
“Aku mengerti. Kerja bagus.” Ucap Ling Feng seraya menganggukkan kepalanya dan di balas anggukkan kepala oleh klonnya, lalu berubah menjadi cahaya-cahaya kecil dan masuk ke dalam tubuh Ling Feng kembali. Setelah itu, ia pun memejamkan matanya seraya mengalirkan energi jiwanya untuk memeriksa formasi ilusi tersebut.
>>>>>>______
Beberapa saat kemudian ia pun kembali membuka kedua matanya. Ia kembali menarik tangannya dan menghentikan energi jiwa yang keluar dari tubuhnya.
“Bagaimana nak? Kau perlu bantuanku?” Ujar Long Tian bertanya setelah Ling Feng kembali membuka matanya. Mendengar hal itu, Ling Feng tersenyum tipis lalu menggeleng-gelengkan kepalanya seraya berkata, “Tidak perlu paman. Aku bisa menghancurkan formasi ini.” Jawab Ling Feng seraya tersenyum tipis.
“Oh ya paman, tolong awasi sekitarnya ya.” Ucap Ling Feng lagi. Mendengar hal itu, Long Tian menganggukkan kepalanya, mengiyakan perkataan Ling Feng. Melihat anggukan kepala Long Tian, Ling Feng pun kembali memejamkan matanya, mengalirkan energi jiwa dalam jumlah besar berniat untuk mengurai formasi tersebut.
Waktu pun tidak terasa berlalu. Sudah hampir satu jam lebih Ling Feng masih dalam posisi yang sama. Ia pun tidak berhenti-hentinya mengalirkan Energi jiwa ke dalam formasi tersebut, sampai beberapa saat muncul lingkaran formasi di hadapan Ling Feng, bahkan lingkaran formasi yang muncul itu bersinar terang selama beberapa saat.
Tepat cahayanya mulai meredup, kini terlihatlah sebuah jalan yang berupa mulut gua cukup besar. Mulut gua tersebut adalah pintu masuk yang ia bicarakan sebelumnya. Melihat gua tersebut Ling Feng pun bangkit dari posisi lotusnya melangkah masuk ke dalam gua tersebut. Ia awalnya tidak sadar, namun ketika dirinya masuk ke dalam gua tersebut ia dibuat takjub dengan pemandangan yang ada di dalam gua.
Terlebih lagi kepadatan Qinya benar-benar sangat berbeda ketimbang di luar gua. Ling Feng pun terus masuk ke dalam gua tersebut. Instingnya berkata, ada sesuatu yang menakjubkan jika dirinya masuk lebih dalam ke gua dan benar saja. Kini terlihat pemandangan yang membuat Ling Feng diam terpaku. Terlihat ada sebuah gerbang besar yang berlapis emas. Gerbang tersebut terukir banyak simbol-simbol serta gambar yang terlihat aneh namun indah.
Alasan mengapa di gua tersebut kepadatan Qi nya sangat besar, karena semua itu berasal dari apa yang ada di balik gerbang besar tersebut. Ling Feng dapat melihat jelas Qi yang bocor melalui sela-sela gerbang besar tersebut.
Ling Feng menatap serius ke arah gerbang besar berlapis emas tersebut. Instingnya mengatakan untuk membuka gerbang tersebut. Akan tetapi yang menjadi masalahnya ia tidak tahu bagaimana cara membuka gerbang besar tersebut.
"Nak perhatikan simbol-simbol itu." Ujar Long Tian seraya melirik ke arah gerbang besar tersebut.
Ia pun sekali lagi memperhatikan simbol serta gambar yang terukir di gerbang besar tersebut. Ia melihatnya dengan seksama seraya berpikir. Ia sangat yakin petunjuk untuk membuka gerbang tersebut ada pada gerbang besar tersebut. Sampai kemudian tatapannya berhenti pada simbol-simbol yang terukir di gerbang tersebut. Setidaknya ada delapan simbol yang terukir di gerbang tersebut, dimana kedelapan simbol itu menggambarkan tiap-tiap elemen yang ada.
Ling Feng tiba-tiba terpikirkan sebuah cara yang mungkin bisa membuka gerbang besar tersebut. Ia pun meletakkan satu tangannya di gerbang tersebut dan mengalirkan elemen apinya ke dalam gerbang besar tersebut. Awalnya tidak terjadi apa-apa, sampai sepuluh menit berjalan secara tiba-tiba salah satu dari delapan simbol yang ada bersinar terang.
Ling Feng refleks melangkah mundur untuk melihatnya, dan dirinya langsung tersenyum senang ketika melihat simbol yang bersinar tersebut adalah simbol dari elemen api. “Seperti yang kuduga. Aku harus mengalirkan kedelapan elemen yang sesuai dengan simbol-simbol yang terukir di gerbang ini untuk membukanya.” Katanya seraya tersenyum puas, karena cara yang ia pikirkan ternyata benar.
Salah satu simbol sudah bersinar, dan tersisa tujuh simbol yang masih belum bersinar. “Kukira akan sulit membukanya, ternyata hanya perlu mengalirkan tiap-tiap elemen ke gerbang besar ini.” Ucap Ling Feng yang berkesimpulan akan selesai dengan cepat, itulah yang ia pikirkan.
>>>>>>______
Tiga Jam Kurang Kemudian
“Tujuh simbol!” Ujar Ling Feng dan seperkian detik berikutnya ia langsung bertekuk lutut. Terlihat ia sudah melepas topeng di wajahnya. Keringat deras mengalir di dahinya raut wajahnya pun sedikit pucat, karena terlalu banyak menggunakan Qi untuk mengalirkan elemennya. Nafasnya terlihat sangat memburu dan sesekali samar-samar uap keluar dari mulutnya. Ling Feng benar-benar kelelahan.
Terlebih lagi pada saat ia hendak menyelakan simbol ketujuh yaitu, simbol dari elemen cahaya. Setidaknya waktu yang ia butuhkan satu setengah jam untuk menyalakannya. Ia telah menguras banyak Qi dan energinya simbol yang ketujuh bersinar.
“Benar-benar sangat cepat nak.” Ujar Long Tian yang kini sudah berpindah tempat di sebuah batu di dekat gerbang besar tersebut. Ling Feng yang mendengar itu melirik kesal ke arahnya lantas berkata, “Diam paman. Aku benar-benar sangat lelah sekarang.” Ujar Ling Feng dengan wajah yang terlihat sangat lelah.
Akan tetapi, alih-alih simpati naga kecil itu malah tertawa kecil seraya berkata, “Bagaimana dengan istirahat dulu. Aku yakin perlu persiapan yang matang untuk menyalakan simbol yang terakhir.” Ujar Long Tian.
Mendengar hal itu, Ling Feng menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tidak punya waktu untuk istirahat sekarang. Ia harus cepat-cepat membuka gerbang tersebut, mengingat masih banyak hal yang harus ia lakukan. Ling Feng mengeluarkan sebuah pil pemulih dan langsung menelannya. Ia memejamkan kedua matanya selama beberapa saat dan wajah pucatnya pun kembali seperti semula.
Qi serta energinya telah kembali pulih. Ling Feng beruntung, karena berkat Qi yang melimpah di gua itu ia bisa pulih dengan cepat dan tentunya di bantu dengan pil pemulih juga. Ling Feng kembali bangkit dan meletakkan tangannya di gerbang tersebut. Ia melihat ke atas dimana masih ada satu simbol yang bersinar.
Simbol yang terakhir adalah bentuk sebuah siluet misterius yaitu, elemen kegelapan. Ling Feng memasang raut wajah serius, pasalnya ia masih belum terlalu mahir untuk mengendalikan elemen kegelapan. Dari delapan elemen yang ia kuasai, elemen kegelapan lah yang paling sulit untuk dikendalikan. Karakteristik nya yang gelap dan misterius, membuat Ling Feng sulit untuk mengendalikan nya.
“Tidak, sekalipun sulit aku tetap akan melakukan nya. Tidak, tidak, aku memang harus melakukannya. Demi orang-orang yang kusayangi agar tidak kehilanga mereka lagi, untuk masa depan benua biru, untuk semua kehidupan yang ada di dunia biru. Aku akan melakukan nya dan tidak akan menyerah di sini saja.” Batin Ling Feng membuka kedua matanya lebar-lebar lalu mulai mengalirkan Elemen kegelapan nya ke dalam gerbang raksasa tersebut.
Degghhhh...?! Degghhhh...?!
Detak jantungnya terpacu cepat. Berbeda dengan elemen cahaya, elemen kegelapan benar-benar sangat liar dan hampa. Ling Feng mengatupkan giginya kuat-kuat, memusatkan pikiran nya supaya tidak teralihkan. Ia terlihat sudah batuk darah sesaat ia memulai nya.
Long Tian yang melihat itu sempat khawatir, karena elemen kegelepan yang keluar dari tubuh Ling Feng benar-benar melebihi batas wajar tubuhnya. “Nak hentik-“ Ucap Long Tian seraya bangkit dan hendak mendekat ke arahnya, namun langsung di potong oleh ucapan Ling Feng.
“Jangan mendekat paman! Perhatikan saja dari sana dan jangan mendekat! Sekalipun kamu mencegahku, aku akan tetap melakukan ini. Tidak, aku memang harus melakukan ini. Demi semua orang yang ku sayang, demi semua orang yang percaya kepadaku, demi masa depan benua biru. Aku tidak akan menyerah begitu saja!” Teriak Ling Feng menunjukkan tekad yang luar biasa.
“Aku akan membuka gerbang besar apapun yang terjadi dan juga aku akan mengendalikan Elemen Kegelapan ini. Oleh karena itu, aku tidak akan pernah menyerah!” Teriak Ling Feng lagi dimana kini darah sudah mengalir dari kedua sisi bibirnya dan tepat dirinya berteriak seperti itu, simbol dari elemen kegelapan pun bersinar dan...
Kloooppp...?!
“Ehhhh?! Dimana ini?!” Ucap Ling Feng yang refleks ketika menyadari dirinya sudah berpindah tempat sekarang, tidak lagi berada di depan gerbang besar.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.