Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Negoisasi Dan Perpisahan Dengan Para Serigala


"Lang Hei kau tidak salah ini tempatnya? Kau tidak mengerjai ku, kan?" Tanya Ling Feng yang kedua kalinya kepada Lang Hei. Lang Hei yang jengah pun menggelengkan kepalanya memberikan isyarat bahwa ini memang tempat dari Penguasa area hutan terkuat disini. Walaupun ia tidak tau wujud asli dari penguasa wilayah terkuat ini, tapi


Ling Feng hanya bisa takjub dengan pemandangan didepannya matanya. Sebuah tempat yang sangat indah dan menyejukkan mata serta hati yang melihatnya. Benar-benar keindahan alam yang sempurna.


Air terjun yang yang dihiasi oleh batu-batu alam disekitarnya. Suasana sejuk dengan pancaran sinar matahari yang membuat suasana disana terlihat sangat sempurna untuk bersantai. Walaupun ia sangat takjub dengan pemandangan alam didepannya ini, tentunya ia merasakan kekuatan besar berada disekitarnya.


"Ahhhh…Jika harus menghancurkan ini tentunya akan sangat disayangkan." Gumam Ling Feng ia pun turun dari Punggung Lang Hei. "Baiklah apakah kau tidak ingin keluar dan berbicara dengan ku? aku tau kau sudah sadar akan kedatangan ku kemari, kan." Kata Ling Feng menggunakan Qi membuat seluruh perkataannya dapat didengar ke seluruh area tersebut.


Hening tidak ada jawaban, Ling Feng masih tetap menunggu ia yakin bahwa penguasa wilayah kali ini bukankah penguasa wilayah biasa. Tepat setelah ia berpikir seperti itu, tiba-tiba muncul sebuah gua disana. Air pun seketika langsung terpisah menjadi dua yaitu, ke kiri dan kanan ketika gua tersebut muncul.


Ling Feng yang melihat itu menatap serius kedalam gua tersebut. Sampai tidak lama kemudian suara terdengar keluar dari gua tersebut. "Tidak kusangka kau masih masih sangat muda sudah mempunyai kekuatan mengerikan seperti itu. Terlebih lagi aura mu ini di luar nalar dari seorang manusia. Aku jadi ragu bahwa kau ini manusia apa bukan." Ucap sosok tersebut dari dalam gua.


Mendengar hal itu Ling Feng sedikit terkejut. "Beast ini tidak bisa di remehkan, selain kuat ia bahkan bisa merasakan aura yang keluar dari. Baru pertama kali aku bertemu dengan sosok yang bisa merasakan aura yang keluar dari tubuh ku." Batin Ling Feng serius.


"Apakah hanya itu saja yang ingin kau katakan dengan ku? Jika itu saja maaf aku tidak terlalu peduli. Aku sedang terburu-buru saat ini jadi biarkan aku lewat. Sebagai gantinya aku tidak akan melakukan hal yang sama terhadap mu seperti ketiga penguasa wilayah lainnya." Kata Ling Feng.


"Hihihi Walaupun aku tidak mengetahui basis kultivasi mu, namun aku mengetahui bahwa kau belum mencapai tingkat langit, kan. Ya jika itu masih dibawah tingkat langit mungkin kau tidak akan bisa mengalahkan ku." Kata sosok tersebut masih belum keluar dari gua.


"Hehhhhh…Begitu, kah? Kita tidak akan tau sebelum dicoba bukan. Sayang sekali sepertinya daerah yang indah ini akan rusak saat ini." Kata Ling Feng mengeluarkan kedua pedang hitam dan putihnya ingin bergerak, tapi tertahan ketika suara dari dalam gua terdengar.


"Berhenti jangan bergerak aku tidak ingin bertarung dengan mu." Kata sosok dari dalam gua dengan nada serius. Ling Feng yang mendengar itu terkekeh kecil dan berkata, "Apa ini? Bukankah kau tadi menantang ku? Ya tentu saja aku terima untuk pembuktian bahwa tidak ada yang tau sebelum dicoba." Kata Ling Feng tanpa beban.


Pada saat Ling Feng berkata seperti itu hening sejenak, lalu terdengar langkah yang keluar. Mendengar langkah kaki tersebut Ling Feng mengalihkan pandangannya menatap ke arah mulut gua tersebut dan Beberapa detik kemudian ia terkejut dengan sosok yang muncul.


Ling Feng mengira awalnya memang manusia, tapi setelah melihat lebih jelas ada perbedaan yang mencolok dari sosok penguasa wilayah tersebut yaitu, telinga dan ekor yang mengembang. Akan tetapi di satu sisi, Ling Feng juga merasakan aura yang dimiliki dari seorang manusia.


Ling Feng memang pernah mendengarnya dari sang paman, tapi tidak menyangka akan bertemu di tempat seperti benua biru ini. "Manusia setengah beast." Kata Ling Feng yang tanpa sadar terucap.


"Hihihi aku tidak menyangka ada manusia yang mengetahui identitas asli ku. Aku cukup tersanjung dengan mu anak muda." Kata sosok penguasa wilayah tertawa kecil. Sosok penguasa wilayah yang terkuat ternyata berwujud Rubah setengah manusia. Ia lalu melangkah diatas air seketika sebuah jalan tercipta menuju ke mulut gua di sebrang sana.


"Kau ingin pergi ke tempat terlarang itu kan. Kalau tidak salah kalian para manusia menyebutnya Jurang Keabadian. Benar Jurang Keabadian kau ingin ke sana bukan." Kata Rubah setengah Manusia itu tersenyum kepada Ling Feng.


Mendengar hal itu Ling Feng diam saja tidak membantah membuktikan perkataan Rubah tersebut benar. "Aku punya sebuah permintaan sebelumnya dan jika terpenuhi akan aku ijinkan kau pergi ke sana bagaimana? jika setuju kemarilah" Lanjutnya berkata lagi Rubah setengah Manusia itu.


Para serigala seketika bersiaga saat itu juga, Lang Hei juga langsung berdiri didepan Ling Feng. Ling Feng yang melihat tindakan para serigala tersebut tersenyum simpul. "Kalian semua mundur lah, cukup sampai sini saja kalian mengantarkan ku. Urusan dengan penguasa wilayah ini biar menjadi urusan ku saja. Kalian semua sudah cukup membantu ku." Kata Ling Feng sembari mengelus-elus kepala Lang Hei dan yang lainnya.


Mendengar hal itu serigala-serigala termasuk Lang Hei langsung memasang raut wajah sedih, mereka semua menundukkan kepalanya masing-masing karena tidak menyangka akan begitu cepat berpisah dengan Ling Feng. "Apa ini kenapa kalian semua merasa sedih seperti ini? Aku bukan berarti tidak akan bertemu dengan kalian lagi." Kata Ling Feng terkekeh.


Mendengar hal itu Para serigala pun mendongakan kepalanya menatap Ling Feng. "Ketika aku kembali, aku ingin lihat seberapa jauh kalian semua bisa menemaniku." Kata Ling Feng. Sekelompok Serigala yang paham akan yang dikatakan oleh Ling Feng menganggukkan kepalanya paham.


Ling Feng yang melihat raut wajah bertekad mereka terkekeh, sekali lagi ia pun mengelus-elus puncak kepala masing-masing dari serigala disana. "Baiklah jadilah lebih kuat dipertemuan kita berikutnya." Kata Ling Feng mulai melangkah menuju mulut gua Rubah setengah Manusia itu.


Ketika sudah sampai di ujung Mulut Gua, seperti mekanisme otomatis. Baik jalan, ataupun air yang terbelah kembali menjadi seperti sedia kala. Para serigala yang melihat itu Melolong panjang. Lolongan tersebut mempunyai arti ucapan sampai jumpa kembali kepada Ling Feng.


>>>>>> Bersambung