Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Berakhirnya Pelelangan


“Menjadi seorang alkemis benar-benar sangat menguntungkan ya.” Fikir Ling Feng tertawa bahagia, karena mendapatkan untuk yang luar biasa besarnya.


>>>>>>______


Pelelangan pun kembali berlanjut. Barang-barang yang dilelang kali ini, adalah sebuah baju besi, namun baju besi yang di lelang kali ini di buat khusus hanya untuk wanita, alhasil pada saat armor tersebut di lelang, hanya para wanita saja yang menawarnya. Qing Xian yang berada di sebelah Ling Feng pun menunjukkan minatnya. Armor wanita tersebut berada di tingkat bumi dengan kualitas menengah. Terlebih lagi desain nya yang indah, membuat para wanita kagum dengan penempa yang membuat armor tersebut.


“Baiklah untuk barang yang selanjutnya adalah armor ini. Seperti yang terlihat armor ini hanya bisa digunakan oleh seorang kultivator wanita saja. Adapun armor ini berada di tingkat bumi kualitas menengah. Armor ini dapat menahan serangan seorang kultivator yang berada di ranah bumi.” Wanita tersebut menjelaskan armor tersebut dengan detail, membuat para peserta lelang wanita yang hadir merasa tertarik untuk mendapatkannya.


“Baiklah semuanya. Harga armor ini dibuka pada harga Tujuh ratus ribu koin emas. Kelipatannya tidak boleh kurang dari lima belas ribu koin emas.” Ujar wanita tersebut seraya mengetuk palu membuka harga.


“Tujuh ratus lima puluh ribu koin emas.”


“Sembilan ratus ribu koin emas.”


“Satu juta koin emas.” Ucap seorang wanita dari lantai tiga berteriak dengan lantang.


“Apakah kau menginginkan armor itu? Jika kau ingin aku bisa dengan mudah ” Tanya Ling Feng ketika melihat Qing Xian yang awalnya hendak menawar, namun ketika mendengar harga yang begitu fantasis sontak mendadak lesu. “Eh. T-tidak perlu tuan. Toh harganya sudah terlalu mahal hanya untuk satu armor saja. Tidak perlu repot-repot.” Qing Xian yang terkejut, karena Ling Feng secara tiba-tiba menawarkan barang kepadanya.


“Tidak perlu sungkan. Anggap saja sebagai tanda terima kasih telah mau menemaniku.” Ucap Ling Feng.


“Tidak perlu tuan sungguh. Toh hanya arm-“ Ucapan Qing Xian keburu di potong oleh tindakan Ling Feng yang secara tiba-tiba berteriak cukup lantang.


“Satu Juta Lima ratus koin emas.” Ujar Ling Feng yang sontak menarik perhatian semua peserta lelang, yang berada di sana. Wanita yang berada di lantai tiga pun menggertakkan giginya, meerasa kesal dengan Ling Feng. Ia hanya bisa menelannya mentah-mentah, karena Ling Feng berada di lantai paling atas, yang merupakan lantai tamu khusus dengan status yang lebih tinggi, tentunya ia akan berpikir dua kali jika ingin menyinggung Ling Feng.


“Baiklah, selamat pada tuan yang berada di lantai empat, karena sudah mendapatkan armor ini.” Ucap Wanita tersebut seraya mengetuk palunya tiga kali. Armor tersebut pun di bawa turun dari panggung pelelangan, di lanjutkan dengan barang-barang yang masih tersisa. Qing Xian yang mendengar harga dari armor tersebut hanya bisa tersenyum masam, merasa tidak enak dengan Ling Feng. Walaupun begitu, ia hanya bisa pasrah menerimanya, karena Ling Feng sudah terlanjur membelikannya, tidak sopan baginya jika menolak begitu saja.


Tokkk... Tokkk...


Pintu ruangan Ling Feng diketuk. Pelayan yang siap sedia di belakang Ling Feng, sontak berjalan ke arah pintu untuk membukakan nya. Terlihat seorang pelayan yang membawa sebuah kotak yang berisi armor di dalamnya. “Maaf mengganggu tuan muda. Ini barangnya.” Ujar pelayan tersebut dengan sopan. Ling Feng menganggukkan kepalanya berkata, “Potong saja dari penghasilan penjualan pil ya, termasuk dengan tanaman spiritual tingkat tinggi yang tadi.” Ucap Ling Feng yang diangguki oleh pelayan yang membawa barang lalu izin pamit kemudiannya.


Pelelangan pun kembali berlanjut, barang-barang yang di lelang selanjutnya pun semakin bagus, namun semua itu tidak dapat menarik perhatian Ling Feng, bahkan sampai di penghujung lelang.


“Baiklah tuan-tuan dan nona-nona. Semua barang telah berhasil di lelang. Kami ucapkan terima kasih, karena sudah datang pada pelelangan hari ini.” Ucap wanita tersebut tersenyum manis lalu sedikit membungkuk, baru kemudian ia pun turun dari panggung pelelangan.


Satu persatu para pengunjung mulai meninggalkan ruangan. Pelayan yang senantiasa berdiri di belakang Ling Feng pun menyampai pesan managernya, untuk membawa Ling Feng ke ruangannya. Sebelum pergi, Qing Xian sepertinya hendak menyampaikan sesuatu kepada Ling Feng, namun ia tidak bisa mengatakannya, dan berakhir dengan ucapan terima kasih kepadanya, karena telah membawanya.


Ling Feng tersenyum tipis menganggukkan kepalanya, dirinya dan kedua wanita itu pun berpisah, walaupun begitu Qing Xian sesekali melirik ke belakang menatap punggung Ling Feng. Ling Feng langsung mengekor di belakang pelayan yang mengantarnya.


Tokkk... Tokkk...


Terlihat manager cabang paviliun Qian cheng tersenyum menyambut kedatangan Ling Feng. Pria itu pun sontak bangkit dan mempersilahkan Ling Feng untuk duduk.


“Ini tuan muda Feng. Semua hasil dari penjualan pil-pil Anda, yang juga sudah di kurangi dengan pembayaran tanaman spiritual tingkat tinggi dan armor khusus wanita tadi, serta merta potongan sepuluh persen sebagai potongannya. Juga kami menyiapkan sedikit hadiah untuk Anda. Kami harap Anda suka dengan apa yang kami berikan tuan muda.” Manager itu menjelaskannya dengan jelas dan singkat seraya memberikan Ling Feng cincin ruang.


“Terima kasih banyak ya... Berkat kalian aku untung besar.” Ling Feng mengucapkan terima kasih. Manager itu pun tersenyum lantas berkata, “Tidak tuan muda. Suksesnya pelelangan ini, karena pil-pil yang Anda buat. Sebaliknya saya yang harusnya berterima kasih kepada Anda. Berkat pil-pil yang Anda percayakan kepada kami, kami pun mendapatkan untung yang besar.” Manager itu menjelaskannya kepada Ling Feng tidak berniat untuk menutupinya.


Karena pil-pil yang dibuat oleh Ling Feng juga, paviliun mendapatkan banyak keuntungan. Jadi, tidak menutup kemungkinan ia akan mendapat promosi naik jabatan, karena telah menghasilkan untung yang sangat banyak. Oleh karena itulah ia berterima kasih kepada Ling Feng.


Ling Feng menanggapinya dengan senyuman tipis lalu berkata, “Baguslah jika memang seperti itu kebenaran nya. Kalau begitu, aku pamit sekarang.” Ucap Ling Feng berpamitan manager itu pun ikut bangkit lalu mengantar Ling Feng sampai kedepan pintu paviliun Qian cheng.


>>>>>>______


Sang manager melambai-lambaikan tangannya kepada Ling Feng, yang perlahan menjauh lalu hilang diantara kerumunan para warga. Ling Feng berniat untuk langsung kembali ke penginapan, namun di pertengahan jalan, Ling Feng melihat seorang wanita yang terlihat familiar dalam pandangannya, yang mana wanita tersebut juga sedang menatap ke arahnya. Raut wajah wanita tersebut sedikit gelap yang membuat Ling Feng terheran ketika melihatnya.


Ling Feng sontak mendekatinya dan langsung bertanya, “Jiao’er? Apa yang kau lakukan di sini? Kenapa tidak bersama dengan yang lainnya?” Tanya Ling Feng kepada sosok wanita tersebut yang tidak lain adalah Bing Jiao.


“Saudari dan yang lainnya sudah duluan, lebih tepatnya aku yang meminta mereka untuk kembali ke penginapan duluan.” Ucap Bing Jiao dengan sedikit acuh tak acuh seraya melirik ke arah lain dengan pandangan yang masam. Ling Feng yang melihat respon acuh tak acuh itu mengangkat sebelah alisnya.


“Ada apa heummm...?” Tanya Ling Feng mengangkat satu tangannya dan meletakkannya di atas puncak kepala Bing Jiao lalu mengelus-ngelusnya dengan lembut. Bing Jiao membuang mukanya yang sedang menggembungkan pipinya seraya berkata dengan nada yang sama. “Tidak ada apa-apa kok.” Jawabnya.


“Kau itu tidak berbakat untuk berbohong Jiao’er... Katakan saja ada apa. Biar kakak mengerti.” Ucap Ling Feng dengan nada yang lembut sembari mengelus-ngelus puncak kepalanya. Bing Jiao yang diperlakukan seperti itu, pun wajahnya perlahan-lahan mulai memerah antara merasa malu bercampur senang juga kesal.


“Kakak curang.” Ucap Bing Jiao singkat yang membuat Ling Feng yang mengelus-ngelus puncak kepalanya bingung ketika mendengarnya dan refleks mengulang perkataannya. “Kakak curang? Curang apa memangnya heummm...?” Ujar Ling Feng seraya bertanya balik kepada Bing Jiao.


“Pasca di pelelangan tadi kakak curang.” Ucap Bing Jiao pelan, namun masih dapat di dengar oleh Ling Feng. “Pasca di pelelangan?” Ulang Ling Feng. Kali ini dahinya sedikit mengerut berpikir cukup keras sampai pada sebuah kesimpulan tentang armor wanita yang ia belikan untuk Qing Xian. “Ah jadi begitu, kah.... Ternyata Jiao’er merasa cemburu toh.” Ucap Ling Feng yang menghentikan aksinya, lalu dengan cepat mendekatkan wajahnya dengan wajah Bing Jiao yang sudah merah merona, walaupun tertutupi oleh cadar.


Bing Jiao terkejut, karena Ling Feng secara tiba-tiba mendekatkan wajahnya. Dirinya pun refleks mendorong wajah Ling Feng cukup kuat menjauhkan wajahnya dari Ling Feng. Tanpa berkata apa-apa, Bing Jiao yang memerah wajahnya pun langsung pergi meninggalkan Ling Feng yang terhempas beberapa langkah ke belakang, karena tidak siap.


Ling Feng melirik ke arah Bing Jiao yang melangkah begitu cepat, lalu terkekeh pelan merasa sangat lucu. Sikap malu-malunya selalu menjadi hiburan hangat dan menarik di mata Ling Feng.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.