gila kepadanya. Namun hal itu berbeda dari pandangan Ling Feng, dari sudut pandang dirinya kecantikan wanita itu masih tidak sebanding dengan dua kekasihnya.


“Terima kasih paman.” Ujar wanita tersebut dengan lembut dan diangguki oleh pria sepuh itu. Setelah itu ia pun beralih kepada Ling Feng dan menyambutnya.


“Selamat datang tuan-tuan di kereta ku. Aku harap tuan-tuan tidak keberatan dengan ukuran kereta yang kecil ini.” Ucap wanita tersebut dengan lembut.


“Iya dan terima kasih sudah mengundang kami berdua. Kalau boleh tahu siapa nama dermawan kami ini?” Tanya Ling Feng seramah mungkin, namun secara tiba-tiba pria sepuh yang berada di dekat mereka berkata dengan kasar kepada Ling Feng.


“Sangat Lancang! Beraninya kau sangat lancang kepada nona muda?! Perkenalkan dirimu terlebih dahulu!” Ujar pria sepuh itu dengan nada cukup tinggi kepada Ling Feng. Hao Xiang yang mendengar nada bicara tinggi keluar dari pria sepuh itu, langsung menatap tajam dirinya sempat mengeluarkan sedikit niat membunuhnya, namun itu langsung di cegah oleh Ling Laohu yang memukul puncak kepala Hao Xiang.


Tapi tetap saja, pria sepuh itu sempat merasakan niat membunuh yang sangat intens ditunjukan kepadanya, ia bahkan secara tidak sadar sudah mundur satu langkah ke belakang dengan setetes keringat muncul di dahinya.


“Paman tidak perlu bersikap seperti itu!” Ujar wanita itu menegur pria sepuh tersebut. Menyadarkan pria sepuh itu dan langsung meminta maaf kepada Ling Feng.


“Tidak, tidak perlu meminta maaf, aku yang salah di sini. Namaku Feng, dan ini muridku Xiang’er.” Ucap Ling Feng memperkenalkan dirinya dan Hao Xiang. Hao Xiang tetap memberikan salam, walaupun hanya salam singkat, karena masih kesal dengan pria sepuh yang telah menyentak Ling Feng di awal tadi.


“Salam kenal Tuan Feng dan Nak Xiang’er. Namaku Zhi Yang.” Ucap wanita tersebut memperkenalkan dirinya yang bernama Zhi Yang.


“Salam kenal juga nona Zhi.” Ujar Ling Feng Menyapanya dengan salam kultivator. Alasan ia melakukan hal itu, karena Ling Feng merasakan aura Zhi Yang, yang sudah berada di ranah bumi bintang sembilan.


Zhi Yang pun langsung membalas sapaan Ling Feng dengan melakukan gerakan yang sama dan bertanya kembali lagi. “Kalau boleh tahu, Tuan Feng dan muridnya hendak apa ke kota?” Tanya Zhi Yang kepada Ling Feng.


“Kami hanya singgah untuk mengisi ulang perbekalan kami yang sudah mulai menipis sebelum melanjutkan perjalanan kembali.” Jawab Ling Feng yang tentunya hanya alasan saja.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.