
“Tenang saja, kau tidak akan mati cepat komandan mesum. Aku akan membunuhmu setelah puas menyiksamu.” Ucap Ling Shui acuh tak acuh lalu bergerak lagi ke arah komandan iblis itu.
>>>>>>______
“Hohhhh bocah bren*sek ini. Omongan mu besar juga ya.” Ucap komandan iblis yang berhadapan dengan Ling Shui. Dirinya pun lantas tidak mau kalah lalu maju menyerang ke arah Ling Shui. Ling Shui sendiri tersenyum meremehkan lalu ikut maju menyerang juga ke arah komandan iblis itu. Terlihat keduanya bertarung sangat sengit.
Sementara itu di sisi lainnya Ling Huo dan Ling Ji berhadapan dengan komandan iblis yang wajahnya tidak terlihat jelas, karena seluruh wajahnya hampir berwarna hitam kecuali kedua pupil matanya yang berwarna merah darah.
“Yo iblis muka aneh. Kamilah lawanmu.” Ucap Ling Huo seraya menunjuk komandan iblis dengan sabit pendeknya.
“Hmphhh... Dasar bocah angkuh, kalian berdua tidak pantas menghadapiku.” Ucap komandan iblis itu dengan nada meremehkan. Tidak berhenti di sana, komandan iblis mengumpulkan Qi hitamnya seraya berkata, “Teknik Darah Iblis: Prajurit Iblis Darah.” Ucap komandan iblis itu menyebutkan nama tekniknya. Seketika di sekitar komandan iblis itu mulai banyak genangan darah hitam pekat lalu membentuk banyak wujud iblis dengan penampilan mengerikan.
“Kalian berdua masih tidak pantas berhadapan denganku bocah.” Ucap komandan iblis itu lagi seraya menunjuk ke arah Ling Huo dan Ling Ji sebagai tanda isyarat kepada prajurit darahnya untuk menyerang ke arah dua pemuda tersebut. Jumlah dari prajurit darah itu setidaknya ada lebih dari tiga puluh dengan kekuatan nya setara dengan komandan iblis itu.
Walaupun begitu, keduanya terlihat biasa saja dan tidak panik. Bahkan di balik penutup wajah Ling Huo dan Ling Ji, keduanya sudah tersenyum saat ini.
“Kita benar-benar di remehkan saudara.” Ucap Ling Ji lalu di balas tawa kecil oleh Ling Huo.
“Sepertinya begitu saudara. Mari kita buat ini menjadi menarik.” Ucap Ling Huo seraya melirik sekilas ke arah Ling Ji. Ling Ji terkekeh pelan lalu berkata, “Hehhhh... Aku tepat di samping mu saudara.” Ucap Ling Ji dan keduanya pun maju menerjang ke arah prajurit darah yang terbuat dari teknik iblis komandan tersebut.
Pergerakan keduanya sangat lincah dan gesit membuat komandan iblis yang melihat gerakan keduanya yang begitu sinkron benar-benar di buat terheran, karena kerja sama dua pemuda tersebut dalam menghadapi prajurit darah miliknya.
“Apa hanya segini saja? Jika ia, maka sungguh mengecewakan bukan.” Ucap Ling Huo dengan nada mengejek, seraya mengibaskan kedua sabit pendeknya dan Ling Ji merenggangkan kedua tangannya.
“Benar sekali. Bahkan aku belum sama sekali merasa panas.” Timpal Ling Ji dengan acuh seraya melirik ke arah komandan iblis yang menatap dirinya dan Ling Huo tajam.
“Begitu, kah... Sepertinya kalian memang cukup kuat ya. Aku tarik kembali kata-kataku, kuakui bahwa kalian sepertinya cukup layak untuk berhadapan dengan diriku.” Ucap komandan iblis itu seraya mengeluarkan aura hitam nan mencekam dari tubuhnya, akan tetapi aura hitam itu tidak berpengaruh pada Ling Huo dan Ling Ji sama sekali.
“Kami berdua bukan hanya layak melawan mu iblis muka aneh. Kedatangan kami kemari adalah khusus menghapuskan kalian semua para penjajah dari benua biru ini.” Ucap Ling Ji dengan santainya tanpa beban.
“Hehhhh... Menghapuskan keberadaan kami, coba saja kalau kau bisa!” Teriak komadnan iblis itu menatap tajam dengan kedua pupil merahnya, lalu melesat ke arah Ling Huo dan Ling Ji.
“Tentu saja. Akan kubuktikan ucapanku tadi.” Ucap Ling Ji lalu melesat juga bersama dengan Ling Huo. Ketiganya pun bertarung sengit. Jual beli serangan antara Ling Huo dan Ling Ji melawan komandan iblis itu pun mengakibatkan ledakan kecil di sekitar mereka bertiga.
Dirinya hanya menatap lurus ke arah Ling Xiao dan di balas juga oleh pemuda tersebut. Sampai beberapa saat kemudian, dirinya pun tiba-tiba berkata, “Aku akan membunuhmu.” Ucap komandan iblis tersebut lalu melancarkan serangan tiba-tiba kepada Ling Xiao.
Serangan itu berupa energi hitam yang berbentuk jarum kecil, saking kecilnya jarum hitam tersebut bahkan mustahil untuk di lihat dengan mata telanjang. Akan tetapi, berbeda dengan Ling Xiao yang dengan mudahnya menepis jarum hitam kecil itu.
Ia mengeluarkan pedang pendeknya lalu menggerakkan tangannya sangat cepat, lalu terdengar pedang pendeknya berdenting dengan jarum kecil yang di lancarkan komandan iblis itu.
Ctangggggg...?!
Komandan iblis itu sempat mengubah ekspresi wajahnya sejenak ketika Ling Xiao berhasil menepis jarum hitam kecilnya, namun beberapa detik kemudian ia pun kembali seperti semula. Ling Xiao sendiri tidak berbicara sepatah kata pun, ia hanya diam saja di hadapan komandan iblis itu.
Komandan iblis itu pun kali ini menggerakkan tangannya ke atas, pada saat itulah Qi hitam dari tubuhnya keluar lalu membentuk jarum berukuran besar dan kecil. Jumlahnya pun cukup banyak.
“Teknik Darah Iblis: Hujan Jarum Kematian.” Batin komandan iblis itu lalu menggerakkan tangannya ke arah Ling Xiao dan seketika jarum-jarum tersebut melesat cepat ke arah Ling Xiao.
Shattttt...! Shattttt...! Shattttt...! Shattttt...!
“Matilah manusia.” Ucap komandan iblis itu dengan nada bicara yang dingin. Ling Xiao sendiri masih tetap seperti biasa, ia bahkan tidak sedikit pun mengubah raut wajahnya yang begitu tenang dan cuek. Pemuda itu dengan tenangnya mengeluarkan kedua pedang pendeknya dari balik lengan bajunya, lalu melangkah santai kedepan seraya menepis seluruh jarum hitam kecil maupun besar dengan kedua pedangnya dengan gerakan yang sangat cepat, dan mustahil diikuti pergerakan nya oleh mata telanjang.
Ctangggg...! Ctangggg...! Ctangggg...! Ctangggg...!
Komandan iblis berwajah pucat itu pun sudah tidak bisa menahan ekspresi wajah nya, yang saat ini terlihat jelas bahwa dirinya terkejut dengan pergerakan tangan Ling Xiao yang begitu cepat. Ia bahkan lebih terkejut lagi, dengan ekspresi Ling Xiao masih sama dengan sebelumnya.
“Mustahil! Mustahil!” Batin komandan iblis berwajah pucat itu lalu mempercepat serangan jarumnya kepada Ling Xiao, akan tetapi hasilnya tetap sama. Semakin cepat ia melancarkan jarumnya, maka semakin cepat juga gerakan tangan Ling Xiao.
Bahkan saat ini dalam pandangan komandan iblis yang menghadapinya, pemuda di depannya itu seperti mempunyai lebih dari dua tangan, saking cepatnya pergerakan tangan Ling Xiao.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.
Nb: Lanjut Up nanti abis Maghrib. Mohon bersabar ya kawan readers 🙏🏼😁