
“Seperti yang di harapkan dari Paman Tian yang baik hati. Kalau begitu ayo kita pergi dari sini.” Ujar Ling Feng lalu kembali merobek ruang dan masuk ke dalamnya diikuti oleh Long Tian. Keduanya pun muncul kembali di pemandian air panas.
>>>>>>______
“Masih belum bangun juga?” Tanya Long Tian seraya melirik ke arah Cai Lan yang masih tergeletak di tanah dengan tubuhnya di balut jubah. Ling Feng menggelengkan kepalanya seraya berkata, “Tidak, ia sudah bangun tadi. Hanya saja ia menangis cukup lama sampai-sampai dirinya pun tertidur karena lelah.” Jelas Ling Feng membuat Long Tian mengangkat sebelah alisnya merasa sangat aneh.
Sampai dirinya pun paham alasan mengapa Cai Lan menangis. “Ya mau bagaimana lagi. Dirinya terkena racun dari beast kadal raksasa. Jika kamu tidak menolong nya, tubuhnya akan hancur karena keseimbangan energi di dalam tubuhnya.” Ucap Long Tian membuat Ling Feng yang mendengar itu pun merasa heran.
“Memangnya sekuat itu ya racunnya?” Tanya Ling Feng yang heran sekaligus penasaran. Mendengar pertanyaan itu, Long Tian menggelengkan kepalanya dan lanjut berkata, “Tidak sekuat itu, hanya saja ia datang ke tempat yang salah. Memang, Pemandian air panas ini membantu pemulihan luka-luka menjadi lebih cepat. Bukan hanya luka saja, bahkan racun pun juga bisa di hilangkan jika berendam di air panas ini, hanya saja air panas ini tidak efektif ke semua racun.” Jelas Long Tian.
“Salah satu racun yang tidak bisa di netralisir oleh air panas ini adalah racun kadal tersebut, bahkan efek yang awalnya tidak terlalu kuat menjadi meningkat dua kali lipat karena air panas tersebut membuat racun kadal itu menjadi lebih mudah berkembang biak dan menjadi ganas.
Sebenarnya mudah saja menghilangkan nya jika masih ringan, Racun kadal tersebut bisa di hilangkan jika dirinya bermeditasi sembari berendam di air sungai yang dingin. Akan tetapi, dirinya salah mengira dan berakhir menjadi malapetaka bagi nya.” Ujar Long Tian mengakhiri penjelasannya.
“Jadi untuk menolong nya, paman pun menggunakan diriku sebagai gantinya, begitu.” Ucap Ling Feng seraya menatap sengit ke arah naga kecil itu. Sang empu hanya membuang wajahnya seraya berkata, “Y-ya mau bagaimana lagi nak. Toh itu juga baik untuk mu bisa nambah satu lagi gadis cantik.” Ujar Long Tian dan pada saat itu, Ling Feng langsung menarik kumis panjangnya.
“Mulut siapa yang tadi berkata seperti itu? Aku tidak mendengarkan nya dengan jelas?” Ujar Ling Feng dengan tatapan dingin dan menarik kumis Long Tian cukup kencang, sampai-sampai membuat naga kecil itu menjerit kesakitan.
“Ah iya! Iya! Aku minta maaf! Aku minta maaf! Aku hanya bercanda saja tadi! Hentikan itu nak, sakit tahu!” Ujar Long Tian yang menjerit kesakitan karena salah satu kumisnya di tarik kencang oleh Ling Feng. Walaupun begitu, Ling Feng tidak menunjukkan tanda-tanda akan melepaskan nya bahkan terlihat ia semakin menariknya dengan kuat.
“Ah hentikan itu! Iya aku salah! Aku salah! Jadi hentikan itu nak! Benar-benar sakit oiii!” Teriak Long Tian seraya melilit lengan Ling Feng, raut wajahnya benar-benar menunjukkan tersiksa karena kesakitan. Melihat itu, Ling Feng pun cukup puas lalu melepaskan kumis Long Tian. Naga kecil itu langsung terbang sedikit menjauh dari Ling Feng.
“Dasar kau nak. Itu benar-benar sakit tahu.” Ujar Long Tian yang terlihat kesal namun hanya ditanggapi senyuman tipis dan kedikan bahu saja.
>>>>>>______
Satu Jam Kemudian
Cai Lan pun membuka kedua matanya lagi, ia linglung beberapa saat namun detik kemudiannya ia pun membelalakkan kedua matanya dan refleks langsung bangkit dari posisi berbaringnya. Akan tetapi, beberapa saat setelah itu ia pun merasa sangat pusing dan lemas kembali. Saat dirinya terhuyung ke depan hendak jatuh, sebuah lengan yang tidak terlalu besar namun juga tidak kecil menahannya diiringi sebuah suara terdengar di sisinya.
“Haihhhhh... Benar-benar sangat keras kepala. Bukankah sudah kubilang tubuhmu masih lemah sekarang. Jangan memaksakan diri untuk menggerakkan tubuhmu, kau bisa terluka nantinya.” Ucap Ling Feng seraya menghela nafas pendek menasihati Cai Lan.
Wajah wanita itu kembali memerah dan pada saat dirinya hendak berteriak, Ling Feng dengan sigap menutup mulutnya.
Plaaaakkkk...?!
“Apa-apaan itu?! Bukankah tubuhnya sangat lemas?! Kenapa tamparan nya begitu kuat?!” Batin Ling Feng yang benar-benar di buat tidak habis pikir oleh wanita di depannya. Ling Feng yang hendak mengatakan sesuatu langsung di potong oleh Cai Lan.
“Hei kenapa kau menam-“ Ucapan Ling Feng langsung di potong oleh wanita tersebut.
“Berbalik!” Perintah Cai Lan membuat Ling Feng yang hendak menoleh tersentak dan tidak menjadi berbalik ke arahnya. Ling Feng hanya bisa mengelus dadanya menahan gejolak kekesalan nya yang sudah mencapai puncak.
“Sabar Ling Feng, sabar... Wanita memang seperti itu, makhluk yang aneh. Pria sejati harus tenang sekarang.” Batin Ling Feng menarik dalam-dalam nafasnya lalu menghembuskannya sekaligus.
“Aku tidak berbalik, jadi cepat pakai pakaian mu. Aku bersumpah tidak akan mengintip nya.” Ujar Ling Feng seraya memutar kedua bola matanya malas. Mendengar hal itu, Cai Lan sejenak terdiam menatap tajam punggung pria yang tengah berbalik itu. Sampai beberapa saat kemudian ia pun langsung mengenakan pakaian nya dengan cepat.
Tepat ketika dirinya selesai mengenakan pakaiannya, Cai Lan di buat terkejut dengan Ling Feng yang sudah menatap ke arahnya.
“Bukankah kau bilang tidak akan berbalik tadi. Apakah semua pria selalu saja melanggar sumpah yang ia buat sendiri.” Ujar Cai Lan dengan nada bicara yang jengkel. Ling Feng yang mendengar itu hanya terdiam saja lalu menghela nafas pendek seraya berkata, “Aku tidak bersumpah tidak akan berbalik, aku hanya bersumpah tidak akan mengintip mu. Toh kita berdua sudah melakukan itu jadi...” Ucapan Ling Feng terhenti karena wanita tersebut sudah menarik pedangnya dan menghunuskan nya tepat di depan leher Ling Feng.
Shringgggg...?!
“Jika kamu berniat untuk melanjutkan perkataan mu itu, maka ucapkan selamat tinggal pada dunia ini.” Ujar Cai Lan dengan nada dingin. Sorot mata yang ia tunjukkan pun benar-benar acuh tanda dirinya serius dengan apa yang ia katakan.
“Baiklah, aku mengerti, aku mengerti. Tidak perlu sampai semarah itu.” Ucap Ling Feng dengan tenang, namun respon dari Cai Lan masih sama dengan pandangan acuh tak acuhnya.
“Wanita ini... Benar-benar tidak pandai berkomunikasi dengan lawan jenisnya.” Batin Ling Feng seraya menunjukkan tatapan prihatian, namun hal itu malah membuat Cai Lan merasa tidak senang. Dirinya pun dengan sengaja mendekatkan pedangnya lagi dengan leher Ling Feng seraya berkata, “Aku akan membunuhmu.” Ujar Cai Lan dengan nada dinginnya membuat Ling Feng tersentak ketika mendengarnnya.
“Aku bercanda, aku hanya bercanda saja. Sebenarnya ada yang ingin kubicarakan denganmu, jadi letakkan terlebih dahulu pedang mu itu.” Ucap Ling Feng membuat Cai Lan mengangkat sebelah alisnya dan menghentikan hunusan pedangnya dan menyarungkan kembali pedangnya.
“Melihat responmu itu, aku anggap kamu setuju untuk berbicara denganku.” Ujar Ling Feng dengan tenang, namun hanya ditanggapi biasa saja oleh Cai Lan. “Cepat katakan apa yang kamu ingin bicarakan denganku.” Kata Cai Lan seraya menatap dingin Ling Feng.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.