Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Kekacauan di Kota Cheng du ( 8 )


"Aku adalah dewa kematian mu" Jawab santai pemuda yang tidak lain adalah Ling Feng.


Flashback off


Setelah Ling Feng mengalahkan Coklat, dirinya langsung pergi menuju tempat Long Tian berada. Dirinya tidak peduli tentang keadaan kota tersebut dan hanya berjalan santai sembari menebas kultivator hitam yang terlihat dalam pandangannya.


Kelompok kultivator hitam yang menyerang Kota melihat cara Ling Feng membunuh musuhnya secara instan, tidak bisa untuk tidak gentar.


"Kalian ingin keluar sendiri atau aku yang menghampiri kalian" Kata Ling Feng memberi pilihan. Kelompok yang sedang memperhatikan Ling Feng terkejut karena, jarak mereka dan Ling Feng bisa dibilang tidak dekat. Namun Ling Feng masih bisa merasakan kehadiran mereka. Dalam pikiran setiap kultivator hitam yang melihat itu hanya satu kalimat.


"Seberapa kuatnya pemuda tersebut"


"Jadi Kalian memilih untuk aku menghampiri kalian....Dengan senang hati-" Kata Ling Feng yang langsung bergerak cepat dan sudah ada dihadapan kelompok yang sedang memperhatikannya.


"-Aku menghampiri kalian" Membuat para kultivator hitam terdiam bergetar tidak ada yang bicara, sampai salah satu dari mereka buka suara.


"Tolong Jangan bunuh aku, aku bersedia menjadi anak buah mu asal jangan bunuh diriku" Kata salah satu dari anggota kultivator hitam tersebut sembari bersujud dihadapan Ling Feng.


Ling Feng yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya lalu mengatakan. "Jika aku yang berada di posisi mu apa yang akan kau lakukan terhadap ku" Membuat orang yang berbicara tersebut terdiam membisu.


"Kenapa kau diam ? Tidak bisa menjawab ?" Kata Ling Feng Membuat semua orang diam membisu bahkan ada yang bergetar mendengar suara Ling Feng yang terbilang sangat menakutkan.


"Kau mengharapkan ampunan orang lain tetapi, kau sendiri tidak memiliki belas kasih terhadap orang lain....Kau itu bodoh apa tidak mempunyai otak" Kata Ling Feng dengan nada sinis. Orang yang sedang bersujud tersebut bergetar mendengar perkataan Ling Feng langsung bangkit menyerang Ling Feng.


"Kepar*t !!!! Mati kau !!!" Teriak orang tersebut yang awalnya sujud meminta pengampunan kepada Ling Feng langsung bangkit menyerang Ling Feng.


Ling Feng hanya menatap dengan dingin. Baginya gerakan orang tersebut sangat lambat dimatanya.


"Dasar manusia sampah kalian semua tidak harus ada di dunia ini" Kata Ling Feng dan kepala orang yang menyerangnya langsung terbang terpisah dari tubuhnya diikuti oleh kultivator hitam lainnya.


"Kau terlalu lunak kepada mereka Feng'er, Seharusnya kau menyiksa mereka terlebih dahulu" Kata Seorang pemuda yang tidak lain adalah Long Tian yang sudah mendekati Ling Feng.


"Entahlah paman aku lebih suka membunuh instan daripada bertele-tele" Kata Ling Feng Membuat Long Tian hanya menggelengkan kepalanya.


"Kau sudah selesai paman ?" Tanya Ling Feng yang diangguki oleh Long Tian. "Warna apa yang kau lawan paman ?" Tanya Ling Feng kembali.


"Heummm, warna hijau tua. Orang aneh tersebut seorang kultivator racun jika aku tidak menyerap pil mu mungkin aku akan mati oleh racun rendahan nantinya" Jawab Long Tian yang diangguki oleh Ling Feng.


"Baguslah kalau itu berguna untuk paman" Kata Ling Feng.


"Warna apa yang kau lawan Feng'er" Long Tian balik bertanya.


"Coklat" jawab Ling Feng lugas dan jelas membuat Long Tian hanya ber-oh ria.


"Jadi bagaimana paman ? kita menuju sumber kekuatan yang mana terlebih dahulu" Kata Ling Feng Membuat Long Tian mengangkat sebelah alisnya.


"Kalau kau tanya aku....aku tanya siapa" Jawab Long Tian absurd.


"Cihhh, Naga Plin-plan" Gumam Ling Feng. "Aku bisa mendengar mu Feng'er" Kata Long Tian.


Ketika sedang asik berdebat, Terdengar suara langkah kaki menuju kearah mereka berdua. Ling Feng dan Long Tian langsung mengalihkan pandangannya kearah orang yang menuju mereka.


"Kakakkkkkkkk !!!!" Teriak seorang wanita yang berlari menuju kearah mereka.


"Suara ini Jiao'er" Kata Ling Feng dan benar saja wanita tersebut adalah Bing Jiao yang berlari dengan nafas yang memburu.


"Kakakkkkk, Tolong Ayah kakakkkkk, Aku mohon cuman kakak yang bisa menolong ayah" Kata Bing Jiao dengan suara yang sudah parau.


"Dan lagi kakak tidak mempunyai kewajiban menolong ayah mu, Kakak bukan orang baik yang melakukan sesuatu tanpa pamrih. Sudah menjadi resiko seorang penguasa mempunyai musuh dimana-mana dan mereka harus siap mati kapan pun karena, dunia ini dipenuhi oleh hukum rimba" Kata Ling Feng dengan santai namun jelas dikatakan dirinya tidak peduli. Bing Jiao yang mendengar perkataan Ling Feng hanya tertunduk menjadi bingung lalu kemudian memutuskan.


"Jika kakak mau menolong ayah aku akan melakukan apapun yang kakak mau bahkan jika harus menjadi budak mu" Kata Bing Jiao berkata dengan tegas.


Ling Feng yang mendengar itu hanya menaikkan alisnya senyuman tercetak diwajahnya. Kali ini dirinya tidak menggunakan penutup wajahnya membuat semua orang bisa melihat wajah tampannya yang sedang tersenyum. Bagi orang lain yang melihat itu mungkin menyangka bahwa itu adalah senyuman tulus tetapi, tidak bagi Long Tian yang melihat senyuman itu.


"Anak ini sangat pintar memanfaatkan keadaan" Gumam Long Tian yang tidak menyangka bahwa Bing Jiao akan menawarkan dirinya sendiri sebagai gantinya.


"Ohhoo, apa kau yakin Jiao'er.....Aku tidak akan memandang siapapun loh, Walaupun itu seorang wanita perlakuan tidak jauh berbeda" Kata Ling Feng dengan nada yang menggoda namun tidak enak didengar oleh telinga Bing Jiao. Bahkan dirinya kali ini bergetar dan menjadi ragu, tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya.


"A-Aku yakin, Asalkan kakak mau menolong ayahku Aku akan melakukan apapun bahkan jika itu menjadi budak sekali pun" Kata Bing Jiao yang menguatkan tekadnya.


"Huhhhhh, Baiklah aku akan membantu ayah mu kau pergi saja dengan paman Long Tian kearah sumber ledakan yang berasal dari pertarungan lainnya, setidaknya kau lebih Aman jika bersama paman Long Tian" kata Ling Feng Membuat Bing Jiao tersenyum lebar terlihat manis dan menggemaskan di mata Ling Feng.


"Benarkah kak, kau akan menolong ayah ku, kau tidak berbohong kan" Kata Bing Jiao mengatakan beberapa kalimat hanya dengan satu nafas.


"Iya-iya Bing Jiao, Aku akan membantu ayah mu" Kata Ling Feng Membuat Bing Jiao sangat senang bahkan saking senangnya tanpa tidak sadar memeluk Ling Feng.


"Terima kasih kak, Aku tau kau orang baik" Kata Bing Jiao memeluk Ling Feng sangat erat Membuat Long Tian terkejut melihat tingkah Bing Jiao.


"Iya-iya dan bisakah kau melepaskan ku ? aku sulit bernafas" Kata Ling Feng santai padahal dirinya malu dipeluk Oleh Bing Jiao didepan Long Tian.


Bing Jiao yang mendengar itu seketika sadar dan langsung menjauh dari Ling Feng dengan wajah yang sudah memerah Semerah tomat. Bahkan langsung terdiam sembari memainkan kedua jarinya.


"Maafkan aku kak, aku tadi kelepasan" Cicit Bing Jiao yang menundukkan kepalanya. Bahkan semut pun belum tentu bisa mendengar perkataan Bing Jiao.


Ling Feng yang melihat Bing Jiao salah tingkah hanya menghela nafas dan langsung mengalihkan pandangannya kearah Long Tian yang berusaha menahan tawanya.


"Anak muda zaman sekarang mainnya di tempat umum ya" batin Long Tian terkekeh yang dapat didengar juga oleh Ling Feng.


"Berisik paman" Batin Ling Feng kesal sekaligus malu.


"Jiao'er kau pergi dengan paman Long Tian sekarang menuju pertarungan disana, aku akan membantu ayahmu dan setelah selesai akan langsung menyusulmu" Kata Ling Feng meminta Bing Jiao untuk segera pergi.


Bing Jiao yang masih sangat malu hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan cepat mendahului Long Tian.


"Seperti nya ada yang lagi kasmaran nihhh" Kata Long Tian terkekeh dan disambut decak kan kesal oleh Ling Feng.


"Tua Bangka lebih baik kau pergi menyusulnya daripada melakukan hal yang sangat tidak penting" kata Ling Feng kesal dan membuat Long Tian tertawa menyusul Bing Jiao.


"Naga Tua Sialan emang" Gumam Ling Feng Kesal.


"Baiklah pertarungan disana Sepertinya sudah memanas" Ling Feng langsung menghilang dari tempat tersebut bergerak cepat menuju pertarungan Walikota Bing yang tidak lain adalah Ayah Bing Jiao, Bing Xian.


Setelah sampai, Ling Feng tidak langsung membantu, melainkan menganalisis keadaan terlebih dahulu dan dirinya merasakan energi yang langka.


"Ini tidak salah lagi, Ini adalah energi elemen kegelapan" Kata Ling Feng senang karena, menemukan salah satu Elemen yang langka. Ling Feng melihat pertarungan dua orang yang sudah hampir mencapai puncaknya dan hampir selesai. Ketika Pertarungan tersebut selesai dan dimenangkan oleh Walikota Bing, Ling Feng merasakan hal aneh dari tubuh yang tergeletak didepan Walikota Bing. Benar saja Hal yang tidak terduga muncul, Seorang pria yang sama dengan tubuh yang tergeletak muncul entah dari mana.


"Oohhh, Jadi dia menggunakan teknik membelah diri. Tidak buruk untuk tingkat kaisar awal" Kata Ling Feng langsung mengeluarkan pedang hitamnya dan melemparkannya ke arah Pria tersebut dan dirinya langsung menampakkan dirinya.


>>>>> Bersambung


( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit dan komennya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara serasku )


( Blizzardauthor)