Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Kehebohan di Puncak Gunung


Baannngggg...?! Baannngggg...?!


“Aduhhhh...?!” Ucap refleks Ling Feng dan Yang Sun bersamaan.


>>>>>>______


“Bagus, Sun’er, bagus... Bukankah aku sudah bilang kepadamu untuk tidak terlalu berlebihan dalam berlatih, apakah kamu mengabaikan saran yang guru berikan kepadamu heummm.” Kata pria sepuh yang tidak lain adalah Ling San membuat Yang Sun langsung pucat pasi dan tubuhnya pun bergidik ngeri, ia refleks berbalik dan langsung melompat ke belakang, menjauh dari gurunya itu.


“Apa yang sedang kakak lakukan di sini? Padahal kakak baru saja pulih, apakah kakak ingin di buat tidak bisa bangun dari tempat tidur lagi, kah.” Kata sosok wanita cantik dengan penekanan di setiap katanya menatap dingin ke arahnya, membuat Ling Feng sedikit merinding ketika di tatap seperti itu.


“Ahahaha i-ini semua tidak seperti yang di lihat kok Jiao’er, kami berdua hanya sedikit melakukan perenggangan tubuh saja. Ya, peranggangan tubuh tidak kurang dan tidak lebih.” Kata Ling Feng seraya menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya.


“Perenggangan tubuh? Apakah dengan mengeluarkan badai angin sekuat itu dan membuat halaman belakang kacau seperti ini masih bisa di sebut sekedar peranggangan tubuh saja.” Kata Bing Jiao masih dengan nada bicara yang sama.


“Ahhh i-itu... Kami berdua minta maaf.” Ucap Ling Feng dan Yang Sun bersamaan. Mereka mengaku salah, karena mereka sadar, bahwa apa yang mereka berdua lakukan sudah benar-benar kelewatan untuk di sebut sebagai latih tanding dan sebuah perenggangan biasa saja. Terlebih lagi serangan mereka berdua sudah benar-benar membuat sekte naga langit heboh, karena banyak orang baik para tetua dan murid sekte yang mengira bahwa ada penyerangan yang terjadi di puncak kediaman Ling San.


Bahkan saat ini sudah banyak murid sekte yang berkumpul di sekitar puncak kediaman Ling San, karena penasaran dengan apa yang terjadi di puncak kediaman Ling San. Mereka mengetahui siapa itu Yang Sun, namun mereka masih asing dan bertanya-tanya penasaran dengan sosok pria tampan di sisi Yang Sun. Terlebih lagi yang membuat mereka penasaran adalah Bing Jiao yang terlihat sangat marah kepada pemuda asing itu. Membuat mereka semakin penasaran dengan identitasnya. Para tetua sendiri sudah mengetahui identitas Ling Feng yang sebenarnya, namun banyak murid sekte naga langit yang belum mengenalnya.


“Haihhhh... Kalian berdua ini benar-benar ya. Lihat apa yang terjadi akibat ulah dari latih tanding yang baru saja kalian lakukan ini.” Kata Ling San seraya menepuk dahinya menghela nafas gusar. Bing Jiao di sebelahnya pun hanya bisa menghela nafas pendek, karena ia juga lengah. Ia tidak berpikir lebih jauh, bahwa Ling Feng akan langsung melakukan hal itu, mengingat ia baru saja pulih jadi ia mengabaikan kemungkinan itu.


“Lengah sebentar saja sudah seperti ini ya.” Ujar Bing Jiao sekali lagi menghela nafas pendek. Yang Sun dan Ling Feng hanya bisa terdiam membisu, karena jika mereka mengatakan sesuatu sekarang maka suasananya akan menjadi lebih sulit di atasi.


“Hahahaha... Benar-benar sangat bersemangat ya, sepeti yang di harapkan dari daun muda. Padahal baru saja pulih, tapi sudah bisa membuat sekte naga langit seheboh ini.” Kata sosok pria sepuh seraya terkekeh pelan menghampiri puncak kediaman Ling San. Pria sepuh itu tidak datang sendiri, ia datang dengan beberapa tetua yang kebetulan juga berada di dekat sana.


“Yo nak, lama tidak berjumpa. Sepertinya kau sudah kembali sehat-sehat saja ya sekarang, bahkan sudah bisa membuat seluruh sekte naga langit gempar.” Kata sosok pria sepuh itu dengan akrab menyapa Ling Feng, membuat para murid yang berada di sana terkejut, mendengar nada bicara pria sepuh itu begitu akrab dengan pemuda asing itu.


“Hahahaha... Begitu, kah... Baguslah kalau memang berguna untukmu. Senang mendengarnya dan gunakan saja sesukamu, karena artefak pemulih itu hanya menjadi hiasan saja di rumah ku.” Timpal Chang Jin. Setelah berkata seperti itu, Ling Feng pun kembali memberi hormat kepada Chang Jin dan berterima kasih tentunya.


“Ya aku kemari hanya ingin menyampaikan sesuatu kepadamu, lebih tepatnya ada yang ingin di bicarakan denganmu, jadi datanglah nanti ke aula pertemuan tengah hari nanti.” Kata Chang Jin. Mendengar itu Ling Feng tentu tidak menolaknya dan mengiyakan apa yang dikatakan oleh Chang Jin.


“Hahaha... Baguslah, kalau begitu aku dan para tetua pamit dulu.” Ujar Chang Jin dan para tetua pergi dari puncak kediaman Ling San. Setelah kepergian Chang Jin dan para tetua, Ling Feng pun menoleh ke arah kakeknya dan bertanya kepadanya, “Sebenarnya apa yang terjadi kek selama aku tidak sadarkan diri?” Tanya Ling Feng kepada kakeknya itu.


“Ya nanti juga kamu akan tahu apa yang akan di bicarakan nanti.” Kata Ling San lalu masuk ke kediamannya, meninggalkan Ling Feng dengan rasa penasaran yang besar. Puncak kediaman Ling San yang awalnya ramai akan murid-murid sekte yang penasaran, kini mereka telah di perintahkan kembali untuk turun gunung. Tentunya masih banyak yang penasaran dengan identitas Ling Feng, namun mereka dapat memastikan beberapa hal bahwa pria tampan asing itu mempunyai identitas yang tidak biasa di sekte naga langit.


“Kalau begitu aku akan membersihkan tubuhku dulu dan bersia-“ Ucapan Ling Feng terhenti, karena Ling San tiba-tiba berkata cukup lantang kepadanya untuk memperbaiki kekacauan di halaman belakang yang telah porak poranda akibat latih tanding antara Ling Feng dan Yang Sun. Tentunya Ling Feng menerima itu dengan lapang dada, dan membereskan kekacauan yang mereka buat.


Setengah jam pun berlalu, dan halaman belakang kediaman Ling San pun sudah kembali seperti semula. Ling Feng dan Yang Sun pun langsung bersandar di pohon besar yang berada di sana. “Aku minta maaf saudara, karena diriku kamu jadi ikut terseret di marahi kakek.” Kata Ling Feng meminta maaf.


“Oh ayolah jangan berkata seperti itu saudara, aku juga tidak bisa menahan diri di sini. Jadi ini tidak sepenuhnya salahmu, melainkan salah kita berdua, karena terlalu asyik dan mengabaikan lingkungan sekitar.” Ujar Yang Sun.


“Selain itu aku juga hendak berterima kasih kepadamu Saudara Feng. Berkat latih tanding hari ini aku mendapatkan pencerahan tentang jalan pedangku.” Kata Yang Sun lagi. Ling Feng yang mendengar itu tersenyum tipis dan mengulurkan tinju nya kepada Yang Sun seraya berkata, “Tidak perlu berterima kasih, sudah sewajarnya saudara itu saling membantu.” Kata Ling Feng dengan senyum tercetak di wajahnya.


Yang Sun yang mendengar itu sedikit tersentak ia merasakan kehangatan ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Feng, tapi ia langsung tersenyum juga lalu mengulurkan tinjunya juga.


“Kamu benar Saudaraku.” Kata Yang Sun ikut tersenyum juga. Keduanya pun tertawa, lalu mulai berbincang-bincang renyah, sampai beberapa saat kemudian Yang Sun di perintahkan oleh Ling San untuk turun gunung.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.