Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Monster Kepala Dua


“Teknik Api Phoenix: Tinju Api Pemecah Gunung.” Kata Hao Xiang melancarkan serangan kepada bayang-bayang beast raksasa yang berada di dalam air itu.


Swushhhh... Boooommmm...!


Groaaarrrr......!!


>>>>>>______


Tepat setelah Hao Xiang melancarkan serangan berupa tinju kepada bayang-bayang beast raksasa yang berada di dalam air, tiba-tiba muncul gelombang air yang luar biasa besarnya diiringi dengan teriakan keras dari beast raksasa itu. Pusaran air yang awalnya sudah besar, kini semakin besar ketika beast raksasa itu berteriak.


Ling Feng bahkan harus membuat sebuah penghalang disekitar perahunya, karena jika tidak, perahu tersebut akan hancur, dalam beberapa menit saja. Tepat saat itulah dari dalam pusaran air yang sangat besar, perlahan-lahan, beast itu menampakkan wujudnya. Adapun wujud dari beast tersebut memang mempunyai ukuran tubuh yang sangat besar, bukan hanya besar saja, tubuhnya juga sangat panjang dan bersisik, layaknya seperti naga. (Note: Anggap saja Leviathan.)


Bukan hanya itu saja, beast raksasa itu mempunyai dua buah kepala, yang membuatnya terlihat semakin mengerikan. Lalu, walaupun terlihat mempunyai perawakan layaknya seekor naga, akan tetapi kedua tangan beast raksasa itu terlihat seperti tentakel layaknya gurita, yang mana tiap-tiap unjung dari tentakel itu, mempunyai mulutnya tersendiri.


Hao Xiang yang melilhat wujud dari beast raksasa itu, tidak bisa untuk bereaksi biasa saja. Pasalnya, alih-alih di sebuah sebagai beast raksasa, sebuah monster lebih lanyak untuk mendeskripsikan beast raksasa itu. Bahkan Ling Laohu, yang awalnya bereaksi biasa saja, ketika melihat wujud dan merasakan aura dari monster tersebut, langsung mengubah pandangan nya menjadi lebih serius.


“Jadi guru, apa rencana nya sekarang? Beast raksa... Tidak, monster ini, ukuran nya melebihi apa yang kita perkirakan.” Kata Hao Xiang.


“Tidak ada perubahan rencana. Akan tetapi, tetap berhati-hati.” Kata Ling Feng seraya mengeluarkan Pedang Hitam Yin dan Pedang Putih Yang dari cincin ruangnya.


“Monster ini akan menjadi sangat berbahaya, jika di diamkan terus menerus.” Kata Ling Feng lagi memasang sikap berpedangnya. Hao Xiang yang mendengar itu, menganggukkan kepalanya patuh, mendengar nada bicara Ling Feng yang serius, kemungkinan besar beast yang mereka hadapi saat ini, benar-benar sangat jauh berbeda daripada yang sering mereka hadapi sebelumnya.


Hao Xiang pun kembali terbang mengudara, dan mengambil sikap bersiap untuk menyerang mosnter raksasa itu dari udara.


“Tuan muda. Izinkan aku juga ikut membantu.” Ucap Ling Laohu yang sudah turun dari puncak kepala Ling Feng.


“Tentu. Mengamuklah sesuka kalian. Akan tetapi, tetap ingat untuk selalu berhati-hati.” Kata Ling Feng yang dianggukki oleh Ling Laohu. Ling Laohu pun memejakan matanya, tubuh nya yang awalnya berupa seperti kucing kecil, kini mendadak berubah wujud seukuran harimau dewasa.


Grooaaarrrrr......!!


Roaaarrrrr...!


“Baiklah kalian berdua, kita mulai sekarang!” Teriak Ling Feng memberikan aba-aba pada keduanya.


“Baik guru!” Ujar Hao Xiang.


“Dimengerti tuan muda!” Jawab Ling Laohu.


Ling Feng tanpa basa-basi sama sekali, langsung menerjang maju ke arah monster raksasa itu. “Teknik Pedang Sembilan Matahari: Tebasan Ganda Melahap Matahari.” Kata Ling Feng mengayunkan Pedang Hitam dan Putih nya secara silang. Ayunan pedangnya itu berubah menjadi sebuah tebasan aura pedang yang sangat panas, terlebih lagi Ling Feng tidak hanya mengayunkan nya sekali saja, sembari menggerakkan tubuhnya, Ling Feng melancarkan lima kali tebasan beruntun kepada monster raksasa itu. Alhasil, Ling Feng sama saja sepeti mengeluarkan sepuluh tebasan pedang beruntun sekaligus.


Sepuluh tebasan pedang yang Ling Feng lancarkan itu melesat sangat cepat ke arah monster raksasa, dan dalam sekejap tebasan pedang Ling Feng langsung bersarang di tubuh mosnter raksasa tersebut.


Crashhhh... Crashhhh... Crashhhh... Crashhhh...


Terlihat tebasan pedang yang Ling Feng lancarkan itu, berhasil menggores tubuh monster raksasa itu. Setidaknya itu, yang Ling Feng pikirkan awalnya, sampai beberapa detik kemudian, pikiran itu langsung sirna begitu saja. Ketika melihat goresan bekas tebasan pedang aura nya, pulih hanya dalam kurun waktu kurang dari semenit saja.


Ling Feng yang melihat itu, bahkan sampai menunjukkan reaksi terkejut yaitu, kedua matanya sedikit melebar. Hal yang membuat nya terkejut adalah, bukan karena serangan tebasan pedang nya tidak berhasil, namun ia terkejut dengan kecepatan pemulihan dari monster raksasa itu yang terbilang sangat cepat.


Bukan hanya Ling Feng saja, bahkan serangan Ling Laohu pun tidak bekerja pada monster raksasa itu, karena tepat ketika ia menyerang nya, luka monster tersebut akan langsung kembali pulih.


“Roaarrrr...! Sial, serangan ku benar-benar tidak mempan terhadap nya.” Ujar Ling Laohu seraya menyerang sembari menghindari tentakel-tentakel monster raksasa itu. Ling Laohu terlihat sangat fokus menghindari seraya menahan tentakel-tentakel monster itu, sampai dirinya tidak sadar bahwa salah satu kepala monster itu sudah dalam posisi bersiap-siap hendak menyerang kepada nya.


“Laohu awasss di sisimu!” Teriak Hao Xiang yang sedang terbang kepada Laohu. Akan tetapi, sudah terlambat, salah satu kepala monster itu, langsung menghembuskan api kepada Ling Laohu yang lengah.


Swushhhhh....!!


“Laohu....!” Teriak Hao Xiang. Kepulan asap putih yang sangat tebal tercipta, setelah kepala monster itu berhenti menghembuskan api. Hao Xiang tidak bisa mendekat ke arah kepulan asap putih itu, karena salah satu kepala monster itu, sedang terfokus kepada dirinya. Terlebih lagi, banyak tentakel yang mengganggu nya, membuat pergerakan nya benar-benar terbatas.


Hao Xiang pikir, bahwa Laohu terkena serangan api tersebut, akan tetapi, setelah beberapa saat dan asap putih mulai memudar, Hao Xiang samar-samar melihat sebuah penghalang di sana. Sampai ia pun langsung bernafas lega, karena ia melihat sosok Ling Feng yang berdiri di hadapan harimau itu melindungi nya.


Hao Xiang yang berada di udara pun langsung turun, untuk memeriksa keadaan mereka. “Laohu! Guru! Apakah kalian berdua baik-baik saja?” Tanya Hao Xiang dengan nada jelas merasa khawatir, namun respon yang di dapat adalah sebuah pukulan tepat di puncak kepalanya.


Baangggg...


“Aduh guru. Kenapa malah memukul kepala ku?” Tanya Hao Xiang mengaduh kesakitan, seraya mengelus-elus puncak kepalanya yang terasa panas.


“Masih seratus ribu tahun terlalu cepat bagimu untuk mengkhawatirkan gurumu yang kuat ini bocah.” Kata Ling Feng tanpa beban. Hao Xiang yang mendengar itu tidak habis pikir dengan apa yang Ling Feng lakukan, namun dirinya lebih memilih untuk tidak membalas perkataan nya sekarang, karena ia pasti akan di pukul kembali.


“T-tuan muda. M-maafkan aku. Aku telah lengah, sampai harus merepotkan mu untuk melindungi ku.” Kata Ling Laohu merasa sangat bersalah. “Jangan terlalu di pikiran. Untuk sekarang, lebih baik kita pikirkan cara bagaimana menghadapi pemulihan super monster itu.” Kata Ling Feng kembali menatap serius ke arah monster berkepala dua itu.


Ling Laohu membatin dalam dirinya, ia mengutuk dirinya sendiri, karena telah lengah seperti itu, ia benar-benar sangat menyedihkan padahal ia merupakan salah satu dari empat beast legendaris. Namun, pikiran menyedihkan itu, ia langsung buang dalam kepalanya, dan fokus terhadap pertarungan yang ada di depannya saat ini.


Ling Feng melirik sekilas ke arah Ling Laohu, lalu tersenyum tipis di balik topengnya. Ia pun lantas berkata, “Aku terpikirkan sesuatu cara untuk menghadapi pemulihan super monster itu, kalian berdua tolong bantu aku.” Kata Ling Feng yang dianggukki oleh Hao Xiang dan Ling Laohu.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.