Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Fenomena di Sekte Naga Langit


Ling Feng pun keluar dari artefak dunia jiwanya dan muncul kembali di halaman puncak kediaman kakeknya. Terlihat suasana hari itu sudah menunjukkan hendak menjelang sore hari. Ling Feng tanpa menunggu lebih lama lagi, ia pun masuk ke dalam kamarnya berniat untuk melakukan pelatihan tertutup kali ini, guna menebus tingkat selanjutnya.


>>>>>>______


Suatu Tempat yang Gelap


“Bagaimana dengan pengorbanan nya? Apakah semua berjalan lancar?” Tanya suara yang tiba-tiba muncul membuat sosok seorang pria yang awalnya tengah memejamkan kedua matanya, refleks membuka kedua matanya ketika mendengar suara yang tiba-tiba muncul.


“Salam raja. Semuanya sudah di atur oleh bawahan-bawahanku dan para bawahan jendral lainnya. Tidak perlu khawatir lagi.” Ucap sosok tersebut yang tidak lain adalah Bie Xibo. Saat ini ia telah mendapatkan kembali tubuh fisiknya, namun yang menjadi masalah ia masih harus meningkatkan kultivasi nya dari awal, karena tubuh tersebut dari awal bukanlah miliknya dan dirinya harus bekerja keras jika ingin kembali mendapatkan kekuatannya di masa jaya nya.


“Kekekeke... Baguslah jika memang begitu. Aku senang mendengarnya. Tinggal sebentar lagi aku akan bebas kekekeke.” Ucap suara tersebut yang tidak lain berasal dari raja iblis sampai beberapa saat kemudian, suara itu pun menghilang. Bie Xibo yang mendengar itu menundukkan kepalanya sekali lagi, lalu hendak kembali melanjutkan meditasinya, namun ia dikejutkan ketika mendengar suara retakan.


Kraaakkk...! Kraaakkk...! Craassshhh...?!


Sebuah kristal tiba-tiba pecah membuat Bie Xibo terkejut ketika melihat itu. Dirinya pun bangkit dari posisi lotusnya mendekat ke arah kristal tersebut. Seketika ia pun memasang wajah jelek dan ledakan aura yang gelap dan mencekam terpancar dari tubuhnya. Pasalnya kristal yang pecah itu adalah tanda bahwa bawahan yang ia utus untuk mengamankan para sandera telah mati sekarang.


Braaakkkk...!!


“Dasar sampah tidak berguna!” Umpat Bie Xibo seraya menggertakkan giginya dan memukul meja tersebut saking kesalnya ia. Dalam hatinya ia sangat bersyukur, karena Raja Iblis telah pergi sebelum kristal tersebut pecah. Bie Xibo nampak kesal ketika melihat tempat persembunyian tersebut sudah berubah menjadi tanah gersang tanpa menyisakan apapun.


Walaupun masih ada banyak tempat persembunyian yang tersebar, namun yang menjadi masalahnya adalah tetap saja untuk situasi yang sekang tetap saja tidak menguntungkan pihak mereka. “Cihhhhh... Benar-benar sangat sial.” Umpat Bie Xibo di dalam hatinya sangat kesal, ketika mengetahui bahwa tempat persembunyian itu telah hancur dan semua sanderanya telah hilang.


>>>>>>______


Kembali Kepada Ling Feng


Terlihat Ling Feng masih memejamkan keduanya matanya setelah menelan tiga pil elemen sekaligus. Hari-hari pun sudah berlalu begitu saja sampai tidak terasa sudah hampir satu bulan lebih Ling Feng menutup dirinya. Walaupun begitu tanda-tanda ia akan menyelesaikan latihan tertutupnya masih belum selesai.


Sampai beberapa jam telah berlalu, secara tiba-tiba awan hitam muncul di sekitar daerah sekte naga langit. Membuat semua orang yang melihat awan hitam itu tentu terkejut. Baik itu para penghuni sekte ataupun orang-orang yang melihat awan hitam tersebut.


Langit yang gelap itu membuat semua orang yang ada di sana saling pandang dan bingung tentang apa yang terjadi tiba-tiba seperti ini. “A-apa yang terjadi di sini?!” Ujar salah satu murid sekte naga langit ketika melihat fenomena tersebut kepada teman di sebelahnya.


“Entahlah. Jika kamu bertanya kepadaku, aku bertanya kepada siapa lagi.” Timpal temannya tanpa menoleh ke arahnnya dan terus menatap langit yang tiba-tiba menjadi gelap.


Jdeeerrr...! Jdeeerrr...!


Petir yang tiba-tiba menyambar membuat suara yang begitu besar membuat siapa saja yang mendengar itu merasakan kengeriannya. Langit yang gelap itu telah membuat sekte naga langit dan kota naga langit telah menjadi gulap gulita. Patriak sekte dan Para tetua yang tengah berkumpul pun di kejutkan dengan suara petir tersebut.


Jdeerrrr...! Jdeerrrr...! Roaaaarrrr...!!


Sekali lagi suara petir membuat semua orang yang mendengarnya jadi ketakutan, namun masih ada hal lain lagi karena secara tiba-tiba sosok yang membuat semua pasang mata tercengang menatap ke arah langit, karena di sana telah muncul sosok petir yang mempunyai wujud seekor naga berwarna kuning keemasan.


Terlihat naga petir sedang menatap ke arah puncak yang berada di sekte naga langit, dimana matanya pun terfokus pada satu puncak. Ketika naga petir tersebut menatap puncak tersebut, membuat semua murid dan para tetua pun langsung mengikuti tatapan dari naga petir yang menatap ke arah puncak kediaman Tetua Pertama. Semua murid sekte bahkan tetua sekalipun langsung mendekat ke arah puncak kediaman Tetua pertama untuk melihat apa yang terjadi di sana.


Roaaaaarrr...!


Terlihat naga petir itu menatap tajam ke arah puncak kediaman Tetua Ling San seraya meraung keras, yang mana teriakkan nya itu membuat guncangan keseluruh penjuru sekte dan kota naga langit. Setelah berteriak, naga petir itu pun langsung melesat ke arah puncak kediaman Tetua pertama dan...


Booooommm...?!


Ledakan yang sangat besar membuat guncangan yang besarnya tidak main, membuat seluruh penjuru sekte naga langit bergetar hebat akibat dari ledakan tersebut. Semua pasang mata menatap penasaran ke arah puncak kediaman Tetua pertama yang sudah hancur sepenuhnya, namun menyisakan kabut tebal yang menghalangi pandangan mata semua orang.


Setelah beberapa saat, barulah mereka bisa melihat sosok pemuda tampan serta memejamkan kedua matanya, tengah duduk di sana dalam posisi lotus. Tentu semua orang sangat mengenali pemuda yang tengah duduk bermeditasi itu.


Penampilan nya sendiri sudah berantakan dengan pakaian atasnya telah habis sepenuhnya dan hanya menyisakan pakaian bawahnya. Melihat itu semua orang yang ada di sana tidak bisa untuk tidak tajkub dan kagum kepada Ling Feng. Walaupun begitu, penerobosan Ling Feng masih belum selesai, karena awan hitam di langit masih belum menghilang. Semua orang yang ada di sana menunggu dengan tegang sampai beberapa saat kemudian terdengar kembali suara petir.


Jdeeerrrr...! Jdeeerrrr...!


Petir kedua pun kembali muncul dan beberapa saat kemudian naga petir pun kembali muncul. Semua murid sekte naga langit yang melihat naga petir tersebut tidak bisa biasa saja, karena tekanan yang terpancar dari naga petir tersebut bena-benar sangat menekan.


Naga petir yang kedua menatap ke arah Ling Feng, dan tanpa basa-basi ia pun langsung melesat ke arahnya menghantam Ling Feng kembali seperti sebelumnya. Lagi-lagi ledakan yang sangat besar pun tercipta, bahkan kali ini lebih kuat dari naga petir yang pertama. Para murid sekte hampir tidak bisa bertahan, jika saja tidak ada para tetua yang membantu mereka, tidak menutup kemungkinan mereka semua terkena luka dalam, akibat dari ledakan aura naga petir tersebut.


Terlihat tubuh seluruh tubuh Ling Feng telah terbalut oleh warna keemasan yang sama dengan naga petir tersebut. Lalu wajah Ling Feng yang tengah memejamkan kedua matanya pun mendadak puncat dan memuntahkan seteguk darah. Bing Jiao dan Qing Xian yang melihat Ling Feng tiba-tiba mengeluarkan darah mendadak cemas dan hendak menerobos ke sana, namun itu langsung di cegah oleh Tetua kedua dan Tetua Kelima.


“Jangan ke sana. Saat ini energi Qi yang berada di sekitar Ling Feng masih belum stabil. Jika kalian ke sana, pastinya akan terkena luka dalam.” Ucap Tetua kedua mencegah Bing Jiao untuk mendekati Ling Feng.


Setelah beberapa saat, awan hitam yang menaungi sekte naga langit dan kota naga langit pun telah hilang Cuacanya pun kembali cerah seperti semula. Energi di sekitar Ling Feng sisa-sisa dari naga petir tadi pun sudah masuk seluruhnya ke tubuh Ling Feng. Tubuhnya yang melayang pun perlahan jatuh ke tanah begitu saja.


Pada saat itulah Bing Jiao dan Qing Xian langsung bergerak cepat menahan tubuh Ling Feng sebelum jatuh menyentuh tanah.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.