Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Menaklukkan Api Hitam


Baru saja Ling Feng mengerahkan energi nya, Api Hitam itu langsung menunjukkan tanda-tanda perlawanan. "Ck, bahkan satu menit pun belum berlalu, tapi api ini…"Batin Ling Feng mengerahkan energi lagi. Kali ini ia tidak tanggung-tanggung dan terus menerus berusaha menekan api hitam tersebut.


Api hitam yang berada di sebuah altar itu langsung bergerak memberontak dan melesat cepat masuk kedalam tubuh Ling Feng. Ling Feng yang tidak mengira itu sontak membuka kedua matanya lebar-lebar. "Ughhkkk sial dia masuk ke dalam tubuh ku berniat membakar lautan jiwa ku." Batin Ling Feng panik.


Pada saat Ling Feng panik Tua Tao tiba-tiba berkata. "Lakukan dengan tenang, kalau kau panik maka kematian yang akan menjemput mu." Kata Tua Tao. Ling Feng yang mendengar itu kembali tenang lalu mulai memejamkan matanya masuk kedalam lautan jiwanya.


Tua Tao yang melihat itu tersenyum, "Bagus lakukan terus seperti itu kalau kau panik hasilnya akan sia-sia nantinya, maka dari itu tenang lah." Gumam Tua Tao tersenyum. Ketika ia sedang memperhatikan Ling Feng, tiba-tiba ia merasakan aura kuat sedang menuju gua tempat nya berada.


"Hmmmm…? Sepertinya hewan bodoh itu dapat merasakan pertarungan tadi dan langsung bergegas kemari, karena Kadal Bumi sudah mati." Gumam Tua Tao lalu melirik Ling Feng kembali dan baru kemudian ia berjalan kembali ke arah mulut gua.


"Kucing ini seperti nya minta di pukuli lagi…Berani-beraninya ia mempunyai niat untuk datang kemari…" Gumam Tua Tao merenggangkan tubuhnya lalu tersenyum lebar berjalan ke arah tempat keluar menunggu sosok yang hendak datang.


lautan Jiwa Ling Feng


Ketika jiwa Ling Feng sudah sampai di lautan jiwa terlihat sebuah api berwarna hitam membuat lautan jiwa menjadi terombang-ambing. "Api sia*an ini…Sepertinya aku memang tidak harus bersikap lembut lagi." Kata Ling Feng sembari menggerakkan tangannya.


Seketika lautan Jiwa langsung bergetar, dan beberapa hewan dengan berbagai warna muncul disana. "Serang api itu buat ia sampai tidak berdaya." Titah Ling Feng kepada para hewan-hewan yang mewakili setiap elemennya.


"Sudah berani datang mengacau di lautan jiwa ku jangan harap kau bisa pergi setelah ku murnikan." Kata Ling kembali melalukan hal yang sama yaitu, menyatukan Energi Jiwa dan Energi Qi nya. Seketika lautan jiwanya pun menjadi tempat pertempuran yang dahsyat.


Api hitam pun tidak tinggal diam. Ia menunjukkan tanda-tanda perlawanan terhadap para hewan-hewan elemen tersebut. Lautan jiwa Ling Feng benar-benar terombang-ambing. Ling Feng juga tidak diam saja ia juga sesekali menahan serangan yang dilancarkan api hitam dan membuat nya terkena serangan dari para hewan elemen.


Pertarungan pun terus berlanjut sampai beberapa jam kemudian. Jiwa Ling Feng tampak kelelahan, ya wajar saja ia seperti itu. Dirinya mengendalikan daripada semua hewan elemen yang dimilikinya untuk menyerang Api Hitam.


Api hitam pun mulai terlihat melemah, kedua sisi benar-benar mengalami kerugian besar. Jiwa Ling Feng yang sudah berkeringat deras pun berkata, "Yo api hitam lebih baik menyerah saja dan aku janji tidak akan memperlakukan mu dengan buruk." Kata Ling Feng, namun reaksi api hitam masih tidak bersahabat dan tidak percaya dengan apa yang Ling Feng katakan.


"Sepertinya memang harus seperti ini ya." Gumam Ling Feng lalu menutup kedua matanya, tiba-tiba sebuah tanda muncul di dahinya dan energi jiwa yang sangat kuat pun memancar kuat dari jiwa Ling Feng.


Api hitam yang merasakan penindasan Energi Jiwa dari Ling Feng seketika tidak bisa melawan. Mungkin jika dirinya yang sebelum melawan hewan elemen Ling Feng bisa menahan penindasan Energi Jiwa tersebut, tetapi kini energi miliknya mulai melemah.


"Bagaimana Api Hitam…Aku tidak akan memperlakukan mu dengan buruk jika kau mau mengikuti ku. Sebaliknya ku jamin kau tidak akan menyesal setelah mengikuti diriku." Kata Ling Feng dengan nada serius. Api hitam didepannya ini bukanlah api hitam biasa. Api hitam merupakan api terkuat kedua setelah api emas yang katanya hanya mitos.


Tingkatkan Api Abadi (Api Yang Tidak Pernah Padam)


1. Api Emas (Legenda/Mitos)


3. Api Putih


4. Api Ungu


5. Api Kuning


6. Api Hijau


7. Api Biru


8. Api Merah (Bumi)


Api hitam yang sudah di tekan pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Penindasan Energi Jiwa Ling Feng sangatlah kuat. Dirinya pun memilih untuk menyerah daripada kesadaran dirinya akan dimurnikan oleh Ling Feng.


Ling Feng yang sudah tidak merasakan tanda-tanda perlawanan daripada Api Hitam, menarik kembali energi jiwanya. "Kau sudah tidak menunjukkan perlawanan lagi. Apakah itu bisa di anggap kau sudah menyerah dan menerima ku sebagai tuan mu?" Kata Ling Feng sekaligus bertanya.


Api hitam itu pun berdengung sembari mendekatkan dirinya bahwa ia sudah menyerah kepada Ling Feng, ia lantas merubah wujud api nya menjadi sebuah naga kecil. Sosok naga kecil itu meminta persyaratan dari Ling Feng. Ling Feng yang melihat itu pun berkata. "Katakan apa persyaratan itu." Kata Ling Feng kepada Api Hitam tersebut.


Ia bersedia menjadikan Ling Feng tuan nya asalkan kesadarannya tidak di murnikan. Jika Ling Feng bersedia memenuhi persyaratan itu Api Hitam tersebut akan tunduk dengan patuh kepada Ling Feng sebagai tuannya yang baru.


"Baiklah jika itu persyaratan dari mu maka aku terima." Kata Ling Feng mengulurkan sebelah tangannya ke hadapan Api Hitam. Api hitam yang berubah menjadi naga kecil itu pun menyambut uluran tangan tersebut. "Mulai dari sekarang mohon bantuannya." Kata Ling Feng.


Api hitam yang yang berubah menjadi naga kecil terbang mengelilingi Ling Feng lalu keluar dari lautan jiwa Ling Feng. Ling Feng lantas menolehkan kepala ke arah hewan-hewan Elemen nya. "Terima kasih kalian sudah mau membantuku." Kata Ling Feng mengucapkan terima kasih kepada hewan-hewan elemen yang berada di dunia jiwanya.


Para hewan itu menunjukkan ekspresi tidak masalah serta hal itu merupakan suatu tugas juga untuk membantu Ling Feng. Ling Feng pun tersenyum kembali dan para hewan elemen itu pun kembali menyatu dengan lautan jiwanya.


Jiwa Ling Feng pun ikut menutup mata kembali ke raganya.


Dunia Luar


Setelah kesepakatan, Ling Feng langsung kembali lagi dan ketika ia membuka kedua matanya terlihat lah sebuah api hitam yang sudah tenang. Ling Feng tersenyum lalu berkata. "Mari kita mulai." Kata Ling Feng, dan Api Hitam itu pun berdengung lalu mulai menyelimuti tubuh Ling Feng untuk memulai proses selanjutnya.


>>>>>>> Bersambung