Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Transformasi Iblis


Kembali ke Ling Feng


"Ini akan sedikit merepotkan." Gumam Ling Feng. Aura gelap yang berkumpul di sekitar Dun Cao, mulai meregenerasi seluruh luka-lukanya yang diderita oleh Dun Cao. Bahkan kepala Dun Cao yang sudah terpisah dengan tubuhnya kini kembali lagi menjadi satu dengan tubuhnya.


Penampilan Dun Cao kini ia bertransformasi menjadi setengah iblis. Dun Cao terpaksa menggunakan ini m, karena memang sudah tidak ada cara lain lagi.


"Tidak kusangka tua Bangka ini bodoh sampai-sampai membuat perjanjian dengan iblis hanya untuk kekuatan sementara itu. Sungguh lucu Sekali." Ucap Ling Feng dengan nada mengejek. Dun Cao tidak menggubris perkataan Lig Ling Feng. Tatapan matanya sangat datar, namun mengandung aura Membunuh yang sangat luar biasa.


Bunuh, akan kubunuh, akan kubunuh." Gumam Dun Cao samar-samar dengan nada suara yang dingin. Ling Feng tidak dapat mendengar apa yang di gumamkan oleh Dun Cao. Dun Cao menatap datar Ling Feng yang terlihat masih cukup santai, namun sebenarnya ia sangat waspada saat ini.


Perubahan dari segi aura, sikap, dan juga kekuatan. Membuat Dun Cao berubah menjadi orang yang sangat berbeda kali ini. Dun Cao langsung mengangkat salah satu lengannya dan mengarahkannya kepada Ling Feng. Ling Feng yang melihat itu merasakan perasaan yang tidak enak.


Wushhhh


Booommmm


Seperkian detik kemudian, bagaikan peluru tak berwujud meluncur sangat cepat mengarah kepada Ling Feng. Namun, seperkian detik itu juga Ling Feng berhasil selamat dengan bergerak cepat kesamping.


"Menggunakan elemen angin dan mempraktekkannya seperti itu, dan lagi serangan tadi juga mengandung energi gelap. Jika aku menerima serangan itu bisa-bisa langsung terkena luka dalam saat itu juga." Batin Ling Feng Melihat dampak dari serangan tak berwujud Dun Cao yang telah bertransformasi menjadi setengah iblis.


Dun Cao melirik kembali ke arah Ling Feng dan kembali melancarkan serangannya yang sama. Ling Feng yang melihat itu sedikit mengumpat. Walaupun refleks yang ia miliki sangat tinggi, namun dampak dari serangan musuh juga bukan main-main.


Ling Feng menghindari serangan Dun Cao terus menerus sembari sesekali mencoba untuk menyerang tubuh utama Dun Cao, namun sayangnya hal itu percuma. Setelah Dun Cao terkena serangannya, luka-luka yang dihasilkan langsung di regenerasi, pulih kembali seperti biasa.


Dun Cao terlihat setengah sadar, namun tidak bisa dibikin sadar juga. Karena, setelah ia menggunakan transformasi iblisnya. Hampir setengah dari kemanusiaan yang ia miliki dilahap oleh kekuatan itu, dan yang tersisa hanyalah sifat-sifat buruknya saja.


**Wushhhh


Booommmm**


Serangan masih terus dilancarkan oleh Dun Cao bahkan setelah berlalu satu batang dupa, ia tidak berniat memberikan Ling Feng bernafas. Sebaliknya Ling Feng sekarang hanya bisa mengumpat dalam hatinya, "Pertama-pertama aku harus tenang, energi iblis pasti mempunyai kelemahan aku yakin itu. Namun yang jadi masalahnya apa kelemahan itu? aku bahkan tidak menyangka bahwa Dun Cao mempunyai kemampuan regenerasi yang sangat tinggi." Batin Ling Feng.


Ketika ia sedang berfikir, tiba-tiba pedang putih miliknya bergetar sampai-sampai getaran yang dibuat pedang putih Membuat Ling Feng tersadar dari pikirannya. Ling Feng menatap aneh pedang putih yang berdengung itu. Tidak biasanya pedang putih yang ia miliki mengeluarkan reaksi seperti ini.


"Gunakan Pedang Itu untuk menebas serangan iblis tersebut."


Tiba-tiba muncul suara di kepala Ling Feng saat itu juga, Membuat sang empu terkejut ketika mendengarnya. Akan tetapi, ketika ia membalas transmisi suara tersebut. Suara tersebut tidak memberikan respon kepadanya.


Ling Feng yang mendengar itu tidak mau memikirkannya dan hanya bisa mencobanya walaupun tidak ada jaminannya. Dun Cao yang melihat Ling Feng terdiam menerima serangan miliknya, tiba-tiba ia tersenyum lebar sembari bergumam.


Ling Feng yang melihat itu mencoba untuk tenang, ia menghembuskan nafasnya perlahan dan sekali lagi ia memejamkan matanya membiarkan insting tubuhnya yang menggerakkannya.


"Tenang, abaikan semua Indra perasa. Biarkan insting yang melakukan dengan alami, biarkan itu mengalir seperti air sesuai dengan prinsip dasar Dao." Batin Ling Feng menenangkan dirinya.


Pada saat itu entah mengapa waktu menjadi terlihat sangat lambat. Serangan yang dilancarkan oleh Dun Cao juga terlihat seakan-akan berhenti, atau lebih tepatnya itu dikatakan melambat. Ling Feng yang merasakan itu tentu terkejut. Ia membuka kedua matanya dan terkejut dengan yang ia lihat. Serangan Dun Cao bahkan kali ini terlihat wujudnya, Warna bola spiritual yang dicampur dengan energi iblis Membuat siapa saja pasti akan terluka parah dan mati kemudian hari.


Tanpa basa-basi Ling Feng langsung menebas serangan bola spiritual milik Dun Cao menjadi dua dengan pedang putih. Ling Feng sedikit terkejut akan hal itu awalnya, namun ia memilih mengabaikan dan memikirkan sesuatu lalu mengesekusinya.


Setelah menebas serangan Dun Cao, Ling Feng juga mencoba untuk menebasnya sesuai dengan apa yang ia pikirkan. "Jika orang itu berkata bahwa pedang putih bisa melakukan itu, makan seharusnya pedang putih ini bisa juga untuk melukainya." Kesimpulan yang Ling Feng dapatkan.


Tanpa ragu Ling Feng mengeluarkan tebasan nya kepada Dun Cao. Seketika dunia kembali menjadi seperti semula.


**Booommmm


Crassssshhh**


Seperkian detik saat itu, bukannya Ling Feng yang terkena serangan. Sesuatu hal membuat Dun Cao melebarkan matanya tidak menyangka. Dun Cao mundur selangkah sembari jatuh bertekuk lutut dengan satu tumpuan dan muntah darah, ketika dirinya yang terkena serangan.


"Apa itu tadi? Ada apa dengan serangan itu? dan lagi apa-apaan itu sampai membuat seluruh tubuhku yang telah bertransformasi menjadi bergetar." Batin Dun Cao menatap ketanah putus asa.


Ling Feng maju mendekati Dun Cao yang bertekuk lutut. Dun Cao yang mengetahui itu langsung mendongakan kepalanya kali ini, ia mengerutkan keningnya marah.


"Tidak! aku tidak terima ini! aku sudah menjadi kuat! aku mempunyai kekuatan iblis yang kuat! aku tidak akan kalah lagi dari trik sampah mu dan membalaskan dendam adikku bocah bren*sek!" Teriak Dun Cao kembali lagi ia menyerang, namun kali ini serangan yang ia lancarkan membabi buta, karena ia dilahap oleh perasaan kemarahan.


Ling Feng yang melihat itu mundur, tidak berniat untuk menggunakan teknik tersebut kembali. Ia hanya menghindar kesana-kemari Membuat Dun Cao naik pitam kembali.


"Bajin*an!! Kau seperti ular licik yang sangat licin." Teriak Dun Cao mengumpulkan qinya dan memperkirakan titik kemunculan Ling Feng. Ketika Ling Feng muncul kembali Dun Cao tersenyum lebar sudah bersiap-siap dan sekali hentakan.


"Makan ini bajin*an kecil matilah kau sebagai persembahan adikku!" Teriak Dun Cao lalu melepaskan bola spiritual itu dan menargetkan kepada Ling Feng. Ling Feng tidak sempat menghindari itu dan


Booommmmmmmmm


Ledakan dahsyat membuat lubang besar yang sangat dalam saking kuatnya bola spiritual itu. Dun Cao yang melihat itu langsung tertawa terbahak-bahak. "Akhirnya adik!, akhirnya aku berhasil membunuh bajingan itu dan membalaskan dendam mu! dengan ini matilah yang tenang disana adikku." Kata Dun Cao.


"Hehhhhh kau terlalu cepat menyimpulkan bahwa aku mati semudah itu." Ucap Ling Feng yang mengangetkan Dun Cao.


>>>>> Bersambung