Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Gangguan Kecil Di Kedai


"Oi pelayan. Apakah kau tidak mulut untuk mengatakan sesuatu kepada ku, Hahhhh!" Ucap orang tersebut dengan nada yang tinggi serta angkuh.


"M-maafkan saya tuan muda. S-saya tidak melakukan nya dengan kesengajaan." Pelayan itu berkata dengan gugup, karena tubuhnya yang bergetar ketakutan. Pelayan yang tidak lain adalah orang yang tadi menyapa Ling Feng dan yang lainnya tepat di pintu masuk.


"Maaf? Pakaian terbaik ku bisa-bisa nya kau buat kotor seperti ini, hahhhh! Memangnya hanya dengan perkataan maaf, pakaian ku ini akan kembali bersih!" Ucap orang tersebut dengan nada menyentak membuat pelayan muda itu tersentak refleks melangkah mundur, karena merasa terkejut dan takut secara bersamaan.


Tentunya itu menarik perhatian seluruh orang yang berada di sana. Semua pandangan mata hanya bisa menatap iba sang pelayan muda tanpa bisa berbuat apa-apa. Selang beberapa detik, terdengarlah langkah kaki dari arah belakang. Lalu munculah perempuan yang merupakan ibu dari pelayan muda tersebut. Sang ibu dengan cepat langsung memeluk anaknya tersebut dan berkata,


"Mohon maafkan apa yang telah dilakukan oleh anak hamba tuan muda. Ia tidak sengaja melakukan nya dan sebagai gantinya hamba akan memberikan tuan muda kompensasi." Ucap ibu dari sang pelayan muda itu dengan nada memohon seraya memeluk anak perempuan nya yang bergetar ketakutan.


"Hohhh... Kompensasi ya. Memangnya rakyat jelata seperti mu bisa memberikan apa kepada ku yang bangsawan ini." Ucap orang tersebut dengan nada angkuh dan menatap sepasang ibu dan anak itu dengan pandangan remeh.


"Tetapi, jika kau ingin memberikan kompensasi, aku tidak akan menolak nya." Ucap bangsawan itu menyeringai seraya melirik sepasang ibu dan anak tersebut. Membuat sang anak mendadak bergetar, ketika melihat arah pandangan dari sang bangsawan itu terfokus kepada dirinya.


"Aku tidak tertarik dengan harta benda yang kau miliki, namun aku ingin anak mu sebagai kompensasi nya." Ucap bangsawan itu seraya menyeringai lebar menatap tubuh dari pelayan muda tersebut dengan tatapan mesumnya. Terkejut sang ibu ketika mendengarnya.


"Mengenai hal itu... S-saya... Saya tidak bisa-" Perkataan ibu dari pelayan muda itu yang terhenti, karena bangsawan itu menarik paksa anaknya seraya berkata, "Kau tidak punya hak untuk menolaknya sia*an. Jika aku berkata seperti itu, kau hanya harus menyetujui nya!" Teriak bangsawan tersebut seraya menarik paksa pelayan muda dari dekapan ibunya.


"Lepaskan saya! Tolong lepaskan saya!" Teriak pelayan muda itu meronta-ronta. Ibu dari pelayan itupun langsung kalap dan hendak meraih tangan anaknya yang terulur kepada nya, akan tetapi sebelum ia bisa meraih nya, tubuhnya langsung di tahan oleh kedua orang yang merupakan pengawal dari bangsawan tersebut.


"Tidak tuan muda. Tolong jangan lakukan itu. Akan hamba berikan semuanya, tapi jangan ambil anak gadis hamba tuan muda. Tolong jangan lakukan itu." Ucap ibu dari pelayan muda itu berusaha melepaskan kedua tangan yang menahan tubuhnya, namun tidak bisa. Ia putus asa menatap anak gadis nya yang di bawa paksa oleh bangsawan tersebut.


"Tidak! Saya tidak mau! Tolong jangan lakukan itu!" Teriak Pelayan muda itu meronta-ronta, berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman tangan bangsawan itu, namun tetap saja tenaga wanita dan pria jauh berbeda. Akan tetapi, hal itu cukup membuat repot sang bangsawan dan pada akhirnya ia pun merasa jengkel, karena di tolak mentah-mentah oleh pelayan muda itu.


"Bren*sek kau! Jika kubilang untuk ikut! Ya kau harus ikut jal*ng sia*an!" Teriak bangsawan itu hendak melayangkan telapak tangan nya ke wajah pelayan muda tersebut, namun sebelum telapak tangan itu sampai, sebuah tangan menghentikan ayunan telapak tangan bangsawan tersebut.


Aksi itu tentunya menarik perhatian seluruh orang yang berada di sana. Bahkan pria bangsawan itu pun terkejut, karena ada sebuah tangan yang menahan pergerakan dirinya.


"Siapa kau? Mengapa kau menghalangi ku?" Ucap pria bangsawan itu dengan nada tidak senang, menatap sosok bertudung yang tidak lain adalah Ling Feng. Ling Feng tidak berniat menimpali perkataan nya, ia hanya diam saja seraya melirik sepasang ibu dan anak yang mendadak diam dengan tindakan Ling Feng yang tiba-tiba.


"Kep*rat! Berani-beraninya sampah seperti mu mengabaikan bangsawan seperti ku!" Teriak bangsawan itu marah, karena di acuhkan oleh Ling Feng tentunya. Ia berusaha menghempaskan tangan yang di cengkraman oleh Ling Feng, namun sayang tidak sesuai dengan apa yang ia pikirkan.


Ia sontak mendongakan kepalanya menatap wajah Ling Feng yang tertutupi oleh tudung kepalanya. Ling Feng juga balik menatap pria bangsawan itu, lalu ia pun mengatakan beberapa patah kata.


"Ada apa? Bukankah tadi kau berniat untuk menghempaskan telapak tangan ku yang memegang tangan mu? Kenapa kau malah terdiam sekarang?" Ucap Ling Feng dengan nada acuh tak acuh.


"K-kau... Padahal hanya sampah rakyat jelata. Berani-beraninya kau berkata acuh kepada ku yang seorang bang-" Ucapan pria bangsawan itu langsung terhenti, karena ia langsung terpental ke belakang tanpa ia sadari.


Booooommmm


Melihat itu, sekali lagi semua pasang mata langsung terbelalak kaget ketika melihat nya. Bagaimana tidak, Hanya dalam sekali serang saja, pria bangsawan itu langsung terpental menembus apapun yang di lalui nya. Sampai sebuah suara yang terdengar baru menarik perhatian semua orang yang ada di sana.


"Tidak hanya sekali, kau bahkan menghinanya dua sampai tiga kali. Sosok sampah sebenarnya adalah kau yang berani-beraninya menghina tuan muda ku." Kata Ren Hu dengan penekanan di setiap kata yang keluar dari mulut nya. Ia melepaskan tudung kepalanya, memperlihatkan wajah cantiknya yang terlihat sangat marah tercetak di sana.


Ling Feng bahkan cukup terkejut dengan Ren Hu yang tidak tanggung-tanggung melakukan itu. "Kau benar-benar tidak menahan diri sama sekali ya." Ucap Ling Feng seraya terkekeh pelan. Ren Hu yang awalnya memasang raut wajah permusuhan, seketika langsung merubah raut wajahnya seratus delapan puluh derajat menjadi lebih hangat, membuat semua orang yang di sana bisa kembali menarik nafas dalam-dalam, merasa lega.


"M-maafkan aku tuan muda. A-aku tidak bermaksud seperti itu tadi. Hanya saja aku kesal melihat sampah itu berani-beraninya menghina tuan muda dan tanpa sadar bergerak dengan sendirinya." Ucap Ren Hu yang menjelaskan nya dengan gugup.


"Iya, iya, aku mengerti. Terima kasih telah membantu ku." Ucap Ling Feng kepada Ren Hu seraya tersenyum.


"Tidak perlu tuan muda. Aku yakin tuan muda juga bisa menyelesaikan nya tanpa kesulitan sama sekali tanpa aku turun tangan sekalipun." Timpal Ren Hu.


Ling Feng tersenyum lalu mengalihkan pandangannya ke arah pelayan muda yang masih terdiam di sana tidak bisa mengikuti arus, karena kejadian nya begitu cepat. Ling Feng pun berinisiatif untuk mengulurkan tangannya.


"Apa kau tidak apa-apa nona kecil? Bisakah kau berdiri?" Kata Ling Feng dengan nada ramah mengulurkan tangannya tepat di hadapan Pelayan muda tersebut.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.